Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby³⁰
Selang beberapa menit, Serafina keluar mengenakan pakaian casual wanita. Pakaian apapun yang ia kenakan selalu cocok untuknya, maka dari itu ia tidak pernah memilih pakaian untuk kemanapun. Alexander menatap tajam gadis itu. 'Sial! dia tetap saja cantik!'
Serafina berdiri tak jauh dari pria itu kemudian ia menatap kearah lain, karena saat ini ia masih merasa kesal dengan perkataan Alexander. Pria itu berdiri dan mendekatinya dengan langkah yang dominan.
Kini ia berdiri menjulang tinggi dihadapan sang istri, dengan gerakan kasar ia menarik dagu Serafina. "Malam ini, kita akan ke pesta para orang orang penting, aku harap kau tidak mempermalukan aku dengan sikap kampung mu itu" tegas Alexander menatap kedalam mata istrinya.
Serafina menepis kasar tangan Alexander, membuat pria itu semakin marah dan kembali mencengkram dagu Serafina. Kali ini cengkraman nya semakin kuat, membuat gadis itu sedikit meringis menahan sakit.
"Dengar....aku tidak akan mentolerir ketidakpatuhan" ucapnya sedikit lebih rendah.
'sipaling penting!' geram Serafina dalam hatinya.
Alexander melepaskan cengkraman nya dan berjalan mendahului Serafina meninggalkan gadis itu yang masih berdiri disana. Dengan segera Serafina mengikuti langkah kaki Alexander. Mereka berjalan berdampingan saat menuruni tangga akan tetapi Serafina yang merasakan hal tak nyaman memilih untuk sedikit melambatkan langkah kakinya agar Alexander berjalan lebih dulu.
melihat Serafina mundur kebelakang, Alexander lantas menahan rasa kesalnya dan menarik pinggang istrinya agar dekat dengannya. Serafina tentu saja terkejut namun ia tidak bisa menolak sebab dalam perjanjian sudah disetujui kedua belah pihak. "Istriku....mengapa kau menjauh?" ucap Alexander sengaja sedikit keras agar para pelayan mendengar nya. "Aku hanya ingin dibelakang" jawab Serafina menundukkan kepalanya karena malu.
"sepertinya mereka sudah berbaikkan..." bisik pelayan pada temannya yang sangat terobsesi pada Alexander itu. Lantas, temannya itu mengepalkan tangannya. "Sabar....bentar lagi, sebentar lagi aku akan membuat wanita murahan itu ditendang dari mension"
Mobil hitam mewah sudah menunggu mereka didepan mension. Agar terlihat lebih romantis, Alexander membukakan pintu untuk istrinya dan memegang pinggang ramping itu dengan lembut benar-benar membuat Serafina muak dan ingin segera menyingkir dari kehidupan pria monster ini.
setelah Serafina sudah masuk Alexander menyusulnya dan ikut duduk disampingnya. Supir pribadi menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gasnya, membawa mobil mewah tersebut keluar dari pekarangan mension dan menuju tempat yang akan dituju.
dalam perjalanan, hanya ada keheningan. Suasana didalam mobil tampak membosankan bagi gadis itu. Serafina membuang mukanya menatap jendela mobil mengamati pinggir jalan yang dipenuhi orang-orang yang sedang bermain, tertawa bersama, bahkan belanja jajan kaki lima. Serafina ingin merasakan hal yang sama juga, berjalan dan membeli semua jajan kaki lima yang ada disana.
Namun, ia harus mengubur semua keinginannya itu untuk saat ini. Nanti saat ia sudah terbebas dari Alexander, ia akan pergi sejauh mungkin dari orang - orang ini. ia akan tinggal di kehidupan yang lebih baik, mendapatkan pekerjaan, dan juga tempat tinggal yang nyaman.
Alexander diam-diam mencuri pandang kearah Serafina yang sedang mengamati jalan. Pria itu menatap mata Serafina dengan intens.
Alexander penasaran dengan isi pikiran Serafina. "tuan, sebentar lagi kita akan sampai, apakah anda tidak ingin membeli sesuatu?" Alexander menggelengkan kepalanya "lanjutkan saja perjalanan nya"
5 menit kemudian.
Mobil mewah berhenti didepan gedung tinggi yang dipenuhi oleh wartawan dan paparazi. Saat mobil Alexander tiba, sontak mereka langsung heboh. Kamera seketika menyorot kearah mereka dan para karyawan berebutan ingin menghampiri Alexander.
Sebelum keluar dari mobil, Alexander mendekati telinga istrinya dan membisikkan sesuatu. Serafina hanya memasang wajah datar ketika lagi lagi mendapatkan ancaman oleh pria itu. Seperkian detik, wajah Alexander berubah, sorot matanya menjadi lembut, dan ada sedikit senyuman. "ayo kita turun, istriku"
'gila! benar-benar menyeramkan! bagaimana bisa orang-orang sepertinya berwajah dua seperti itu!' batin Serafina benar benar tak habis pikir. Alexander keluar dari dalam mobil langsung menggandeng tangan istrinya berjalan diatas red karpet.
pengawal Alexander sepertinya memang sudah disiapkan dari awal. para pengawal itu kini bergandengan tangan untuk menahan para paparazi dan wartawan yang berebutan ingin menghampiri Alexander. Serafina hanya mampu tersenyum dan menatap kedepan, hingga kini mereka berhasil memasuki pesta tersebut. orang-orang kalangan elit menatap kearah mereka, terutama Serafina. Gadis itu banyak mendapatkan tatapan hina dari para wanita kelas atas.
Wanita-wanita berpakaian seksi dan menerawang itu menilai penampilan Serafina yang terlalu sopan dan tidak menarik. Alexander berhadapan dengan istrinya. "Istriku, kau pergilah kesana dan tunggu aku disana" ucap Alexander dan hanya dibalas anggukan oleh gadis itu.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang