NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Dua hari telah berlalu sejak kejadian di rumah sakit.

Rumah kecil itu kembali dipenuhi rutinitas pagi yang sederhana.

Beberapa hari sebelumnya, Tasya menerima sebuah email tentang pekerjaan baru. Tanpa banyak berpikir ia langsung menerima tawaran itu. Perusahaan tersebut terlihat profesional dan gajinya cukup baik untuk membantu kehidupannya bersama anak-anak dan kakeknya.

Tasya sangat senang, akhirnya ia bisa bekerja kembali. Namun, ia sama sekali tidak tahu bahwa pekerjaan itu sebenarnya diatur oleh seseorang yaitu kakeknya sendiri.

Pagi itu, aroma telur goreng dan roti panggang memenuhi ruang makan kecil mereka. Tasya sedang duduk di meja makan membantu anak-anaknya sarapan.

Di depannya, Kenzo dan Kenzi sudah mengenakan seragam TK kecil berwarna biru muda. Tas kecil mereka sudah siap di kursi. Namun, ekspresi Kenzo terlihat sangat tidak puas.

Bocah itu menatap piring sarapannya sambil menghela napas panjang.

“Mommy…”

Tasya menoleh sambil menuangkan susu ke gelas Kenzi.

“Iya?”

Kenzo mengernyit.

“Untuk apa kita sekolah TK?”

Tasya langsung menatap anaknya dengan heran. “Maksudnya?”

Kenzo menyilangkan tangan di dada.

“Padahal kita bisa langsung masuk perguruan tinggi.” Ucapan polos itu membuat Tasya langsung tersedak minumannya.

“Apa?”

Sementara Kenzi hanya makan roti dengan tenang, seolah sudah biasa mendengar pernyataan kakaknya yang seperti itu.

Kenzo melanjutkan dengan wajah serius.

“Belajar huruf dan angka di TK itu terlalu mudah. Kita sudah bisa semuanya.”

Tasya menatap anaknya beberapa detik. Lalu, ia menghela napas dan tersenyum sabar.

“Kita butuh pengalaman, sayang.” Kenzo masih terlihat tidak puas. Tasya melanjutkan sambil merapikan kerah seragam anaknya.

“Dan juga ijazah, terkadang hidup tidak hanya tentang pintar.”

Ia menepuk kepala Kenzo lembut.

“Kita juga harus mengikuti aturan seperti orang lain.”

Dari kursinya, kakek yang sedang membaca koran tersenyum kecil.

“Benar kata Mommy kamu.”

Kenzo melirik kakeknya sebentar, lalu kembali menghela napas.

“Baiklah…” Namun, wajahnya masih terlihat tidak terlalu senang.

Saat itu Bi Mirna, wanita paruh baya yang membantu di rumah mereka, datang dari dapur sambil membawa dua kotak makan kecil.

“Nah, bekal untuk Den Kenzo dan Den Kenzi sudah siap.” Ia meletakkan kotak makan itu di atas meja.

“Terima kasih, Bi,” ucap Tasya.

Bi Mirna tersenyum sambil merapikan tas kecil anak-anak itu.

“Semoga anak-anak pintar ini tidak membuat gurunya pusing.”

Kenzi tertawa kecil tetapi Kenzo hanya berkata dengan serius,

“Kalau gurunya salah menjelaskan pelajaran, aku harus membetulkannya.” Ucapan itu membuat Tasya langsung menutup wajahnya dengan tangan.

“Kamu jangan begitu di sekolah, Kenzo.”

Kakek mereka hanya tertawa kecil dari kursinya.

Kenzo masih memandang kotak bekalnya dengan wajah datar, seolah hidup di TK adalah penderitaan besar baginya. Namun, tiba-tiba Kenzi menutup iPad yang sejak tadi ia bawa ke meja makan.

“Aku sudah mengirim email.” Ucapan santai itu membuat semua orang di meja langsung berhenti bergerak.

Tasya mengerutkan kening.

“Email? Untuk siapa?”

Kenzi menoleh pada kakaknya lebih dulu.

“Aku kirim ke Tuan Alex."

Sendok di tangan Tasya hampir jatuh ke meja.

“Apa?”

Kenzo juga langsung menatap adiknya.

“Kamu kirim email?”

Kenzi mengangguk dengan wajah polos.

“Iya.”

“Untuk apa?” tanya Kenzo.

Kenzi menjawab dengan sangat serius, meskipun wajahnya masih terlihat seperti anak kecil biasa.

“Aku minta bertemu dengannya.”

Kenzo menyempitkan matanya.

“Kenapa?”

Kenzi menghela napas kecil, lalu berkata dengan nada yang lebih dewasa dari usianya.

“Aku ingin membuat kesepakatan.”

Tasya yang mendengar itu langsung mengerutkan kening.

“Kesepakatan apa?”

Kenzi menoleh pada ibunya.

“Aku tidak ingin Mommy terus bekerja sendirian.”

Ia menatap Tasya dengan tulus.

“Mommy selalu capek, Mommy juga sendirian.”

Tasya langsung terdiam, Kenzi belum selesai.

“Aku akan mencarikan suami untuk Mommy.”

Ruangan langsung sunyi total, Tasya menatap putranya dengan wajah tidak percaya.

“Apa?”

Kakek yang sedang membaca koran juga menurunkan korannya perlahan.

Sementara, Kenzo menutup wajahnya dengan tangan.

“Ya Tuhan…”

Ia menghela napas panjang, namun setelah beberapa detik, Kenzo menatap Kenzi lagi.

“Kamu benar-benar mengirim email ke Alex?”

Kenzi mengangguk lagi.

“Iya.”

“Dia akan datang?”

“Kalau dia pintar, dia pasti datang,” jawab Kenzi santai.

Kenzo menatap adiknya beberapa detik, lalu ia bersandar di kursinya.

“Aku juga ingin membuat kesepakatan.”

Kenzi menoleh.

“Kesepakatan apa?”

Kenzo menjawab dengan suara dingin.

“Aku tidak ingin pria itu mengganggu hidup kita lagi.”

Ia menyilangkan tangan di dada.

“Kalau dia memang Daddy kita … dia harus belajar menghormati keputusan Mommy.”

Tatapan Kenzo terlihat sangat serius.

“Kalau tidak…”

Ia berhenti sebentar.

“Aku akan membuatnya menyesal.”

Kenzi menatap kakaknya dengan mata berbinar.

“Wah … itu keren.”

Sementara itu Tasya masih terdiam dengan wajah tidak percaya.

“Aku bahkan tidak tahu harus marah atau tertawa…”

Kakek mereka justru menatap kedua anak itu dengan mata menyipit, seolah sedang memikirkan sesuatu. Karena dalam pikirannya muncul satu kemungkinan.

Setelah sarapan selesai, suasana rumah kembali menjadi sedikit sibuk.

Tasya segera membereskan meja makan bersama Bi Mirna. Sementara itu, Kenzo dan Kenzi sudah berdiri di dekat pintu dengan tas kecil mereka di punggung.

Seragam TK mereka terlihat rapi.

Namun, ekspresi Kenzo masih terlihat datar, seolah masih belum sepenuhnya menerima takdirnya sebagai murid taman kanak-kanak.

Tasya lalu berjalan ke ruang tengah tempat kakeknya duduk di kursi favoritnya.

“Kek, Tasya berangkat dulu ya.”

Pria tua itu mengangguk pelan sambil menatap cucunya dengan hangat.

“Hati-hati di jalan.”

Kenzi langsung berlari kecil mendekati kakeknya.

“Bye, Kakek!”

Ia memeluk pria tua itu sebentar. Kenzo juga mendekat, meskipun lebih tenang.

“Kami pergi dulu.”

Kakek mereka tersenyum tipis.

“Iya, jangan membuat masalah di sekolah.”

Kenzo hanya menjawab pendek.

“Tidak akan … kalau gurunya tidak membuat kesalahan.” Ucapan itu membuat kakeknya tertawa kecil.

Setelah berpamitan, Tasya segera mengajak kedua anaknya keluar rumah. Udara pagi terasa segar ketika mereka berjalan menuju garasi kecil di samping rumah.

Di dalamnya terparkir sebuah mobil tua milik kakek mereka. Cat mobil itu sudah sedikit pudar, namun mesinnya masih sangat terawat. Mobil itu sudah menemani keluarga mereka selama bertahun-tahun.

Tasya membuka pintu mobil sambil tersenyum kecil.

“Naik, Sayang.”

Kenzo dan Kenzi segera masuk ke kursi belakang. Beberapa detik kemudian mesin mobil tua itu menyala dengan suara halus.

Meski sederhana, mobil itu masih sangat layak digunakan.

Tasya akan mengantar kedua anaknya ke TK terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor barunya.

Mobil itu perlahan keluar dari garasi dan melaju meninggalkan halaman rumah kecil mereka.

1
Ariasa Sinta
sebagai pembaca yg sudah malang melintang d dunia novel, q udah bisa nebak jalan ceritanya tapi tiap belokan, tikungan, turunan sama tanjakan nya burem blom pasti 🤣
suka bgt neh author nya keren
Aisyah Alfatih: Makasih kakak 💞
total 1 replies
Ummi Adzkia
tuh kan... ngancam nya gitu, untung anak nya jenius. kalo sebaliknya? apa bakal di cari?
Ummi Adzkia
mario, kau terlalu gegabah . pertanyaan mu itu bisa membuat Tasya kembali sembunyi.
kecuali twins berpihak pada kalian..
Ariasa Sinta
author pinter bgt ini mainin perasaan pembaca, keren alur nya👍
Aisyah Alfatih: Makasih kakak 💞
total 1 replies
Fadhliyah
mungkin ini cikal bakal areabelle😄
Safnah Safnah
Kenzo 🤭🤭🤭
Ummi Adzkia
izin ketawa jahat Thor... hahahaha.... gambar jari tengah .. hahaha.. betul betul bokem.
Yuyun Zampiet
mantap tasya👍
Yuyun Zampiet
ayo kenzo bantu daddy mu, kalian sekeluarga harus klarifikasi bahwa kalian adalah anaknya alex
HonGky Drygo
l/Good/
Yunie
arland dan arlond kan bersaudara ya? harusnya kakeknya si kembar dong?
Bunda
nyimak 🙏🏻
Mamah Dini11
ahhh udh. tamat pdahal msh pengen baca thor seru ceritanya keren makasih author ceritanya. top markotop 👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Aisyah Alfatih: Kembali kasih kak, ada kisah anaknya yang terkahir itu kK Arabelle di judul, Terjebak Duda dan Tiga Pewaris Nakalnya.
total 1 replies
Mamah Dini11
iya katanya tasya hamil tua kok prematur ,moga aja tasya cepet pulih bisa pulang semua ke penthouse , jgn bilang bayinya harus di tinggal di RS dulu ,gak harus di bawa pulang sm2
Mamah Dini11
alhmdulilah semuanya. selamat sesuai harapan kita2 🤭😄😄😄😄😄👍👍👍
Ria Gazali Dapson
ko cerita nya jdi ber belit² ya, ada cewwe yg mo d jodohin pula, hadeuuh
Mamah Dini11
tenang tasya kmu harus selamat dn anak2mu , suami singamu tak akan membiarkan kluarganya terluka , semoga kmu baik2 saja , babat habis ayo mario orang2 bertopeng itu,
Mamah Dini11
anak2 tangguh kalian pasti bisa. melindungi momymu , semoga kalian selamat semua , ayo alex mario semangat , pd ke mana tuan vasillio dn kakek. rochki gk ngirim parabantuannya ,bkn nya orang2 berkuasa mereka
Ria Gazali Dapson
ga seneng sama ,tasya, lama², orang sok sok an, ga dengerin dulu omongan orang, makanya ank nya d culik, baru tau kan c dion jahat, kakek dn ank² cuma d jadiin akat
Mamah Dini11
mampus kmu arlond bawa itrimu juga kalian bekerja sama sekarang waktunya memanen perbuatanmu terlalu lama kmu dlm kemenangan , mario cepat tangkap pasutri itu sudah. banyak perbuatan jahatnya yg dia lakukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!