NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Tangis dalam Tidur Panjang

Air mata itu seolah menjadi saksi bisu atas pertarungan batin yang baru saja dialami Rina di alam bawah sadar—tentang cahaya yang mengajaknya pergi dan bisikan Nenek yang memintanya bertahan.

Gus Azkar, yang akhirnya diizinkan masuk oleh dokter setelah kondisi Rina stabil, duduk di samping ranjang. Ia terpaku melihat air mata yang mengalir di pipi istrinya. Dengan tangan yang masih bergetar, Azkar menggunakan ibu jarinya untuk mengusap air mata itu dengan sangat lembut, seolah takut kulit Rina akan hancur jika ia menekannya terlalu keras.

"Dek... kamu dengar Mas?" bisik Azkar parau. Suaranya pecah. "Maafin Mas... Mas janji, nggak akan ada lagi air mata ketakutan setelah ini. Bangun, sayang..."

Kehadiran yang Menenangkan

Ibu Rina yang berdiri di sisi lain ranjang ikut terisak melihat putrinya. Ia mengusap telapak kaki Rina yang terasa sangat dingin.

"Rina, Nak... ini Ibu. Bangun ya sayang, Ibu nggak akan maksa kamu lagi. Ibu cuma mau kamu sehat," ucap sang Ibu dengan penuh penyesalan.

Setiap kata-kata maaf yang terucap di ruangan itu seolah menjadi energi bagi Rina. Meskipun matanya belum mampu terbuka, air mata itu terus mengalir, menandakan bahwa jiwanya yang terluka sedang mencoba memproses semua kasih sayang dan penyesalan orang-orang di sekitarnya.

Gus Azkar kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Rina, ia membacakan lantunan ayat suci Al-Qur'an dengan suara yang sangat rendah dan merdu. Ia berharap lantunan itu bisa menjadi petunjuk bagi jiwa Rina agar tidak lagi merasa tersesat dalam kegelapan atau godaan cahaya putih tadi.

Rina masih berjuang untuk benar-benar terjaga dari tidur panjangnya.

Lantunan ayat suci dari bibir Gus Azkar mengalir begitu merdu, memenuhi setiap sudut ruang ICU yang dingin. Suaranya yang berat namun penuh perasaan itu bergetar, menyalurkan doa dan harapan agar sang istri segera kembali. Namun, meski detak jantung di monitor sudah stabil, Rina tetap tak bergeming. Kelopak matanya seolah terkunci rapat.

Sebenarnya, Rina sudah bisa mendengar. Ia bisa merasakan hangatnya usapan tangan Azkar di keningnya. Ia bisa mencium aroma khas suaminya yang bercampur dengan bau antiseptik rumah sakit. Namun, di dalam hatinya, Rina menolak untuk bangun.

Rina lebih memilih tetap berada di kegelapan yang tenang ini. Baginya, membuka mata berarti kembali ke dunia yang pahit—kembali ke kenyataan bahwa ia adalah seorang istri di usia yang sangat muda, kembali ke tuntutan orang tua, dan kembali menghadapi sosok Gus Azkar yang selama ini ia anggap sebagai tembok yang menghalangi mimpinya.

Aku takut... batin Rina dalam tidurnya yang sunyi. Kalau aku bangun, apakah Mas Azkar akan membentakku lagi? Apakah aku akan dikurung di pesantren? Apakah aku benar-benar kehilangan masa mudaku?

Air mata kembali merembes dari sudut matanya yang terpejam. Ia merasa lebih aman dalam komanya. Di sini, tidak ada yang bisa memaksanya bicara, tidak ada yang bisa menuntutnya menjadi istri sempurna.

Kesabaran Sang Gus

Gus Azkar menghentikan bacaannya sejenak saat melihat air mata Rina kembali mengalir. Ia menyadari sesuatu; istrinya bukan belum mampu bangun secara fisik, melainkan jiwanya sedang bersembunyi karena ketakutan.

Azkar menunduk, meletakkan keningnya di atas punggung tangan Rina yang terpasang infus.

"Rin... Mas tahu kamu dengar," bisik Azkar dengan suara yang amat tulus. "Mas tahu kamu takut bangun karena Mas pernah jahat sama kamu. Tapi tolong, kasih Mas satu kesempatan untuk membuktikan kalau Mas sudah berubah. Mas tidak akan memintamu menjadi istri yang melayani Mas sekarang. Mas hanya ingin kamu menjadi Rina yang dulu... Rina yang punya mimpi."

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!