Karina Amalia putri menjadi anak angkat keluarga Wijaya sejak usianya 10 tahun.Tepatnya setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Rangga wijaya anak tertua tuan Wijaya yang terpaut 15 tahun darinya begitu menyayangi Karina layaknya adiknya sendiri.
Berbanding terbalik dengan Reno Wijaya, adiknya yang usianya 10 tahun diatas Karina, dia begitu tidak menyukai gadis itu. Bahkan terlihat sangat membencinya.
Karin sangat berharap Reno bisa menerima dan menyayanginya seperti Rangga. Segala usaha ia coba namun tidak pernah berhasil.
Apakah Karin akan terus berjuang mendapatkan cinta Kakak angkatnya, atau kah ia akan menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon requeen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia putraku
Hari ini Reno mulai masuk kantor setelah beberapa hari tidak masuk karena Keano sakit.
"Kean udah sembuh Ren? " tanya tuan Wijaya.
"udah pih.. tinggal manja nya, tadi saja sempet nangis dulu ga mau ditinggal " ucap Reno. ada kebanggan ketika menceritakan manjanya Keano padanya.
Tuan Wijaya tersenyum. " kamu juga waktu kecil begitu, kalau sakit manjanya minta ampun "
"masa pih? " tanya Reno tidak percaya
"tanya mamih kamu " tuan Wijaya terkekeh.
"pasti merepotkan sekali " Reno ikut terkekeh membayangkan ia dulu manja seperti putranya sekarang.
"oh iya Ren.. besok kamu ke Bandung ya. Om guntur ingin kamu mengerjakan proyek pembangunan hotelnya disana " ucap tuan Wijaya
"om Guntur? " Reno berusaha mengingat siapa itu om Guntur.
"temen kuliah papih dulu. Dia tertarik dengan konsep yang kita buat. Nanti disana kamu ketemu sama Adit salah satu putranya " tuan Wijaya menjelaskan
"siap pih "
******
"yank.. berapa hari kamu di Bandung? " tanya Karin dengan tangan mengelus dada suaminya yang telanjang.Mereka baru saja selesai melakukan ritual suci mereka.
"paling dua hari " jawab Reno. Matanya terpejam menikmati sentuhan tangan Karin yang mulai mengelus bulu halus di dagunya. Selesai di dagu tangan Karin kembali mengelus dada suaminya.
Reno menangkap tangan Karin yang sibuk berputar- putar didadanya. "kamu sudah pinter menggoda ya " bisik Reno. Kabut gairah mulai tersulut kembali karena ulah istrinya.
"cuma megang yank.. " jawab Karin manja
"iya.. tapi yang disana jadi bangun lagi yank " Reno menunjuk ke arah alat tempurnya yang sudah kembali berdiri dengan gagahnya siap untuk melakukan tugas sucinya kembali.
"sini aku elus.. biar dia tidur lagi " canda Karin
"yaank! " Reno menaikan nada suaranya, Karena Karin malah becanda. Kalau dielus bukannya tidur yang ada malah semakin berontak "mau aku gigit lagi nih biar kamu nangis- nangis kayak kemarin " Reno mulai menyerang . Karin pun meronta dan akhirnya ia pun menyerah dalam kekuasaan suaminya.
*******
Reno merebahkan tubuhnya di kasur ber sprei putih di sebuah hotel bintang lima di kota Bandung. Badannya terasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan hampir 4jam, ditambah olahraga malam dengan istrinya semalam yang begitu menguras tenaga membuat tubuhnya terasa remuk redam
Pertemuan dengan putra om Guntur akan dijadwalkan jam 7 malam, jadi Reno masih punya waktu untuk beristirahat selama beberapa jam.
Jam 6 Reno bangun dengan tubuh yang lebih segar. Ia pun membersihkan diri dan bersiap-siap. tepat jam 7 Reno turun ke lobby. Beruntung Adit, putra om Guntur memilih bertemu di tempat yang sama dengan tempat Reno menginap.
di lobby Reno disambut hangat oleh Adit, ternyata Adit tidak sendiri. Ia ditemani oleh seorang pria yang usianya tidak jauh beda dengan Reno.
"kenalkan ini Bima.. dia adiku " Adit memperkenalkan adiknya. Mereka pun berjabat tangan saling memperkenalkan diri.
"ternyata om Guntur punya 2 orang putra yang hebat " ucap Reno
"belum seberapa dibanding dua jagoan om Wijaya " Adit memuji. Mereka pun tertawa.
Sebelum kembali ke Singapura, Bima menyempatkan diri menemani Reno untuk mengunjungi lokasi pembangunan hotel keesokannya.
Kemungkinan ia masih berada di Bandung untuk beberapa hari kedepan akhirnya Reno mengabari Karin.
"yank aku masih di Bandung. mungkin lusa baru balik ke Jakarta "
"iya hati-hati. jangan telat makan banyak istirahat "
"jaga anak-anak.. love you "
"love you too "
Reno pun mengakhiri percakapan dengan sebuah senyum disudut bibirnya. Dua hari kedepan ia akan sangat merindukan istri dan anak-anak nya.
****
Hari kedua di kota Kembang Reno dan Bima akan meninjau lokasi pembangunan hotel yang sudah mereka bicarakan. Reno sudah siap tinggal menunggu Bima menghubunginya. Tak lama Bima pun menghubungi Reno.
Reno dibuat kaget ketika melihat nama kontak yang menghubunginya tertera nama Bima, namun yang muncul adalah poto Keano putranya. Dengan sedikit bingung akhirnya Reno menekan tombol hijau.
"hallo Ren.. aku sudah di lobby "
" tunggu sebentar aku segera turun "
Tak ingin membuat Bima menunggu lama, Reno pun segera turun. Bima membawa Reno menuju lokasi, sepanjang perjalanan beberapa kali Reno melirik Bima yang tampak pokus pada jalanan didepannya.
Sebenarnya Reno sangat penasaran akan poto profil Bima yang menggunakan poto putranya. Apakah hanya sekedar mirip? atau memang itu Keano? yang jelas sangat mirip sekali dengan Keano.
"ehm.. poto anak kecil itu siapa? " tanya Reno hati-hati.
"dia putraku " jawab Bima. matanya tetap pokus ke depan.
"ooh.. apa dia tinggal di Singapura? " tanya Reno lagi.
"tidak.. dia tinggal dengan ibunya "
tinggal dengan ibunya? apa mereka berpisah?
Reno semakin penasaran dibuatnya. Kalau saja poto itu tidak mirip putranya tentu Reno tak akan se penasaran itu. menyadari Reno yang tampak bingung Bima pun tersenyum
"Sudah lah.. kita bahas masalah pekerjaan saja. aku tidak mau membahas masalah pribadi " ucap Bima
Reno pun mengangguk setuju. Walaupun sebenarnya ia masih ingin memastikan kalau bocah dipoto profil Bima itu bukanlah putranya.
Bima dan Reno pun sampai di lokasi. Bima menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan rencana pembangunan hotel tersebut.
Setelah dirasa cukup mereka pun pulang. Bima mengantar Reno kembali ke hotel. Sesampai di hotel, Reno begitu penasaran akan poto anak lelaki di kontak Bima. semakin diperhatikan Reno yakin kalau anak laki-laki itu Keano putranya.
Keesokannya pagi-pagi Reno pun chekout dan pulang ke Jakarta. Rasa penasaran yang sangat besar membuat ia bertekad untuk mencari tau sendiri kebenarannya. Ia tidak akan bertanya pada istrinya karena khawatir Karin akan salah paham, mengingat hubungan mereka yang baru saja membaik.
Sesampainya di rumah Reno disambut pelukan hangat kedua buah hatinya.
"daddy kita kangen " ucap Keysha manja. Sementara Keano sudah berada di gendongan Reno.
"Kean.. turun yuk.. daddy nya masih cape kasian " Karin membujuk Keano turun
"ga mau " jawab Keano cuek.
"udah gapapa yank.. aku juga masih kangen sama anak-anak " ujar Reno.
Karin membongkar koper Reno kemudian membawa pakaian kotor Reno ke belakang.
****
"mulai minggu depan aku akan sering ke Bandung. Kamu gapapa kan sering ditinggal? " tanya Reno membelai rambut Karin yang terbaring di pelukannya.
"gapapa " jawab Karin
"kamu ga rindu gitu jauh dari aku? " tanya Reno
"ya pasti rindu dong yank.. tapi kamu juga kerja kan buat kita juga. jadi aku harus bisa nahan rindu " Karin tersenyum
Reno ikut tersenyum. " aku ga bisa mimi tiap malam yank "
"kebiasaan deh.. " Karin mencubit paha Reno. Reno pun meringis.
"sakit yank " Reno menangkap tangan Karin dan meletakan nya diantara kedua paha nya. tepat menyentuh benda pusakanya yang sudah mengeras. "elus yank! "
Karin reflek menarik tangannya. "kumat deh mesumnya "
"biarin sama istri sendiri "
Akhirnya keduanya pun saling melakukan kewajibannya mereka sebagai suami istri.
coba lihat karin dibuat tidak enak, tidak tenang, merasa bersalah, menyesal, gampang minta maaf, pada lelaki lain seakan begitu menjaga perasaan pria lain tapi lihat pada suami dia seakan tidak peduli suami suami merasa sakit hati dia seakan tidak peduli mau suami menderita dia tidak peduli, terlihat dia sama sekali tidak peduli perasaan suami dan tidak ada sama sekali usaha menjaga perasaan suaminya, baru kalian bilang dia wanita dan istri baik2 bagai berlian, miris sekali
karya novel yang lebih mementingkan perasaan pria lain dari pada sang suami sah adalah novel wanita egois