––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(30) Berakhir
Dan disinilah Ailena dan Haikal berada di dalam ruangan ber-AC bersama salah satu KaProdi nya di tambah satu Rektor dan Dekan fakultas nya.
"Ailena? Kamu pasti tau kan kenapa dipanggil kesini?" tanya Pak Ijay -- KaProdi Ailena yang sudah berkepala lima dan memperoleh predikat Prof beberapa tahun yang lalu.
"Tau Pak.." jawab Ailena dengan kepala menunduk tak berani menatap lawan bicara nya.
Pak Ijay mengangguk di sertai helaan nafas lirih.
"Sejak kapan kalau boleh Bapak tau, kamu menyembunyikan pernikahan kamu?" tanya Pak Ijay sesekali melirik Haikal yang duduk di samping Ailena.
"Sejak awal Pak, tepat di dua bulan yang lalu.." jawab Ailena dengan jujur mendapat anggukan pelan dari Pak Ijay.
"Sudah cukup lama, biar ayahanda rektor yang memutuskan kalau begitu, walau sebenarnya saya juga sudah dapat menebak hasil nya, kamu pun begitu kan?" Ailena mengangguk membenarkan ucapan Pak Ijay.
"Silakan ayahanda rektor"
"Baik terimakasih Jay.. Kamu Ailena Putri Marwa ya? Mahasiswa berprestasi yang di miliki Pak Ijay di Fakultas Pertahut pada angkatan 202X, dari IPK mu saja sudah dapat di lihat seberapa rajin kamu berkuliah dan bersosialisasi, hebat juga, tetap seperti ini walau bantuan untuk mu di cabut, bisa?"
Ailena mengangguk pelan, lidah nya kelu untuk saat ini.
"Baiklah, tak usah berlama-lama lagi ya.. Saya juga ada undangan setelah ini.. Saya cabut bantuan beasiswa untuk yang bersangkutan atas nama Ailena Putri Marwa dengan terpaksa.."
Deg
Ailena merasa jantung nya luruh dengan helaan nafas berat, perjuangan nya kini sudah tak berguna lagi.
"Kalau saja kamu mengatakan nya sejak dua bulan yang lalu, sebelum pihak pemerintah mengetahui melalui berita itu, maka kami tak akan begini.. Maaf Ailena, tapi kamu harus mulai bayar untuk semester ini hingga semester kedepan nya" ucap Dekan Fakultas yang sejak tadi hanya diam menyimak.
Ailena mendongak. "Ba-bayar dari semester ini?" lirih Ailena membeo. Tak di sangka niat nya merahasiakan pernikahan malah berujung seperti ini.
"Ta-tapi saya.."
"Saya akan bayar lunas, kemana saya harus mengirim uang nya?" cela Haikal yang juga sejak tadi hanya diam menyimak menunggu giliran nya untuk bersuara.
Ailena menoleh dan menatap Haikal dengan tatapan sulit di artikan.
#~
#~
"Kenapa kamu mau bayarin UKT ku?" tanya Ailena di perjalanan menuju parkiran, hari ini dia akan izin tidak masuk kuliah dulu agar Fakultas nya dapat memproses dan mendaftar ulang Ailena dengan jalur Reguler berbayar.
"Karna kamu istri ku" jawab Haikal sekenanya. Ailena menoleh melihat tubuh tegap Haikal yang kedua tangan nya dimasukkan kedalam saku celana.
"Bukan karna menebus rasa bersalah?" tanya Ailena membuat Haikal menoleh dan menatap nya balik.
"Buat apa? Aku merasa cara ku kemarin benar, hanya saja memang sedikit terlalu wah" jawab Haikal mendapat kekehan lirih dari Ailena.
"Setelah ini kamu tetap rajin-rajin ya buat ke kampus, lulus dengan predikat cumlaude itukan impian kamu sejak dulu" ucap Haikal di angguki Ailena.
"Iya, karna kamu sekarang donatur ku, maka kamu bisa ngatur aku" balas Ailena membuat Haikal terkekeh kecil.
"Mau ngedate?" ajak Haikal sembari mengeluarkan satu tangan nya dari saku celana dan menggenggam tangan Ailena erat.
"Di siang-siang panas begini? Nggak dulu" tolak Ailena membuat Haikal tersenyum tipis.
"Kalau begitu nanti malam kita ngedate, sekarang kita ke tempat kerjaan ku dulu, mau?" Ailena mengangguk dan siap menerima helm yang akan Haikal pasangkan ke kepala nya.
"Kamu kok jadi pendiam gini sih pas udah di luar dari rumah?" tanya Ailena sembari menunggu Haikal menghidupkan motor nya.
"Urat malu ku kan udah kebawa dari rumah, jadi masih punya image lah apalagi kita habis ketemu sama KaProdi dan Rektor kamu" jawab Haikal dengan nada santai seakan beban nya sudah lepas satu.
Ailena mencebik. "Pantas dari tadi diam, lain kali nggak di bawa urat malu nya" cibir Ailena membuat Haikal menoleh dan tersenyum.
"Kangen aku yang ngoceh dan malu-maluin ya?"
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️