NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Felicia mulai menyetel alarm ponselnya agar dirinya tak kesiangan terbangun untuk besok pagi. Hari ini adalah hari pertama dirinya menjadi seorang istri. Dan dia tidak ingin itu diawali dengan bangun kesiangan.

Felicia tidak ingin itu terjadi lagi. Dia ingin menjadi sosok istri yang baik untuk Arion. Untuk merebut hati suaminya, Felicia memikirkan berbagai macam strategi. Termasuk menyiapkan sarapan, dan menjadi istri yang baik sebagaimana mestinya.

Lelah dengan semua strategi yang entah akan berhasil atau tidak, Felicia pun memutuskan untuk tidur.

Gadis itu berusaha untuk memejamkan matanya. Namun bayangan ketika Arion begitu dekat dengannya terus saja terngiang-ngiang dalam benaknya. Ada sesuatu yang membuncah di hatinya yang begitu sulit untuk dijelaskan.

“Kenapa sulit sekali untuk tidur? Apa ini yang dinamakan cinta? Mungkin jika hatiku tinggal di luar, dia akan melompat ke sana-kemari seperti yang kurasakan saat ini. Aaaakhhh... Ayolah! Kau harus tidur, Felicia!” ucapnya pada dirinya sendiri.

Felicia menutupi wajahnya dengan selimut untuk bersembunyi dari bayangan Arion. Namun, bayangan di otaknya malah semakin berseliweran seperti hantu.

Felicia kembali membuka selimut yang menutupi wajahnya. Dia merasa begitu kesal karena tak kunjung memejamkan matanya.

“Sebaiknya aku menghitung domba saja,” gumamnya. Felicia kemudian memejamkan matanya dan membayangkan banyak domba untuk ia hitung.

Lagi-lagi Arion kembali menghantuinya. Kali ini, domba-domba itu berwajah suaminya.

Tapi kali ini Felicia tak terganggu. Dia malah semakin bersemangat untuk menghitung domba-domba yang ada dalam benaknya itu.

Tak berselang lama, akhirnya Felicia dapat memejamkan matanya. Dia tertidur begitu pulas.

Sementara itu, Arion saat ini masih sibuk mengurusi pekerjaannya yang tertunda melalui laptop miliknya.

Dia menerima email pekerjaan dari asistennya untuk ia cek lagi. Sepertinya malam ini dia akan begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Pukul dua malam, akhirnya pekerjaannya selesai. Arion mulai meregangkan tubuhnya sejenak. Dia lantas mengambil benda pipihnya dan mengecek chat yang tadi sempat beberapa kali berbunyi.

Karena Arion akan mengabaikan chat dari siapa pun ketika dirinya sibuk bekerja.

Arion menghela napasnya ketika membaca chat dari papanya. Sang Papa ingin dirinya menginap di rumah utama dengan membawa menantunya.

Tadinya Arion ingin beralasan saja. Tapi ia tahu jika ia menolaknya, pasti sang Papa akan kecewa padanya. Akhirnya Arion menyetujuinya. Dia membalas chat papanya menyetujuinya.

Dia kembali menaruh ponselnya. Membaringkan tubuhnya dan berusaha memejamkan mata. Ia ingin menghilangkan rasa pegal akibat terlalu lama duduk saat bekerja.

---

Pagi hari.

Felicia merasa geram karena alarm ponselnya terus berbunyi. Gadis itu pun langsung terbangun dari tidurnya. Berniat untuk mematikan alarm tersebut.

Namun, Felicia terkejut ketika membuka matanya. Dia merasa asing dengan kamarnya. Gadis itu terdiam sejenak demi mengembalikan memorinya yang sering terlupa ketika bangun tidur.

Felicia langsung berlari ke dalam bathroom setelah mengingatnya. Dia terburu-buru membasuh wajahnya dan menggosok gigi.

Setelah keluar dari bathroom, Felicia mulai menguncir rambut panjangnya dan segera keluar dari kamarnya.

Felicia melihat kamar Arion yang berada tepat di depan kamarnya masih tertutup.

“Semoga dia belum bangun,” gumamnya.

Felicia langsung melangkah menuju dapur dan mulai melihat apakah ada bahan masakan di sana. Walaupun masakannya terbilang standar, Felicia ingin membuat Arion terkesan dengan membuatkannya sarapan.

Dia lega karena banyak bahan makanan yang tersedia di sana. Felicia pun mulai berkutat di dapur mengolah beberapa bahan makanan tersebut.

30 menit berlalu.

Felicia akhirnya menyelesaikan membuat sarapan untuk suaminya. Dia mulai menyajikannya di atas meja makan.

Sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Terdengar suara Arion di dekat telinga. Berbisik lembut sehingga membuat Felicia tersipu.

“Kau memasak?” Suara dari arah pintu dapur membuat Felicia terkejut.

Dia melihat Arion yang baru saja duduk di kursi. Felicia langsung melihat ke arah belakangnya. Rupanya Arion yang memeluknya dari belakang tadi hanyalah ilusinya saja. Felicia pun hanya terkekeh geli mengingatnya. Dia benar-benar menjadi budak cintanya Arion.

“Ya, aku ingin membuatmu terkesan. Aku sudah bangun pagi, dan aku membuatkan sarapan untuk suamiku tercinta. Apa kau sekarang terkesan padaku?” tanya Felicia penuh harap.

Arion menatap sarapan yang ada di meja makan. Pria itu mengangguk-angguk kemudian menatap Felicia.

“Ok, aku terkesan karena kau bisa bangun pagi. Dan untuk makanan ini, aku belum mencobanya. Jadi aku belum terkesan.”

“Makanya cepat makan sarapanmu, setelah itu katakan padaku, kau terkesan atau tidak?” bujuk Felicia.

Arion langsung menyantap makanan yang Felicia buat. Pelan, pria itu mulai menyendok makanan di hadapannya.

“Lumayan. Aku memberimu nilai 75 untuk makanan ini,” ucap Arion.

Felicia mencebik kesal. “Kenapa kau hanya memberikan nilai 75? Aku sudah berusaha keras memasak semua ini,” gumam Felicia pelan. Bibirnya mengerucut sedikit ingin minta banding atas penilaian Arion.

“Kenapa? Apa kau ingin aku memberimu nilai 100 tapi itu berbohong? Kalau kau mau, baiklah. Aku akan menilainya 100,” ujar Arion.

Felicia langsung menggeleng cepat.

“Tidak usah. Aku lebih suka kau jujur tapi menyakitkan, daripada berbohong dan akan berujung lebih menyakitkan lagi,” sahut Felicia cepat.

Gadis itu langsung mengubah ekspresinya menjadi tersenyum. Dia tidak bisa marah melihat suaminya yang begitu tampan. Apalagi ketika pria itu sedang makan. Semuanya tampak sempurna.

“Kau tidak sarapan?” tanya Arion.

Felicia menggelengkan kepalanya.

“Hanya melihatmu makan saja, itu sudah membuatku kenyang, Tuan suami.”

Arion mengernyit heran.

“Terserah kau saja. Tapi jangan salahkan aku jika nanti kau akan kelaparan.”

Felicia jadi salah tingkah.

“Ah, Arion. Aku tahu sebenarnya kau begitu perhatian padaku.”

Arion hampir tercengang melihat tingkah istrinya itu.

Akhirnya Felicia mulai memakan sarapannya.

“Ehem, Felicia,” panggil Arion.

“Ya, Tuan suami. Apa kau ingin sesuatu?”

“Hari ini kita akan ke rumah Papaku. Beliau ingin kita menginap di sana,” kata Arion.

“Benarkah? Baiklah, aku akan berdandan secantik mungkin,” jawab Felicia antusias.

“Tapi aku punya permintaan.”

“Permintaan apa?”

“Bisakah nanti kita berpura-pura sedikit bersikap mesra di depan keluargaku?” tanya Arion.

Felicia tersenyum lebar.

“Kau tak perlu memintanya. Aku pasti akan melakukannya.”

Arion memilih mengalihkan pembicaraan.

“Sebaiknya kau habiskan makananmu.”

Felicia tersenyum penuh keyakinan.

Karena baginya, cepat atau lambat, Arion pasti akan jatuh cinta padanya.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!