Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.
Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.
Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.
.
.
.
.
terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 1
Hujan deras di pagi hari yang mengguyur ibu kota kerajaan Vicittori, tidak menghalangi perempuan itu untuk pergi. Dengan ditemani seorang pelayan wanita beserta seorang supir, mobil perempuan itu melaju meninggalkan daerah aman di kota Vincent menuju sebuah daerah yang menjadi tempat tinggalnya para jiwa-jiwa yang tersesat.
Dengan kecepatan rata-rata mobil itu masuk kedalam jalan sempit yang diapit oleh bangunan-bangunan kusam yang berjejeran. Bangunan-bangunan tingkat itu terlihat sangat mengenaskan, seperti sebuah menara yang telah ditinggalkan sejak zaman Pertengahan, dan terlihat begitu menyeramkan, di tengah-tengah hujan di pagi hari itu.
Tempat ini akan terlihat sepi, tak ada satupun toko ataupun kedai yang buka di jam-jam pagi seperti ini bahkan di tengah derasnya hujan. Tempat suram ini hanya terlihat hidup pada malam hari. Dan tak bisa dipungkiri, bahwa daerah ini sangat jauh berbeda dari suasana ramai penuh hiruk-pikuk di ibu kota, ataupun suasana teduh kehijauan yang menyegarkan mata di desa.
Tempat ini sebenarnya sungguh tak layak untuk seorang putri bangsawan seperti perempuan itu.
Tapi, akhir-akhir ini perempuan itu mulai tak peduli dengan apa yang dipikirkan masyarakat bangsawan kota tentangnya.
Anehnya, walaupun reputasinya semakin terlihat buruk bagi banyak orang, tapi hal itu malah membuat Arabella Winston menjadi lebih bebas, dan membuatnya menjadi lebih fokus dalam melakukan sesuatu hal yang menurutnya paling penting.
Seperti mencoba untuk membantu membebaskan anak-anak tak berdosa dari dunia yang kejam ini.
Dengan membawa beberapa karung yang berisi makanan-makanan dan juga beberapa kota yang berisi barang-barang yang akan Bella sumbangkan untuk anak-anak yatim piatu yang tinggal di bangunan paling ujung yang terdapat di daerah tersebut.
Walaupun ia telah sering mengunjungi tempat kelam ini, tetap saja ia selalu merasa prihatin dengan keadaan penduduk yang tinggal di daerah ini. Terlihat sekali jika aura kelam penuh keputusasaan telah menyelimuti seluruh tempat di daerah ini.
Aura yang selalu membuat buluk kuduk Bella meremang, dan merasakan perasaan dingin yang terdapat di daerah ini. Apalagi di pagi itu hawa dingin dari hujan juga membuatnya menjadi semakin merasa tubuhnya mengigil. Dan membuat Bella semakin merekatkan mantel panjang yang ia pakai.
Terkadang Bella berpikir, mungkin sebaiknya ia tak perlu untuk berada di kawasan ini. Tapi, semua itu langsung Bella tepis. Karena dia juga mengetahui bagaimana rasanya ditinggal sendiri, tanpa ada seorang pun yang memperhatikan atau mempedulikanmu lagi.
Walaupun begitu, Bella tetap bersyukur karena memiliki ayah yang menyanyanginya, lalu sebuah rumah yang nyaman, dengan makanan dan minuman yang selalu tersaji, dan semua kebutuhan hidup yang selalu terpenuhi.
Apalagi sejak kecil ibunya selalu mengajari dan mendidiknya menjadi seseorang yang harus selalu peduli dengan orang lain yang membutuhkan dan tak beruntung.
Lagipula jauh di lubuk hatinya yang terdalam Bella selalu menyadari bahwa tak pernah ada satupun orang yang peduli dengan semua penduduk di daerah ini, apalagi menginjakkan kaki di daerah ini hanya untuk berbagi sedikit rasa kasih sayang dengan orang-orang di daerah ini.
Jadi, Bella menganggap bahwa dirinya yang merupakan satu-satunya putri dari seorang Earl kaya raya dan memiliki nama besar, sudah seharusnya untuk membantu mereka yang kesulitan di daerah ini.
Lagipula dia juga tidak ingin dianggap dengan orang-orang bermuka dua yang akhir-akhir ini membicarakannya dan membencinya. Apalagi sejak penolakan terakhirnya terhadap lamaran Tuan Brandon Launster yang dianggap sebagai lamaran yang romantis bagi kebanyakan gadis dari kalangan bangsawan kecuali dirinya.
Mengingat kejadian lamaran hari itu, membuat Bella merasa kesal sendiri. Dia benar-benar muak dengan sikap angkuh dari laki-laki bangsawan itu.
Saat sampai akhirnya mobil mereka telah sampai pada sebuah daerah yang menjadi sebuah tempat terbangunnya sebuah bangunan tua yang menjadi satu-satunya tempat tinggal bagi para anak yatim piatu.
Daerah yang sering disebut dengan nama Exile Land atau tanah pengasingan, adalah sebuah daerah dimana sebuah keburukkan dan kebajikan jiwa manusia berperang, yang pada akhirnya akan menentukan takdir dari jiwa tersebut.
Walaupun kebanyakan dari jiwa itu akhirnya terjerumus pada lubang penuh kesesatan. Tapi, setidaknya tetap masih ada beberapa tempat suci untuk beribadah di daerah tersebut.
Di sepanjang sisi jalan di daerah ini terdapat beberapa klub malam yang berjejeran dan dibatasi oleh lorong-lorong gelap, sebuah tempat yang biasanya menjadi tempat persembunyian para penjahat dalam melakukan tindakan kriminal di daerah ini.
Bahkan sering terjadi kasus pembunuhan di lorong-lorong gelap tersebut. Yang memang sudah tak dipedulikan kembali oleh para penegak hukum di Kerajaan ini.
Karena memang sebelumnya para penduduk disekitar sini, tak pernah ada yang peduli dan ingin bekerja sama dengan para polisi kerajaan yang datang untuk menyelesaikan semua kasus pembunuhan yang berakhir sia-sia. Sehingga para Penegak hukum memilih untuk tak peduli dengan yang terjadi di daerah ini.
"Jadi sebenarnya apa yang sedang kita lakukan di tempat ini, Nona?" tanya pelayan wanita Bella yang bernama Katherine atau Kate, kepada Nona mudanya tersebut.
"Coba kau lihat ke luar jendela, Kate. Anak-anak itulah alasan kita berada disini." kata Bella sambil membuka kaca jendela mobilnya dan lalu melambaikan tangannya kepada anak-anak yang mengintip kebawah dari salah satu balkon di sebuah bangunan panti asuhan yang telah terlihat tua.
Wajah anak-anak yang dipenuhi dengan raut kegembira yang menyambut kedatangannya dan membalas lambaian tangannya, membuat perasaan Bella menjadi menghangat. Seperti aura yang juga menguar dari bangunan tersebut yang selalu dipenuhi dengan kehangatan dan harapan dari anak-anak tersebut.
"Mungkin anda benar, Nona." gumam Katherine yang ikut merasakan perasaan hangat dari semua perilaku yang dilakukan oleh wajah-wajah kecil tersebut.
"Jangan khawatir Kate. Lagipula kita tidak akan lama berada di sini. Paling beberapa jam, sambil menunggu matahari kembali bersinar. " Kata Bella sambil memberikan senyuman hangat kepada pelayanannya itu, yang dijawab oleh sebuah anggukan kepala dari pelayannya tersebut.
"Wilson, bisakah kau membantu orang-orang tersebut menurunkan semua kotak dan karung yang berada di bagasi?" tanya Bella kepada supirnya tersebut saat membukakan pintu mobil untuknya dan memayungi tubuhnya sampai berada di teras bangunan panti asuhan tersebut.
"Baik, Nona." jawab Wilson, kemudian berlari kearah belakang mobil dan ikut membantu beberapa orang yang merupakan para pekerja di panti asuhan tersebut, menurunkan semua barang-barang yang ingin nona mudanya sumbangkan.
"Nona Winston! Nona Winston!" pekik seseorang memanggilnya, saat Bella masih berada di teras panti asuhan tersebut dengan payung di atasnya.
.
.
.
.
..... aku dapat cerita ini dari toktok😍😍