NovelToon NovelToon
Istriku Bukan Adikku

Istriku Bukan Adikku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak / Nikah Kontrak / Beda Usia / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Itta Haruka07

Menikah di usia belia, sama sekali tidak pernah terlintas di benak Karamel. Apalagi jika suaminya berusia sepuluh tahun lebih tua darinya. Karena permintaan terakhir sang ayah, Kara terpaksa setuju untuk menikah dengan Azka, pria yang dianggapnya tua.

Azka memiliki alasan tersembunyi sehingga dia mau menikahi Kara yang sama sekali tidak dikenalnya. Hingga dia pun mengajukan perjanjian dengan gadis yang dianggapnya sebagai bocah itu. Perjanjian itu akhirnya mereka setujui sebelum menikah.

Setelah menikah, sifat kekanak-kanakan Kara semakin terlihat jelas, hingga membuat kesabaran Azka teruji.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Sanggupkah Azka mengubah Kara menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IBA — Bab 4

Gerakan cepat setelah Azka tersandung membuat Kara tidak bisa menghindar dan berakhir tidur di tanah dengan tubuh Azka yang menimpanya. Tangan Azka berhasil melindungi kepala Kara sehingga tidak menyentuh tanah.

Dalam posisi itu, jarak mereka menjadi sangat dekat. Kara bisa mencium aroma mentol yang segar dari tubuh Azka. Jika dilihat-lihat, Azka memang tampan dan berkarisma. Hidungnya mancung dengan alis mata yang tidak terlalu tebal tapi terbentuk sempurna. Azka sendiri bisa melihat dengan jelas wajah Kara yang sangat cantik dengan riasan tipis. Embusan napasnya menyatu dengan napas Kara membuat mereka diam untuk beberapa saat.

“Om kalau jalan nggak pakai mata ya?” tanya Kara setelah tersadar dari pikirannya sendiri. Dia melirik kanan dan kirinya untuk mengamati keadaan sekitar. Untungnya hari sudah hampir gelap sehingga tidak banyak orang yang berlalu lalang.

“Apa? Sejak kapan orang jalan pakai mata? Jalan itu pakai kaki,” jawab Azka dengan sewot. Dia bangun dari tubuh Kara dan membersihkan tanah yang menempel pada tangan dan sikunya.

“Dasar Om nyebelin. Pantes aja nggak laku-laku. Dasar tua,” balas Kara yang berusaha bangun sendiri. Wajahnya semakin cemberut saat teringat kembali perjodohan mereka.

“Karamel, jangan bikin saya emosi ya. Saya ke sini cuma mau bilang sama kamu. Kita bicarakan pernikahan ini dengan pikiran dewasa. Buang dulu sikap kekanak-kanakan kamu itu,” kata Azka. Dia duduk di kursi taman tempat Kara tadi duduk.

Kara cemberut tapi tetap mengalah, siapa tahu mereka bisa mencari jalan keluar bersama-sama.

“Apa yang mau Om bicarakan?” tanya Kara sewot.

“Begini, sebenarnya saya juga tidak mau dijodohkan dengan kamu, tapi saya punya alasan dan pertimbangan tertentu. Jadi, kita terima saja perjodohan ini.”

“Enteng banget Om ngomong begitu. Om memang sudah tua, tapi aku masih muda, Om. Masih banyak yang mau aku kerjain di masa muda. Bukan malah nikah sama orang yang nggak jelas kayak Om," sahut Kara.

“Karamel, berhenti memanggil saya om. Memangnya saya om kamu. Kita Cuma beda sepuluh tahun saja. Panggil kakak kek, mas atau apa begitu?” protes Azka.

“Nggak mau, Om itu tua. Lebih cocok dipanggil Om," balas Kara.

“Ah terserahlah itu nanti dulu. Sekarang kita bahas yang lebih penting. Jadi, masalah kamu apa sampai menolak menikah dengan saya, padahal keadaan ayah kamu 'kan ... maksud saya, sebagai anak perempuan satu-satunya, kamu 'kan harus patuh dengan ayah kamu?” tanya Azka serius.

“Ya, sebenarnya aku ‘kan masih sangat muda. Masih ingin bebas menikmati masa mudalah, Om. Kalau aku nikah sekarang, pasti aku akan terkekang. Sibuk mengurus rumah dan suami. Aku akan kehilangan masa muda aku,” jawab Kara.

Azka memejamkan mata sejenak dan berpikir.

"Bagaimana kalau kita buat perjanjian. Kita menikah, tapi kamu bisa bebas. Saya pun juga begitu. Saya akan mencari cara supaya kita tidur terpisah, jadi kamu aman. Bagaimana?" tanya Azka setelah berpikir cukup lama.

Kara ikut berpikir, sepertinya, itu bukanlah penawaran yang buruk.

"Em, sampai kapan kita menikahnya, Om?" Kara mulai tertarik dengan perjanjian yang Azka ajukan. Mungkin, Kara pikir menikah itu seperti sekolah yang akan memiliki batas waktu. Ya, wajar saja karena dia tidak berminat untuk menikah muda.

"Sampai Papa yakin dan tidak ikut campur masalah pribadi saya. Setidaknya, sampai kamu lulus kuliah juga. Bagaimana?"

Kenbang kopinya jangan lupa 💋

1
mom syam
tante penyelamat rumah tangga ini sihh👍👍👍👍
Nanik Kusno
Belum baca....
Nanik Kusno
udah baca yang ini...
Nanik Kusno
Yuuuhhhuuu...semua bahagia dengan penuh cinta 🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Oh ...dia. PMS ini opo HIV???
Nanik Kusno
Siapa lagi ini.....mantan....musuh ....or temen pengkhianat.....😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Yuuuhhhuuu.....yang sudah unboxing.... sweet banget sih....☺️☺️☺️☺️☺️🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Akhirnya.... semua clear.... semua bahagia..... tinggal memenuhi permintaan papa mama untuk cucu....☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️☺️
Nanik Kusno
Haishhhhh.... semuanya mendrama..... untung Azka kekeh 😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Huuuuhhhhh....bagus Azka ... tetapkan hatimu ... jangan mudah tergoda.. 💪💪💪💪💪👍👍👍👍
Nanik Kusno
Nah lho ,.di balik kan ma Karamel.....
Nanik Kusno
Kerasukan setan Mondy....🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Nanik Kusno
Mondy butter cookies
Nanik Kusno
Kenapa Karamel selalu ingat ma sosis jumbo Azka....???😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Modus pollllll si Om.....😏😏😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Nanik Kusno
Lanjut Kak
Nanik Kusno
Semoga kalian berdua baik2 saja....
Nanik Kusno
Karamel sekarang sangat dewasa.... berfikir dan bersikap anggun..... kesakitan dan penderitaan yang dialaminya membuat dia menjadi wanita dewasa...👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Nanik Kusno
Untung Karamel punya Tante yang sangat bijak.... semoga Karamel bisa menentukan langkah selanjutnya agar menjadi lebih baik...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!