NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan awal

...----------------...

Hanome, tradisi turun-temurun yang sudah ada pemukiman Poeun sejak mereka, suku Nerada menganut paham animisme dan dinamisme, memuja benda mati atau benda pusaka yang menurut mereka berbeda/ ajaib sebagai tuhan mereka, sebelum akhirnya tersingkir menjadi memuja para dewa-dewi, apalagi dewa yang dipuja desa ini ialah dewa Aflo.

Upacara kedewasaan yang mengharuskan setiap anak laki-laki yang memasuki usia tujuh tahun keatas melawan laki-laki sebayanya dan memenangkan pertarungan, sehingga layak dan masuk ke dalam kelompok prajurit dan disebut kesatria Un, (Sang pemberani).

Tidak peduli lawannya sedang lemah atau sekarat, salah satu pihak mengharuskan membunuh lawannya tidak peduli apakah mereka memohon ampun atau menyerah, setelah lawan mati, mereka akan diberi kehormatan menggantungkan kepala lawannya di depan rumahnya sebagai wujud kekuatan juga kebanggaan atas kemenangan tersebut.

Setelah memasuki usia remaja Kesatria Un diwajibkan ikut serta pelatihan dalam kelompok petarung yang secara khusus dipimpin Patriak, melindungi pemukiman Poeun dari para predator atau beasthuman yang menyerang desa.

Dan disinilah mereka sekarang berkumpul, semua dikumpulkan secara massal dan serentak oleh dipimpin Patriak saat ini, Roger Danuel Temara, dan pemimpin Patriak sebelumnya yang juga ibu hutan desa Jenu saat ini, Neina Tebalo.

Disela-sela keheningan panjang dan para beastman yang terus-menerus berbisik bertanya-tanya apa maksud perkumpulan ini, akhirnya Roger melirik Neina, yang langsung diangguki setelah mendapatkan persetujuan, tidak butuh waktu lama Roger mulai angkat bicara memimpin.

"Kalian pasti bingung mengapa aku mengumpulkan kalian semua, aku tak akan basa-basi, setelah melihat tradisi Hanome yang terus-menerus berlangsung selama berabad-abad, dari aku kecil hingga sekarang, aku tidak pernah setuju dengan hal ini, kalian pasti lihat begitu banyak beastman muda yang mati akibat gugur entah karena mati dalam pertarungan ini atau gugur saat melakukan tugas di usianya yang masih muda, apakah kalian berpikir ada yang salah?"

Ucap Roger tegas, dalam begitu berwibawa dengan nada tinggi menelisik semua para beastman melihat respon mereka berbeda-beda, ada yang setuju, merasa abai bahkan ada yang marah.

Membuat beastman saling bertukar pandangan bingung bertanya-tanya apa maksud semua ini, akhirnya salah satu dari mereka mulai memberanikan angkat bicara.

"Tapi itu kan untuk menyeleksi siapa yang kuat dan lemah, jika tidak melakukannya maka tidak ada bedanya mereka akan mati dimangsa beastman lain."

Seketika para beastman mulai menyetujui mengangguk serentak mendengar ucapannya yang merasa masuk akal.

"Benar!"

"Tidak ada bedanya ini dihentikan atau tidak."

"Lagipula saat ini beastman terlahir banyak, tidak ada salahnya jika mati sedikit."

"Lagipula dari dulu kita melakukannya dan akibatnya sekarang kita kuat dan terhindar dari serangan beastman lain."

"Betul!"

Roger akhirnya menghela nafas tau itu akan terjadi, ibarat kata mengubah tradisi yang sudah ada dan mengubah keyakinan mereka akan susah apalagi sudah ditanam ratusan tahun. Ia akhirnya berbicara kembali dengan tidak kalah tegas.

"Tradisi atau tidak anak-anak tentu lemah di umur sekecil ini, kita tidak seharusnya membebankan mereka akan tanggung jawab yang besar."

"Tapi jika dihentikan, akan menyebabkan anak-anak semakin lemah, bagaimana jika mereka manja saat besar dan tidak dapat melindungi para wanita dan desa ini?"

"Iya juga, tradisi adalah tradisi, seharusnya dilestarikan apalagi ini dari nenek moyang kita, dan agenda dewa-dewi."

"Benar ini adalah cara kita menghormati keyakinan mereka dan melestarikannya."

"Ya! Ini sesuatu yang suci bahkan Patriak sekalipun tidak berhak menolak ini."

"Ya!"

"Aku juga berpikir begitu!"

"Setuju!"

Akhirnya Lily yang sedang duduk di pangkuan ayahnya bangkit mulai berbisik di telinganya.

"Ayah tolong biarkan aku berbicara sejenak, aku ingin mengutarakan sesuatu, bisik Lily sembari menatap sang ayah tegas.

Membuat seketika Roger menatapnya tidak percaya dan bingung.

"Kau yakin Lily?" mulai memastikan lagi bertanya, sembari menatapnya ragu memastikan apakah ia tidak salah mendengar ucapan sang anak.

Namun Lily hanya mengangguk menatapnya sembari tersenyum, ia mulai berdiri di sekumpulan orang-orang yang terlihat menatapnya bingung dan bertanya-tanya.

"Perkenalkan Aku Lily Noberia Temara, seperti yang kalian lihat dan tentunya kalian mengenalku selama ini sebagai putri Patriak, aku ingin mendiskusikan pada kalian apa arti dari seorang anak."

"Keberadaan beastman tentu amat banyak daripada kelahiran Beastwoman, seringkali wujud mereka diremehkan, keberadaan mereka dianggap remeh, dibebankan untuk menjaga wanita, dibebankan tanggung jawab besar yang mempertaruhkan nyawa sejak kecil, melatih dengan tradisi tidak membuat mereka sangat kuat hingga mampu mengalahkan musuh sekaligus."

"Dan pertanyaannya, lalu bagaimana dengan anak kalian yang gugur akibat hal ini? Satuan? Puluhan bahkan ratusan anak mati setiap musim karena gugur dalam upacara konyol ini, apalagi kalian tidak punya hati nurani? Kita seharusnya menjaga dan mengasihi mereka setelah cukup besar, itu pilihan mereka mengikuti kita atau tidak."

"Ini bukan cara untuk mempersiapkan keturunan kita agar kuat, tapi mendiskriminasi antar gender, memangkas keberadaan antara kuat dan lemah, mulai sekarang kita harus mengubah pemikiran kita dimana anak-anak bisa hidup setara, kita bisa mengubah pelatih itu dengan pelatih lain, tidak perlu menyeleksi si kuat dan lemah tapi membenamkan rasa persatuan dan memperkuat benteng pertahanan kita, apakah ada yang salah?"

Seketika suasana hening, ucapan seorang anak perempuan yang baru berusia berumur lima tahun itu menyadarkan mereka, mulai menunduk tidak dipungkiri ada banyak anak mereka yang gugur dalam tradisi tersebut membuat mulai berpikir dan secara serentak ragu-ragu setuju.

Onet yang dari tadi terdiam mendengar ucapan tersebut seketika batinnya tersentil mengingat ucapannya sendiri.

"Pengecut dan lemah, bagaimana bisa aku punya keturunan sepertimu."

"Matilah jangan membuat keluarga Jia malu."

Perkataan itu membuat ia mempertanyakan hati nuraninya apalagi mengingat itu anaknya, Yul, ialah satu-satunya kenangan setelah istrinya meninggal akibat melahirkannya, seharusnya ia menjaga apa yang ditinggalkan olehnya tapi akibat rasa sakit hati dan kecewa hingga menyalahkan keberadaan sang anak membuat orang yang ia cintai meninggal, sehingga mengaburkan segala emosinya.

Sebuah pernyataan kesetaraan antar laki-laki membuat para beastman lagi-lagi terdiam, seumur hidup baru kali ini mendengar mereka dibela, sampai saat ini mereka diwajibkan untuk menjadi kuat dalam hidup dan mati, meratukan wanita, rela berbagi pasangan pada pria lain, menjadi pesuruh mengorbankan nyawa di garda terdepan. Sadar seharusnya sebagai ayah ia menjadi garda terdepan perlindungan anak-anaknya sehingga tidak merasakan hal sama, bukan mewariskan doktrin matriaki hingga tidak sempat merasakan kebahagiaan.

"Kurasa benar, seumur hidup kita hanya jadi pembantu, apa kita pernah dihargai?"

"Tidak juga, betinaku malah meremehkanku, kesukaannya menyuruh-nyuruh dan kawin dengan pria lain dan melahirkan anak, tapi setelah itu dia abai pada anak kita, sibuk dengan jantan lain."

"Jika begitu bagaimana dengan anak kita? Terutama anak laki-laki, jika anak perempuan kita tentu saja memperlakukannya baik, tapi mereka? Para beastman harus bertahan bahkan saat masih kecil hidup mereka tidak mampu merasakan tumbuh kembang dan diperhatikan."

"Benar juga, aku ingat saat aku sekarat betinaku malah sibuk kawin dengan jantannya, akibatnya anak kita terlantar dan mati sia-sia."

Gyo yang dari tadi diam seketika mengingat perannya dalam kelompoknya, ia bukan satu-satunya pria yang diabaikan oleh betina akan tetapi nasibnya amat buruk, tidak hanya menjadi kasta terendah disuruh-suruh, bahkan jika ingin menyentuh pasangannya ia harus membawa beberapa hewan buruan seperti ular, singa, ataupun hewan predator lainnya dan tentu saja harus mengorbankan nyawa untuk mendapatkan itu, akibatnya sekarang tangannya terpotong setelah mencoba membunuh singa dan memberikan hewan buruan untuk membujuk pasangannya agar ia diperhatikan.

Neina yang sedari tadi memerhatikan hanya bisa menatap takjub gadis kecil itu lagi-lagi, sadar pemikiran dan ucapannya membuat ia mempelajari hal lain walaupun sudah lama dirinya hidup ratusan tahun mempelajari banyak hal, ia perlahan mulai berdehem mengetuk tongkat mengisyaratkan agar semuanya diam mendengar ucapannya.

"Jika kalian mendengar ini maka jawabanku adalah sama, kita tidak bisa terus memperlakukan para beastman lebih rendah daripada beastwoman, kedudukan kita sama, ajaran para dewa-dewi mungkin dianggap suci dan harus dilestarikan, tapi sesuatu hal yang salah kita harus menyaringnya, tidak harus mewariskan hal tersebut."

"Aku sudah mendiskusikan pada Neina, mulai sekarang upacara Hanome akan resmi dihentikan, dan akan digantikan dengan pelatih ektra ketat dibawah komandoku, para beastman yang sudah berubah wujud akan dilatih agar kuat dan tangguh menjadi prajurit Un, sehingga tidak ada yang tertinggal atau menjadi lemah, paham!"

Roger mulai angkat bicara sembari menatap Neina dan akhirnya disetujui olehnya, membuatnya berbicara tegas memerintah mengeluarkan auranya yang terlihat dingin dan menakutkan, menandakan ia tidak menerima bantahan apapun.

Membuat beasthuman terutama para beastman akhirnya berteriak kegirangan, menyadari akhirnya era baru akan dimulai, bukan sebagai era terkuat tapi cara menjadi kuat dengan hal lain yaitu kebersamaan dan kesetaraan juga keadilan, mengubah tradisi dan dimulai dari hari ini.

"Paham!"

"Aku sangat setuju."

"Benar, hidup Patriak kita!"

"Hidup Roger, sang Patriak terkuat!"

"Hidup Nona Lily!"

Seketika Lily hanya tersenyum tipis akhirnya fokusnya pada Neina melihat tatapannya yang mengisyaratkan agar mengikutinya.

Akhirnya ia perlahan keluar mengikuti Neina, seketika hanya diam bingung tanpa sepatah katapun mengikutinya.

Neina hanya diam sembari menstabilkan tubuh dengan tongkat kesayangannya, tiba-tiba ia berbalik dan berbicara.

"Kau penyintas dari dunia lain?"

Langkah Lily tiba-tiba membeku seketika kaki kecilnya berhenti melangkah, hanya terdiam kaku membiarkan angin sepoi-sepoi yang mengibarkan rambutnya.

1
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!