Dark Romance !!
Bukan untuk anak kecil !!
Black flag man x innocent girl !!
Hubungan toxic !!
Seperti pepatah air susu di balas air ketuban, begitu juga dengan apa yang terjadi pada Dhelpine, sehingga membuat hidup wanita itu berubah menjadi buruk.
Malam itu, Dhelpine menyelamatkan seorang pria yang tak sadarkan diri di tengah badai salju yang begitu mengerikan. Dhelpine memutuskan mengobati dan menyelamatkan pria bernama Enoch itu.
Tanpa mengetahui jika Enoch adalah sosok yang sangat berbahaya. Dia salah satu sindikat pendiri pasar ilegal, dan juga sosok psikopat berbahaya.
Dan peristiwa penyelamatan oleh Dhelpine, justru membuat obsesi tersendiri bagi Enoch pada gadis cantik nan lugu itu, yang berakhir menjadikan Dhelpine sebagai pemuas ranjangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Di tangan musuh
Suara tembakan terus terdengar dari luar, membuat suasana semakin mencekam bagi Dhelpine. Wanita itu kini berdiri memandang ke arah pintu yang mengarah pada ruangan utama depan. Carrol juga sudah mempersiapkan senjatanya, untuk melindungi Dhelpine.
Hingga sesosok lelaki masuk ke dalam, Dhelpine berpikir itu adalah Enoch, tapi dia tidak langsung mendekati sosok itu, dia masih memandang untuk memastikan jika itu benar-benar Enoch..
“Wah~ Kita bertemu lagi, wanita cantik.” Sosok itu tersenyum miring, ternyata itu Theo.
Dhelpine langsung berjalan mundur ke pojokan, sementara Carrol langsung berjalan di samping Dhelpine sambil mengangkat senjatanya ke arah Theo.
“Jangan berpikir untuk bisa menyentuh Nyonya Dhelpine !!” Ujar Carrol dengan tegas dan ketus, sementara Theo hanya terkekeh pelan.
“Ini akan sedikit menyenangkan~” Celetuk Theo dengan licik di sana.
Sementara Dhelpine tidak tahu harus berbuat apa, jika dia pergi dari sini, maka kemungkinan besar dirinya akan di tangkap oleh anak buah Theo, jadi dia memilih bersama dengan Carrol, berharap saja jika lelaki itu bisa mengalahkan Theo.
...
Di luar, Enoch berhasil mengalahkan beberapa anak buah Theo di sana. Meskipun sebagian masih berusaha menyerang Enoch dan anak buahnya.
Enoch menggeram kesal, dia lupa jika villanya disini, berada di wilayah tempat tinggal Theo, jadilah lelaki itu lupa meminta tambahan anak buah, tapi dia berharap jika Carrol bisa menghadapi anak buah tambahan untuk menjaga Dhelpine.
Tapi sesuatu mulai terjadi, anak buah lawan tiba-tiba menghentikan pertarungan, dan mundur dari sana. Enoch menaikkan alisnya bingung, melihat anak buah musuh justru mulai berlari keluar dari rumah.
Jika musuh mulai menghentikan pertarungan, hanya ada dua kemungkinan.. Mereka kalah atau... Enoch membulatkan matanya, seketika pikirannya teringat pada kekasihnya, langsung saja lelaki itu berlari ke arah ruangan dimana Dhelpine bersembunyi.
“Sayang ??”
Enoch memanggil Dhelpine, dan kemudian masuk ke dalam. Matanya kemudian menangkap sesuatu di sana, Dhelpine tidak ada, dan Carrol duduk bersandar di dinding dengan kepala dan perut berdarah, lelaki itu tidak sadarkan diri saat ini.
Tangan Enoch menggeram kesal, “Bajingan itu.. Benar-benar ingin mati..” Ujar Enoch dengan tatapan emosi.
...
Disisi lain..
“Lepaskan aku !!”
Theo terkekeh licik, saat Dhelpine terus berusaha memberontak di dalam mobil. Ya, setelah membuat Carrol terjatuh dan tidak berdaya, barulah Theo menggendong wanita itu secara paksa dan langsung membawanya pergi dari sana menggunakan mobil.
“Teruslah memberontak, cantik~ Karena sebentar lagi, kita akan menghabiskan waktu bersama.” Ujar Theo menyeringai licik, membuat Dhelpine semakin takut, dia terus berusaha melepaskan diri dari genggaman Theo.
Bukannya marah atau kesal, Theo justru menyukai saat-saat Dhelpine berusaha memberontak dan menangis takut di sana. Entah berapa lama dirinya di dalam mobil, Dhelpine melihat dirinya di bawa ke sebuah tempat terpencil dan jauh dari villa milik Enoch.
Hingga mobil mereka masuk ke sebuah villa lain yang lebih besar dan mewah. Mobil itu kemudian mengarah pada garasi besar yang pintunya terbuka di sana.
Dhelpine semakin takut, karena di bawa ke tempat yang tidak dia ketahui. Dan saat mobil itu sudah terparkir sempurna, sang sopir mematikan mesin dan mulai membuka kunci pintu di mobil. Dhelpine berusaha keras memberontak, hingga dirinya berhasil terlepas dari genggaman Theo, wanita itu langsung membuka pintu mobil dan hendak keluar, tapi..
Tiga orang langsung mencekalnya saat Dhelpine keluar dari pintu mobil, wanita itu kembali memberontak, saat dua lelaki menahan tangannya kanan dan kiri. Theo keluar dari mobil sambil tersenyum miring.
Melihat Dhelpine kembali tidak berdaya di sana, Theo mendekati wanita itu, dan mencengkeram pipinya dengan tangannya, lalu memaksa wanita itu menatap ke arah wajahnya.
“Kau cantik sekali~ Aku tidak sabar untuk bersenang-senang denganmu~” Ujar Theo dengan nada licik, membuat Dhelpine menangis di sana.
Theo memberikan kode mata untuk kedua anak buahnya, lalu mereka melepaskan tangan Dhelpine, hingga wanita itu hampir terjatuh ke depan. Theo langsung menangkapnya, dan mengangkatnya seperti karung beras.
Lalu membawanya pergi dari sana.
Sepanjang perjalanan, Dhelpine berusaha memukul punggung Theo, dan memberontak, tapi lelaki itu malah bersenandung senang, dan menikmati setiap pukulan ringan dari wanita cantik itu.
Dhelpine tidak menyadari jika villa Theo jauh lebih besar daripada milik Enoch, sehingga perjalanan mereka cukup lama sekitar 5 menit lebih, baru mereka sampai di ruangan yang sudah di sediakan oleh Theo.
Lelaki itu membawa Dhelpine masuk ke salah satu kamar, tangannya menyalakan lampu, sehingga terlihat di dalam kamar itu ada sebuah tempat tidur sedang, yang di setiap sisinya terdapat rantai.
Theo langsung menaruh Dhelpine di atas kasur sedikit kasar, membuat wanita itu terkejut. Theo langsung menarik salah satu tangan Dhelpine, dan memasangnya pada rantai. Lalu beralih ke bagian bawah, yaitu kedua kakinya, dan terakhir tangan yang satunya. Dhelpine benar-benar takut saat ini, Theo memandanginya dengan lapar.
“Sekarang, berhentilah memberontak, cantik~ Cukup nikmati saja permainan dariku, aku yakin kau akan melupakan Enoch.” Ujar Theo sambil melepaskan pakaiannya sendiri, membuat Dhelpine ketakutan di sana.
“Ja.. Jangan.. Aku mohon.. Aku sedang hamil.. !! Jangan !!”
Theo merangkak di atas Dhelpine, dan mengamati wajah cantik yang menangis ketakutan itu.
“Aku penasaran, seperti apa tubuh indah di balik pakaianmu ini.”
Dhelpine langsung menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu apa yang akan Theo lakukan kepadanya, dia berharap Enoch segera menyusul dirinya kemari, dan menolongnya.
Theo meraih sebuah cutter di meja nakas di sebelahnya, lalu dengan santai merobek pakaian Dhelpine, sembari mengamati setiap tubuh yang masih tertutup dengan kain.
Setelah merasa cukup, Theo kemudian menarik setiap kain demi kain dari tubuh Dhelpine, hingga matanya berbinar menatap ke arah tubuh mulus dan putih dari Dhelpine. Lidahnya menjilat bibirnya sendiri, sambil tersenyum puas.
“Benar-benar indah, sayang~ sangat menakjubkan~”
Theo menaruh kembali cutter itu, dan mulai menyentuh setiap tubuh indah di depannya.
“Dan besar sekali dada ini~” Tangan Theo beralih pada dua gunung besar yang dimiliki oleh Dhelpine.
Sementara itu..
Enoch sendiri masih berusaha mencari sinyal dari GPS yang di berikan pada Dhelpine. Sedikit sulit, karena sepertinya Theo sengaja mematikan alat pelacak di tubuh Dhelpine.
“Sialan !!” ingin sekali Enoch menghancurkan tubuh Theo yang telah membawa kekasihnya pergi dari sana.
💚💛💚💛💚💛💚💛💚
Waduhh, Dhelpine sudah di culik aja sama si Theo. Kayanya para musuh, enggak ngasih Enoch kesempatan buat berduaan dah 😌😌
Orion ngirim kedua anaknya, buat ngusik Dhelpine di rumah, sekarang Theo menculik Dhelpine dari villa nya Enoch 😌😌
enoch ayooo cepet dateng😂
visual nya nya enoch lebih mirip ke per dady an🤣🤣🤣
thor adik nya orion masih hidup gk ?? itu istri nya enoch ???🤔