Miracle. menceritakan Ayyasy dan teman-temannya yang hanya siswa biasa melihat bintang jatuh yang jatuh ke arah gunung belakang komplek mereka. mereka menyentuh batu itu dan mendapatkan kekuatan. setelah mereka mendapatkan kekuatan, ancaman ancaman dari monster monster mulai berdatangan. mereka pun harus menjadi penjaga dunia.
bersamaan dengan itu, mereka juga mulai bertemu dengan pahlawan pahlawan dari kota lain yang memiliki nama tim yang sama yaitu, Miracle
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayyasy Asy-Syaif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertarungan Langsung Melawan Darking
Pertarungan kembali memanas di aula istana! Ke-32 Miracle tanpa ragu langsung melesat maju bersamaan menerjang Darking. Serangan bertubi-tubi dilancarkan dari segala arah, menciptakan dentuman beruntun yang menggoncang seluruh isi ruangan hingga tertutup asap tebal.
Namun, ketika asap perlahan terkikis, sosok Darking berjalan keluar melintasi puing-puing. Ia berdiri tenang dan tidak terluka sedikit pun!
Ke-32 Miracle terkejut setengah mati menyaksikan ketahanan musuh utama mereka. Kendati demikian, pantang bagi mereka untuk menyerah. Tekad mereka justru makin membara, dan serangan kombinasi skala besar gelombang kedua langsung dilepaskan serempak!
Dari barisan belakang, Sintia menembakkan meriam es berdaya ledak tinggi dari jarak jauh. Di sampingnya, Vikka menembakkan semburan laser presisi bersama Gita yang gencar menembakkan hujan peluru energi. Cheryl melayang santai menduduki bola air raksasa di udara, terus-menerus menembakkan bola-bola air berkecepatan tinggi ke arah musuh. Nailu melempar Tali Cinta yang memancar terang untuk melilit dan mengunci pergerakan Darking, disusul Nayla yang melemparkan ratusan bintang energi tajam. Nayya mencoba mengerahkan manipulasi gravitasi untuk menarik tubuh Darking agar terhempas ke bawah, meski aura kegelapan Darking terlalu berat untuk dijatuhkan.
Tasya melangkah maju melempar Chakram Black Hole yang menyerap energi di sekitarnya. Di dekatnya, Tsalwa membuka dua White Hole di kanan dan kirinya, memuntahkan ribuan jenis senjata energi yang pernah diserap oleh Tasya untuk melesat kilat menghantam Darking!
Di barisan serang jarak dekat, Rahman melapisi kedua tangannya dengan Tinju Api Jiwa membara, beradu pukulan berdampingan dengan Fadhil yang mengancam lewat Tinju Emas berkilau. Arkan menghentakkan tanah untuk memanggil Golem Tanah raksasa, sementara Davi melempar bongkahan benteng batu masif tepat ke arah Darking. Rehan berdiri paling depan menahan pendar serangan balik Darking agar tidak merusak barisan pendukung di belakang.
Abzari dan Arkan menggabungkan kontrol elemen mereka untuk menciptakan badai pasir raksasa yang membumbung tinggi. Di dalam badai tersebut, Night melesat lincah melakukan duel jarak dekat secara langsung dengan Darking, menukar tebasan demi tebasan kilat. Azkailah memanggil petir dari langit dan menyambarkan halilintar merah dahsyat yang menghantam puncak bangunan hingga membuat struktur istana Darking hancur berhamburan!
Di area pendukung, Cinta bergerak sigap mengobati para Miracle yang menderita luka-luka pertempuran. Dhafina memasang perisai hologram raksasa yang memantulkan kembali seluruh proyektil serangan Darking. Dari udara, Arunnaqa melayang lincah, jemarinya menari di atas keyboard hologram untuk menembakkan sihir teknologi beruntun. Delila dan Delaya menciptakan puluhan clone bayangan yang bergerak acak, berhasil mengacaukan fokus dan pandangan Darking.
Serafe menghimpun energi pendar dan menembakkan tembakan cahaya solar yang menyilaukan. Iyan dan Ghofar menyatukan elemen matahari dan bulan mereka, melepaskan Tembakan Gerhana gabungan yang sangat pekat. Ayyasy menyemburkan kobaran api naga raksasa langsung ke tengah-tengah badai pasir ciptaan Abzari dan Arkan, mengobarkan sebuah Badai Api Raksasa yang membakar habis area pertempuran!
Melihat ritme serangan, Dimas mengaktifkan sihir waktunya—memperlambat pergerakan Darking hingga beberapa kali lipat, sekaligus mempercepat tempo pergerakan seluruh teman-temannya!
BOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMM!
Ledakan dahsyat luar biasa meletus di tengah istana, memancarkan gelombang kejut yang meruntuhkan sisa-sisa pilar dan menerbangkan debu ke seluruh penjuru ruangan.
Napas ke-32 Miracle memburu hebat. Tubuh mereka penuh peluh dan kelelahan setelah mengerahkan seluruh daya dan serangan kombinasi terbesar dalam hidup mereka. Namun, saat asap ledakan perlahan memudar...
Darking masih berdiri tegap di tengah reruntuhan, menyunggingkan senyuman dingin yang mengerikan.
"Sekarang giliranku," ucap Darking dingin, suarasa beratnya bergema menusuk hingga ke tulang.
Tanpa memberi kesempatan sedikit pun untuk bernapas, Darking melesat dalam sekejap mata seperti bayangan hitam mematikan.
Pertama-tama, ia melesat ke udara menghampiri Cheryl yang masih melayang di atas bola airnya. Dengan satu cengkeraman cepat di lehernya, Darking menghempaskannya kencang melintasi dinding hingga Cheryl terlempar keluar istana.
"Terlalu mudah," gumam Darking sinis.
Belum sempat yang lain merespons, Darking memunculkan tombak kegelapan dan menusukkannya ke tanah tepat di bawah kaki Davi dan Arkan, meledakkan benteng batu serta Golem milik mereka hingga keduanya terpelanting menghantam pilar batu.
Sintia dan Vikka mencoba menembak dari jarak jauh, namun Darking muncul mendadak di belakang mereka. Dengan satu kibasan tangan yang diliputi energi tebal, ia menghantam punggung Sintia dan Vikka hingga meriam serta peralatan mereka hancur berkeping-keping.
Gita dan Nayla yang panik mencoba meluncurkan peluru dan bintang energi, namun Darking dengan santai menangkis seluruh serangan itu hanya dengan telapak tangannya, lalu melepaskan gelombang kejut hitam yang menghempaskan mereka berdua bersama Dhafina dan Cinta.
Darking kemudian menatap Abzari dan Rahman. Ia menghilang dan kembali muncul tepat di hadapan mereka, mencekik leher Abzari serta Rahman secara bersamaan lalu menghantamkan kepala mereka ke lantai batu yang keras sampai keduanya tak berdaya.
Nailu, Nayya, dan Jessica mencoba menahan pergerakan Darking dengan Tali Cinta dan manipulasi gravitasi, tetapi Darking hanya menarik tali itu dengan satu hentakan kuat, menyeret tubuh Nailu, Nayya, dan Jessica lalu menghempaskan mereka bertiga ke arah Rehan yang mencoba pasang badan.
Serafe, Tsalwa, dan Tasya mencoba membuka portal White Hole dan serangan cahaya solar untuk membantu, namun Darking melepaskan ledakan kegelapan radial dari tubuhnya yang langsung memadamkan seluruh sihir portal mereka dan membuat ketiga pahlawan itu terbaring di atas debu reruntuhan.
Delila dan Delaya yang mencoba mengacaukan pandangan dengan puluhan clone langsung disapu bersih oleh Darking menggunakan tebasan angin hitam melingkar. Seluruh bayangan hancur dan tubuh asli Delila serta Delaya terlempar menabrak tembok.
Iyan, Ghofar, dan Night mencoba melancarkan duel fisik secara bersamaan. Namun kecepatan Darking jauh di atas mereka. Dengan gerakan kilat, Darking menendang dada Iyan hingga terhempas, memukul Ghofar hingga tersungkur, dan mematahkan serangan pedang Night dengan cengkeraman tangannya sebelum melempar Night ke sudut ruangan.
Fadhil, Alya, Rava, dan Ghani bergerak maju melindungi anggota yang tersisa, namun Darking menciptakan pusaran angin pekat yang menggulung dan melempar mereka berempat ke atas ceiling istana sebelum akhirnya jatuh menghantam lantai dengan keras.
Arunnaqa yang melayang di udara panik melihat satu per satu temannya tumbang. Darking menengadah, mengarahkan meriam energi kegelapan langsung ke arah Arunnaqa dan menembaknya tepat ke tubuh Arunnaqa yang membuat Arunnaqa jatuh lalu pingsan seketika.
Dimas dan Azkailah mencoba menghentikan waktu dan memanggil petir, tetapi Darking bergerak lebih cepat. Ia mencengkeram tangan Dimas dan menembakkan energi kejut yang menumbangkan Azkailah serta Dimas sekaligus.
Kini, hampir seluruh Miracle tergeletak lemah di tengah reruntuhan istana yang hancur. Darking berjalan perlahan, melangkahi tubuh-tubuh yang tak berdaya itu menuju ke arah Ayyasy yang masih berusaha berdiri bertumpu pada pedangnya.
"Lihat teman-temanmu," bisik Darking tepat di samping telinga Ayyasy sambil menatap tajam. "Serangan gabungan terkuat kalian bahkan tidak bisa membuatku bertekuk lutut. Cahaya kalian sudah padam di dimensi ini."
Darking melangkah mendekati Ayyasy yang berusaha tetap bertahan berdiri. Tanpa belas kasihan, Darking melayangkan satu pukulan keras berlapis energi kegelapan tepat di perut Ayyasy!
BOOOM!
Dampak pukulan dahsyat itu membuat Ayyasy melayang keras menghantam udara, meluncur terpental keluar dari area istana yang hancur, hingga akhirnya terhenti setelah menabrak sebuah pohon raksasa di luar.
"Arghhh...!"
Ayyasy merintih kesakitan. Tubuhnya melemah parah dan ia hanya bisa terduduk lelah bersandar di batang pohon tersebut. Napasnya terengah-engah, pandangannya mulai mengabur. Dari kejauhan, dengan perasaan hancur dan tak berdaya, Ayyasy hanya bisa menyaksikan pemandangan mengerikan di dalam reruntuhan istana.
Satu per satu rekannya yang mencoba bangkit kembali langsung dihantam dan dihancurkan oleh Darking tanpa ampun. Jeritan dan dentuman gema pertempuran membumbung tinggi, memperlihatkan ke-31 Miracle tumbang satu demi satu hingga tak ada lagi satu pun yang mampu berdiri.
Darah dan uap hitam menyelimuti arena pertempuran. Kegelapan seolah telah menang sepenuhnya.
Di tengah keputusasaan yang membendung dan tubuh yang tak sanggup lagi bergerak, Ayyasy mengepalkan tangannya rapat-rapat ke tanah, memikirkan cara untuk membangkitkan kembali cahaya pahlawan mereka yang hampir padam.
Ayyasy terbaring lemah bersandar pada batang pohon, dadanya naik turun dengan napas yang makin berat. Keputusasaan mulai merayap dan memenuhi pikirannya. 'Apakah... sampai di sini saja perjuangan kita?' batin Ayyasy pasrah. Cahaya di matanya perlahan meredup melihat pemandangan ke-31 rekannya yang tergeletak tak berdaya di dalam reruntuhan istana.
Namun, di tengah kegelapan yang seolah telah menang sepenuhnya, sebuah guncangan dahsyat mendadak bergetar dari pusat istana!
"AGGGHHHHHHHHHH!"
Sebuah teriakan lantang yang penuh keteguhan memecah keheningan maut. Itu adalah suara Iyan!
Dari balik debu dan puing batu yang hancur, Iyan perlahan bangkit berdiri. Kedua matanya menyala terang beredar warna oranye terang bagaikan pijar matahari murni. Seluruh tubuhnya membara hebat, memancarkan gelombang hawa panas yang sangat menyengat—persis seperti teriknya matahari tepat di siang hari. Dengan menghentakkan tangannya ke udara, Iyan memanggil kekuatan penuhnya hingga tercipta dua buah tombak matahari yang membara terang di kedua genggamannya.
Di saat yang bersamaan, tidak jauh dari posisi Iyan, Ghofar juga berusaha keras memaksakan tubuhnya untuk bangkit kembali. Napasnya terengah, namun matanya menatap tajam ke arah Darking.
Nailu yang terbaring lemah melihat Ghofar yang tak mau menyerah. Dengan sisa-sisa energi terakhirnya, Nailu memanggil sihir kekuatannya dan memancarkan pendar pnk keemasan.
"Kekuatan Cinta... lindungi Ghofar!" bisik Nailu lirih.
Sihir pendar milik Nailu memadat dan memantul melayang ke udara, membentuk sebuah kristal indah berbentuk hati. Ghofar menyambut dan menangkap kristal hati tersebut. Seketika, energi kosmik bulan dan pendar cinta menyatu hebat di tangannya, membentuk sebuah senjata legendaris: Tombak Bulan Suci yang memancarkan aura perak keemasan yang sangat anggun namun mematikan!
Matahari dan Bulan telah bangkit bersama di dalam kegelapan!
SWOOSH! SWOOSH!
Tanpa ragu sedikit pun, Iyan dan Ghofar melesat kilat bersamaan menerjang Darking, melancarkan duet serangan kombinasi tingkat tinggi!
Iyan menyerang dari sisi kanan dengan sabetan dua tombak mataharinya yang melepaskan ledakan panas mematikan, sementara Ghofar memutar Tombak Bulan Suci dari sisi kiri, menembakkan tebasan gelombang cahaya yang memotong pelindung aura Darking.
BANG! CRASH! BOOOOM!
Kecepatan, ritme, dan keselarasan serangan duet Iyan dan Ghofar begitu presisi dan dahsyat. Darking yang tadinya begitu superior kini terdesak hebat! Ia berkali-kali terpaksa mundur dan pasang perisai secara bertahan menahan gempuran tombak matahari dan bulan yang menembus pertahanannya.
Mata merah Darking membelalak lebar, wajah dinginnya berubah menjadi keterkejutan yang luar biasa. Ia benar-benar tidak percaya—bagaimana mungkin ada manusia biasa yang sanggup membangkitkan kekuatan sebesar ini dan menekan dirinya sampai sejauh ini di dalam dimensinya sendiri?!