NovelToon NovelToon
Angkara Murka : Kebangkitan Putri Es

Angkara Murka : Kebangkitan Putri Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Fantasi Wanita / Balas dendam pengganti
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: MellaMar

Sebuah kisah tentang seorang putri es yang bernama Aira Skypia. Ia memiliki kekuatan es yang luar biasa, tetapi juga memiliki hati yang penuh dengan dendam dan murka. Setelah keluarganya dibunuh oleh musuh yang kejam, putri es ini berusaha membalas dendam dan menghancurkan musuhnya dengan kekuatan esnya.

Namun, kekuatan luar biasa yang ia miliki kini lenyap seketika setelah musuhnya mengutuk seluruh keturunan es agar tidak ada yang menjadi penerus kejayaan kerajaan es.

Dalam perjalanan kultivasinya, ia harus berhadapan dengan bangsa vampir. Aira terpaksa harus hidup dan berlatih di dalam istana kerajaan Vampir.


Bagaimana cara putri es hidup setelahnya?

Seperti apa perjuangan Aira di dalan kerajaan Vampir yang dipenuhi oleh energi kegelapan?

Bagaimana cara ia membalas dendam tanpa kekuatan yang dimilikinya?


Pantengin terus ceritanya sampai akhir🗣️🗣️


Jangan lupa like, vote, dan komen biar author makin semangat....🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MellaMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ignis dan permasalahannya

 Valerius masih berdiri membeku, tidak bisa memproses informasi yang baru saja dia dengar. Ignis memanfaatkan kesempatan itu untuk melanjutkan penjelasannya.

"Aku tahu ini terdengar tidak masuk akal, tapi aku tidak bisa menjelaskan perasaan ini. Aku hanya tahu bahwa aku ingin melindungi adikmu, bukan menyakitinya. Aku tidak bisa membunuh Nocturna, Valerius. Aku...aku menyukainya."

Valerius masih mencoba memproses informasi ini, tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Dia merasa seperti sedang berada di dalam mimpi buruk, tapi entah kenapa, dia tidak bisa bangun.

Tiba-tiba, Ignis berbicara lagi. "Aku tahu aku tidak pantas untuk adikmu, tapi aku berjanji akan melindunginya dengan nyawaku. Aku akan melakukan apa pun untuk membuatnya bahagia."

Valerius masih tidak bisa berbicara, dia hanya bisa menatap Ignis dengan mata yang membola sempurna. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, tapi dia tahu bahwa dia tidak bisa membiarkan Ignis terus berbicara seperti ini.

"Aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan adikku, sampai kapanpun!". Ucap Valerius pergi. Ia berniat untuk pergi ke kerajaan Vampir, hendak menemui Nocturna.

 Ignis tersenyum pahit, menatap Valerius yang pergi dengan ekspresi yang tidak bisa dia baca. Dia tahu bahwa Valerius tidak akan membiarkan dia bertemu dengan Nocturna, tapi dia tidak bisa menyerah.

"Aku akan menunggumu, Nocturna," Ignis berbisik, suaranya hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.

Dia mulai berjalan, hendak meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang berat. Dia tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk membuktikan perasaannya kepada Nocturna, tapi dia tidak tahu entah mulai dari mana yang harus dia lakukan.

Tiba-tiba, dia mendengar suara yang familiar. "Ignis, kamu tidak bisa menyerah sekarang."

Dia menoleh dan melihat seorang wanita cantik dengan rambut hitam dan mata merah. "Vexa?". Gumamnya. "Vexa, apa yang kamu lakukan di sini?" dia bertanya.

Vexa tersenyum. "Aku datang untuk membantu kamu, Ignis. Aku tahu kamu tidak bisa mendapatkan Nocturna sendirian."

 Vexa adalah seorang penyihir yang kuat dan misterius. Dia memiliki kemampuan sihir yang luar biasa dan telah membantu Ignis dalam beberapa kesempatan sebelumnya. Vexa memiliki hubungan yang dekat dengan Ignis, tapi sifatnya yang misterius membuat orang lain sulit memahami motifnya.

Vexa memiliki rambut hitam panjang dan mata merah yang tajam, membuatnya terlihat sangat menarik dan misterius. Dia sering kali muncul di tempat-tempat yang tidak terduga, membuat orang lain merasa tidak nyaman.

* Dalam cerita ini, Vexa muncul untuk membantu Ignis dalam urusannya dengan Nocturna, tapi motif sebenarnya masih belum jelas.

 Vexa mendekati Ignis dengan langkah yang tenang, matanya merah yang tajam menatapnya dengan intens. "Aku tahu kamu tidak bisa mendapatkan Nocturna sendirian, Ignis. Apalagi setelah Valerius mengetahui hal bejat apa yang telah kau lakukan pada Nocturna" katanya dengan suara yang lembut tapi penuh arti. "Aku akan membantumu."

Ignis menatap Vexa dengan skeptis, tapi dia tahu bahwa dia tidak bisa menolak bantuan. "Apa yang kamu rencanakan?" dia bertanya.

Vexa tersenyum, menunjukkan gigi-gigi yang tajam. "Aku akan membantu kamu mendapatkan Nocturna, Ignis. Tapi kamu harus melakukan sesuatu untukku sebagai gantinya."

Ignis merasa ada yang tidak beres, tapi dia tidak bisa menolak tawaran Vexa. "Apa yang kamu inginkan?" dia bertanya.

Vexa mendekati Ignis, suaranya mendayu-dayu manja. "Aku ingin kamu menjadi milikku, Ignis. Selama-lamanya."

"Kau gila Vexa?". Bantah Ignis . "Aku saja belum bisa mendapatkan Nocturna, dan kau meminta imbalan yang tak masuk akal!".

Vexa menyeringai. "Aku akan membantumu mendapatkan Nocturna, jadikan dia ratu. Dan aku yang akan menjadi selirmu yang pertama". Jelas Vexa.

Ignis mengeraskan rahangnya, Ignis menatap Vexa dengan mata yang membara, tidak percaya bahwa dia bisa mengajukan tawaran seperti itu.

 "Kamu tidak berubah, Vexa. Selalu saja kamu ingin mendapatkan apa yang kamu inginkan dengan cara apa pun," katanya dengan nada yang keras.

Vexa tersenyum, tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. "Aku hanya ingin apa yang terbaik untukmu, Ignis. Dan aku tahu bahwa Nocturna adalah pilihan yang tepat untukmu. Tapi, aku juga ingin menjadi bagian dari hidupmu."

Ignis mengguncang kepalanya, tidak bisa menerima tawaran itu. "Tidak, Vexa. Aku tidak akan pernah menerima itu. Aku ingin Nocturna, dan aku tidak akan membaginya dengan siapa pun."

Vexa menyeringai lagi, menunjukkan gigi-gigi yang tajam. "Baiklah, dan kamu akan menyesal telah menolak tawaranku."

Kemudian Vexa pergi meninggalkan Ignis yang kini benar-benar sendirian. Kepala Ignis dipenuhi dengan masalah perasaannya. "Aku hanya hidup untuk menjadi penguasa, bukan pengejar cinta!. Tapi yang aku lakukan pada Nocturna, itu bukan sifatku. Kenapa aku berkata bodoh bahwa aku menyukai Nocturna selama itu? Ah sial!" .

Ignis yang sangat ahli mengatur strategi perang pun tak mampu dalam mengatur perasaannya. "Beberapa waktu lalu aku bahagia telah kehilangan musuh terbesarku. Tapi kini...". Gumamnya.

"Apa aku benar-benar menyukai Nocturna? Atau itu hanya hasrat sesaatku sebagai pria?".

"Arghhhh...Sebaiknya aku mencari tahu kemana Putri Es itu pergi".

Ignis merupakan sosok yang ambisius dalm mencapai sesuatu yang ia inginkan. Seperti halnya ia berhasil menghancurkan Kerajaan Es dan keturunannya. Bahkan sampai Aira menghilang tertelan bumi pun, ia masih belum percaya kalau Aira benar-benar telah mati.

Yang ia takutkan adalah, kejadiannya akan sama seperti sebelumnya. Ia masih penasaran dengan bagaimana cara Aira berhasil membuka pintu energinya, dan kemana perginya Magnitius dan Lyra yang menghilang secara tiba-tiba.

Kini Ignis tengah berada di kawasan kekuasaannya. Ia sedang duduk di atas kursi, di sebuah ruangan pribadinya di dalam kerajaan Api. Ignis membuka selembaran kertas dan melebarkannya di atas meja.

"Aku akan mulai dari mana, dari Putri Es?, Magnitius, atau Lyra?". Gumamnya.

"Tapi jika mereka yang lebih dulu, aku akn menerima amukan dari Valerius yang bisa saja menghancurkan istanaku. Dan Vexa, apa aku harus menerima tawarannya? Cih...dia meminta imbalan gila!." Batinnya ikut berbicara.

"Apa ini!". Decaknya kesal.

Seorang panglima perang menunduk hormat. "Ampuni hamba Yang Mulia, apa ada kesalahan yang telah saya buat?". Tanyanya.

Ignis hanya menatap anak buahnya dengan tatapan tajam, namun hampa. "Pergilah, biarkan aku sendiri". Titahnya.

Setelah kepergian panglima, Ignis menghembuskan nafasnya kasar. Ia menyesali perbuatannya yang bodoh. Jika seandainya dia tidak tergoda oleh kecantikan Nocturna, dia tidak akan sampai sekacau saat ini.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!