NovelToon NovelToon
Dibuang Sang Pangeran, Bertahta Di Hati Kaisar

Dibuang Sang Pangeran, Bertahta Di Hati Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam / Time Travel / Tamat
Popularitas:646k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Aura Luminar bukan lagi gadis naif yang bisa dibodohi. Bangkit dari kematian akibat pengkhianatan tunangan nya dan selingkuhannya, dia datang dengan jiwa yang baru, membawa dendam untuk menghancurkan orang-orang yang sudah membunuhnya.

Kaisar Zane Caliber, dingin, dominan, dan tidak tersentuh. Pria kejam yang tidak pernah memberi ampun pada musuhnya, gila kerja, dan tidak pernah tertarik dengan wanita mana pun, membuat takhta Permaisuri kosong tanpa pendamping.

Sebuah permainan berbahaya dimulai saat Aura sengaja memancing perhatian sang Kaisar, untuk belas dendam dengan mantan tunangan nya, sang Pangeran yang telah mencampakkan nya.

Akankah Zane tetap berdiri kokoh sebagai penguasa yang tak tersentuh, atau justru terjerat dalam pesona dan perangkap yang diciptakan Aura?

_____________

"Lahirkan keturunan untuk ku, akan kuberikan kekuasaan di bawah kaki mu."~ Kaisar Zane Caliber

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AWAL KEHANCURAN

Sora menelan ludahnya susah payah sebelum berbisik heboh.

"Itu... Pangeran Luis... maksud saya mantan Pangeran Luis, Nona!" bisik Sora dengan mata melotot lebar.

"Kenapa dengan si pangeran tidak tahu diri itu?" potong Duke Daren tajam.

"Katanya saat diseret ke ruang tabib tadi, beliau terus-terusan berteriak menyebut nama Nona Aura!" cerita Sora antusias.

"Dia bilang Nona Aura pakai sihir hitam dan minta agar Nona ditangkap!" lanjut Sora melipat kedua tangannya di dada dengan raut wajah kesal.

"Apa? Hahahahaaa...."

Aura langsung tertawa lepas mendengar laporan dari pelayannya itu, suara tawa nya yang santai membuat beberapa bangsawan di sekitar mereka melirik heran.

"Sihir hitam?" ulang Aura menggeleng tak habis pikir.

"Pria itu benar-benar makin stres dan makin bodoh ya," cibir Aura penuh penghinaan.

"Dia yang tidak punya otak untuk membalas pisauku, malah dibilang aku pakai sihir hitam," lanjut Aura tersenyum miring.

Duchess Clara ikut menyunggingkan senyum sinis nya.

"Dasar pecundang, sudah kalah, dicopot statusnya, sekarang malah meracau tidak jelas," cibir Duchess Clara penuh rasa puas.

"Baguslah kalau dia makin gila di dalam penjara. Itu hukuman yang pas untuk orang yang sudah menyakitimu," lanjut sang Duchess.

Duke Daren menepuk bahu Aura pelan sembari tersenyum puas melihat ketegaran putrinya.

"Sudahlah, tidak usah bahas sampah itu lagi. Malam makin larut, sebaiknya kita pamit dan pulang ke kediaman," ajak Duke Daren.

"Benar, Aura butuh istirahat untuk persiapannya besok pagi," ucap Duchess Clara, setuju.

Aura mengangguk pelan, menyesap sisa minuman di gelasnya lalu meletakkannya di atas meja.

"Ayo kita pulang, Ibu, Ayah, pesta malam ini sudah sangat cukup memuaskan untukku," ucap Aura santai.

Sembari berjalan berdampingan keluar dari aula pesta yang megah itu, Aura sempat melirik sekilas ke arah singgasana utama untuk terakhir kalinya.

Di atas sana, Kaisar Zane masih duduk tenang tanpa mempedulikannya.

"Sampai jumpa besok pagi, Yang Mulia Kaisar yang dingin," batin Aura tersenyum tipis dengan mata berkilat penuh misteri.

       ✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨

Sinar matahari pagi mulai menerobos masuk ke dalam jendela kamar Elisabeth Velis.

Pranggg

Sebuah cangkir teh melayang dan hancur menghantam dinding kamar hingga pecah berkeping-keping.

"Sialan! Sialan kamu, Aura!" jerit Elisabeth histeris sembari mengacak-acak rambutnya.

Matanya sembap dan merah karena menangis semalaman tanpa henti, gaun merah mewahnya yang semalam tampak begitu agung kini tergeletak kotor di lantai, dipenuhi noda lumpur akibat diseret keluar dari istana secara tidak hormat.

"Kenapa bisa jadi seperti ini?!" teriak Elisabeth lagi, membanting kaca rias di depannya hingga retak.

Rambutnya berantakan, wajahnya pucat tanpa riasan, kehilangan pesona wanita bangsawan yang kemarin dipamerkannya di hadapan semua orang.

BRAKK

Pintu kamar terdorong keras dari luar, memperlihatkan sosok Baroness Olivia yang masuk dengan raut wajah panik dan penuh amarah.

"Elisabeth! Hentikan kelakuan gila mu ini!" bentak Baroness Olivia sembari menarik kasar tangan putrinya.

Wajah wanita paruh baya itu tampak sangat kusam dan lelah, garis-garis kepanikan tergambar jelas di dahinya setelah semalaman tidak bisa tidur memikirkan nasib keluarga mereka yang hancur dalam sekejap.

"Bagaimana aku bisa tenang, Ibu?!" jerit Elisabeth menangis histeris.

Elisabeth menghempaskan tangan ibunya dengan kasar, matanya menatap tajam penuh kebencian yang mendalam.

"Gara-gara wanita jalang itu, Pangeran Luis ditangkap dan kita diusir dari istana! Pasti semua orang sedang menertawakan ku saat ini! Aku malu Ibu! Aku tidak terima!" lanjut Elisabeth dengan napas memburu.

Elisabeth mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya memutih menahan rasa malu dan emosi yang meluap-luap.

"Bukan cuma itu, Elisabeth! Status bangsawan kita dicabut oleh Kaisar!" ucap Baron Kenny yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar dengan langkah gontai.

Pria paruh baya itu memegangi kepalanya yang terasa mau pecah, wajahnya yang biasa penuh kesombongan kini tampak sangat putus asa dan tidak berdaya.

"Para prajurit kerajaan baru saja mengantarkan surat pengusiran! Rumah ini dan seluruh harta kita akan disita dalam waktu tiga hari!" lanjut Baron Kenny dengan suara gemetar hebat.

Elisabeth membelalakkan matanya tidak percaya, melangkah mundur hingga menabrak tepi tempat tidur.

"A-apa? Disita?" bisik Elisabeth terbata-bata, tenggorokannya mendadak terasa sangat kering.

Wajahnya makin pucat pasi mendengar kenyataan pahit bahwa hidup mewahnya akan segera berakhir.

"Ini semua gara-gara kamu, Elisabeth!" bentak Baroness Olivia tiba-tiba, menunjuk muka putrinya dengan emosi meledak-ledak.

Rasa sayang seorang ibu yang biasa dipamerkannya seketika sirna ditelan ketakutan akan kemiskinan yang membayang di depan mata.

"Coba saja kalau kamu tidak bertindak bodoh dan gatal mendekati Pangeran Luis! Dan mencari masalah dengan Aura Luminar!" lanjut Baroness Olivia mencaci-maki tanpa ragu.

Elisabeth menatap ibunya dengan tatapan tidak percaya, dadanya naik turun menahan rasa tidak terima dituduh sendirian.

"Kenapa Ibu menyalahkan aku?!" ucap Elisabeth berteriak tidak terima.

Elisabeth melangkah mendekati ibunya dengan mata merah membara, merasa dikhianati oleh orang tuanya sendiri.

"Kemarin Ibu dan Ayah sendiri kan yang paling antusias menyuruhku menggoda Pangeran Luis?! Ibu yang bilang kalau aku berhasil jadi Permaisuri, keluarga kita bakal kaya raya!" cecar Elisabeth tanpa ampun.

Baron Kenny mendengus kasar, memukulkan kepalan tangannya ke atas meja rias hingga berbunyi nyaring.

"Sudah! Jangan malah saling menyalahkan begini!" bentak Baron Kenny frustrasi.

Pria itu berjalan bolak-balik di dalam kamar dengan napas terengah-engah, mencoba mencari jalan keluar yang sebenarnya sudah tertutup rapat.

"Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya menyelamatkan diri dari kemiskinan ini!" lanjut Baron Kenny berteriak panik.

Elisabeth memegang kepalanya yang pening, berusaha berpikir keras di tengah rasa malunya yang membumbung tinggi.

"Aku harus menemui Pangeran Luis..." gumam Elisabeth dengan suara bergetar.

Matanya berkilat penuh obsesi gila yang belum juga padam meski keadaan sudah hancur lebur.

"Pangeran Luis pasti bisa menyelamatkan kita kalau dia berhasil keluar dari penjara bawah tanah," lanjut Elisabeth penuh keyakinan buta.

Baroness Olivia tertawa sumbang, tertawa meremehkan kegilaan putrinya yang masih mengharapkan seorang pria yang sudah runtuh.

"Kamu pikir Luis masih punya kekuasaan, Elisabeth?!" cibir Baroness Olivia tajam.

Wanita itu menyilangkan tangannya di dada dengan tatapan penuh penghinaan.

"Status pangeranan nya sudah dicabut oleh Kaisar Zane sendiri! Dia sekarang cuma bekas pangeran bernoda yang membusuk di sel bawah tanah!" lanjut sang ibu menekan setiap kata-katanya.

Elisabeth menggelengkan kepalanya keras-keras, menolak menerima kenyataan bahwa pria kaya dan berkuasa yang digapainya kini tak lebih dari seorang tahanan.

"Tidak! Ini tidak boleh berakhir seperti ini! Aku adalah calon permaisuri kerajaan Caliber!" jerit Elisabeth histeris.

1
Puspa Ayundari
xixixi...seneng deh kalo ada bau bau raja yg galak jdi bucin....
Hariyanti
ceritanya bagus dan menyenangkan 😘😘😘
Hariyanti
cara melamar yg tdk pas😏 padahal bisa minta langsung PD orangtuanya
>AY<
seluruh pangeran? memangnya ada berapa? katanya gak punya permaisurii
>AY<: oh... kya nya pangeran dari kerajaan lain mungkin yaa
total 1 replies
ayu cantik
suka
Septi Lahat
ih memang kaisar gendeng tuh,, main klaim n sosor kening ank gadis org,,, sembunyi 2 lgi😁😁😁
Burhanuddin S Pd
kan bisa dikasih tau jgn lebay bgtu, bila didunia nyata, ngidam sekarang habis lahiran baru ada
Burhanuddin S Pd
ayahnya kuis kok tak dikasih tau, apa tak dihukum uga, dia kan tau itu anknya tp dia uga ikut berbohong
Burhanuddin S Pd
napa tak dtes darahnya biar tau apa anknya atau bkn, biar smua org tau, n bisa mengadili ibunya yg sudah menipu
Yuen: Kayaknya ini zaman jadul mana ada tes DNA 🤣
total 1 replies
Burhanuddin S Pd
oooh.. mgkn emang luis ini bkn anknya, mgkn ibunya mau anknya hidup mewah,,
Dyta Kusnani
aura kok ga ada sopan nnromantis ma suami si
Dyta Kusnani
ada darah kaisar jg ga kok d plg pangeran gila
Dyta Kusnani
gila Luis BKN putra Zane kaliii , gila bisa2nya gatau malu gt ibu luis
Dyta Kusnani
Thor selisih umurnya brpa si kok ga d sebutin?
Dyta Kusnani
Luis umur brpa si? Zane umur brpa?
Dbz Mar
oalah.. udah berurai air mataku thoor.. seakan bgt rasanya ddaini.. eh, tiba2 malah mimpi thoor😭😭😭.. tapi syukurlah😘😘😘😍😍😍💪💪👍👍
Maryana Fiqa
aku mampir Thor,, smoga menarik sampai akhir 👍👍
Atoen Bumz Bums
untung cinta klo gak Uda ilang kepala Aura.
baru ini ada yg terang2an nantang kaisar tp gak dpt hukuman
Dwi Wahyu
lanjut
Nanik S
kenapa gk dibunuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!