NovelToon NovelToon
Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Silk&Steel: Cinta Dalam Kontrak Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Psikopat / CEO / Romantis / Mafia / Romansa / Nikah Kontrak
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Cerrys_Aram

Elara Vance mengira hidupnya di London akan tenang setelah lulus kuliah seni. Namun, satu kesepakatan rahasia ayahnya menyeret Elara ke dunia Julian Moretti—pengusaha muda dengan pengaruh luar biasa yang gerak-geriknya selalu dipenuhi misteri. Demi melindungi keluarganya, Elara setuju untuk masuk ke dalam sebuah pernikahan kontrak.

​Julian itu dingin dan penuh kendali, namun ia memiliki satu aturan: tidak boleh ada yang menyentuh Elara selain dirinya. Di balik kemewahan mansion Moretti, Elara harus mencari tahu siapa pria itu sebenarnya, sambil menyembunyikan cincin rahasia di jarinya yang menjadi tanda bahwa ia adalah milik sang penguasa bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerrys_Aram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: RUMAH AMAN YANG ASING

Rumah aman itu adalah sebuah apartemen tua di pinggiran London Timur, berbau debu dan kayu lapuk. Jauh dari kemewahan Mayfair, jauh dari kemegahan markas Dewan. Di sini, hanya ada lampu bohlam yang berkedip dan suara rintik hujan yang menghantam kaca jendela yang retak.

Julian duduk di tepi tempat tidur yang keras, napasnya masih berat. Luka-luka di tubuhnya—bekas siksaan enam bulan terakhir—terasa berdenyut setiap kali ia bergerak. Namun, matanya tidak beralih dari sosok wanita yang berdiri di depan meja kayu di sudut ruangan.

Elara.

Wanita itu tidak menoleh. Ia sibuk membongkar tas taktis yang ia bawa, mengeluarkan beberapa perangkat keras dan peta digital. Ia bergerak dengan presisi yang menakutkan, tanpa suara, seolah-olah setiap langkahnya telah diprogram.

"Elara, bahumu berdarah," ucap Julian, suaranya parau. Ia bangkit perlahan, meraih kotak P3K yang ada di meja kecil. "Duduklah. Biar aku obati."

Elara berhenti sejenak, namun punggungnya tetap kaku. "Hanya luka gores. Aku bisa menanganinya sendiri."

"Kau tidak bisa menjangkau luka di belakang bahumu sendiri," Julian melangkah mendekat, tangannya yang gemetar terulur untuk menyentuh kain gaun merah yang sudah robek itu.

Saat jari Julian menyentuh kulitnya, Elara tersentak. Bukan sentakan malu, melainkan refleks defensif yang murni. Ia berbalik dengan tatapan yang membuat Julian membeku—mata digitalnya bersinar redup dalam kegelapan, dingin dan tanpa emosi.

"Jangan sentuh aku, Julian," ucap Elara rendah.

Julian menarik tangannya kembali seolah baru saja menyentuh api. "Aku hanya ingin membantu."

"Membantu?" Elara tertawa kecil, suara yang terdengar seperti gesekan kaca. "Bantuanmu adalah apa yang membawaku ke sini, Julian. Kau ingin merawatku agar aku merasa lemah lagi? Agar aku merasa butuh perlindunganmu?"

"Bukan itu maksudku—"

"Lalu apa?" Elara melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka hingga Julian bisa melihat pantulan wajahnya yang hancur di mata Elara. "Kau mencintai gadis pelukis yang polos itu, Julian. Gadis yang gemetar saat kau memegang tangannya. Tapi dia sudah mati. Kau sendiri yang membunuhnya saat kau membiarkan ayahku menjualku demi nyawanya."

Kata-kata itu menghujam Julian lebih dalam daripada peluru mana pun. Ia menunduk, membiarkan kotak P3K itu tetap di tangannya. "Aku tahu aku gagal, Elara. Aku menghabiskan setiap detik di sel itu berharap aku mati agar kau tidak perlu menanggung beban ini."

"Harapanmu sia-sia," Elara berbalik lagi ke arah meja, jarinya menari di atas layar peta digital. "Kematianmu tidak akan menyelesaikan apa pun. Hanya kehancuran Dewan yang bisa mengakhirinya. Dan aku butuh kau fokus, bukan merasa bersalah."

Julian menatap punggung Elara, merasakan jurang yang tak berdasar terbentang di antara mereka. Ia menyadari sesuatu yang mengerikan: Elara tidak lagi membutuhkannya sebagai perisai. Ia hanya membutuhkannya sebagai senjata, sebagai alat untuk mencapai tujuannya.

"Kau sudah merencanakan ini sejak lama?" tanya Julian pelan.

"Sejak detik aku menyadari bahwa cahaya mataku ditukar dengan kegelapan demi kebebasanmu," jawab Elara tanpa menoleh. "Aku belajar bahwa pengorbanan itu indah dalam buku, Julian. Dalam realitas? Pengorbanan hanya meninggalkan lubang yang tidak bisa diisi dengan kelembutan."

Elara mengambil sebuah tablet dan menggeser sebuah profil ke arah Julian. Profil Baron Vane.

"Besok malam, Baron akan melakukan pertemuan di galeri seni miliknya untuk mencuci uang hasil proyek Silk. Kita akan masuk ke sana," Elara bicara dengan nada bisnis yang dingin. "Kau akan menjadi pengalih perhatian, dan aku akan menjadi eksekutornya."

Julian melihat profil itu, lalu menatap Elara lagi. "Kau ingin membunuhnya di depan publik?"

"Aku ingin dia melihat kerajaan yang dia bangun runtuh sebelum dia menghembuskan napas terakhir," Elara menoleh sedikit, menatap Julian dengan satu sisi wajahnya yang tertutup bayangan. "Kau masih sanggup memegang pistol, atau kau terlalu sibuk mengasihani dirimu sendiri?"

Julian mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. Rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit melihat wanita yang ia cintai berubah menjadi mesin pembalasan yang tanpa ampun.

"Aku akan melakukannya," ucap Julian tegas. "Bukan karena aku ingin kehancuran, tapi karena aku berutang padamu."

"Bagus," ucap Elara. Ia mematikan lampu meja, menenggelamkan ruangan itu dalam kegelapan total. "Tidurlah. Kita berangkat pukul lima pagi."

Julian berbaring di tempat tidur, namun matanya tidak terpejam. Di sudut ruangan, Elara duduk di lantai, bersandar pada dinding dengan mata digitalnya yang tetap terbuka, mengawasi pintu.

Keheningan di antara mereka begitu berat. Julian menyadari bahwa ia memang telah menyelamatkan Elara dari penjara fisik, namun ia telah menjatuhkan mereka berdua ke dalam penjara emosional yang jauh lebih kejam.

1
YuWie
wis pasraho wae elara..
YuWie
hmm latar cerita luar negri ya
Cerrys_Aram: Iya, tadinya konsepnya Indo. Tapi setelah dipikir lagi, konflik dan karakternya lebih cocok kalau latarnya luar negeri.
total 1 replies
YuWie
mulai baca
Arifinnur12
Keren sih iniiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!