Malika adalah murid cerdas cantik selalu juara di sekolahnya dan tiba tiba saja dirinya harus di jodohkan dengan seseorang yang Malika tak suka, karena selalu buat keributan di sekolah
pria itu bernama Sumedh Alexander yang merupakan putra seorang pengusaha ayah nya teman ayah Malika yang telah tiada ,sifat Sumedh adalah jail sedikit arogan dan juga bermusuhan dengan Malika setiap sekolah karena Malika murid yang cukup berani dengannya..
apakah mereka akan setuju menikah atau justru menolak karena mereka bermusuhan di sekolah?
_____________________________________
"nak ,mau kamu penuhi keinginan terakhir ayahmu?"tanya Ambika membuat Malika mengerutkan keningnya.
"memangnya,apa keinginan ayah?"tanya Malika balik membuat Ambika menghela nafas.
"JODOHKAN mu dengan anak teman ayah!"jawab Ambika membuat Malika terkejut.
"Mahh.. aku masih sekolah,lagi pula aku udah punya kekasih,"ucap Malika membuat Ambika tersenyum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sumedh jail!
Siang ini Malika sedang di Kantin hendak beli makan siang nya lalu hampiri Devan yang duduk di kursi kantin,Malika pun hampiri lalu duduk dengan tersenyum membuat Devan menatap lalu sentuh tangan Malika..
"maaf ya,tadi malam aku mengantuk,"ucap Malika membuat Devan tersenyum.
"ngga apa kok,aku ngga marah,"ucap Devan membuat Malika menghela nafas lega.
sementara itu Sumedh pun yang baru keluar dari kelas, langsung pergi kekantin bersama temannya seperti biasa membeli makan siang nya namun tangan Sumedh jail menempel sesuatu di punggung Malika tanpa di sadari..
"Yaudah Devan,aku harus ke kelas dulu!"ucap Malika membuat Devan ngangguk.
saat dirinya hendak ke kelas tiba tiba melihat temannya seperti sedikit ketawa membuat Malika mengerutkan keningnya,merasa bingung tapi abaikan mungkin bukan ketawain dirinya..
"haha.. Malika,kamu ngga waras ya?"tanya Monica.
"ihh.. sembarangan aku waras tau!"jawab Malika membuat Monica terkekeh.
"lihat di punggung,"ucap Monica membuat Malika ngangguk.
Malika sentuh punggung lalu lepaskan kertas yang menempel membuat Malika kaget,tapi siapa yang berbuat ini sungguh membuat nya kesal lalu melihat Sumedh sedang bersama temannya membuat Malika natap sebal..
"Heh! dasar ngga punya kerjaan ya!"kesal Malika membuat Sumedh menaikkan alis.
"aku lagi makan siang,kok marah marah,"ucap Sumedh dengan santai.
"ini pasti ulahmu hm?"tanya Malika membuat Sumedh terkekeh.
"tapi kenyataan,kamu gila haha!"jawab Sumedh membuat Malika natap kesal.
Malika pun pergi meninggalkan Sumedh harus ke kelas nya,lalu Sumedh pun hanya terkekeh seru jail dengan Malika apalagi Malika gadis gampang marah baginya gadis seperti Malika seperti tantangan..
"kak Sumedh,malam ini kita pergi yuk!"ajak Ruchika dengan tersenyum.
"Ehmm.. aku ngga bisa,"ucap Sumedh membuat Ruchika heran.
Sumedh menolak di ajak karena dirinya walaupun jail pada Malika,tapi ingat dirinya saat ini bukan berstatus jomblo walaupun itu terpaksa namun Sumedh ingat ucapan mamah nya apalagi semalam udah ingetin Malika untuk tak bertemu Devan di malam hari..
"Ayolah kak!"ajak Ruchika dengan sentuh lengan Sumedh.
"Aku minta maaf,aku benar ngga bisa Ruchi,"ucap Sumedh dengan tersenyum.
"Ehmm.. baiklah lain kali aja,"ucap Ruchika membuat Sumedh menghela nafas.
_________________________________
Sumedh malam ini habis bersama temannya karena merasa bosan Malika juga sepertinya lagi pergi ke rumah temannya, walaupun tak izin apapun tapi Sumedh selalu pantau Malika sebenarnya namun dari jarak jauh karena merasa gengsi..
"Huft, ternyata sudah pulang?"beo Malika membuat Sumedh menatap.
"Hah,nunggu aku kah?"tanya Sumedh membuat Malika geleng.
"Dih.. ngga!"jawab Malika membuat Sumedh menaikkan alis nya.
Sumedh pun duduk lalu melepaskan sepatu nya dengan pelan, lalu Sumedh pun kekamar merasa pegal karena tadi pun sempat berantem dengan murid sekolah lain yang selalu memusuhi sekolah nya entah karena hal apa?
"Aku heran,dirimu kenapa sih selalu ribut lihat wajahmu lebam!"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum miring.
"Kamu khawatir padaku hm?"tanya Sumedh membuat Malika melotot.
"Heh! Karena aku punya hati ngga seperti mu!"jawab Malika membuat Sumedh tersenyum.
Malika kompres wajah Sumedh dengan air hangat membuat Sumedh menatap intens lalu melangkah maju, Malika pun terkejut lalu mundur merasa gugup lalu balik badan merasa sangat gugup jantung berdegup kencang entah kenapa?
"Ehmm.. Malika,bantu aku buka baju,"ucap Sumedh membuat Malika terkejut.
"Apa kamu gila!"kesal Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Lihat dulu sebelum bicara,tubuhku ada luka,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.
Malika pun menoleh lalu bantu lepas kan baju Sumedh memang tubuh Sumedh seperti idolanya tapi menyebalkan Sumedh terkadang,lalu melihat perut Sumedh terluka karena entah apa lalu mengambil obat luka untuk Sumedh dan Sumedh pun duduk di sofa..
"Ngapain sih,harus berantem jadi gini kan hm!"omel Malika membuat Sumedh menghela nafas.
"Kalo ngga balas,percuma Malika aku pun bisa tiada,"ucap Sumedh membuat Malika menghela nafas.
"Okey, apapun itu kasihan mamah pasti khawatir kalo anaknya berantem terluka terus,"ucap Malika membuat Sumedh tersenyum.
"Ya ya,aku harus hati hati ratu,"ucap Sumedh membuat Malika merona.