NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04. Digendong Pria Asing

“Benar- benar tidak tahu diri!  Mereka brutal, mereka nggak akan mau mendengar penjelasan mu.  Pakai otak kalau mau bicara!”  Pria itu emosi, ia mendekatkan punggungnya ke arah Aiza, lalu memisahkan paha gadis berkerudung putih itu dan memposisikan paha itu di kiri kanan tubuhnya.  Dengan sekali tarik, tubuh Aiza terangkat dan menempel sempurna di punggung pria itu.

“E eeeeh…” Aiza terkejut saat tiba- tiba tubuhnya diangkat.  Rasanya tak karuan menyadari tubuhnya kini berada dalam gendongan pria itu.  “Turunin!” pinta Aiza yang merasa takut karena tak pernah tubuhnya menempel begini di badan laki- laki.

Pria bertubuh tinggi itu tak peduli atas perintah Aiza, ia berlari secepat kilat dengan membawa beban Aiza di punggungnya.  Namun ia terlihat biasa saja, seakan tak ada beban di punggungnya.

Takut jatuh, Aiza tanpa sadar melingkarkan lengannya ke leher si pria yang menggendongnya.

Jika dalam keadaan normal, pria itu seharusnya merasakan sentuhan dada Aiza yang menempel sempurna di punggungnya.  Sensasinya berbeda.  Tapi situasi panik dan menakutkan itu membuatnya tidak menikmati apa pun.  Termasuk Aiza yang tanpa sadar mengalungkan lengannya dengan erat di leher pria itu.

Dalam hati, Aiza terus berdoa, berharap Tuhan melindunginya.  Ia tidak berani menoleh ke belakang.  Terus menatap ke depan, sesekali memejamkan mata.

Mereka memasuki jalan setapak, yang di kiri kanannya merupakan rumput liar.  Gelap.  Entah kemana tujuan mereka sekarang.

Kenapa situasinya jadi begini?  Aiza takut sekali.  Ini adalah pengalaman paling mencekam dalam hidupnya.  Nyawanya seperti di ambang maut.

Entah sudah berapa kilometer mereka masuk ke dalam semak belukar, ada banyak pepohonan.  Mungkin itu kebun warga.  

Pria itu mulai memelankan larinya.  Lambat laun makin melambat.  Lalu kini berjalan saja.  Suara napasnya terdengar keras, ngos- ngosan.  Dia kelelahan. 

Kilat yang sumbernya dari langit ciptaan Yang Maha Dahsyat sesekali memberi penerangan langkah mereka.  Di tengah kepasrahan, gelapnya malam, masih diberikan kenikmatan cahaya kilat yang memberikan penerangan.  

Terima kasih, Tuhan.  Aiza masih bisa bersyukur.

Suara riuh keramaian di belakang sudah tidak terdengar lagi.  menghilang.  Sepertinya mereka tidak lagi mengejar.

“Longgarkan sedikit lingkaran lenganmu di leherku.  Aku bisa mati akibat cekikanmu!” seru pria itu.

Saat itulah Aiza baru sadar bahwa lengannya kini mengalung di leher pria itu, bahkan wajahnya menempel di caruk leher pria itu, membuat Aiza segera melonggarkan lingkaran lengannya.  Jantungnya pun deg- degan.

“Kamu deg- degan ya?”

Pertanyaan pria itu membuat Aiza langsung memundurkan badannya.  Baru sadar kalau dadanya menempel di punggung pria itu.

“Turunin aku!” pinta Aiza.

“Kamu nggak bisa jalan.”

“Bisa.”

Bruk!

“Awh!”  Tubuh Aiza diturunkan begitu saja, tangan pria itu melepaskan pegangannya di paha Aiza sehingga Aiza terjatuh karena posisinya tidak tepat saat berdiri.  Apa lagi kakinya sakit, mana mungkin ia bisa bertahan di posisi berdiri.

Sekarang, bukan hanya kaki saja yang sakit, bokongnya juga sakit.  Nyeri sekali, ya ampun.

Tubuh Aiza menggigil, kedinginan.  Andai cahaya mampu menerangi wajahnya, maka tampaklah wajah pucat pias seperti kapas, bibirnya pun membiru.  Rintik hujan sudah reda, namun tubuhnya yang basah kuyup, ditambah angin kencang di sekitarnya benar- benar telah membuatnya kedinginan.  

“Apa kamu masih mau sendirian di sini?  Mau dimakan binatang buas, hm?  Ya sudah, silakan menikmati hari menyedihkanmu ini.  keras kepala!”  Pria itu marah- marah, kesal.  

“Semua ini gara- gara kamu, aku terlibat dan akhirnya kondisiku mengenaskan begini,” balas Aiza tak kalah kesal.

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!