Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.
Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.
“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”
Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07
Noah sedikit tidak memperdulikannya dan malah semakin penasaran. “Dok, bisa jelaskan lebih detail lagi tentang kehamilan yang tadi kau sebutkan?”
“Itu kondisi di mana seorang pria, biasanya calon ayah mengalami gejala kehamilan. Mual, perubahan emosi, bahkan kenaikan berat badan.”
Ruangan mendadak terasa hening. Kay semakin terdiam, sedangkan Noah hanya mengangguk-anggukan kepalanya seolah memahami penjelasan tersebut. Jangan lupakan senyuman tipis yang menyimpan segudang arti yang terus Noah perlihatkan sampai Kay jengah melihatnya.
“Calon… ayah?” ulang Kay pelan, seperti kata itu asing di lidahnya.
Sungguh Kay tidak pernah menyangka bahwa efek dari kejadian malam itu benar-benar akan mengubah seluruh hidupnya. Tiba-tiba dirinya akan menjadi seorang, tetapi ia tidak tahu dimana keberadaan wanita itu sekarang. Belum lagi, jika keluarga besarnya mengetahui tentang ini? Sudah pasti dirinya akan disidang habis-habisan.
“Tubuh bisa merespons secara psikologis terhadap kehamilan pasangan. Kadang tanpa sadar.” Dokter kembali menjelaskan.
Jantung Kay berdetak keras. Dan dalam sekejap, memorinya menyeretnya kembali ke Praha. Malam itu, Kay bisa merasakan kehangatan dari sentuhan wanita itu. Namun, karena efek obatnya yang terlalu kuat, pandangannya buram. Jangankan nama, wajahnya saja Kay tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Semua terasa seperti mimpi yang kabur, terlalu cepat, terlalu intens. Kay kembali menelan ludah.
“Apakah ada kemungkinan pasangan Anda sedang hamil?” tanya dokter itu lembut.
Kay tidak menjawab. Ia hanya bangkit dari kursi dengan kepala berputar, meninggalkan ruangan dokter begitu saja. Noah segera bangkit mengikutinya, mengucapkan terima kasih sebelum pergi mewakili Kay.
“Kay, tunggu aku!” panggil Noah menghentikan langkah kaki Kay di lorong rumah sakit. “Apa yang akan sekarang kau lakukan? Wanita itu tengah mengandung anakmu, sementara kita tidak bisa menemukan keberadaannya sama sekali?”
“Memang apalagi yang bisa aku lakukan? Jika dia menginginkan pertanggungjawaban dariku, maka aku tidak perlu mencarinya tapi… dia yang akan datang mencariku!” jawab Kay terdengar pasrah kepada takdir.
“Ck, wanita itu ingin menyembunyikan anakmu. Tapi siapa sangka, anakmu malah melakukan yang sebaliknya. Dia membuatmu menyadari kehadirannya di dunia ini agar kau bisa segera menemukannya,” ucapan Noah seakan tamparan keras bagi Kay.
“Aish, sial! Kalau begitu perbesar pencariannya, tambahkan orang untuk ikut membantu mencarinya,” perintah Kay, setelahnya kembali berjalan pergi begitu saja.
...****************...
Kay mengurung diri di kantornya, setelah kembali dari rumah sakit. Ia menggunakan pekerjaannya untuk mengalihkan perhatiannya tentang wanita malam itu.
Sementara Noah memilih pulang dan langsung menuju ruang kerja ayah angkatnya yaitu Felix Martin yang selalu terasa sunyi menjelang malam. Cahaya matahari yang tersisa menembus jendela tinggi, memantulkan bayangan rak buku yang rapi dan foto keluarga yang berjajar di dinding.
“Ada apa?” tanya Felix tanpa basa-basi. “Kau bilang ada masalah soal Kay.”
Ya, sebelumnya Noah memang sudah mengirim pesan kepada ayah angkatnya itu untuk membicarakan masalah Kay. Ia sudah berusaha mencari jalan keluarnya sendiri, tetapi terus bertemu jalan buntu. Tambahan personil pencarian seperti yang Kay perintahkan sudah ia jalankan, tetapi tanpa adanya petunjuk jelas itu seperti menjalankan misi mencari jarum dalam tumpukan jerami.
Noah menelan ludah. “A-aku… tidak tahu harus mulai dari mana, Dad.”
“Mulai saja dari yang paling penting.”
Noah menarik napas dalam. “Sudah hampir dua bulan ini, Kay dan aku menyimpan sesuatu yang sangat penting dari kalian semua. Kay sebenarnya sudah memintaku untuk merahasiakannya.”
Felix menghentikan kegiatannya dan memilih menegakkan tubuhnya mendengarkan apa yang akan Noah katakan. “Rahasia apa?”
Sebelum Noah sempat menjawab, terdengar suara langkah dari ruang tengah. Ternyata Kakek dan Nenek Kay yaitu Papah Rayden dan Mamah Zhia baru saja tiba untuk makan malam bersama. Mereka tidak langsung masuk, hanya berhenti di ambang pintu ketika mendengar nama cucu mereka disebut. Hingga Noah maupun Felix tidak menyadari keberadaan mereka.
“Kay… kemungkinan akan menjadi ayah,” ucap Noah pelan.
Wajah Felix mengeras. “Apa maksudmu?”
“Saat perjalanan bisnis ke Praha, Kay tidak sengaja hampir terjebak oleh keluarga Vallon. Namun, sialnya ia malah meniduri wanita yang membantunya keluar dari pesta itu. Dan satu bulan belakangan ini, Kay menunjukkan gejala kehamilan simpatik. Kata dokter, kemungkinan besar wanita itu tengah mengandung saat ini tapi kami belum bisa menemukan keberadaannya.”
Ruangan terasa seperti kehilangan udara, ketika Noah selesai menyampaikan penjelasannya.
...****************...
Di ambang pintu, Mamah Zhia menutup mulutnya dengan tangan. Papah Rayden berdiri membeku, tongkatnya menghentak pelan ke lantai kayu.
“Kay melakukan sejauh itu?” suara Papah Rayden bergetar. “Dan kalian berdua merahasiakannya dari keluarga?”
Noah tersentak, baru menyadari bahwa bukan hanya ayah angkatnya yang mendengar pengakuan itu.
“Saya minta maaf,” kata Noah lirih. “Kami sudah berusaha mencari keberadaannya. Namun, sampai detik ini tidak mendapatkan petunjuk apapun. Aku sudah kehabisan akal, arena itulah aku menemui Daddy untuk membantuku… lebih tepatnya membantu Kay lebih cepat menemukan wanita itu.”
“Apa Kay benar-benar tidak mengingat siapa wanita itu?” tanya Mamah Zhia dengan suara yang nyaris pecah.
“Tidak sama sekali, saat itu Kay dalam pengaruh obat yang sangat kuat dan wanita itu tidak meninggalkan jejak apapun,” jawab Noah pelan.
“Panggil Kay untuk datang ke sini sekarang juga!” perintah Papah Rayden. “Dan Felix, beritahu Luca dan Ashlyn juga untuk datang.”
“Ba-baik,” jawab Noah yang segera menghubungi Kay untuk datang ke rumahnya.
Maksud hati ingin meminta bantuan kepada ayah angkatnya, siapa sangka malah berakhir dengan terungkapnya rahasia yang seharusnya masih mereka simpan dengan baik. Bisa Noah bayangkan apa yang akan terjadi setelah ini, terutama nasib Kay dan Noah sendiri yang sudah menyembunyikan rahasia sebesar ini.
“Sorry, Kay! Aku tidak maksud seperti ini?” ucapnya dalam hati.
...****************...
Tak lama kemudian, pintu depan terbuka. Kay masuk dengan wajah lelah, jas masih tergantung di lengannya. Ia berhenti begitu melihat seluruh anggota keluarganya sudah berkumpul di ruang tamu kediaman Martin dengan ekspresi mereka yang tak biasa.
“Ada apa?” tanyanya, pandangan Kay teralihkan pada sosok Noah yang tidak berani membalas tatapannya sama sekali.
Tak ada yang menjawab selama beberapa detik. Ditambah dengan Noah yang terus mengalihkan pandangan darinya sudah cukup untuk membangunkan firasat buruk di hati Kay. Hanya satu tebakan yang sudah terlintas dibenaknya saat menyadari sesuatu. Noah, si ember bocor itu pasti sudah memberitahukan apa yang terjadi padanya.
Luca berdiri perlahan. “Kami baru saja mendengar sesuatu yang seharusnya kami dengar darimu.”
Bersambung ….
𝘔𝘢𝘢𝘧 𝘺𝘢𝘩 𝘒𝘢𝘬, 𝘳𝘦𝘢𝘥𝘦𝘢𝘳𝘴 𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶𝘯𝘺𝘢... 🤭😭
slalu menyimpulkan sendiri,,jgn sampai anak mu knp knp Baru kamu nangis nangis,dan bilang maafkan mamah yg tidak bisa menjaga kalian,, padahal dirimu yg slalu salah paham dan bisa di egois
malah si dispenser yang duluan nemuin siapa wanita yang selama ini di cari keluarga Xavier🤭🤭
𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯𝘬𝘢𝘩 𝘚𝘱𝘦𝘯𝘤𝘦𝘳 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘪𝘥𝘪𝘬𝘪𝘯𝘺𝘢? 🤔
𝘒𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘶𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘌𝘷𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘴𝘪𝘴𝘢, 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘤𝘶𝘯𝘺𝘢..
𝘏𝘶𝘩, 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 😌😌😌