Hwang zin bukanlah orang dari era ini,dia lahir di tahun 2028 dan berusia 30 tahun,dia yatim piatu,Dia bekerja keras selama hidupnya.
Dia menjadi koki , petugas pengangkutan barang, bartender,pelayan restoran dan lainnya,dia hidup dengan menghemat banyak uang saat tabungannya mencapai 100 juta dalam 15 tahun hidupnya.
Hwang zin membeli bangunan toko kecil yang lengkap penuh dengan barang-barang grosir dari barang orang tua hingga anak-anak dan makan pokok dan sejenisnya.
dia akan mulai berbisnis tapi siapa kira saat dia dalam perjalan pulang justru mobilnya tertabrak truk dan bangun disini .....bukannya mati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Air Dingin
Ke esoknya Harinya Hwang zin bangun pukul 5 pagi dan akan buka tepat pukul 6.saat orang-orang mulai bangun biasanya bibi-bibi,paman yg akan membeli tahu dan bakwan sayur untuk dimakan dirumah.
Dia sudah menggoreng bakwan sayur, dengan rasa yg lebih ringan dan renyah,lalu membuat tahu pedas, sekarang musim panas orang-orang sangat menyukai air dingin miliknya.
Hwang zin menaruh makan-makan itu kotak kayu kusus yg dia buat sendiri yg memiliki tutup kedap udara,untuk menjaga kerenyahan bakwan sayur nya.
Total dia membuat 4 kotak kayu yg ditata dimeja nya,1 kotak berisi bakwan sayur,1 kotak untuk pai telur dan 1 kotak untuk tahu pedas dan Tahu biasa.
Sedangkan air dingin dia memakai guci arak besar yg dia masukan pada kotak kayu yg sudah dilubangi diatasnya.
Kotak kayu itu setinggi satu meter yg berisi es batu dibalam kotak,dia cukup menaruh guci keramik itu didalamnya dan menutupnya.
Hwang zin jga membuat satu meja panjang dan kursi panjang yg hanya bisa menampung 4 orang didepan tenda kedainya.
Pukul 6.kedai buka.
Beberapa menit kemudian bibi-bibi mulai berdatangan dengan wadah-wadah ditangan mereka.
"Bos kecil aku ingin tahu 6 sen..."bibi berpakaian hijau muda dengan badan sedikit gemuk tersenyum lebar pada Hwang zin.
dia menaruh kotak kayu diatas meja kasir, wanita satunya juga menaruh kotak yg sama,begitu pula dengan wanita tua.
"Aku juga ingin tahu 4 sen dan 1 mangkuk tahu pedas ,aku ingin membawanya untuk putra ku...."ikut bibi muda dengan gaun kuning, wajahnya nampak agak kurus dengan tersenyum kecil.
Dia membiarkan mereka memesan lebih dulu.
" Zin.an aku ingin Tahu 8 sen saja..."wanita yg paling tua dengan wajah berkeriput, melihatnya dengan wajah berbinar-binar.
"Baiklah tunggu sebentar, duduklah jangan lelah...."Ucap Hwang zin dengan ramah, wanita-wanita yg berusia 40/50 itu merasa senang dengan anak baik ini.
Dan menurutinya untuk duduk di bangku, bagaimana pun mereka cukup lelah berjalan ke kedai diusia mereka sekarang.
Hwang zin menyiapkan pesanan mereka dengan cepat dan membawanya pada mereka Bibi-bibi itu menerima dan membayar uangnya sebelum pergi ke arah masing-masing.
Pria tua datang dan langsung duduk di kursinya, Hwang zin dibaik meja kedai melihatnya dan tersenyum."...paman apa bibi memintamu berbelanja lagi?"
"Dia pemalas....nak bawakan aku tahu 5 dan bakwan sayur 5...." Jawabannya dengan nada bosan.
Hwang zin menggelengkan kepalanya,dia tau istri pria tua ini adalah bibi yg baik walaupun dia sedikit galak.
Dia sering meminta suaminya membeli kesini hanya agar pria itu bisa berjalan-jalan,jangan dirumah saja bermain catur tanpa henti.
Hwang zin Keluar dari kedai dan menghampiri,dia menaruh wajah bambu diatas meja." Ini dia total semuanya 15 sen ..."
Pria tua itu mengeluarkan uangnya dari kerah bajunya, membayar 15 sen ,dan pergi dengan langkah santai.
Saat hari mulainya siang banyak pria-pria yg bekerja sebagai kuli angkut barang datang ke toko total 5 orang.
"Zin.an !" Teriaknya menuju meja kasir.
Hwang zin yg sedang duduk didekat pintu dapur , bangun untuk menghampirinya tersenyum."...kakak Zhang bakwan sayuran lagi?"
Pria berkulit gelap itu tertawa."Baiklah, tambahkan 5 air dan 5 tahu pedas...."
Hwang zin mengangguk,lalu melihat ke arah kursi yg penuh.dan ragu ."Baiklah,ini mejanya tak cukup...."
"Tak apa-apa,aku akan mengurusnya cepat buatkan saja...."kakak Zhang melambaikan tangannya padanya tak perlu kuatir.
"Baiklah...." Hwang zin berbalik untuk mengambil lima mangkuk dan menaruhnya diatas nampan.
dia membuka tahu pedas,yg sisa separuh,dia mengambil untuk lima mangkuk.
lalu dia mengambil gelas bambu dan mengisinya dengan air dingin,tak lupa menambahkan bakwan.
Ada tambahan kursi yg ditaruh diujung meja yg dipinjam kakak Zhang dari kedai sebelah yg belum buka.
Setelahnya Hwang zin pergi ke meja,dia menaruh dimeja dan Kakak Zhang membantu membagikannya pada teman-teman nya.
Melihat tampilan aneh digelas itu membuat beberapa orang saling melirik,lalu melihat bahwa Kakak Zhang minum dengan santai.
Melihat ini,mereka tak boleh jadi pengecut! siapa yg takut makan anak katak!
bukan mereka!
Jdi ke empat mengambil gelas secara bersamaan meminumnya sambil memejamkan matanya, Hwang Zin melihat kelakuan mereka dengan lucu.
Reaksi ini normal bagi orang yg pertama kali membeli air dingin,karena jelly dan biji selasih membuat tampilannya agak seperti kumpulan anak katak didalam air.
Tapi karena baunya harum dan manis orang yg ragu-ragu ahirnya meminumnya juga.
Setelah Mereka meminumnya dan mengunyahnya dengan wajah terkejut .kakak Zhang tertawa puas."adikku pandai memasak kan..."
Saat dia mengajak mereka untuk pergi ke kedai Hwang,dan membuat soal air dingin ajaib anak itu rekan-rekan nya tak percaya dan bahkan menertawakan.
Namun sebagian dari mereka juga penasaran jadi mereka mengikuti pergi.
siapa kira walaupun tampilan minuman ini agak menganggu tapi rasanya enak.
"Air ini sangat segar dan isian didalamnya enak...nak sepertinya kamu menambahkan gula dengan murah hati...."tanya pria dengan wajah berjenggot padanya dengan kagum.
Hwang zin yg sudah kembali duduk dibalik meja kasir tersenyum."bagus jika kalian menyukainya , silahkan coba bakwan sayur itu juga kesukaan Kakak Zhang..."
Pria Zhang ini hampir setiap hari makan bakwan sayur,dia kadang cemas jika pria ini terkena obesitas,jadi Hwang zin membatasi pria itu hanya bisa memesan 3 hari sekali.
Awalnya Kakak Zhang bingung dan merasa tak adil,dia hanya ingin makan enak!
Tapi Hwang zin berkata Bakwannya mengandung minyak,tak baik memakannya terlalu sering.
lalu kakak Zhang mengingat bahwa dulu dia terlalu sering makan daging dan membuatnya sembelit selama 1 bulan sejak itu dia kapok.
Mereka tak lagi ragu,mereka mengambil masing-masing satu dan memakannya,rayah renyah dan gurih segar sayur.
benar-benar enak! Pantas saja pria Zhang ini begitu sombong membanggakan adik angkatnya.!
Apa lagi kulit tahu pedas ini,benar-benar membuat lidah mereka terasa puas ,semua makanya terasa enak!
Mereka makan dan tertawa bersama sebelum menaruh uang sesuai pesanan dan pergi karena barang muatan telah tiba dipintu kota yg lokasinya tak jauh dari kedai Hwang zin.
Hwang zin mengambil uang dimeja dan membereskan mangkuk kotor dan melihat bahwa sinar matahari semakin pas diperkirakan ini pukul 10 siang.
dia belum makan jadi dia masuk kedalam Kedai untuk makan siang.
Teriakan pembeli terdengar.
Hwang zin yg sedang makan , menaruh sumpit nya,menutup makanan dan pergi ke Kedai,ditoko kedai prajurit yg kemarin datang lagi.
"....Saudara kamu mencari pai telur lagi?"tanyanya menghampirinya.
Pria itu mengangguk," aku ingin membeli 10 ..."
"Maafkan aku tapi sudah habis,..."jelas Hwang zin merasa tak enak, sepertinya dia sudah jauh-jauh dari pusat kota kesini.lihat saja keringat nya .
"Cepat sekali?" Tanyanya terkejut.kemarin masih sisa.Hwang Zin tersenyum jika bukan karena arak-arakan pangeran dia sudah langsung tutup saat itu.
"Apa kamu sangat menginginkannya?"tanyanya, melihat bahwa prajurit itu nampak agak cemas.
Hang Si mengangguk, tersenyum malu.."... Kapten ku sangat menyukainya,jadi dia memintaku membelinya lagi...."
Kapten?apa itu kapten Song?
Hwang zin berkata dengan ragu.".....Kalau begitu bisakah kamu menunggu?aku akan membuatnya untuk mu....ini masih hangat jadi akan lebih enak..."
"Baiklah! terima kasih....!"ucapnya dengan rasa lega,lalu dia segera duduk dimeja tunggu.
Sedangkan Hwang zin masuk ke kedai dan mulai membuat kue telur.
Dia memiliki memanggang manual disini jadi mudah untuk langsung memasak,dia menyalakan api dengan pemantik moderen.
melihat api menyala dia mengambil loyang kue bulat pipih ,dan cetakan -cetakan kecil seukuran bola besbol, menatanya dengan rapi di loyang lalu menaruh pestri dicetakanya dan adonan telur yg sudah dia buat menaruhnya diatas pestri dan memasukannya ke oven.
Butuh waktu 10 menit sebelum kue telur matang.
dia Keluar dari dapur kecil yg ada dibalik tembok kedai menuju meja depan."...saudara ku tunggu 10 menit lagi..."
"Tak apa-apa..." Pria itu mengangguk tak masalah,Tak lama pria gemuk dengan pakaian bagus tiba dengan pelayan kecil dibelakangnya berjalan ke arah Kedai
Hwang zin,menoleh melihat bahwa itu bocah nakal keluarga Zhao dan tertawa kecil."...Zhao Yun..."
"Saudara ku!" Sapa pria itu dengan anggukan malu pada Hwang Zin ,dia duduk di sebrang prajurit itu tanpa merasa terganggu.
Prajurit itu mengangguk sopan pandannya dan Zhao Yun membalasnya dengan ringan.
pelayan kecil berjalan ke arah meja kedai untuk memilih makanan dan melihat bahwa kotak-kotak kayu yg biasanya dipajang telah dibersihkan.
"kakak Zai.an kami ingin pai telur tapi kenapa tak ada?"tanyanya cemas
"Apa sudah habis ?!"teriak Zhao Yun menoleh ke arah mereka dengan cemas.
Hwang zin melihat nya dengan tak berdaya."Tidak... aku baru saja membuat yang baru, tunggu beberapa waktu lagi...."
"Syukurlah ...Kamu menakuti sampai mati..."Zhao Yun menghela nafas lega,dia kabur dari ayahnya untuk lari makan disini jangan sampai pengorbanannya sia-sia.
"Apa kamu ingin air dingin?" Hwang zin tertawa lalu bertanya pada mereka.jawab Zhao Yun dengan semangat." Ya 2 tolong ..."
"Apa itu air dingin.....?" Tanya prajurit pada kedua anak yg lebih muda darinya. Mata keduanya melebar.
"Saudara kau tak tau?"
"Tidak ...aku baru saja pulang tahun ini......."jelasnya sambil menyentuh hidungnya.
Mereka telah berada di medan perang selama 3 tahun dan hanya beberapa orang dari Tim yg mendapat liburan.
Salah satunya dia.
"Pantas saja ... begini air dingin saudara Zai.an adalah minum' ajaib!" Jelas pelayan kecil itu dengan wajah bangga.
Hwang zin yg mendengar obrolan mereka hanya tersenyum.sudut Mulut prajurit itu berkedut."Apa seajaib itu....?"
"Kau tak percaya coba pesan saja....!"tantang Zhao Yun denger cepat,dia mengatakan betapa enaknya itu dan segarnya dan memancing rasa penasaran prajurit itu."lalu ...Aku ingin 1 ..."
"Baiklah tunggu...." Hwang zin tersenyum dan berbalik untuk mengambil 3 cangkir,dia membuka tutup guci didalamnya terdapat air bening dengan biji selasih dan irisan mentimun.
Hwang zin menaruhnya di nampan dan menyajikan pada mereka,saat prajurit itu menerima cangkiran dia melihat hijau-hijau yg teriris tipis dan seperti biji-bijian hitam seperti anak telur katak.
"Ini ...apa ini dapat diminum....?"tangannya agak gemetar.
Walaupun Hang Si dimedan perang pernah kelaparan dan kehausan ,mereka tak akan pernah memakan telur katak!
"Hahahaha tuan muda dia berkata dengan lucu...."Melihat wajahnya, kedua anak itu tertawa terbahak-bahak.
"....." membuat wajah Prajurit itu memerah malu.
"Saudara ku apa maksudmu,tentu saja kami meminumnya..!" Tantangan Zhao Yun dengan sengaja meminum gelasnya,dengan tatapan provokasi.
Prajurit melihat padanya ,mengeratkan gigi."Ini...."
"Cobalah! Jangan jadi pengecut!"teriak keduanya serempak.
"....."prajurit memelototi mereka,dan dengan Berani meminum cangkir nya ,lalu prajurit itu tertegun.
dia mengunyah dan merasakan bahwa ada mentimun dan seperti biji-bijian yg terasa manis.
Juga airnya sendiri terasa manis dan sedikit asam yg segar tak seperti penampilan nya yg menyeramkan.
Ini ...enak!