NovelToon NovelToon
Anak Kembar COE Terpisah

Anak Kembar COE Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Seraphina Gunawan atau yang sering di sebut Sera, menikahi CEO Ashford Sync yang dingin dan tanpa perasaan serta hanya mencintai, cinta pertamanya Celesta.

Selama tiga tahun Sera hanya menanggung rasa sakit karena hanya menjadi pengganti dalam hidup sang CEO dan melihat pria itu telah bertemu kembali dengan cinta pertamanya. Namun, ketika dia ingin meninggalkan kehidupan nya yang menyakitkan tiba-tiba dia mengandung anak CEO.

Bagaimana kelanjutan cerita nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leo & Louis

Selepas dua jam Sera terlelap di ranjang inap setelah di pindahkan oleh para perawat dari ruangan bersalin sebab tidak keluarga yang pastinya akan membantu disana.

Sera baru terjaga setelah empat jam tertidur sebab kelelahan. Dia melihat pemadangan di balik jendela menampak kota yang tenang dengan beberapa persawahan yang menghijaukan kota terpencil itu.

Dia kemudian melihat kearah infusnya yang masih berisi setengah, namun yang kini dia khawatirkan adalah salah satu putranya yang kata nya memiliki masalah pernafasan dan harus tinggal di inkubator untuk sementara.

Tidak berselang lama, terlihat seorang perawat memasuki ruangan itu dengan mengendong seorang bayi laki-laki yang sudah di mandikan oleh bidan Sari yang tentu saja di bantu para perawat.

"Ibu Sera, kami membawa adek bayi nya kesini, dia sudah harus nih, bu," ujar perawat itu dengan ramah, kemudian meletakkan bayi itu di pakuan Sera yang telah siap dengan tangannya.

Sera nampak tersenyum simpul melihat bayinya yang kini telah lahir, dia sangat senang sekarang dia memiliki keluarga yang akan menemaninya dan akan saling mengasihi, mencintai serta menyayangi nantinya.

Namun, wajahnya nampak muram ketika akan memberikan asi pada anak bungsu nya yang tentunya akan lahir lebih dahulu ini.

Perawat itu menyadari sesuatu, dan langsung ingin mengalihkan perhatian Sera, "Ibu, apa ibu sudah memikirkan nama kedua adik bayi ini?" tanya perawat itu.

Sera melirik pada perawat itu, seolah mengatakan, 'Oh ya... Aku hampir lupa,' lalu Sera kembali menolah pada putranya itu.

"Aku akan memberikan nama nya Louis Gabriel, dan kakaknya Leo Ethan," ujar Sera mencoba mencium hidung putranya yang nampak mungil itu.

Perawat itu menepuk tangannya, 'Bagus sekali bu namanya, saya segera membuat gelang nama pasien untuk mereka,'

Perawat itu, kemudian meninggalkan ruangan untuk menulis nama bayi yang baru lahir itu, membiarkan Sera dan Louis bersama di dalam ruangan untuk sementara waktu. Sera menggendong Louis dengan hati-hati, menyesuaikan posisinya agar si kecil nyaman. Dia melamun sembari melihat wajah putranya yang tertidur dengan damai.

*

Beberapa minggu kemudian, inilah yang selalu di pikirkan dan renungkan dan tak sempat tidur, sebab putra sulung belum mengalami perubahan juga masih terus di inkubator dan di pantau secara berkala.

Sedangkan keuangan Sera semakin menipis sebab di awal persalinan pun dia harus menjaga Leo dengan ekstra karena perkembangan Leo yang sama dengan Louis dan sekarang Leo berada di inkubator, di tambah lagi kebutuhan Louis yang ternyata banyak.

Sera bukan tak sayang pada putra sulungnya itu, bahkan Sera medambakan anak itu sejak lama. Tapi, tak ada pilihan lain selain menyerahkan pada orang yang lebih mampu darinya.

Sera nampak menyentuh kaca yang menjadi batas antara dirinya dan juga putranya itu. Dia berlinang air mata hingga pipi terasa basah, Sera berbalik menatap kearah putranya yang lain Louis yang bergerak gelisah, mungkin karena menyadari perasaan ibunya.

"Maafkan mama sayang, kamu harus tinggal dengan papa. Tapi, tenang setelah mama bisa mengumpulkan uang, mama akan membawa kamu kepelukan mama bersama adik mu, Louis. Mama tidak akan membiarkan mu tinggal dengan ibu tiri," ujar Sera seraya mengelap air matanya.

Sera masih terbayang akan perkataan dokter yang mengatakan meskipun Leo bisa keluar dari krisis, putranya itu mungkin akan mengalami beberapa masalah pernafasan.

Sera perlahan mengambil ponselnya yang berada tasnya, dan mulai membuka layar ponselnya. Kemudian mencari nomor seseorang di aplikasi chatnya.

Bibi Yuni, orang yang paling berani dia hubungi saat ini, Sera mulai mengchat, "Bibi, tolong pergi rumah sakit Budi Pratama,"

Selepas mengchat Bibi Yuni, Sera menjatuhkan ponselnya tepat di lantai rumah sakit itu. Kemudian, kembali menyentuh kaca transparan itu, dengan isak tangis yang pelan seperti tadi.

"Maafkan Mama, Leo, maaf. Semoga kamu tidak marah pada mama," gumam Sera meninggalkan tempat itu dengan terburu-buru, dia yakin Dominic akan segera mencari mereka yang mungkin penuh dengan amarah.

Di sisi lain, Bibi Yuni yang sedang sibuk membersihkan rumah Ashford dengan kemocengnya, menelusuri sela-sela yang sempit di atas nakas-nakas yang mungkin harga cukup fantastis itu.

Tiba-tiba Bibi Yuni merasakan ponselnya memberikan notifikasi. Awalnya Bibi Yuni tidak perduli dan ingin melanjutkan perkerjaannya. Namun, makin lama, dia makin peasaran. Hingga memutuskan untuk berhenti sebentar dan mengecek ponselnya.

Selepas melihat ponselnya Bibi Yuni terkejut dengan pesan di notifikasi itu, dia belum merespon apapun. Namun, tubuh sudah bergerak cepat menuju ke ruang tamu.

"Nyonyaaa! Tuannn!" teriaknya menuju kearah ruang tamu.

Terlihat dua orang yang sedang mengobrol itu sontak menoleh pada Bibi Yuni yang nampak panik nampak jelas dari kening yang berkerut dalam.

"Ada apa Bi?" tanya Margaret mencoba merapikan posisi duduk nya menyilang itu.

"Itu, Nya... Gimana ya ngomongnya? Anu... Nyonya Sera," ujar Bibi Yuni tidak dapat menjelaskannya dengan pasti dan memberikan ponselnya pada Margaret langsung.

Margaret mengambil ponsel itu dengan kening yang bekerut sebab penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Bibi Yuni.

Bibi Yuni nampak memilin tangannya, merasa tidak enak hati sebab gugup seperti tadi. Margaret menoleh pada chat yang ada di ponsel Bibi Yuni.

Margaret membulatkan matanya, dan langsung mengetik tanpa aba-aba, 'Dimana kamu Sera?'. Namun, rasanya Margaret belum puas dan langsung menelpon nomor itu, tetapi setelah beberapa kali menelpon tetap tidak ada jawaban.

Nyonya tua itu kesal dan bersiap memberikan kembali ponsel itu pada pemiliknya. Hingga tiba-tiba ada suara orang di seberang yang berbicara, yang menandakan akhirnya telpon itu tersambung.

"Halo," sapa seseorang di seberang.

"Kamu dimana Sera?" tanya Margaret dengan nada amarah.

"Maaf, ibu ni bukan dengan ibu Sera. Saya perawat Ana, Ibu Sera sepertinya menjatuhkan ponselnya, saya menunggu belau kembali untuk mengembalikan nya, tapi ponselnya terus berdering jadi saya inisatif mengangkat takut itu dari ibu Sera yang mencari ponselnya,"

"Sera di rumah sakit, kenapa? Bayinya bagaimana? Apakah bayinya sudah lahir?" tanya Margaret nampak khawatir,

"Benar bu, bayi sudah lahir, tapi salah satu masih dalam pemantuan intensif di inkubator," jelas perawat Ana singkat.

Margaret langsung menoleh pada putra dengan tatapan nyalang dan rahang nampak mengeras, ingin melempar putranya itu dengan vas bunga yang ada di depannya itu.

Namun, Dominic yang tidak tau apa-apa hanya menatap ibunya dengan wajah yang khawatir pula sebab ingin mengetahui keadaan Sera secepatnya.

Tetapi, ibunya nampak tidak mengizinkan nya dan meminta menjauh darinya yang mengobrol dengan perawat di telpon itu.

"Ibu Sera sangat terpukul, bahkan saya lihat kantung matanya membesar. Mungkin kurang tidur bu, padahal Ibu Sera baru lahiran tidak boleh stres. Di tambah lagi, saat Bu Sera kesini, dia hanya sendiri,"

1
Kas Mi
🙏thor msih bnyk thipo..ngetik.y jng terburu2 biar hsil.y bgus🥰
Rere Lumiere: Oke makasih
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Rere Lumiere: Tunggu ya 👍
total 1 replies
Greenindya
aku kira Dominic bakalan langsung beli tuh RS pas ga dikasih info
Kas Mi
semangat berkarya
Kas Mi: masama thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!