NovelToon NovelToon
PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

PESONA SINGLE DADDY (Derita Istri Ketiga 2)

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Beda Usia / Tamat
Popularitas:205.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ivan witami

SEBELUM MEMBACA INI, BACA DULU DERITA ISTRI KETIGA YA.


Setelah bercerai dengan istrinya yang pertama dan istri kedua meninggal dunia, Arya Sanjaya fokus bekerja dan membesarkan kedua buah hatinya. Ia tak lagi memikirkan tentang cinta, sebab ia juga masih mencintai mantan istrinya yang ia ceraikan.

Ditambah dengan kerumitan rumah tangga sang Papa yang rupanya tidak seindah yang ia bayangkan selama ini

Adakah seorang wanita atau gadis yang bisa membuat dirinya jatuh cinta kembali dan bisa menjadi Ibu sambung bagi anak-anaknya? Dan bisakah Arya menjadi penengah bagi kedua orang tuanya.

Ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 DEMI IBU.

Saat fajar, jam tiga pagi, Arya melancarkan aksinya kembali, Kemala hanya pasrah mengikuti permainan Arya yang semakin liar.

“Auhh... Uuhhh,” suara desahan Kemala membuat Arya tersenyum dalam hati. Ia begitu ganas diatas tubuh seksi Kemala.

Setelah selesai Arya membersihkan tubuhnya lebih dulu dan membiarkan Kemala tak berdaya di atas tempat tidur. Setelah selesai Arya mengenakan baju dan melihat Kemala masih di Posisi yang sama.

Arya mengeluarkan lima gepok uang dan ia letakkan di tempat tidur di samping Kemala. Sekilas Arya melihat noda darah di seprai tempat tidur pun tersenyum tipis. Rupanya benar, Kemala masih gadis.

“Itu tambahan bayaranmu, kalau suatu saat nanti aku membutuhkanmu lagi, Aku akan menghubungimu, dan kamu tinggal datang kemari di kamar ini.”

“Tuan, bagaimana kalau saya hamil?”

“Aku akan tanggung jawab atas anak itu,” balas Arya.

Kemala hanya diam, mengerti jika apa yang dimaksud Arya bukanlah menikahinya melainkan tanggung jawab atas anaknya saja. Ia bangkit dan tidak berani menatap Arya, padahal Arya sudah tidak menggunakan topeng. Andai saja ia melihat wajah Arya. Pasti ia akan tahu siapa yang sudah membayarnya mahal. ia terpaksa melakukan semua itu demi sang Ibu.

Arya Kemudian pergi begitu saja meninggalkan Kemala. Arya sampai di rumah jam empat pagi.

Kemala menangis sejadi-jadinya. menyesali perbuatannya yang sudah menjual dirinya demi uang untuk pengobatan sang Ibu. Ia tidak mempunyai cara lain untuk mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.

Kemala kemudian turun dari tempat tidur dan terseok-seok berjalan ke kamar mandi. ia berendam di bathtub untuk meredakan rasa nyerinya di bagian intinya. Setelah merasa lebih baik, ia mandi dan membersihkan dirinya. setelah itu ia berdiri di depan cermin dan melihat dadanya yang penuh tanda merah. Beruntung lawanya tidak membuat tanda merah itu di leher.

Kemala melihat pergelangan tangannya bekas luka siksaan Ayahnya. Ia menangis mengingat perlakuan sang ayah pada dirinya dan sang Ibu.

Kemala keluar dari kamar mandi dan membereskan barang-barangnya serta uang yang diberikan oleh Arya. Jam lima pagi Kemala keluar dari hotel dan langsung menuju rumah sakit. Ia pun langsung membayar lunas biaya rumah sakit sampai orang tuanya dinyatakan pulih.

Setelah dari bagian administrasi, Kemala menemui sang Ibu dan kerabatnya yang menjaga Ibunya.

“Ibu... Cepat sembuh ya. Biaya rumah sakit sudah Mala lunasi, Mala pinjam di kantor, Bu. Sekarang Mala mau berangkat kerja dulu ya.” Mala mencium kening ibunya yang masih koma.

“Bu Lek, titip Ibu ya. Oh iya, ini untuk Bu Lek. terima kasih sudah membantu Mala menjaga Ibu.” Kemala memberikan sejumlah uang untuk adik ibunya itu.

“Tidak usah, Mala. Simpan saja uangnya,” tolak bu leknya.

“Tidak apa. Tolong di terima biar sama-sama enak, Bu Lek.”

“Ya sudah, Bu Lek terima ya. Kamu juga jaga kesehatan, Jangan sering menangis.”

Kemala tersenyum lalu melihat sang Ibu. Kemala berharap Ibunya segera pulih seperti sedia kala.

“Ya sudah, Bu Lek, Mala berangkat kerja.”

“Iya hati-hati.”

Mala berangkat kerja dengan menaiki angkot, ia duduk di samping sopir dan air matanya terus menetes. Sedangkan Arya di rumah melanjutkan tidurnya tidak peduli teriakan sang Mama yang membangunkan dirinya. Sebab Bu Utari tidak tahu jika Arya sampai rumah jam lima pagi.

Semenjak Laura, istri Arya meninggal, bu Utari lebih sering di rumah Arya, dan membiarkan suaminya, Pak Abi terkadang di rumah sendiri. Jika pak Abi tidak mendapati bu Utari di rumah, pak Abi memilih untuk pulang ke rumah istri mudanya. Pak Abi tidak hanya mencari kenyamanan di rumah Kalina melainkan membahas pekerjaan dan hal lain. Bagi pak Abi, Kalina mengerti dirinya dan enak jika berdiskusi.

Pak Abi akan kembali atau menyusul ke rumah Arya setelah sarapan pagi dari rumah Kalina. Sepertinya saat ini. Pak Abi melihat sang istri, Utari, sedang menggedor pintu kamar Arya sambil mengoceh.

“Arya,Bangun! Kamu tidak ke kantor. Ini sudah mau jam tujuh pagi!” teriak bu Utari.

Pak Abi menghela nafas panjang melihat istrinya. Ia duduk menghampiri kedua cucunya yang sedang sarapan.

Mendengar suara Bu Utari, Arya berteriak dari dalam kamarnya. “Astaga, Mama... Aku itu bukan anak kecil lagi. Aku baru pulang jam lima pagi.” Bu Utari terdiam saat mendengar sang anak baru pulang.

“Ma. Sudahlah. Arya itu sudah kepala empat . Biarkan dia mengurus dirinya sendiri,” sambung pak Abi yang hendak ke ruang makan.

“Kalau tidak Mama yang mengurus siapa lagi, Pa. Dia di suruh menikah lagi gak mau.”

“Gak ada yang mau jadi menantu Mama kalau Mama selalu ikut campur urusan rumah tangga anaknya. Papa bersyukur Tasya anak kita di bawa suaminya.”

“Buktinya Wilona baik-baik aja, Aku itu tidak bermaksud mencampuri, Pa. Tapi hanya mau anak kita mendapatkan terbaik,” balas Bu Utari yang semakin menjadi dan tidak menyadari kesalahannya selama ini.

“Terbaik bagi Mama, belum tentu baik bagi anak kita.”

Bu Utari duduk di samping pak Abi dan wajahnya sedikit cemberut.“ Buktinya Wilona nurut-nurut saja sama Mama. Bahkan satu rumah dengan kita.”

“Terserah, Mama. Bibi minta kopi!” seru pak Abi meminta kopi di akhir kalimatnya pada asisten rumah tangga.

“Baik, Tuan," jawab Bibi sopan.

Bu Utari melirik suaminya dan masih bermuka masam.“kenapa minta sama bibi, kenapa gak minta kopi sama Mama?" protes Bu Utari karena pak Abi meminta kopi tidak dengannya.

“Minta sama Mama, wajah Mama masam seperti itu. Kopiku nanti bukannya pahit manis tapi asem!” jawab pak Abi lalu mencium pipi Bu Utari membuatnya sedikit tersenyum.

“Papa bisa saja. Oh iya, Pa,” balas Bu Utari

“Apa?” tanya pak Abi membiarkan Bu Utari mengalungkan tangannya di lehernya. “Papa kok sekarang gak pernah minta sama Mama.”

“Katanya sakit, sebulan lalu Papa minta, katanya sakit.”

“Nanti malam coba lagi, pa. Mama punya resepnya dari dokter,” bisik bu Utari.

Pak Abi menghela nafas panjang dan hanya mengangguk. Ia sebenarnya juga merindukan Utari yang dulu, yang hangat dan penuh kasih sayang. Bagaimana pun Utari adalah istri yang mengurus anak-anaknya dengan baik. Tetapi entah mengapa semakin bertambah usia Utari semakin protektif terhadap anak-anaknya, menganggap anaknya masih kecil dan jarang memperhatikan sang suami.

Tak lama Arya keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan. Ia melihat kedua orang tuanya sedang bermesraan. Arya hanya bisa menghela nafas panjang lalu menghampiri keduanya.

“Pagi Ma, Pa!” sapa Arya lalu mencium pipi sang Mama lalu duduk di kursi.

“Katanya mau tidur?” tanya bu Utari.

“Sudah tidak bisa tidur lagi. Mau ke kantor saja. Masih banyak pekerjaan yang belum selesai.”

“Kamu semalaman gak pulang tidur di mana?” selidiki Bu Utari.

“Cari kesenangan,” balas Arya santai.

“Wanita mana yang kamu ajak tiduri?”

“Sudahlah, Ma. Gak usah berdebat. Aku punya kebutuhan yang tidak bisa Mama penuhi. Lebih baik Mama urus Papa saja. Kalau Mama membicarakan pernikahan, Nanti saja, kalau sudah ada yang cocok di hati dan untuk cucu Mama, aku pasti menikah , tapi Mama gak boleh ikut campur lagi tentang masalah rumah tanggaku,” tegas Arya lalu bangkit dari duduknya lalu membuat kopinya sendiri.

Seperti biasa Bu Utari hanya memutar bola matanya seolah jengah dengan jawaban sang putra.

“Papa!” panggil kedua anak Arya.

“Ya sayang! Papa sedang membuat kopi!”

“Papa. Kami berangkat sekolah ya!” Kedua anaknya itu pun mengulurkan tangannya untuk Salim.

Arya mensejajarkan tinggi dengan kedua anak kembarnya itu, lalu menerima uluran tangan sang anak dan memeluk keduanya.

“Kalian jangan nakal di sekolah ya. Harus nurut sama apa kata bu guru!”

“Iya, Pa. Oh Iya, Pa. Ada Ibu guru baru. Namanya Ibu Audy. Orangnya cantik, baik, Pa!”

Arya tersenyum lalu mengusap lembut pipi kedua anaknya.” Iya sayang. berangkat lah. Zidan kamu jaga adik Zea ya,” pinta Arya tersenyum tetapi pikiran melayang membayangkan Kemala.

“Iya, Pa.” Arya kemudian mencium pipi Zea dan mengusap lembut kepala Zidan, kemudian mereka berangkat sekolah setelah bersalaman dengan Oma dan opanya.

1
Meri Meri
Luar biasa
Diah Anggraini
makasih ka.. ceritanya ok
Diah Anggraini
keren banget abi.. saya bangga deh
Diah Anggraini
ceritanya bagus ka
Diah Anggraini
keluarga yang harmonis saling dukung.. salut juga saya
Diah Anggraini
narti kocak.. bisa bisa nye mgecengin tuan nya..
haaaa
Marlialeeya
👍👍👍
🌹🌺gemini🌺🌹
tega2nya dirimu Thor bikin Abi n Utari berpisah, q ngg trima bngt ya Allah, pas buka noveltoon liat crita Arya n dicrita Arya Utari n Abi berpisah pdhal mrka psnagn favorit q selain Bianca n Reza,, tegax dirimu Thor sampai ngg bisa q baca smuax ,MRSA ngg trima dgn karakter abi aplgi Utari.. pdhal ingat bngt di crita cinta Abi n Utari bikin ngiri keromantisan mrka, ngg trimaaaaa😭😭
🌹🌺gemini🌺🌹
q ngg menygka kisah Utari n Abi mexkitkan,, pdhal q penggemar mrka stlah Bianca n suamix,, bikin nyes
🌹🌺gemini🌺🌹
si putra knpa bsa nikah lgi
Norhanis Hashim
menarik jalan ceritany
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: terima kasih kk🫰
total 1 replies
Periska Icha
extrapart thorr
Dewi Roisita
endingnya pas pacaran bagus epas Uda tua selingku semua jadi malas bacanya
🌹🌺gemini🌺🌹: q ngg trima loh krna Utari n Abi psnagn favorit q,, author tega bngt misahin mrka,, q garda terdepan loh belain Utari n Abi,, ngg trima mrka pisah,, bisa ngg sih mrka bsa kayak bram n wina
total 2 replies
guntur 1609
kalau dari siji tindakan abi sdh kulai benar...hiduplah berbahagia dengan pasangan kalian masing2
guntur 1609
kan betul. utari sm bobroknya sma suaminya. makanya dia berubah. tapi cocok kalau dia bercerai
biat sm2 menyesal tk kedepanya
guntur 1609
emang keluarga gak benar. keluaega snjaya
abi beserta abang dan adiknya juna dan putra. sms2 tukang selingkuh. mereka mengarasnamakan agama agar bisa berpoligami. padahal itu hanya untk menutupi nafsu syahwat mereka yg tdkbterkendali. aku memenagvtdk membenaekan sikap angkuh utari. tapi kalau sj abi bertndk tegas pada utari. pasti utari akan berubah. ya paling tdk kalau sdh gak bisa dikasih tahu kepas sj. dan dia menikah lagi. itu baru benar. inibtdk sdh 11 tahun utari merasa di bodohi. kalau keadaanya dibalik gmna. semua istri dari keluarga sanjaya. seperti itu selingkuh apa. para suaminya akan menrima dengan lapang dada. saya rasa tdk. emang utari dan wilina gak akan berubah. wilona lagi kalau sdh kena dia baru jyahok loe
guntur 1609
abi. adim dan abngnya sm2 gak tahu diri. mereka keluarga yg egois. mengatasnamakan agama agar mereka boleb menikah.
aku tahu utari istrnya abibitu jahat. tapi gak sepertj itu juga x. kalau istrinya gak bisa di bilangi lagi. atau gak mau dipakai lagi ya ceraikan sj. jadi sakit hati utari hanya sebentar sj. dia gak seperti di khianatai. coba keadaanya dibalik. iatri dari keluarga sanjanya yg seperti itu. apa mereka menerima setelah tahu keadaanya. tentu tdk. mereka hanya menyalahkan org lain demi membenarkan keadaan mereka.
guntur 1609
putra pun iuga gitu puhya istri lain emnag. judulnya salah ni thor....seharusnya pria yg tdk cukup dengan 1 istri
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: lanjut kk NNT ada kok alasannya 😁
total 4 replies
guntur 1609
itulah menikah sm keturunan yg hanya mementingkan nafsu.
guntur 1609
arya memang tdk oernah berubah...anaknya sama abibya dama sj...suka sm wanita manapun. tdkboernah setia. wong indujknya saja seperti tu.sika menyakiti hati wajuta secara diam2. merrka tdk memikirkan sj tasya adik peremouan atau ank mereka. kalau sempat digitukan sm suamibyabapa perasaan merrka.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!