Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 29
Sementara itu di sisi lain.
Tak terasa kini sudah waktunya untuk para pekerja Restauran kembali pulang ke rumahnya masing-masing, termasuk Aditya. Tapi.. Seperti biasa sebelum ia pulang, Aditya selalu menuju ruangan khususnya untuk mengecek laporan-laporan tentang Restaurannya. Aditya lalu mendudukan bokongnya di sebuah kursi yang empuk dan nyaman, setelah itu ia melihat-lihat file yang ada di hadapannya bersama Dimas menejer di Restaurannya yang ia percayakan.
"Dim!." Ucap Aditya di sela-sela pekerjaannya.
"Iya Tuan..!"
"Sepertinya kamu sudah bosan bekerja di sini!."
Deg. Dimas terkejut mendengar ucapan tuannya itu, ia sama sekali tidak mengerti apa magsud dari perkataannya.
"Magsudnya tuan..!"
"Seharusnya orang yang bernama Adinda itu lolos bekerja disini. Siapa yang sudah berani menggantinya..?" Tegas Adirya menatap tajam Dimas.
"Kenapa kamu diam! Atau kamu yang sudah merubah pengumuman itu?." Lanjut Aditya karna tidak mendapat jawaban dari Dimas.
"Aaa anu Tuan, maafkan saya.. karna saya sudah sangat ceroboh tidak mengeceknya terlebih dulu, sebenarnya saya tidak mengetahui tentang isi pengumuman itu." Lirih Dimas menunduk karna takut ia tidak berani menatap Aditya.
"APA..? Apa kamu memang bener-benar sudah bosan bekerja disini?" Teriak Aditya menggema.
"Tii.. tidak tuan, maafkan saya.. saya masih ingin bekerja disini tuan."
"Cepat cari tahu sekarang. Dan kamu tidak boleh pulang sebelum kamu menemukan siapa orang di balik ini semua."
"Baik tuan, tapi jangan pecat saya.. saya akan mencari tahu sekarang juga siapa orang yang sudah berani main-main di belakang kita tuan." Lanjut Dimas meyakinkan Aditya supaya ia tidak mendapat amukan dan ancaman pemecatan lagi oleh tuannya itu.
"Tunggu apalagi. Cepat pergi.." Usir Aditya yang melihat Dimas masih diam mematung.
"Siap tuan." Dimas kaget dan ia langsung pergi meninggalkan Aditya di ruangannya.
Sebenarnya Dimas tidak mengetahui isi pengumuman itu karna tidak ada yang memberikan laporannya kepada Dimas, dan Dimas baru mengetahuinya pagi tadi karna Raya yang memberikannya kepadanya. Tapi Dimas tidak mengeceknya terlebih dahulu karna menurutnya itu sudah benar dan untuk mengecekpun sudah tidak ada waktu lagi karna acaran pengumumannya sudah di mulai.
Setelah Dimas keluar dari ruangan tuannya itu, ia langsung menuju ke ruangan CCTV untuk mengetahui siapa orang yang sudah berani dan membuatnya ketar-ketir dan takut di pecat.
Aditya lalu memutuskan untuk segera pulang kerumahnya meninggalkan Dimas yang masih sibuk mencari tahu kebenarannya.
Tak butuh waktu lama akhirnya Aditya telah sampai di rumahnya dan langsung menuju kamarnya, ia melihat Adinda sudah tertidur pulas dan entah kenapa membuat Aditya merasa sangat tenang dan damai melihatnya. Aditya lalu duduk menatap wajah istrinya itu yang cantik dan imut, sesekali ia mendengar gumaman-gumamam kecil yang keluar dari bibir tipisnya yang membuat Aditya merasa lucu melihatnya.
"Dasarr.. Manusiaa dingin... Priaa.. Mesuum.. Tapi, tapi.. Sangat tampan. Ehhh.. Tidak-tidak kamu sangat jelek, jelek sekali. Suamiku sangat jelek mirip bebek hahaha" Gumam Adinda mengigau memaki Aditya sambil tertawa.
"Astaga..lagi tidurpun bisa-bisanya dia memaki ku. Awas saja kamu" Batin Aditya yang mendengar Adinda memaki dirinya dan mengata-ngatainya jelek yang mirip bebek sontak mebuatnya merasa geram.
Sadar dengan tawanya Adinda lalu terbangun dan mengerjapkan matanya, ia melihat sosok Aditya di hadapannya dan menatapnya membuat Adinda lansung mengumpulkan nyawanya lalu duduk dan menyenderkan punggungnya.
"Siapa yang mirip bebek..?" Tanya Aditya langsung.
"Apaan sihh.. gak jelas banget." Jawab Adinda yang merasa bingung denga ucapan suaminya itu.
"Astaga.. barusan kamu memakiku dan mengata-ngatai ku jelek bahkan mirip benek."
"APA. Hahahaha.." Tawa Adinda menggema ia merasa lucu dengan ucapan suaminya dan ia tidak merasa mengucapkan apa yang suaminya katakan.
"Heyy.. dari tadi gue tidur, mana ada orang tidur sambil berbicara. Ada-ada saja.."
"Ada.. yaitu kamu orangnya.. saya gak mau tau kamu harus meminta maaf kepada saya karna kamu sudah memaki saya." Lanjut Aditya yang tidak terima.
"Cihhh.. gak jelas banget. Gue gak salah dan harus minta maaf..? Ishh ogah gue gak mau minta maaf." Ucap Adinda tidak mau kalah.
"Apa kamu bilang..?" Lanjut Aditya geram.
"Apa.? Gue gak takut." Jawab enteng Adinda.
"Berani juga kamu.. jelas-jelas kamu yang salah, oke kamu harus menerima hukumannya." Ucap Aditya.
Adinda yang melihat suaminya itu menghampiri dirinya ia merasa takut Aditya akan berbuat macam-macam, lantas ia langsung menutupi seluluh tubuhnya dengan selibut tebal dan menggenggamnya erat. Aditya yang melihat tingkah istrinya itu ia merasa lucu dan diam-diam ia masuk ke dalam semut itu dan memeluk Adinda erat membuat Adinda terperangah kaget.
"Heyy apa-apaan kamu ini.. Apa yang ingin kamu lakukan, cepat pergi..." Kata Adinda sambil mendorong-dorong tubuh suaminya itu.
"Coba saja lepaskan kalo kamu bisa..!" Sahut Aditya.
Dengan sekuat tenaga Adinda lalu mendorong tubuh Aditya supaya menjauh darinya. Dan tiba-tiba..
"Awww..." Mereka terjatuh bersama dan berguling di lantai membuat mereka terkunci oleh balutan selibut tebal.
Like Coment dan Vote..