Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kurosawa Ren (4)
Kurosawa Ren (4)
{Paman Teuchi!} Naruto dengan senyum ceria menyerahkan kupon yang langsung disambut dengan senyuman hangat.
{Tunggu sebentar, Naruto. Aku akan buatkan. Kamu bawa temanmu?}
{Eh, ya! Ini temanku, dia Kurosawa Ren!}
{Oh, Nak Ren~}
{Halo, Paman Teuchi.}
Naruto menoleh dan bertanya penasaran, {Apa kau sering datang ke Ichiraku, Ren?}
{Ya, aku cukup sering datang ke sini.}
Naruto dengan malu-malu meminta dua porsi menggunakan kupon ramen gratis.
Teuchi tidak menolak dan langsung membuatkan dua mangkuk ramen untuk mereka.
{Rasanya sangat lezat! Aku sangat suka ramen. Apa kau juga suka ramen, Ren?} tanya Naruto setelah menelan suapan pertamanya.
{Tentu saja, aku suka ramen buatan Paman Teuchi. Sangat enak~} jawab Ren.
{Ya ampun, terima kasih atas pujianmu, Nak Ren,} kata Teuchi dengan senang hati.
Saat Naruto dan Ren asik bicara, pengunjung berikutnya yang datang adalah Uchiha Sasuke.
Wajahnya murung dan pendiam, suasananya tidak bahagia.
Baru beberapa bulan sejak terjadinya “Malam Genosida Uchiha”.
{Ramen seperti biasa, Paman.} Sasuke memesan dengan suara datar.
{Tunggu sebentar,} jawab Teuchi.
Dia merasa kasihan pada Sasuke yang mengalami kejadian tragis itu, dan tidak pernah menyangka bahwa klan Uchiha akan musnah seperti itu.
Naruto yang biasanya berisik dan sering mengumpat pada Sasuke, kini memilih diam.
Naruto juga tahu apa yang terjadi pada klan Sasuke.
Melihat bocah 8 tahun yang kini bersikap dingin dan sok dewasa cukup menggelikan.
Sasuke melihat Naruto bersama seorang anak yang tidak ia kenal, bukan murid Akademi.
Sasuke menilai Ren hanyalah anak biasa dan karena tidak masuk Akademi ninja, dia pasti lemah.
{Hei, aku kenal kamu. Katanya kamu bocah jenius itu, ya?} Ren memulai percakapan.
Sasuke mengerutkan kening.
Sasuke tidak menyangka dirinya begitu dikenal oleh orang luar Akademi.
{Begitulah.} Sasuke menjawab singkat.
{Sialan, sombong sekali! Bicara yang sopan, Sasuke bau!} Naruto tersulut emosi.
{Cih, yang terakhir mati di kelas saja banyak bicara.} Sasuke menyindir Naruto yang selalu berada di peringkat terbawah.
{Sialan, Sasuke! Kau menantangku berkelahi?!} Naruto menyingsingkan lengan bajunya. {Ayo kita cari tempat duel! Aku akan menghajarmu hanya dengan satu gerakan!}
{Hmm… kau lupa siapa yang babak belur terakhir kali?} Sasuke menatap Naruto tanpa ekspresi.
{…Aku… waktu itu aku hanya ceroboh! Sekarang aku akan buktikan kalau aku tidak akan kalah! Aku sudah berlatih bersama Ren. Aku jauh, jauh lebih kuat sekarang!}
Sasuke memandang Naruto dengan tatapan jijik, seakan heran bagaimana si idiot peringkat terbawah kini belajar dari orang biasa. Menurutnya, Naruto yang bodoh hanya bermain-main dengan orang bodoh lainnya.
Sementara itu, Ren memilih diam sambil menyantap ramen, membiarkan Naruto berdebat dengan Sasuke tanpa ikut campur.
Pengunjung lain yang datang adalah sosok yang tak terduga, Hyuuga Hinata, yang saat ini bersama Hyuuga Ayane.
Ren menatap Ayane.
Ren bertanya-tanya, karena dalam anime tidak ada sosok Hyuuga Ayane.
Ren langsung menyimpulkan bahwa Ayane dari keluarga cabang klan Hyuuga.
Ketika memikirkan Hinata membawa seorang gadis asing, Ren segera mengubah logikanya.
Ren tidak boleh menyamakan semua hal dengan yang ada di anime.
(Mungkin ini tokoh tambahan yang memang tidak pernah diperlihatkan.) pikirnya.
{Ayo, Nona. Kita juga harus memesan…} ujar Ayane.
{Eh, ya… kita pesan juga ya…} Hinata menjawab malu-malu sambil duduk di samping Ayane, tepat di kursi yang tidak jauh dari Naruto.
Ren memandang Naruto dan Hinata bergantian.
Mereka adalah pasangan suami-istri di masa depan.
Ren juga penasaran, apakah benar Hinata memiliki nafsu makan sebesar itu? Seperti yang di rumorkan Fans Naruto?