NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Kebenaran yang Berkarat

Keheningan di ruang makan itu begitu mencekam hingga suara detak jam dinding terdengar seperti hantaman palu. Shena menatap Devan, menanti jawaban yang bisa menyelamatkan hatinya yang baru saja mencoba untuk sembuh. Namun, keterdiaman Devan justru menjadi jawaban yang paling menyakitkan.

"Mas... jawab aku," bisik Shena, suaranya parau. "Apakah aku hanya sebidang tanah bagimu?"

Devan melangkah maju, tangannya hendak meraih jemari Shena, namun wanita itu mundur selangkah. "Shena, dengarkan aku. Aku bersumpah, aku baru tahu detail tentang wasiat tanah itu dari Papa beberapa menit yang lalu! Aku mencarimu ke gang itu murni karena aku kehilanganmu, karena aku menyadari betapa pengecutnya aku selama ini!"

"Bohong!" Sarah menyela dengan tawa sumbang. Ia berjalan mengitari meja makan, menikmati kehancuran yang ia ciptakan.

"Keluarga Adiguna adalah pebisnis ulung, Shena. Mana mungkin mereka melakukan merger atau pernikahan tanpa pemeriksaan aset yang mendalam? Papa Surya, katakan pada menantu kesayanganmu ini... bukankah pabrik pusat kalian terancam digusur jika pemilik sah tanah itu tidak muncul?"

Surya Adiguna menghela napas berat. Ia menatap Shena dengan mata yang kini tidak lagi menunjukkan otoritas, melainkan keletihan. "Shena, benar bahwa tanah itu adalah alasan awal Bramantyo menawarkan pernikahan ini. Dan benar bahwa perusahaan kami membutuhkannya. Tapi Devan benar-benar tidak tahu soal rencana licik ayahmu untuk melenyapkanmu. Kami pikir ini hanya pernikahan bisnis biasa."

"Pernikahan bisnis biasa?" Shena tertawa getir, air mata kini membasahi pipinya. "Kalian bicara seolah hidupku adalah komoditas. Kalian tahu aku pemilik sah tanah itu, tapi kalian membiarkan aku tinggal di kamar pelayan? Kalian membiarkan Devan menghinaku setiap hari sementara kalian menggunakan tanahku untuk mengeruk keuntungan?"

Widya Adiguna mencoba mendekat. "Shena, Nak... Ibu benar-benar sayang padamu—"

"Berhenti, Bu," potong Shena tegas. Ia menghapus air matanya dengan kasar.

Tatapannya kini beralih pada Sarah. "Dan kau, Kakakku yang hebat... Kau memberitahuku ini bukan karena kau peduli padaku. Kau memberitahuku karena kau marah karena Devan tidak lagi mengejarmu, bukan? Kau ingin aku pergi agar kau bisa masuk kembali dan menguasai semuanya."

Wajah Sarah sedikit berubah, namun ia tetap memasang masker keangkuhannya.

"Setidaknya aku jujur, tidak seperti mereka yang membungkus keserakahan dengan pelukan hangat."

Shena berbalik menatap Devan. Di mata pria itu, ia melihat penyesalan yang mendalam, namun kepercayaan Shena sudah retak terlalu parah.

"Aku pulang ke rumah ini karena aku pikir aku akan menemukan perlindungan," ujar Shena pelan namun tajam. "Ternyata aku hanya berpindah dari satu papan catur ke papan catur yang lain. Mas Devan, kau bilang kau ingin memunguti kepingan kacanya meskipun tanganmu berdarah?"

Devan mengangguk cepat. "Ya, Shena. Apapun."

"Kalau begitu, buktikan," tantang Shena.

"Besok, buatkan dokumen hukum yang mengembalikan seluruh hak atas tanah itu kepadaku dan Ibu Ratna. Dan aku ingin kau memutus semua hubungan bisnis dengan Ayah Bram. Aku ingin dia tidak punya kekuatan lagi atas hidup kami. Jika kau melakukannya, aku akan tinggal di sini. Jika tidak... silakan ambil tanah itu, tapi kau tidak akan pernah melihatku lagi."

Devan tertegun. Keputusan itu berarti ia harus berperang secara terbuka dengan Bramantyo, yang mungkin akan membongkar rahasia kotor perusahaan Adiguna ke publik.

"Kenapa, Mas? Terlalu mahal harganya?"

tanya Shena sinis.

Surya Adiguna hendak memprotes, namun Devan mengangkat tangannya. Ia menatap Shena dengan sorot mata yang kini penuh determinasi.

"Baik," jawab Devan tegas. "Besok pagi, tim hukum akan menyiapkannya. Tanah itu milikmu, Shena. Dan soal Bramantyo... aku sendiri yang akan memastikan dia hancur jika dia berani menyentuhmu atau Ibu Ratna lagi. Aku tidak peduli jika perusahaan ini goyah. Aku lebih takut kehilanganmu daripada kehilangan pabrik itu."

Sarah mendecih, merasa rencananya untuk membuat Shena pergi seketika gagal. Ia tidak menyangka Devan akan serela itu melepaskan aset terbesar perusahaan demi wanita yang dulu ia sebut "istri pengganti".

"Kita lihat saja seberapa kuat cinta di atas kontrak hukum itu bertahan," ujar Sarah sambil melenggang pergi meninggalkan rumah, menyisakan ketegangan yang masih berdenyut.

Malam itu, Shena tidak kembali ke kamar pelayan. Widya mengantarnya ke kamar utama yang mewah—kamar Devan. Namun, saat Devan hendak masuk, Shena menahan pintu.

"Aku akan tidur di sini," ucap Shena datar.

"Tapi kau... tidurlah di sofa. Aku belum memaafkanmu, Mas. Aku hanya memberimu kesempatan untuk membuktikan bahwa kau bukan monster yang sama dengan ayahku."

Pintu tertutup di depan wajah Devan. Devan bersandar pada daun pintu, menghela napas panjang. Ia lelah, hancur, namun ada sedikit rasa lega. Setidaknya Shena ada di balik pintu itu, bukan di gang sempit yang becek.

Di dalam kamar, Shena duduk di tepi ranjang yang empuk. Ia menyentuh dadanya yang terasa sesak. Ia tahu, mulai besok, ia bukan lagi Shena yang lemah. Ia memiliki kekuatan, ia memiliki harta, dan ia memiliki Devan di bawah kendalinya. Namun, yang ia inginkan sebenarnya hanyalah satu hal yang paling sulit didapatkan di rumah ini: cinta yang jujur tanpa embel-embel wasiat atau hutang.

...****************...

1
Mamah Dini11
akhirnya selamat ya kev Alana semoga kalian bahagia selalu
Mamah Dini11
segerakan kevin jgn lama
Mamah Dini11
cepet resmikan kevin Alana nya jgn lama2, biar nyusul punya bayinya
Mamah Dini11
Alana sering ninggalin kmu kevin, gimana nanti kalau udh resmi nikah, apa bisa kmu terus2an di tinggal, kalau bisa Alana suruh kerjanya di jakarta aja biar kalian banyak waktu berdua, bkn seperti sekarang, stressss jadi kmu.
Mamah Dini11
tpiii hati2 kevin, takutnya Alana mata2 issabel, harus tau dulu latar belakang nya kan kluarga adiguna slalu waspada, iya kan devan, moga aja bkn ya, Alana emang perempuan beruntung kalau bener jadian sm kevin, dan di segerakan, dannn di percepat ya Thor lahiran nya shena biar seru.
Mamah Dini11
bisa gak Shen jgn ganggu dulu suamimu, lain kali aja doong kmu ikut mh
Mamah Dini11
jgn terburu buru kevin hati hati itu harus siapa tau itu penyusup
Mamah Dini11
apa mau kmu isabel msh aja cari masalah, blm puaskah kmu, kalau gitu tunggu karmamu tiba, selalu usil dgn ke hidupan orang lain
Mamah Dini11
bagus devan 👍👍👍👍👍 gercep sekali keren gitu doong, itu suami siaga penuh 🤣🤣🤣
Mamah Dini11
kenapa di rahasiakan shena, sekecil apapun itu jgn ada rahasia di antara kmu dn devan dn kluarganya, biar rumah tanggamu terlindungi, ayo jujur itu lbh baik, aku gk suka istri2 yg menyimpan rahasia.
Mamah Dini11
itu namanya main kotor Hai perempuan licik, laki2 msh banyak Isabel, kok harus devan, harga dirimu di simpen di mana nona licik, udh tau devan punya istri msh ganggu aja, jgn meremehkan kluarga adiguna Isabel, ingat itu
Mamah Dini11
ngidam orkay suka berlebihan ya kalau di dunia nyata mh jarang sekali yg ngidam berlebihan msh terkendali, kalau ada orang yg jahil di pastikan devan dn yg lain nya di viralkan, gimana reaksi media he he he
Siti Muntamah
dasar rubah betina si sarah
Siti Muntamah
ujian mu berat sekali Shena
Mamah Dini11
biasanya paling waktu pagi pagi, jgn kelamaan ngidam nya ya thor si devan kasian juga, jdi di jahilin sm orang rumahnya, bkn nya simPATI, harusnya doong
Siti Muntamah
makanya jadi pria jangan sombong masih kau kaya nggak ada gunanya kasian sekali kau Shena kalau ketemu semoga Shena sama pria lain biar kapok kau Devan
Siti Muntamah
awas nanti kalau nanti kau cari Shena kalau sudah pergi jangan mau Shena sama aja kau dibuang sama Devan
Siti Muntamah
rasain nanti kau akan tergila 2 sama Shena
Siti Muntamah
sabar Shena biar kan dia semaunya peduli amat nanti juga sadar sendiri
Mamah Dini11
aduuuhhh pak devan shena itu ha....... mil bu....... kannnnn sakit, ingat itu pak devan yg terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!