NovelToon NovelToon
Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Mafia / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: King Nan

Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.

Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 4 - BUNGA BERACUN DI KELUARGA XIAO

Pengumuman

Tingkatan sekte, kerajaan, Kekaisaran:

Masing masing dibagi menjadi 3 tingkatan: Dari yang terkuat ditingkat 3 dan yang terlemah ditingkat 1... Sekte yang terkuat di tingkat 3, dan kerajaan serta Kekaisaran yang terkuat ada ditingkat 2.

Tingkatan Teknik, senjata, formasi, jubah, dan pil obat: masing masing dibagi menjadi 9 tingkatan dari yang sulit berada ditingkat 9 dan yang mudah ditingkat 1

Tingkatan Sumberdaya(Tanaman dan Hewan spiritual: masing masing dibagi menjadi 7 tingkat dari yang terkuat/langka ditingkat 7

Pembagian Ras:

Didunia ini ras ada 6:

Kurcaci

Binatang

Manusia

Monster

Peri

Dewa

Lanjut ke cerita....

Pagi menyapa Pulau Bulan Surga dengan kabut tipis yang menyelimuti perbukitan Sekte Xiao. Namun, bagi Xiao Nan, ketenangan pagi itu hanyalah ilusi. Kabar tentang apa yang terjadi pada Xiao Jun semalam telah menyebar seperti api di antara para pelayan dan murid luar. Seorang "sampah" yang tidak memiliki basis kultivasi berhasil mematahkan lengan seorang kultivator ranah Pembentukan Qi tingkat atas? Itu adalah lelucon yang tidak lucu bagi mereka.

Xiao Nan duduk di ambang pintu gubuknya yang kini tak berpintu. Ia sedang memperhatikan tangannya. Berkat Sutra Bayangan Naga, memar kebiruan di kulitnya mulai memudar, berganti dengan rona sehat yang samar. Namun, ia tahu tubuh ini masih terlalu rapuh. Satu serangan kejutan dengan teknik bela diri modern mungkin berhasil semalam, tapi jika ia berhadapan dengan pengguna teknik tingkat tinggi, ia butuh lebih dari sekadar refleks.

"Tuan Muda, sarapan sudah siap," Ling’er datang membawa baki kayu.

Kali ini, di atas bakinya bukan lagi bubur encer. Ada dua bakpao putih hangat dan sedikit daging tumis. Rupanya, ancaman Xiao Nan semalam benar-benar membuat dapur ketakutan.

"Makanlah bersamaku, Ling’er. Kau butuh tenaga jika ingin terus mengikutiku," ujar Xiao Nan tanpa menoleh.

"Tapi Tuan Muda, pelayan tidak pantas..."

"Di duniaku, loyalitas lebih berharga daripada status. Duduk," potong Xiao Nan singkat.

Ling’er baru saja hendak duduk ketika suara langkah kaki yang anggun namun penuh keangkuhan terdengar dari arah jalan setapak. Bukan satu orang, tapi rombongan.

Seorang gadis cantik dengan pakaian sutra berwarna merah muda pucat berjalan memimpin di depan. Wajahnya cantik, namun bibirnya yang tipis selalu melengkung membentuk senyuman meremehkan. Di belakangnya, seorang gadis lain yang tampak lebih pendiam dan elegan berbaju putih salju mengikuti dengan tatapan yang sulit diartikan.

Mereka adalah Xiao Mei dan Xiao Ruoxi.

Xiao Mei adalah adik tiri Xiao Nan yang sangat sombong, sementara Xiao Ruoxi adalah sepupu dari garis utama yang dikenal sebagai salah satu jenius tercantik di sekte tersebut.

"Aku mencium bau daging di tempat sampah ini. Ternyata benar, kau benar-benar mulai bertingkah seperti tuan muda lagi, Xiao Nan?" Xiao Mei berhenti di depan gubuk, menutup hidungnya dengan saputangan sutra seolah udara di sana beracun.

Xiao Nan tetap mengunyah bakpaonya dengan tenang, bahkan tidak melirik sedikit pun. Sikap acuh tak acuhnya membuat urat di dahi Xiao Mei berdenyut.

"Kau berani mengabaikanku?! Setelah apa yang kau lakukan pada Xiao Jun, kau seharusnya berlutut di aula leluhur untuk meminta maaf!" teriak Xiao Mei. "Hanya karena kau kehilangan kultivasimu, bukan berarti kau bisa bertindak kasar pada anggota keluarga lainnya!"

Xiao Nan perlahan menelan makanannya, lalu menatap Xiao Mei dengan mata dingin yang membuat gadis itu tersentak mundur satu langkah secara refleks.

"Hukum dunia bawah apa yang kau bicarakan?!" Xiao Mei mencibir. "Kau hanya sampah yang beruntung! Jangan pikir karena kau tahu sedikit teknik gulat rendahan, kau bisa menantang kami. Aku sudah mencapai ranah Pemadatan Qi tahap awal. Dengan Kitab Hati Kekosongan, aku bisa menghancurkan jantungmu tanpa perlu menyentuhmu!"

Di sampingnya, Xiao Ruoxi hanya diam memperhatikan. Matanya yang jernih menatap Xiao Nan dengan rasa ingin tahu yang mendalam. Ia merasa ada yang salah. Xiao Nan yang ia kenal biasanya akan gemetar atau menangis jika ditekan seperti ini. Tapi pria di depannya ini memancarkan tekanan mental yang bahkan membuat dirinya sendiri merasa terintimidasi.

"Mei-er, cukup," suara Ruoxi terdengar lembut namun tegas. "Kita ke sini bukan untuk berdebat."

Ruoxi melangkah maju, menatap Xiao Nan. "Nan-ge, aku mendengar kau menolak menyerahkan hak waris paviliun itu. Kau harus tahu, Xiao Yi dan Xiao Han tidak akan tinggal diam. Xiao Han sudah mulai melatih Telapak Petir Pembelah Langit hingga tingkat kedua. Jika dia datang sendiri, kau tidak akan punya kesempatan untuk selamat."

Xiao Nan menatap Xiao Ruoxi. Gadis ini berbeda dari yang lain; dia tidak menghina, tapi dia juga tidak membantu. Dia hanya memberikan fakta dingin.

"Terima kasih atas peringatannya, Ruoxi," jawab Xiao Nan pendek. "Tapi sampaikan pada mereka... jika mereka menginginkan paviliun itu, mereka harus datang dan mengambilnya dari tanganku yang sudah dingin. Dan sebelum itu terjadi, aku akan memastikan mereka kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga."

"Kau benar-benar gila!" Xiao Mei berteriak kesal. "Ruoxi, ayo pergi! Biarkan saja dia dihancurkan oleh Kakak Han nanti. Dia tidak tahu bahwa di depan teknik Pedang Pemecah Langit, dia hanyalah sebutir debu!"

Saat mereka berbalik untuk pergi, Xiao Nan tiba-tiba bersuara.

"Xiao Mei."

Gadis berbaju merah muda itu menoleh dengan angkuh. "Apa? Kau takut sekarang?"

"Sampaikan pada Xiao Jun, jika aku melihatnya lagi dalam jarak sepuluh meter dari gubuk ini, lengan satunya tidak akan hanya patah, tapi akan hilang sepenuhnya. Itu bukan ancaman. Itu adalah janji bisnis."

Wajah Xiao Mei memucat karena marah dan ngeri. Ia segera menarik tangan Ruoxi dan pergi dengan terburu-buru.

Setelah mereka menghilang dari pandangan, Xiao Nan menghela napas panjang. Ia menoleh pada Ling’er yang masih gemetar.

"Ling’er, apakah kau tahu di mana para Kurcaci itu berkumpul di pasar gelap?"

Ling’er terkejut. "Tuan Muda... Anda ingin mencari mereka? Mereka sangat berbahaya. Mereka hanya mau bicara dengan emas atau batu energi."

"Aku tidak punya emas," Xiao Nan tersenyum dingin, senyum seorang raja mafia yang sedang merencanakan perampokan besar. "Tapi aku punya sesuatu yang lebih berharga bagi mereka: informasi tentang teknik penempaan kuno dari duniaku dulu. Sekarang, ambilkan aku jubah hitam yang menutupi wajah. Kita akan melakukan kunjungan bisnis."

Xiao Nan menyadari bahwa ia tidak bisa terus bertahan hanya dengan tangan kosong. Ia butuh senjata, dan ia butuh informasi. Dengan Langkah Seribu Awan yang pernah ia dengar sebagai teknik gerakan cepat, ia mulai memikirkan bagaimana cara mencuri atau "meminjam" teknik-teknik tersebut dari perpustakaan sekte di kemudian hari. Namun untuk saat ini, belati adalah prioritas utamanya.

Perjalanan Xiao Nan baru saja dimulai, dan nama "Xiao Nan si Sampah" perlahan akan berubah menjadi nama yang paling ditakuti di seluruh Pulau Bulan Surga.

1
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
no komen thor yg penting gak hiatus thor
Pecinta Gratisan
ok thor semangat updatenya sampai tamat thor⚡🔨
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor cerita nya💞
hahaahaha
Luar biasa
Andi Heryadi
jgn cm buat diri sendiri,bikin juga anak buahnya tambah kuat
Andi Heryadi
ganti panggilan bos dgn tuan muda thor
Andi Heryadi
keren....terus bertambah kuat Xiao nan
Andi Heryadi
semoga gak berhenti ditengah jalan Thor, ceritanya lumayan bagus
I'm Alone❄️: insyaallah nggk berhenti ditengah jalan, saya usahain selesai Sampek season 3
total 1 replies
Andi Heryadi
bantai jgn ksh ampun ....
Andi Heryadi
mantap thor
Andi Heryadi
ttp semangat thor
Andi Heryadi
masih menyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!