Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.
Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
"Ini berbahaya, Alexis," ujar Larson sembari memangku Alexis sekuat mungkin. Ia melihat kekhawatiran di wajah Larvin, Larson, Lydia, Samuel dan Sebastian. "Sialan! Musuh menyerang di waktu yang tidak tepat," gumamnya.
"Di mana Axo, Axe, dan Aeon, Paman? Di mana mereka?" tanya Alexis, "aku ingin bertemu dengan mereka sekarang."
"Mereka berada di tempat yang aman, Alexis. Kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka." Lizzy mengelus rambut Alexis. Ia bergerak dengan kursi roda dengan penjagaan yang sangat ketat. Ia melirik ke belakang sesaat, sangat mengkhawatirkan Xander.
Di waktu yang sama, Xander mengamati pertarungan di layar hologram yang muncul dari jam tangannya.
"Semua masih berada dalam kendali sekarang, tetapi ini tidak akan lama. Aku harus mengamankan keluargaku lebih dahulu sebelum terlambat. Galata hanya mengirimkan satu pasukan, tetapi setelah melihat perlawanan pasukanku, mereka pasti akan menambah pasukan. Aku tidak tahu sampai kapan pasukanku mampu bertahan sampai bantuan datang."
"Galata mampu mengalahkan UltraTech, DeepCore, Saber, dan kelompok lain nyaris tanpa bisa dibendung. Mereka bisa menghabisiku, keluargaku, dan pasukanku dengan sangat mudah."
Xander mendapatkan informasi di layar hologram. Deretan identitas seketika bermunculan. Wajahnya menunjukkan keterkejutan yang begitu kentara. "Edward, Caesar, Franklin, Theron hingga Leonel berada dalam barisan pasukan Galata. Bagaimana bisa mereka bergabung dengan Galata?"
Xander bergerak lebih cepat, melirik Govin, Mikael, para pengawal dan para robot yang bergerak di depan, samping, dan belakang.
"Draco tampaknya menyadari keberadaan Edward dan sengaja mencari informasi mengenaiku darinya."
Xander memasuki sebuah ruangan, terus bergerak menyusul keluarganya. "Aku harus mempercayai mereka."
Pertarungan masih terjadi di berbagai lokasi. Pertempuran tampak seimbang di mana pasukan Galata mulai membalas berbagai serangan. Pasukan Xander berusaha untuk tetap bertahan di tengah gempuran serangan. Para robot juga ikut dalam perseteruan. Ledakan dan tumbangnya pohon terjadi berkali-kali.
Miguel bergerak sangat cepat di antara pasukan musuh, menghajar mereka dengan kekuatan penuh. Saat lawan mulai terdorong mundur karena serangannya, pemimpin pasukan Galata kembali muncul dari danau.
"Dasar bajingan!" Anggota 0011 tertawa, menghimpun kekuatan pada pistolnya. "Jangan harap aku akan mengampunimu, Miguel."
Edward, Caesar, dan yang lain justru terpaksa mundur atas arahan tiga anggota Galata. Mereka tampak kesal melihat pergerakan pasukan Xander dengan alat canggih dan robot-robot yang canggih.
"Kita akan langsung tewas jika menyerang Alexander tanpa bantuan mereka," ujar Franklin seraya mengamati pertarungan.
Theron menyahut, "Aku membenci kata-katamu, tetapi apa yang kau katakan benar, Franklin. Alexander sudah memperbaharui banyak hal sehingga pasukannya mampu bertahan dari serangan pasukan ini."
"Sial!" pekik Troy tertahan, mengepalkan tangan erat-erat. "Aku pikir aku bisa menghabisi Alexander sekarang, tetapi nyatanya tidak semudah itu."
Empat anggota Galata terdorong mundur hingga menabrak pepohonan. Mereka meringis kesakitan, berusaha bangkit.
"Pria bernama Miguel itu sangat hebat," ucap anggota 0048 sembari tertawa. "Dia adalah target pertama yang harus dikalahkan, tetapi bawahannya terus mendukungnya."
Pemimpin pasukan Galata terbang sangat cepat menuju halaman, terdiam di langit sembari mengisi daya untuk melayangkan tembakan. Ia mengamati sekaligus mengunci pergerakan Miguel.
"Aku harus memuji kemampuanmu dalam bertarung maupun menggunakan alat-alat canggih itu, tetapi kau harus mati sekarang juga!" Pemimpin pasukan Galata menarik pelatuk. Seketika saja sebuah serangan melesat ke arah Miguel.
Anggota Galata seketika menyingkir ke samping saat serangan datang.
Miguel mendapatkan notifikasi bahaya di panel hologram.
Dibandingkan dengan mundur, pria itu justru bergerak maju sembari memasang pelindung. Melihat hal itu, si pemimpin pasukan Galata justru tersenyum.
"Dasar pria gila!"
Enam anggota pasukan Xander mendekati Miguel bersama empat robot, mengaktifkan pelindung. Pelindung-pelindung itu kemudian saling terhubung sehingga membentuk pelindung yang besar.
"Apa kau pikir pelindung lemah itu mampu menahan serangan ini?" Si pemimpin Galata tersenyum sinis, memberi perintah untuk menyerang.
Serangan itu menerjang sangat cepat, mendarat di pelindung. Miguel dan pasukan Xander terdorong mundur beberapa langkah, tetapi mereka mampu mengalihkan serangan ke atas hingga sebuah ledakan terjadi.
"Itu cukup bagus," ujar si pemimpin Galata bersamaan dengan anggota pasukan yang bergerak ke arah Miguel dari berbagai arah.
Anggota pasukan Xander mulai mendekat ke arah Miguel sesuai dengan perintah, melayangkan serangan pada musuh yang berdatangan.
Miguel mengincar sosok si pemimpin pasukan Galata, mengentak tanah, melesat cepat bersama dua robot ke arah pria itu. Saat ia dan dua robot itu mengeluarkan misil, sebuah portal mendadak terbuka dan satu pasukan Galata bermunculan.
Sebuah serangan dari dua puluh anggota Galata yang baru datang dari portal seketika melesat ke arah Miguel.
Si pemimpin pasukan tersenyum sembari bergerak mendekat. "Mari kita lihat apakah kau bisa selamat dari serangan itu atau tidak, Miguel."
Miguel segera mengaktifkan pelindung dan dua robot yang bersamanya pelindung level maksimal. Serangan mendarat di pelindung dan mendorong Miguel ke belakang dengan sangat cepat. Pasukan Xander segera berkumpul, memasang pelindung.
Anggota pasukan Xander yang berada agak jauh dari titik serangan segera terbang ke arah Miguel secepat mungkin, tetapi mereka terhalang oleh musuh yang mengeluarkan serangan.
Miguel dan yang lain terus terdorong meski pelindungnya masih berupaya membendung serangan yang datang. Ia dan yang lain segera mengeluarkan sebuah tali dari kedua sarung tangannya lantas menancapkannya ke tanah sedalam mungkin. Akan tetapi, hal itu belum mampu menghentikan dorongan.
Empat robot anjing seketika mendekat, mengarahkan pelindung ke arah langit. Dalam sekejap, serangan berubah menjadi ledakan yang besar hingga membuat guncangan yang terasa hingga ke berbagai tempat, salah satunya ke tempat di mana Xander berada.
"Miguel." Xander mengamati layar yang menunjukkan asap yang tebal. "Aku harus mempercayakan semuanya padanya sekarang."
Angin berembus sangat kencang ke sekeliling. Pasukan Galata segera menyerang. Beberapa anggota pasukan terjatuh dan tidak sadarkan diri di tanah, sedangkan Miguel dan anggota lain masih bertahan dan mendarat di tanah. Sayangnya, beberapa alat mereka tampak rusak dan berasap.
"Kau masih bisa menahan serangan itu." Si pemimpin pasukan Galata memberi perintah, dan seketika saja pasukan kembali menyerang dalam waktu bersamaan.
Miguel memberi perintah hanya dengan gerakan jari. Ia melirik layar hologram, membaca informasi secepat mungkin. Anggota pasukan Xander segera mendekat, saling membantu dan melindungi.
Miguel mengentak tanah, mengaktifkan cakar dari sarung tangannya. Ia melesat sangat cepat di udara, menghantam serangan sekuat mungkin. Pasukan yang lain segera bergerak di belakangnya untuk mendukungnya.
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍