NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Brak.

Pemimpin kelompok itu mulai menyadari bahwa target pemuda yang ada di depannya ini bukanlah manusia biasa yang bisa diremehkan dengan mudah.

"Jangan serang dia dari jarak dekat bodoh, cepat gunakan formasi jarum beracun sekarang juga," teriak pemimpin itu memberi komando baru dengan nada panik.

Tujuh pria yang tersisa langsung menyebar cepat membentuk formasi setengah lingkaran mengepung tubuh Deni dari jarak aman beberapa meter.

Mereka secara serentak mengeluarkan puluhan jarum hitam berukuran panjang dari balik jubah hitam mereka.

"Mati kau kurir sialan," teriak mereka bersamaan sambil melemparkan seluruh jarum-jarum itu lurus ke arah Deni.

Syu syu syu.

Puluhan jarum hitam beracun itu melesat membelah udara dengan suara desingan mengerikan mengarah tepat ke seluruh titik vital di tubuh Deni.

Clara yang melihat kejadian mematikan itu dari dalam kaca mobil langsung menjerit histeris karena mengira pengawalnya akan mati tertusuk jarum.

"Deni awas cepat menghindar," teriak Clara memukul-mukul kaca jendela mobilnya dengan wajah sangat panik.

Namun Deni sama sekali tidak panik apalagi berniat untuk repot-repot menghindar dari serangan jarum beracun yang mematikan itu.

Deni hanya menarik nafas panjang lalu mengibaskan lengan jaket oranyenya ke depan dengan gerakan menyapu yang sangat cepat dan bertenaga.

Wush.

​Sebuah hembusan angin tenaga dalam yang sangat kuat keluar dari kibasan jaket Deni menyapu habis seluruh jarum-jarum hitam tersebut di udara.

​Trang trang trang.

​Puluhan jarum mematikan itu langsung berjatuhan tak berdaya ke aspal jalan tol dan tidak ada satupun yang berhasil menyentuh kulit Deni.

​Pemimpin sekte pembunuh itu melotot tidak percaya melihat jurus angin tingkat tinggi yang baru saja dikeluarkan oleh seorang pemuda kurir makanan.

​"T-tidak mungkin, bagaimana bisa seorang pemuda ingusan memiliki tenaga dalam semurni dan sekuat itu," gumam pemimpin itu dengan tubuh gemetar ketakutan.

​Deni membersihkan sedikit debu di lengan jaketnya lalu menatap sisa kelompok penyerang itu dengan wajah menguap bosan.

​"Kalian ini cuma membuang-buang waktuku saja paman, jurus melempar jarum begitu itu cuma cocok dipakai ibu-ibu saat menjahit baju celana robek," ejek Deni sambil berjalan maju perlahan.

​Melihat Deni melangkah mendekat, nyali para pembunuh bayaran sekte itu langsung menciut drastis hingga ke titik terendah.

​Mereka sadar sepenuhnya bahwa kekuatan mereka sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pemuda monster berjaket kurir ini.

​"Mundur semuanya, kita harus segera kabur dari sini sebelum kita mati konyol tanpa hasil," teriak sang pemimpin langsung berbalik arah berlari menuju mobil vannya.

​Namun Deni tentu saja tidak akan membiarkan musuh yang sudah mengganggu waktu makan siangnya itu pergi begitu saja dari hadapannya.

​Srat.

​Deni melesat dengan kecepatan bayangan dan langsung muncul berdiri tepat di depan pintu mobil van yang hendak dibuka oleh pemimpin tersebut.

​"Mau ke mana paman kain merah, kita kan belum selesai mengobrol soal biaya ganti rugi bensin dan waktu makanku yang tertunda," sapa Deni tersenyum sangat mengerikan.

​Pemimpin itu mengertakkan gigi dan mencoba menusukkan sisa jarum beracun di tangan kirinya ke arah mata Deni sebagai usaha perlawanan terakhirnya.

​Namun Deni dengan sangat santai menangkap pergelangan tangan pria itu lalu meremasnya perlahan dengan sangat kuat.

​Krak.

​"Argh tulang tanganku hancur," jerit pria itu jatuh berlutut di aspal jalan tol menahan rasa sakit yang luar biasa menyiksa.

​Mendengar jeritan penderitaan bos mereka, enam anak buah lainnya langsung membuang senjata dan bersujud di atas aspal memohon ampun pada Deni.

​"Tolong ampuni nyawa kami Tuan kurir yang sakti, kami hanya disewa oleh seseorang untuk sekadar menghentikan mobil ini," ucap salah satu anak buah sambil menangis tersedu-sedu.

​Deni melepaskan remasan tangannya lalu berkacak pinggang menatap mereka semua layaknya seorang guru yang sedang menghukum murid nakalnya di sekolah.

​"Jadi Tuan Rian si botak pengecut itu yang menyewa kalian dari sekte antah berantah untuk mengganggu perjalanan bisnis kami ya," tebak Deni dengan nada menuduh yang sangat tajam.

​Pemimpin kelompok itu mengangguk cepat sambil terus memegangi tangannya yang sudah membengkak parah dan tidak bisa digerakkan lagi.

​"Benar Tuan sakti, dia membayar kami sangat mahal agar mobil sedan perak ini tidak pernah sampai ke kota tujuan hidup-hidup," jawab pria itu dengan sangat jujur karena takut mati.

​Deni mendecih pelan lalu menendang roda ban mobil van hitam terdekat hingga meletus dengan suara yang cukup nyaring mengagetkan.

​Dor.

​"Sekarang kalian semua minggir dari jalan tol ini dan bawa mobil rongsokan kalian ini menyingkir, atau aku yang akan melempar mobil ini ke dasar jurang sana," perintah Deni menunjuk sisi jalan tol.

​Para pembunuh bayaran itu langsung bangkit berdiri dan bergegas mendorong mobil van mereka ke bahu jalan darurat dengan susah payah dan ketakutan setengah mati.

​Setelah jalanan tol itu dipastikan kembali bersih dan terbuka lebar, Deni berjalan santai kembali menuju ke arah mobil mewah Clara yang menunggunya.

​Clara langsung menurunkan kaca jendela mobilnya menatap Deni dengan nafas lega yang sangat panjang dan raut wajah bahagia.

​"Syukurlah kamu tidak terluka sama sekali Deni, jantungku rasanya mau copot melihat mereka melempar jarum sebanyak itu ke arahmu," kata Clara masih memegang dadanya yang berdebar.

​Deni menopang dagunya di bingkai jendela mobil sambil tersenyum sangat lebar dan menyodorkan ponsel bututnya ke depan wajah Clara.

​"Jangankan jarum kecil Nona, dilempar rudal sekalipun aku tidak akan lecet sedikitpun selama Nona bos rajin memberiku ulasan aplikasi," ucap Deni menagih janjinya.

​"Jadi karena aku sudah mengamankan jalan tol ini dengan sangat mulus dan cepat, tolong isi ulasan bintang limanya sekarang ya Nona bos yang paling cantik."

​Clara tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya merasa heran sekaligus takjub kenapa pemuda ini selalu terobsesi pada ulasan aplikasi di saat usai bertaruh nyawa sekalipun.

​Tanpa banyak bertanya atau menunda lagi Clara langsung membuka ponselnya dan mengetikkan pujian yang sangat manis untuk sang pengawal pribadinya.

​Ting.

​Suara notifikasi surgawi itu langsung bergema nyaring di telinga Deni membawa kepuasan batin yang sama sekali tidak bisa dibeli dengan tumpukan uang.

​[Sistem Raja Kurir Merespon Pelanggan Clara memberikan ulasan bintang lima sempurna atas perlindungan mutlak di jalan tol antar kota]

​[Progres Tuan bertambah menjadi sebelas dari seribu ulasan bintang lima]

​Deni mencium layar ponsel bututnya itu dengan penuh rasa sayang seolah ponsel usang itu adalah pacarnya sendiri.

​"Ayo Pak supir kita lanjutkan perjalanan bisnis pesisirnya, jalanan di depan sudah dijamin aman dan bebas hambatan seratus persen," teriak Deni memberi komando dari luar jendela.

​Supir tua yang masih ternganga kagum melihat aksi Deni melawan sekte pembunuh tadi langsung tersadar dan segera menginjak pedal gas mobilnya perlahan.

​Brum.

​Mobil sedan mewah itu kembali melaju kencang membelah jalan tol menuju kota pesisir tanpa ada lagi ancaman yang berani menghalangi jalan mereka.

​Di dalam mobil Deni kembali melanjutkan aktivitas pentingnya yaitu memakan sisa keripik kentang yang sempat tertunda karena perkelahian singkat tadi.

​Clara menatap profil samping wajah Deni dengan senyum simpul menyadari penuh bahwa keputusannya menyewa kurir ini adalah keputusan terbaik dalam hidupnya.

​Ancaman dari Tuan Rian mungkin belum sepenuhnya berakhir, tapi selama ada pemuda ini di sisinya Clara merasa sangat yakin bisa memenangkan proyek besar apapun di kota tujuan nanti.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!