NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Terpaksa Menikahi Pelenyap Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:427
Nilai: 5
Nama Author: Eka Nawa

Arumi gadis yang sebelumnya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya harus menelan pil pahit yang mana ia harus kehilangan suaminya.

Di tambah lagi dia harus menikah dengan pria yang membuat suaminya tiada karena hamil dengan pria itu

Akan kah pernikahan mereka bertahan lama, dan bagaimana kehidupan Arumi setelah menikah dengan kenan Dirgantara

happy reading 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 4

Plakk

Terdengar suara tamparan keras di ruangan itu, ya sangat keras bahkan tamparan itu tidak hanya satu kali bahkan lebih. Bagaimana tidak di saat hati Arumi sedang bergejolak dengan perasaan sangat panik dengan kondisi Natan bisa-bisanya Kenan berkata seperti itu dan mengajaknya menikah.

"DI MANA PERASAAN MU! KAU SANGAT MERENDAHKAN KU TUAN DIRGANTARA!" murka Arumi seraya menunjukkan satu jarinya ke arah wajah Kenan.

Dengan napas memburu dan kedua matanya memerah bahkan air matanya bercucuran membasahi kedua pipinya menatap tajam ke arah Kenan yang sama menatap Arumi yang sangat marah padanya.

Namun, tatapan Kenan berbeda dan menyadari satu hal jika Arumi sangat mencintai suaminya, tetapi rasa cintanya pada Arumi membuat nya tetap teguh dengan keinginan nya menjadikan Arumi miliknya.

Tidak ada yang dibicarakan lagi Arumi memundurkan langkahnya lalu berbalik bersiap untuk pergi, tetapi baru selangkah ia terhenti.

"Jika kau berubah pikiran aku selalu menunggu dan pintu rumahku terbuka lebar untuk kedatangan mu," ujar Kenan.

Arumi berdecih ia tidak memperdulikan perkataan Kenan dan meneruskan langkahnya keluar meninggalkan kediaman Dirgantara dengan perasaan sangat sedih, kecewa, sakit dan berakhir menangis terisak.

"Aku tau kau akan datang memohon padaku, Arumi. Maaf jika aku egois tapi aku sangat mencintaimu," batin Kenan sembari menarik napas dalam menahan tangis lalu ia mengusap pipinya yang memerah akibat tamparan Arumi.

Dalam perjalanan mencari taksi ponsel Arumi berdering dan ternyata dari pihak rumah sakit mengabarkan jika operasi tidak dilakukan segera nyawa Natan tidak akan selamat walaupun kemungkinan selamat hanya tiga puluh persen atau bisa juga Natan akan cacat seumur hidup kalaupun selamat akibat luka di kepala yang sangat serius.

"Aku harus bagaiman sekarang,hiks," Air mata yang tiada henti membasahi pipinya di tambah hujan deras yang tiba-tiba turun seolah semesta tahu kesedihannya.

Dalam guyuran hujan, Arumi meratapi nasibnya saat ini, beban hidup yang terlalu berat untuk dipikul sendirian.

"Jika kau berubah pikiran aku selalu menunggu dan pintu rumahku terbuka lebar untuk kedatangan mu,"

Perkataan Kenan teringat di pikirannya, Arumi langsung bangkit setelah tubuhnya terduduk menahan sesak di dalam dada nya mendengar Natan kritis.

"Tidak ada pilihan lain, Arumi yang terpenting adalah operasi mas Natan," ucap Arumi pada dirinya sendiri.

Ia berjalan tertatih di bawah guyuran hujan yang sangat deras, sekeras patah hatinya saat ini.

Brak

Suara pintu terdengar membuat pria yang saat ini sedang berada di ruang tamu yang tengah sibuk dengan laptop nya pun terhenti lalu netranya menangkap sosok wanita yang sedang berdiri di depan pintu dengan tatapan kosong, bajunya yang basah serta rambut panjangnya yang terurai dengan air yang menetes ke lantai membuat Kenan langsung berlari ke arahnya.

"Arumi ... Kau? ... Tina bawakan handuk dan buatkan teh hangat," titah Kenan pada pembantunya yang sudah berdiri di depan pintu lebih dulu.

"Baik, Tuan,"

Tidak lama Tina datang membawa apa yang diperintahkan Kenan, dengan penuh kelembutan dan kasih sayang Kenan memakaikan handuk kemudian ia memberikan teh hangat pada Arumi yang masih berdiri di depan pintu.

Akan tetapi, Arumi menahan cangkir itu lalu berkata,"Aku setuju dengan tawaran mu,"

***

Pernikahan berlangsung di sebuah mansion milik Kenan sendiri, hanya di saksikan Jimmy yang menatap datar pada kedua pasangan itu.

Tidak ada hiasan ataupun pakaian layaknya pengantin hanya jas dan dress biasa yang masing-masing kedua pasangan itu kenakan.

Dengan air mata yang menggenang Arumi menatap buku pernikahan dirinya yang terlihat foto ia dan Kenan.

"Kau sungguh jahat Kenan, mengapa kau lakukan itu padanya," bisik Jimmy yang merasa kesal.

"Aku tidak jahat, justru aku menyelamatkan hidupnya. Lagipula ini bukan paksaan aku mencintainya dan juga Arumi yang datang sendiri padaku," terang Kenan yang saat ini sangat bahagia ia terus memandangi buku pernikahannya dengan Arumi.

"Kau ...!"

Dreeet

Dreeet

"Iya Halo ... Apa?! Baik, saya akan segera ke rumah sakit,"

Mendengar kata rumah sakit langsung saja Arumi menghampiri Jimmy dan menanyakannya.

"Ada apa? Apa suami ku sudah siuman?" tanya Arumi penasaran.

Degh

Hati Kenan begitu sakit saat Arumi mengatakan kata 'Suami' yang ditujukkan pada Natan bukan pada dirinya. Padahal ia baru saja menikah dengan Arumi.

Jimmy menatap Kenan ia melihat wajah sahabatnya itu terukir jelas kekecewaan Kenan yang merasa tidak dianggap.

"Lebih baik kita kerumah sakit sekarang," titah Jimmy. Arumi pun mengangguk ia langsung pergi untuk bersiap ke rumah sakit tanpa menghiraukan Kenan yang terlihat syok sekali.

"Bagaimana? ini baru permulaan, Kenan. Bagaiman kau akan menjalani pernikahan di atas bayang-bayang suaminya dan kita tidak akan tau apakah suaminya nanti akan selamat atau tidak,"

Kenan tidak menjawab ia pergi meninggalkan Jimmy dan langsung menuju mobilnya. Jimmy hanya menggelengkan kepalanya heran melihat tingkah Kenan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya walaupun sedari sekolah ia sudah bersahabat dengan Kenan.

Singkat nya mereka sampai di rumah sakit. Arumi langsung keluar dari mobil menuju ruang rawat Natan diikuti dua pria itu.

Baru saja mereka hampir sampai di ruangan rawat tiba-tiba Arumi menghentikan langkahnya menatap ke pintu ruangan itu yang terbuka perlahan.

Tubuhnya mematung seakan tidak bisa bergerak melihat dua orang suster menarik brangkar dengan seseorang terbaring di atasnya tertutup selimut berwarna putih khas rumah sakit.

Dalam hatinya ia berkata semoga itu bukan suaminya, tetapi saat angin datang membuka penutup wajah seseorang itu Arumi syok dan langsung berteriak.

"MAS NATAN!"

Tubuh Kenan hampir jatuh beruntung Jimmy sigap memeganginya,"Inikah yang kau maksud?" lirih Kenan.

"Apa maksudmu?" tanya Jimmy, tetapi Kenan tidak menjawab ia melepaskan dirinya pada Jimmy dan langsung menghampiri Arumi yang saat ini menangis memeluk jasad suaminya.

"Mas bangun ... Maaf aku datang terlambat pasti kau marah padaku. Jangan bercanda mas aku tidak suka candaan mu ini. Buka matamu aku mohon, AKU MOHON MAS NATAN, HIKSS!"

Dokter menghampiri sembari menenangkan Arumi ia meminta dirinya agar melepaskan tubuh suaminya yang saat ini masih dipeluknya. Akan tetapi, Arumi menolak dan sempat memarahi dokter tersebut.

Kenan memberikan isyarat pada para dokter agar tidak memaksa Arumi dan mereka pun membiarkannya.

Bruugh

Tubuh Arumi pingsan membuat semua orang terkejut, langsung saja Kenan menggendong nya dan membawanya ke ruangan rawat agar diperiksa oleh dokter. Sedangkan dokter yang lain membawa jasad Natan diikuti oleh Jimmy yang akan mengurus semuanya.

***

"Kenapa, rumah sepi sekali?" ucap Riana yang baru saja tiba di rumah. Sedangkan kedua orang tua nya langsung pergi lagi dengan urusan mereka.

Riana tidak melihat Natan, biasanya sang kakak selalu berada di rumah. Apalagi ini sudah hampir larut malam. Riana sedikit kesal jika berada di rumah sendiri karena memang saat ia berada di Australia dia selalu sendiri dan tidak begitu suka dengan pergaulan di sana.

Hanya karena kemauan orang tua nya ia pun harus jauh-jauh berkuliah di sana lalu ia memutuskan untuk menghubungi sang kakak , tetapi tidak aktif membuatnya makin merasa kesal.

"Kakak kemana sih? Jimmy pun tidak bisa dihubungi. Menyebalkan semuanya,"

Riana memutuskan untuk ke kamar membersihkan diri karena ingin segera istirahat.

Di sisi lain seorang pria dengan setia menunggu wanita yang kini terbaring lemah di atas brangkar sesekali ia menyebut nama suaminya yang sudah tiada membuat hati pria itu sakit amat sakit.

Padahal harus nya malam ini adalah malam pengantin nya, tetapi ia tidak akan melakukan itu sampai akhirnya Arumi menerimanya sebagai suaminya.

Lenguhan terdengar langsung saja Kenan mendekat, menatap wanita cantik yang kini menjadi istrinya perlahan membuka kedua matanya dan langsung menatap ke arah Kenan dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kau tidak apa-apa? sebentar aku akan panggilkan dokter," ucap Kenan sangat lembut beranjak dari duduknya melangkahkan kaki menuju pintu.

"Mari bercerai, aku mau saat ini kau menalak ku!" pekik Arumi.

*

*

Bersambung.

1
Shōyō
uwwwww calon
Shōyō
hayolohh
Shōyō
njayyy sapa nichh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!