NovelToon NovelToon
TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:100.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_va

Nara menjalin hubungan asmara dengan Dewa sejak duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian Nara dilamar sang kekasih. Tetapi, di hari pernikahan, Nara menikah dengan orang lain yaitu Rama.

Rama adalah tunangan sepupunya yang bernama Gita.

Hidup memang sebercanda itu. Dewa dan Gita diam-diam menjalin hubungan di belakang Nara. Hubungan itu hingga membuahkan kehidupan di rahim Gita.

Demi ayahnya, Nara menerima Rama. Menjadi istri dari lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap.



Simak cerita selengkapnya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_va, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Rama menaruh helm di kursi meja makan. Berjalan mendekati istrinya yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi. Ditariknya tubuh Nara ke dalam pelukan.

"Maaf." Bisiknya di atas kepala Nara.

"Aku dikuasai cemburu. Tidak seharusnya mencurigai mu."

Nara menghela napas. Sempat kecewa karena melihat keraguan di wajah Rama. Suaminya itu selain manis kayak permen, juga seperti api yang mudah tersulut.

"Bau debu, Mas." Nara mendorong tubuh suaminya pelan. Tidak menanggapi permintaan maaf sang suami.

"Bikin mual."

"Oh, maaf." Rama mengurai pelukan.

Nara keluar dari pelukan suaminya mengambil teh celup dan cangkir. Nara bersendawa dua kali, tetapi rasa mual masih ada.

"Kita makan di luar, bagaimana?" tanya Rama yang sudah tidak memakai jaket.

"Males ...." Nara menyahut cuek. Menekan tombol di dispenser. Mengisi air panas di cangkir.

"Mas Rama mandi deh."

"Iya, ini juga mau mandi." Rama mengambil handuk di tempat jemuran.

"Atau mau jalan jalan ke mana gitu? Mall, toko buku, nonton." Masih berusaha membujuk istrinya yang terlihat sebal.

Nara menggeleng. Membawa cangkir ke ruang depan. Tampak motor suaminya terparkir tepat di depan pintu. Bahkan kunci motor belum dicabut. Motor itu produk lama, belum memakai sistem keyless.

"Ceroboh," omel Nara, mendorong motor ke depan jendela. Lalu mencabut kunci motor.

"Mbak Nara, sini!" Tika memanggil Nara seraya melambaikan tangannya.

"Ngumpul sini!"

Nara melihat tetangga lain seperti Bu Nur dan Emi. Bu Nur berusia lima puluh tahunan, tinggal berdua dengan suaminya yang bekerja sebagai staf TU di sekolah. Emi usia tiga puluhan, punya suami dan dua anak.

Nara mengantongi kunci motor. Kedua kakinya memakai sandal Rama yang kebesaran. Berjalan pelan menuju rumah kontrakan Tika.

Ngomong-ngomong soal Rena, Nara sudah tidak pernah melihat perempuan itu selama seminggu. Rumah kontrakannya tertutup terus. Karena penasaran, Nara pun bertanya.

"Katanya mau nikah di kampung halamannya, Mbak Nara. Katanya Rena sendiri. Waktu aku jemur sepatu di depan rumah, dia nunggu taksi bawa koper besar," jelas Emi panjang lebar. "Aku tanyain deh."

"Oh, gitu." Nara menyeruput tehnya yang masih agak panas.

"Agak lega ya, Mbak Nara. Si Rena dari dulu naksir Mas Rama. Tapi bertepuk sebelah tangan," kata Bu Nur.

"Udah jadi rahasia umum dia ngejar-ngejar Mas Rama," imbuh Tika.

"Ayo, dimakan gehu nya."

"Kenapa disebut gehu, Mbak? Ada yang nyebut tahu isi juga...." Nara mengambil satu tahu.

"Ada toge di dalam tahu. Kalau tahu isi sama aja sih, ketambahan kol dan wortel," seloroh Tika.

"Tahu isi pokoknya," timpal Emi.

"Mbak Nara, dicari suami tuh."

Nara melihat Rama yang berdiri di ambang pintu. Nara cuek saja, duduk agak menyamping. Meneruskan obrolan ringan dibumbui gosip. Fase menjadi ibu-ibu yang suka nongkrong di rumah tetangga.

Rama masuk ke dalam rumah. Duduk sendirian di sofa, menonton siaran berita tentang perang dunia. Sesekali menoleh ke belakang, melihat dari kaca jendela. Tampak Nara tertawa. Ia menarik napas panjang, sepertinya tidak mudah mendapatkan maaf dari istrinya.

Menunggu istrinya yang ngobrol di rumah tetangga, Rama mengecek nomor ponsel yang mengirim foto. Sepertinya nomor baru karena saat dilacak lewat aplikasi tidak ada kontak yang menyimpan nomor tersebut.

...****************...

"Des, Desi! Di mana sikat gigiku!?" Bianca yang berada di dalam kamar berteriak keras.

Terdengar suara bayi yang menangis karena kaget. Bianca pun keluar dari kamar mandi. Memarahi pengasuh yang bernama Ria.

"Maaf, Nyonya. Non Nindy terkejut karena suara Nyonya ...."

"Harusnya....."

"Ada apa ini?" Sekar memasuki kamar, di belakangnya ada Desi.

"Aku cari sikat gigi." Bianca mendelik ke arah Desi.

 "Kamu buang? Kalau dibuang diganti yang baru dong."

"Sa... saya nggak buang sikat gigi, Nyonya," sanggah Desi.

Sekar pun menyuruh Desi mengambil sikat gigi baru di tempat penyimpanan. Desi bergegas keluar kamar.

"Hal sepele nggak perlu marah-marah. Kamu hanya kehilangan sikat gigi," ucap Sekar.

"Kamu seorang ibu, kasihan Nindy yang terganggu."

"Spontan, Ma...." Bianca mendecak pelan.

Sekar menghela napas pendek. Memandangi Nindy yang ditimang pengasuh.

"Bagaimana asi mu, sudah lancar?" tanya Sekar.

"Belum lancar, Ma. Makanya sambung susu formula," jawab Bianca bersamaan dengan Desi yang memberikan sikat gigi.

Sekar kembali menghela napas. Tidak ingin menyalahkan atau menghakimi. Memang ada beberapa perempuan yang asinya tidak lancar karena berbagai faktor.

"Aku mau mandi dulu," ucap Bianca, masuk ke kamar mandi.

"Apa kamu membuang sikat gigi, Des?" Sekar ikutan bertanya.

"Atau mungkin terjatuh saat kamu bersih-bersih?"

"Saya nggak buang, Nyonya. Kemungkinan terjatuh, nanti saya cari-cari dulu," sahut Desi.

"Benar katamu. Mungkin terjatuh." Sekar berlalu dari kamar. Bibirnya menyungging senyum tipis. Sikat gigi itu tidak jatuh melainkan diambil.

Bianca yang di dalam kamar mandi. Tidak langsung mandi, duduk di pinggiran bathtub. Menghubungi Karina.

"Halo, Ma. Bagaimana-?"

"Bia stop ngurusi Rama. Fokus pada tujuanmu yang ingin menghancurkan kebahagian keluarga Restu. Kalau kamu ketahuan sekarang mata-matai Rama, kamu akan gagal."sela Karina.

"Aku ingin Rama cerai dari istrinya itu."

"Oh, mama mohon, Bianca. Kamu bisa melakukan itu setelah menyingkirkan orang-orang yang telah membuatmu menderita. Jangan gegabah karena obsesi."

Bianca mendengus. Dia tahu mengenai hubungan yang melingkari Nara, Rama, Dewa, dan Gita. Ia ingin mencari celah menghancurkan kebahagian Rama. Tidak rela dimiliki oleh perempuan lain.

"Bianca, ingat tujuan awalmu. Ingat itu! Mama telah memerintah orang suruhanmu segera pergi sebelum ketauan!"

"Jangan marah marah. Daa.. aku tutup." Bianca mengacak rambutnya. Dia tertarik karena setiap hari bertemu Rama. Radit juga tampan, tapi Rama lebih memesona.

...****************...

Nara berjalan pulang ke rumah kontrakannya. Saat masuk, ia melihat suaminya tertidur di sofa dengan posisi duduk bersandar. Merasa kasihan sekaligus sebal, Nara membiarkan Rama di ruang tamu.

Cangkir dan kunci motor diletakkan di meja makan. Nara duduk sendirian di dapur. Memikirkan kehidupan rumah tangga yang tidak mudah.

"Masih marah?"

Nara tidak menoleh, tetapi beranjak dari kursi. Boleh, kan, sesekali merajuk? Bilang tidak marah, tetapi wajah manyun dan memilih mencuci cangkir bekas teh.

Rama menarik napas, bingung juga menghadapi istrinya yang ngambek untuk pertama kalinya.

Nara melewati Rama setelah mencuci cangkir. Duduk di sofa, tangan kanannya memegang remot mengganti siaran berita ke acara musik. Berpindah lagi ke sinetron. Dia pikir, suaminya akan menyusul duduk di sebelahnya. Ternyata dugaannya meleset.

Si suami lewat membawa kunci motor. Nara melirik pun tidak. Rama mengendarai motor entah pergi kemana.

Nara membuang napas kasar. Televisi itu pun padam, remot ditaruh di tempat semula.

Lima menit kemudian, suaminya pulang. Sekalian memasukkan motor karena hari mulai gelap dan ingin istirahat. Membawa kantong plastik berisi wedang ronde.

Nara menyalakan lampu teras, lantas duduk lagi. Merasa dicueki Rama yang langsung ke dapur setelah menutup dan mengunci pintu. Nara pun pindah tiduran di kasur, tidur miring menghadap dinding.

"Sudah maem?" tanya Rama.

"Belum."

"Mau makan apa?"

"Nggak lapar."

"Masih ngambek?"

"Enggak tahu

"Setidaknya udah mau bicara." Rama terkekeh.

*

*

*

*

*

*

Selamat berbuka puasa.

Up dikit dulu sembari nunggu tarawih. Jangan lupa pada tarawih 🙏🥰

1
Komsiyah Komsiyah
Rama kok berubah ubah namanya jadi Panji
Shiro Oni Weapon Master
baru mampir
Teh Yen
aku udh otw Thor 😁 seru critanya
Teh Yen
trim kasih othor 🙏🤗 sukses.trus ke depannya yah
Teh Yen
yaah udh tamat aj itu anknya Radit blom brojol.thor.cwok.apa.cewek.tuh hehe 😁
Teh Yen
Alhamdulillah Nina udh Hamil.yah
Teh Yen
c Gita mah engg ada kapoknya masa iya satpam apartemen jg d embat yah astagfirullah
Teh Yen
itu pasti.c Gita wah mukanya.hancur.dong eng cantik lagi kena pecahan kaca mobil yah iih ngeri
Teh Yen
sabar yah Nina baru jg nikah berpa.minggu hehe usah aj terus Nina
Teh Yen
lah.mobilnya d curi orang git ,, padahal itu harta terakhir kamu yg paling mewah yah sayang sekali 🥺
Teh Yen
Nina biasa kerja keras skrng jd istri seorang.ceo malah bingung kagak ngapa"in yah Nina 🤭
Teh Yen
haha engg pa pa mas Rama biar membulat bersama kan adil 🤭🤭
Uthie
Baca sedikit cerita nya aja pasti gak kalah bagus dehhh sama yg sekarang sy baca 👍👍👍😘😘😘😘🤩
Uthie: 😘😘😘😘😘😘
total 2 replies
Uthie
Terimakasih atas karyanya yg senang banget bacanya 👍👍👍🤩🤩🤩

Aslii lohhhh.. ini sedari awal mampir langsung maraton dan gak pindah ke lain hati dulu, sampai pada akhir cerita ini 👍👍👍🤩🤩🤩🤩🤩🤗🤗
Tri Wahyuni: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Uthie
Yaaa....udahan 🤩🤩🤩🤩
Uthie
senang nya 👍👍👍
Uthie
nyebelin cowok banci macam si Andre yg adem ayem sama selingkuhan nya dan gak inget sama anak yg dulu dia buat pada mendiang istrinya 😡😡
Uthie
sukkkkaaa BANGETTT 👍👍👍
Uthie
😂😂😂😂😂😂😂
Uthie
dasar mulut lemes 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!