akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30 – Tiga Tahun di Bawah Langit Dimensi
Tidak ada pengumuman resmi.
Tidak ada konferensi pers.
Kolonel Armand menghilang begitu saja.
Namanya masih tercantum dalam arsip pengkhianatan negara, wajahnya masih terpampang di berkas pencarian internasional, namun keberadaannya… lenyap seperti bayangan yang ditelan cahaya.
“Tidak ada jejak energi.”
“Tidak ada rekaman pelarian.”
“Seolah-olah dia tidak pernah keluar dari tahanan.”
Itulah laporan terakhir yang diterima pemerintah.
Dan Rey tahu—itu berarti satu hal.
Armand belum selesai.
Gedung pemerintahan kini dipenuhi wajah-wajah baru. Beberapa pejabat lama pensiun lebih awal, sebagian lain dicopot secara diam-diam. terbongkarnya pengkhianatan Armand meninggalkan trauma yang dalam di pemerintahan.
Di ruang rapat utama, pemimpin pemerintahan berdiri di depan hologram besar.
“Selama bertahun-tahun,” katanya,
“kita mengandalkan struktur lama. Pangkat, protokol, dan kontrol mutlak.”
Ia menatap satu sosok di ujung meja holografik.
“Namun dunia telah berubah. Ancaman datang dari dimensi lain. Monster muncul tanpa peringatan. Dan satu-satunya pihak yang secara konsisten mampu menghadapinya… adalah Rey.”
Ruangan hening.
“Mulai hari ini,” lanjutnya,
“seluruh 15 regu superhero resmi berada di bawah komando strategis Rey.”
Beberapa jenderal saling pandang. Keputusan ini tidak ringan.
Namun tak satu pun menolak.
Karena mereka tahu—tanpa Rey dan timnya, dunia sudah lama runtuh.
Di lapangan terbuka diantara reruntuhan, Rey berdiri di atas salah satu reruntuhan gedung. Di hadapannya, 15 regu superhero berbaris rapi. Wajah-wajah berbeda, kekuatan berbeda, ego berbeda.
Namun semua kini berada di satu komando.
Sila berdiri di samping Rey, mengamati.
“Mereka belum terbiasa denganmu juga sangat canggung menerima perintah dari luar sistem.”
Rey mengangguk.
“Aku mengerti, sebenarnya ingin sekali aku membawa mereka berlatih di ruang dimensi ku, tapi....”
"Jangan dulu, biar mereka tetap berlatih diluar sini, nanti hanya beberapa orang terpilih saja yang bisa ikut berlatih di ruang dimensimu"
Rey melangkah maju.
“Di sini,” ucapnya lantang,
“Tidak ada elit dan bukan elit, kalian semua kuat dan akan ku latih satu-persatu sesuai kemampuan kalian”
Ia membuka kedua tangannya.
“Di bawah komando ku, kalian semua adalah Tim Cosmic, kalian akan tumbuh… dan semakin kuat.”
Beberapa anggota menelan ludah.
Boy tersenyum lebar dari kejauhan.
“Selamat datang di neraka latihan.”
Setelah kata sambutan selesai diucapkan Rey.
Latihanpun dimulai tanpa jeda.
Regu pertama langsung tumbang.
“Bangun!” teriak Rey.
“Monster tidak menunggu kalian siap!”
Leo dan tim medis bergerak cepat, menyembuhkan tanpa henti.
Leoni memberikan instruksi jarak jauh, melatih koordinasi antarregu.
“Jangan berdiri sendiri. Monster dimensi membunuh yang terisolasi.”
Deva, kini jauh lebih terlatih, berdiri di tengah arena. Matanya fokus.
“Waktu… berhenti.”
Seluruh medan membeku selama lima detik.
Cukup bagi regu-regu untuk reposisi.
“Lanjut!” teriak Rey.
Hari demi hari berlalu. Minggu menjadi bulan.
Ramuan energi yang berasal dari ruang dimensi Rey mempercepat segalanya.
Tubuh mereka menjadi lebih kuat.
Refleks lebih tajam.
Sinkronisasi antarregu meningkat drastis.
Yang dulu butuh sepuluh orang, kini bisa diselesaikan oleh tiga.
Selama mereka berlatih, gerbang dimensi muncul beberapa kali dan beberapa monster pun menyerang namun hasilnya berbeda.
Sebuah monster bertipe amfibi keluar di wilayah pesisir.
Dulu, itu ancaman tingkat nasional.
Kini?
Regu ke-7 turun tangan.
Pertarungan berlangsung sepuluh menit.
Monster dikalahkan tanpa korban.
Beberapa hari kemudian, monster bertipe udara muncul di kota utara.
Regu ke-12 menanganinya sebelum media sempat tiba.
“Kita… jauh lebih kuat sejak berlatih dengan Rey,” gumam salah satu anggota regu.
"Selain latihan, setiap hari kalian juga diberikan tambahan energi murni," Rey menjelaskan. "makanan yang kalian makan juga dipanen dari ruang dimensi dan mengandung energi murni."
Namun Rey tidak tersenyum.
“Kekuatan bukan tujuan,” katanya pelan.
“Ini hanya persiapan.”
Di tempat yang tidak tercatat di peta mana pun, sebuah fasilitas tua kembali hidup.
Lampu menyala satu per satu.
Sosok Armand berdiri di depan panel kuno. Rambutnya lebih panjang, wajahnya lebih kurus, namun matanya… lebih tajam dari sebelumnya.
“Jadi sekarang mereka bergabung jadi Tim Cosmic dibawah komando Rey,” katanya pelan saat melihat video rekaman.
“Bagus.”
Ia menatap tabung besar berisi cairan gelap. Siluet makhluk di dalamnya bergerak pelan.
“Sebentar lagi.. Tunggu aku kembali kesana dan kalian akan sadar kekuatan adalah segalanya..”
Ia menekan tombol.
Grafik energi dimensi muncul.
“Biarkan mereka mengalahkan monster kecil.”
“Biarkan mereka merasa aman.”
Senyum tipis terukir.
“Karena yang akan datang selanjutnya.. bukan monster.”
Tiga Tahun Berlalu tanpa terasa.
Tidak ada satu hari pun yang benar-benar tenang.
Namun tidak ada pula kehancuran besar.
Tiga tahun berlalu sejak Rey mengambil alih komando.
Di dunia nyata, kota-kota dibangun kembali.
Teknologi anti-dimensi berkembang.
Manusia mulai hidup berdampingan dengan ancaman.
Dan di pinggir kota…
Markas Tim Cosmic berkembang pesat.
Begitupun yang terjadi di ruang dimensinya.
Ladang-ladang meluas.
Gudang makanan penuh.
Anak-anak yang dulu takut kini bercita-cita menjadi pelindung planet.
Tidak ada kelaparan sejak mereka bergabung ke Tim Cosmic.
Deva kini berdiri sejajar dengan para komandan regu.
Leoni memimpin sistem pertahanan jarak jauh.
Boy melatih unit api tingkat lanjut dan unit penyerang utama.
Sila mengembangkan jaringan energi listrik lintas dimensi.
Leo memimpin dan melatih berbagai keterampilan medis serta terus mengembangkan formula medis.
Dan Rey…
Rey berdiri di puncak menara ruang dimensi, menatap dunia nyata dan dunia lain sekaligus.
Tiga tahun.
Terlalu tenang.
Suatu malam, langit ruang dimensi bergetar.
Bukan gerbang biasa.
Bukan monster biasa.
Energi yang muncul… asing.
Rey membuka matanya.
“Gerbang dimensi itu sedikit berbeda,” gumamnya.
Di kejauhan, sebuah simbol kuno muncul di udara—simbol yang tidak pernah digunakan monster sebelumnya.
Rey mengepalkan tangan.
“Latihan selesai.”
Ia mengaktifkan komunikasi ke seluruh regu.
“Tim Cosmic. Semua regu Cosmic”
Suaranya tenang, namun berat.
“Perang sesungguhnya… baru akan dimulai.”