NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perayaan

...----------------...

Sorakan demi sorakan terdengar nyaring di pemukiman Poeun tak kunjung selesai disebut oleh bibir orang-orang, yang terus berkumandang merayakan hari penghormatan juga tradisi disebut Maleki, yang selama ini amat ditunggu, dimana Patriak baru akan diangkat, Patriak ke-32 yang akan mengantikan Patriak sebelumnya.

"Hidup Patriak selanjutnya Emura!"

"Hidup Patriak baru kita!"

Acara ini dipimpin oleh Patriak ke-31 Roger Danuel Temara, mantan Patriak ke-28 Neina Aslo, dengan dijaga dan diterbitkan tiga panglima kebanggaan Jenu yang masing-masing menandakan tiga ksatria Un yang mewakili masing-masing elemen dasar, yaitu tanah, air dan api, dan tetua yang mengamati juga membantu kelangsungan acara ini yang masing-masing mewakili ras mereka.

Tak kalah semangat demi semangat menyinari lapangan sekumpulan orang, ditengah-tengah mereka menunggu calon Patriak ke-32 yaitu Emura Danus Temara, ditemani sang ayah juga ibu.

Ia beberapa kali terdapati menggigit bibir menahan gugup membuat Renova hanya bisa tersenyum mengelus tangannya agar membuatnya tenang.

"Semangat Nak, kau sangat hebat dan gagah sekali hari ini, ibu bangga padamu." bisik Renova kesekian kalinya terdengar di telinga sang anak.

Membuat Emura hanya bisa tersenyum karena rasa gugupnya lebih berkurang, melihat sekumpulan orang ia merasa sering kali tidak sanggup menahan beban seberat ini.

"Aku hanya.....aku hanya merasa tidak pantas mendapatkan hal ini, apalagi ayah lebih....dan Lily yang seharusnya mewarisi ini." menunduk matanya sayu akibat goyah lagi-lagi rasa tidak percaya dirinya tergores.

Bagaimana tidak? baru berusia lima tahun adiknya sudah punya kemampuan yang mengubah pemukiman begitu besar, dari tradisi, cara menghasilkan air, menanam, membuat peralatan, membuat ruang medis sederhana yang menyelamatkan orang, itu dibuat dengan pemikiran seorang diri membuat sebagai kakak juga calon Patriak ia merasa rendah diri sering kali mendapat pencapaian adik perempuannya.

Renova menghela nafas sadar karena memang menyadari perubahan yang sering kali ia anggap mustahil terwujud berkat adanya sang anak, ia kemudian menepuk pundaknya menekankannya agar menegakan diri.

"Tegakan tubuhmu, jika kau terus seperti ini akan membuat Lily malu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Lily adalah Lily, dia tetap anak manis di rumah, dia terus bangga seringkali membicarakanmu, apa yang kau khawatirkan? Dia bahkan membicarakan hal ini."

Emura terdiam mengingat percakapannya setiap kali.

"Kau tidak ingin jadi Patriak Lily? Ayah bahkan akan langsung mengangkatmu jika ingin, kakak tidak keberatan malah senang."

"Patriak?...itu, emm... tanggung jawabnya terlalu besar, Lily tidak yakin bisa kuat dan tegas menyelamatkan seseorang dan juga melindunginya."

"Tapi apa yang perlu dikhawatirkan?! Soal itu urusan kakak, kau hanya perlu memerintah, apalagi dengan semua asas dan pemikiranmu, orang-orang juga mendukungmu."

"Memang benar tapi,...aku merasa masih belum cukup dan tidak sanggup, maaf kak, bukan Lily melimpahkan tanggung jawab padamu, tapi Lily hanya ingin hidup santai dan melindungi kalian semua."

"Begitu ya.."

"Tentu! Lagipula kakak sangat keren sebagai pemimpin, kakak tidak perlu khawatir, kau bisa menjadi pemimpin hebat dengan cara tersendiri, tidak perlu melihat siapapun dan jadi pemimpin yang meneladani sifat itu."

Senyum ditarik, kepalan tangan mulai mengepal, Emura merasa bersemangat lagi seketika mengingat hal itu, ia menatap lagi sang ibu mulai mengangguk.

"Tentu bu, aku akan berusaha jadi pemimpin baik bahkan melebihi ayah,..dia tidak ada apa-apanya denganmu."

Membuat Roger menengok mendengar pernyataan sembrono menurutnya, tatapannya tajam mulai mendekati keduanya.

"Oh lebih hebat dariku ya?"

"Ayah!"

Beda hal dengan Renova ia hanya terkekeh entah kenapa menjadi hal yang seru jika melihat keduanya bertengkar, rasanya semua hal tidak berguna menikmati status ayah dan anak.

"Iya katanya dia akan lebih hebat dari siapapun."

Emura menengok melihat cemas jawaban provokatif sang ibu. "Ibu aku tidak bilang begitu, hanya ayah saja."

"Oh jadi begitu ya, sepertinya setelah kau jadi Patriak mungkin ayah akan sepenuhnya pensiun, tidak perlu melakukan tugas sementara"

"Ayah! jangan begitu, aku kan belum paham."

"Tidak ada penolakan, ayah akan jadi rakyat sipil setelahnya."

"Ayah.....

Renova terkikik akan tetapi tawanya hilang menyadari sesuatu yang janggal, putri bungsunya tidak ada di kerumunan membuat ia tiba-tiba merasakan hal buruk.

"Kau kemana Lily?"

.

.

.

.

.

.

.

.

Di sisi lain, Lily sedang mengangkut tas membereskan cepat setelah ia berhasil mengobati salah satu pasien, saat baru melangkah keluar.

"Terima kasih Nak, aku jadi terbantu karenamu." kata keluar terucap dari sang wanita tua yang sedang terbaring lemah itu, wajahnya pucat terbaring lemah di tumpukan jerami.

Membuat Lily membalikkan badan terdiam sejenak, ia sedikit mendengar kisahnya tentunya, dulunya ia betina yang digandrungi jadi primadona membuat laki-laki semua ingin menikahinya, al hasil ia mendapat sepuluh pasangan sekaligus, akan tetapi akibat tingkahnya, semuanya menjauhinya, dia sering kali berganti-ganti pria, menelantarkan sang anak, membuat di akhir umur hayatnya dia tidak didampingi siapapun bahkan anaknya.

Lily hanya bisa memandangi iba rasanya ia sering kali sudah melihat pemandangan itu, bukan karena anak-anak yang durhaka tapi seseorang yang membuat seperti itu, ia mengangguk keluar dari rumah tersebut.

"Jangan lupa rutin minum ramuan yang kuberikan, jangan lupa oleskan di beberapa tubuh yang terasa sakit, aku akan rutin melihat tiga hari sekali, jika ada sesuatu panggil aku atau minta bantuan pada orang sekitar."

Nenek bernama Jua itu hanya tersenyum mengangguk memandangi kepergiannya, ia kembali berbaring mulai melamun mengingat kelakuannya selama hidup, umurnya baru sudah menginjak 150 tahunan dimana usia muda bagi para beasthuman tapi fisiknya terus berkata lain tua terus-menerus.

Di masa hidupnya ia sering kali mengabaikan orang-orang yang tulus padanya, bahkan partner, anak bahkan temannya, ia bahkan mengingat terakhir kali ia ditinggalkan oleh orang yang tulus padanya.

"Ibu aku tidak tahan lagi, aku sudah bersabar mengikuti apapun keinginanmu, tapi...kau terus-menerus meremehkan dan semena-mena, aku tak meminta ucapan terimakasih kasih tapi berkatmu aku sadar, ucapan orang-orang benar, tidak selamanya hal patut dikasihani, aku akan pergi pindah ke desa lain, tinggal dengan pasanganku, nasibku sama tapi aku lebih dihargai daripada bersamamu, satu hal dariku tolong jaga dirimu, jangan menyusahkan orang."

Jua menghela nafas sebelum melihat Lily sepenuhnya pergi ia tiba-tiba bicara lirih.

"Jangan menyia-nyiakan perjuangan orang sedikitpun, jangan seperti aku."

Lily terdiam hanya mengangguk kemudian melanjutkan langkahnya.

"Tentu, aku akan menghargai hal itu, terima kasih atas nasihat nya."

Ia melangkah keluar dengan cepat sadar bahwa ia akan telat ke tempat pelantikan kakaknya berada, rambut terlibat matanya sayup saat ia berusaha berlari sekuat tenaga.

"Kak maaf,..aku akan segera sampai..."

Akan tetapi sebelum ia tetap melangkah jauh tiba-tiba ada tiga orang asing yang mencegat langkahnya.

"Kau pasti wanita keturunan rubah yang bernama Lily itu kan?"

1
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!