NovelToon NovelToon
Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Selama tiga tahun pernikahan, Dimas Alvaro rela menjadi "bayangan" di rumahnya sendiri. Sebagai suami dari Reina Darmawanti, seorang pemilik cafe yang sukses namun angkuh, Dimas setiap hari menelan hinaan. Ia dianggap pria tak berguna, pengangguran yang hanya bisa memasak, dan menumpang hidup pada harta istri. Demi menjaga perasaan orang tua mereka dan sebuah rahasia masa lalu, Dimas memilih diam, meski Reina bahkan tak sudi disentuh olehnya.
​Namun, di luar pagar rumah itu, Dimas adalah sosok yang berbeda. Ia adalah pemilik jaringan Rumah Sakit Medika Utama, seorang dokter jenius yang memegang kendali atas ribuan nyawa.
​Kehidupan ganda Dimas mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan Kathryn Danola. Gadis mahasiswa yang ceria, sopan, dan tulus itu memberikan apresiasi yang tidak pernah Dimas dapatkan dari istrinya sendiri. Pertemuan tak sengaja di koridor rumah sakit saat Kathryn menyelamatkan keponakannya, Sean, membuka babak baru dalam hidup Dimas.
​Ketika Reina akhirnya mengu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Harmoni di Balik Jendela

Di sebuah restoran mewah yang mulai kehilangan kemilau bagi pemiliknya, Reina duduk dengan wajah tegang. Ia baru saja memesan air mineral hal yang dulu tak pernah ia lakukan ketika seorang wanita dengan riasan yang berantakan duduk di meja belakangnya. Tanpa sengaja, Reina mendengar nama "Paul Danola" disebut dengan nada penuh kebencian.

​"Pria itu akan menyesal telah membuangku," desis Becca kepada ponselnya.

​Reina menajamkan pendengarannya. Nama Paul Danola tak asing baginya; ia tahu itu adalah kakak dari gadis yang belakangan ini dekat dengan Dimas. Reina pun sengaja mengeraskan suaranya saat menerima telepon palsu, "Ya, Dimas Alvaro itu memang sampah, dia harus dihancurkan."

​Seketika, kedua wanita yang hatinya dipenuhi racun itu saling menoleh. Mereka seperti dua magnet yang saling tarik-menarik karena kegelapan yang sama. Namun, mereka tak sadar bahwa pelayan yang berdiri tak jauh dari mereka adalah orang kiriman Adrian yang sudah memasang alat perekam di bawah meja sejak tadi. Rencana mereka untuk membuat skandal publik sudah hancur bahkan sebelum dimulai.

​Sementara itu, kedamaian yang sesungguhnya justru tercipta di kediaman Danola. Suasana rumah terasa begitu tenang, hanya terdengar suara gemericik air dari kolam di luar dan detak jam dinding yang merambat pelan.

​Paul telah terlelap di atas sofa panjang. Kelelahan mental akibat drama Becca tadi benar-benar menguras energinya. Kathryn datang dari dalam kamar dengan langkah sepelan kucing, membawa sebuah selimut wol tebal dan bantal bulu angsa yang empuk.

​Dimas, yang sedang duduk di karpet bersama Sean, terdiam dan menjadi penonton dalam bisu. Ia memperhatikan bagaimana Kathryn mengangkat kepala kakaknya dengan sangat hati-hati untuk menyelipkan bantal di bawahnya, lalu menyelimuti tubuh Paul hingga sebatas dada. Ia bahkan membetulkan letak kaki kakaknya agar tidak menggantung.

​"Dia sangat telaten... benar-benar seperti sosok istri yang sempurna bagi rumah ini," batin Dimas. Ada rasa haru yang menjalar di dadanya melihat pengabdian Kathryn. Gadis ini tidak hanya cantik secara fisik, tapi jiwanya adalah sumber kehidupan bagi keluarga ini.

​Tiba-tiba, sebuah tarikan kecil di lengan kemeja Dimas membuyarkan lamunannya. Sean menatapnya dengan mata sayu yang mulai berair. Anak kecil itu menguap lebar, memperlihatkan deretan gigi susunya yang rapi.

​"Paman Doktel... Sean mengantuk. Ayo tidur sama Paman," bisik Sean dengan suara serak yang menggemaskan.

​Dimas tersenyum sangat tulus. Ia menggendong Sean ke dalam pelukannya. Tubuh mungil itu terasa hangat dan pas di dekapan Dimas. Sambil duduk bersandar di kursi, Dimas mulai menepuk-nepuk punggung Sean dan mengelus rambutnya dengan lembut. Ia membisikkan senandung rendah yang menenangkan, membuat Sean perlahan-lahan memejamkan mata dan jatuh ke alam mimpi dalam hitungan menit.

​Kini, giliran Kathryn yang menjadi penonton. Ia baru saja selesai merapikan selimut Paul dan berbalik, lalu matanya menangkap pemandangan indah itu. Dimas pria yang tadinya dianggap dingin dan penuh rahasia tampak begitu keibuan saat menidurkan Sean. Wajah tegas Dimas melunak, sorot matanya penuh kasih sayang yang murni.

​Kathryn tersenyum kecil tanpa sadar. Dadanya terasa hangat. "Seandainya dia tahu betapa cocoknya dia menjadi seorang ayah," pikirnya. Beruntung bagi Kathryn, Dimas sedang menunduk menatap Sean, sehingga ia tidak melihat senyum manis yang tersungging di bibir Kathryn.

​Begitu napas Sean terdengar teratur dan dalam, Kathryn melangkah mendekat. Ia berbisik sangat pelan agar tidak mengejutkan kedua pria yang sedang tertidur di sofa itu.

​"Dokter... biar saya yang bawa Sean ke kamarnya di atas," bisik Kathryn.

​Dimas mendongak, ia memberikan anggukan kecil dan perlahan menyerahkan tubuh mungil Sean ke pelukan Kathryn. "Hati-hati, dia sangat pulas," pesan Dimas lirih.

​Kathryn membawa Sean naik ke lantai atas. Dimas menatap punggung gadis itu sampai menghilang di balik tangga. Merasa butuh udara segar untuk menetralkan debaran jantungnya yang tak beraturan, Dimas memutuskan untuk berjalan ke arah pintu belakang yang menuju taman.

​Taman belakang kediaman Danola adalah sebuah oase tersembunyi. Kolam renang dengan air yang tampak biru kristal memantulkan cahaya lampu taman yang temaram. Dimas berdiri di tepi kolam, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

​Angin malam berhembus perlahan, menggoyang dedaunan pohon palem. Di sini, di bawah langit yang tak berbintang, Dimas merasa identitasnya sebagai pemilik Medika Group yang kaya raya tak lagi penting. Ia merasa lebih berharga menjadi "Paman Doktel" bagi Sean dan pria yang dipercaya oleh Paul.

​Ia memikirkan sandiwaranya soal "kos-kosan lusuh" dan tawaran uang tabungan dari Kathryn tadi. Rasanya ia ingin segera jujur, namun ia takut kedamaian seperti ini akan terusik oleh bayang-bayang kemewahan yang seringkali merusak ketulusan.

​"Sedang memikirkan apa, Dokter?"

​Suara lembut Kathryn memecah keheningan. Gadis itu sudah kembali, kini ia mengenakan cardigan tipis untuk menghalau dingin. Ia berdiri di samping Dimas, ikut menatap pantulan air kolam.

​Dimas menoleh, menatap profil samping wajah Kathryn yang diterpa cahaya lampu taman. "Hanya berpikir... betapa beruntungnya Paul memiliki adik sepertimu. Dan betapa beruntungnya aku bisa mengenalmu di tengah kekacauan hidupku."

​Kathryn menunduk, memainkan jemarinya. "Hidup memang kacau, Dokter. Tapi lihatlah air kolam ini. Meski tadi kita sempat membuat riak dengan melempar batu, ia selalu kembali tenang. Mungkin begitu juga dengan kita."

​Dimas tersenyum tipis. Ia melangkah sedikit lebih dekat hingga bahu mereka hampir bersentuhan. "Kathryn, jika suatu saat nanti kamu tahu bahwa aku tidak semalang yang kamu kira... apakah kamu akan tetap menatapku dengan cara yang sama?"

​Kathryn terdiam sejenak, lalu mendongak menatap mata Dimas dengan tatapan yang sangat dalam. "Bagi saya, harta itu hanyalah pakaian, Dokter. Jika pakaiannya dilepas, orangnya tetap sama. Saya jatuh hati pada 'orangnya', bukan pada 'pakaiannya'. Jadi, jangan khawatir."

​Kata-kata itu membuat jantung Dimas seolah berhenti berdetak. Itu adalah pengakuan yang paling tulus yang pernah ia dengar. Di tepi kolam renang malam itu, di tengah kesunyian Dharmawangsa, Dimas menyadari bahwa ia tidak butuh lagi menguji apa pun. Kebenaran akan terungkap pada waktunya, tapi malam ini, ia hanya ingin menikmati kehadiran gadis sederhana yang mencintai jiwanya melampaui segala harta dunia.

1
Anonymous
ayo up terus thor makin seru niii
Yensi Juniarti
lama2 saya GK suka sifat ketryin ini ...
terlalu berlebihan
Yensi Juniarti
maaf ya tor.. itu terlalu childrens..
terlalu berlebihan kalau kata aku...
seolah2 dia paling korban disini padahal sama2 sakit juga
Dwi Winarni Wina
kayaknya dokter dimas sangat cocok sama khatrin, daripada istrinya itu selalu menghina dan rendahkan...
Dwi Winarni Wina
istri durhaka berani melawan suami, dosanya besar Sekali itu...
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Ira Janah Zaenal
ayo Dimas tinggalkan berkasmu segera ke rumah kediaman Dharmawangsa ... kath sedang membutuhkanmu😍😍
Sri Khayatun
ceritanya bagus ..suami yg sabar dan istrinya durhaka..saya suka
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 🙏🏻
total 1 replies
Sri Khayatun
semoga dia jadikan kahtrin sebagai istrinya kelak...
Sri Khayatun
aku mampir thorr
Ira Janah Zaenal
up up up💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ira Janah Zaenal
semangat dokter Dimas meraih hati ount kathryn😍😍💪💪
jajangmyeon
up
brawijaya Viloid
😎😎
brawijaya Viloid
keren nihh ceritanya
Anonymous
mulai tumbuh ni benih" cinta 🤭
Anonymous
krg ajar bgt, lgian dimas terlalu sabar
Anonymous
waw keren ada gambarnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!