NovelToon NovelToon
Identitas Suami Miskin

Identitas Suami Miskin

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Pernikahan Kilat / CEO / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:800.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Halu

Anesha dan Anisha adalah kakak beradik yang terpaut usia tiga tahun. Hidup bersama dan tumbuh bersama dalam keluarga yang sama. Namun mereka berdua dibesarkan dengan kasih sayang yang berbeda. Sebagai kakak, Nesha harus bekerja keras untuk membahagiakan keluarganya. Sedangkan Nisha hidup dalam kemanjaan.

Suatu hari saat mereka sekeluarga mendapat undangan di sebuah gedung, terjadi kesalah pahaman antara Nesha dengan seorang pria yang tak dikenalnya. Hal itu membuat perubahan besar dalam kehidupan Nesha.

Bagaimanakah kehidupan Nesha selanjutnya? Akankah dia bahagia dengan perubahan hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kakak Ipar

"Rencananya kamu mau tinggal disini atau dimana?" Tanya Pak Edi sambil mendudukkan dirinya di kursi.

"Saya mau cari kontrakan dulu, Pak. Jadi sementara akan merepotkan Bapak dan Ibu karena tinggal disini", ucap Garvi sambil melepas jas yang melekat ditubuhnya. Lalu menggulung lengan kemejanya keatas. Menampilkan lengannya yang kekar.

"Iya, nggak apa-apa nak Garvi. Bapak juga masih belum bisa melepas Nesha keluar dari rumah ini", Pak Edi menyandarkan tubuhnya dikursi.

Glek. Nisha menelan salivanya melihat pemandangan indah lengan kekar didepan mata. Kali ini tak ada Bu Rumi yang menegurnya, karena sang ibu masuk ke kamar. Begitu pun Nesha yang sedang berganti pakaian. Sehingga perempuan yang sudah mempunyai calon suami itu tampak leluasa memperhatikan kakak iparnya.

Pak Edi dan Garvi mengobrol tanpa memperhatikan Nisha yang masih ada di hadapan mereka.

Garvi yang merasa haus mengambil segelas minuman kemasan gelas di depannya. Tanpa menggunakan sedotan, ia langsung meneguk air tersebut sampai tandas.

Kembali Nisha menelan salivanya melihat jakun Garvi yang naik turun saat minum. Bayangan tubuh kekar yang pernah sekilas ia lihat saat ia bertelanjang dada pun terlintas dibenaknya. Tiba-tiba wajahnya memanas dan memerah malu karena membayangkan hal mesum. Ia pun masuk kamar dan meraih ponsel diatas meja riasnya. Dengan cepat ia menghubungi Fandi dan meminta untuk dijemput.

Selang beberapa saat, terdengar suara mesin mobil memasuki pekarangan. Dengan cepat Nisha keluar kamar dan berlari kecil.

"Mau kemana, Nak?" Tanya Pak Edi yang masih duduk bersama Garvi.

"Ma-mau keluar, Pak. Mumpung dirumah nggak kerja", jawab Nisha gugup karena sang kakak ipar menatapnya dengan dingin.

"Hati-hati kalau gitu. Bilangin nak Fandi juga", ucap Pak Edi kalem sambil tersenyum. Lalu Nisha menyalami tangan bapaknya dan berlalu pergi. Tentunya sambil melirik kearah kakak iparnya yang tampan.

Fandi melajukan mobilnya menuju ke hotel. Sepanjang perjalanan, tangan kirinya tak henti mere'mas buah dada Nisha. Membuat pemiliknya mende-sah berkali-kali.

"Tumben kamu ngajakin check-in duluan, sayang?" Tanya Fandi di sela-sela aktifitas tangannya.

"Aku lagi pengen aja, sayang", ucap Nisha dengan suara purau.

Tibalah mereka di hotel. Setelah memesan kamar, tanpa basa-basi mereka langsung menanggalkan satu persatu pakaian mereka. Karena keduanya sudah diujung nafsu.

Saat Fandi mulai merengkuh tubuh Nisha, dalam benak perempuan itu terlintas lagi bayangan kakak iparnya. Perut sixpack dengan lengan yang berotot. Lagi-lagi ia menelan salivanya setiap kali membayangkan tubuh itu.

"Sial. Beruntung sekali si Nesha itu." Batin Nisha yang kini sudah beradu nikmat dengan Fandi.

Dilihatnya tubuh Fandi yang berada diatasnya. Tubuh yang sedikit berisi namun tak berotot. Perutnya pun sedikit membuncit seperti bapak-bapak. Dilihat dari sisi manapun, calon suaminya itu kalah jauh dengan kakak iparnya. Mulai dari wajah, tubuh, hingga tinggi pun sangat beda jauh. Hanya finansial Fandi yang bisa dibanggakan olehnya. "Sial, sial, sial!" umpat Nisha dalam hatinya kesal.

Permainan ranjang mereka berakhir dalam waktu 40 menit. Fandi menjatuhkan tubuhnya yang lelah disamping Nisha. Perempuan itu pun tak kalah lemas.

"Kamu kayaknya kok nggak semangat kayak biasanya ,sih? Padahal kamu yang ngajak duluan", tanya Fandi sambil merangkul tubuh Nisha dari belakang.

"Mungkin aku lagi PMS* aja. Sedikit bad mood", Nisha berkilah. Sebenarnya ia sedang membayangkan lelaki lain. *(Pre-Menstruation syndrom atau sindrom sebelum datangnya menstruasi yang menyebabkan berubah-ubahnya perasaan)

"Kalau gitu, nanti kita makan di resto yang enak. Kamu bisa makan sepuasnya. Karena bengkelku kemarin rame", bujuk Fandi. Raut wajah Nisha pun berubah riang.

"Untungnya Mas Fandi kaya, banyak duit. Buat apa ganteng kalau kere!" Batin Nisha menghibur dirinya sendiri.

***

Nesha sedang memasak untuk makan siang. Tadi pagi ia tak sempat masak karena mempersiapkan diri untuk pernikahannya.

Setelah masakan matang, Garvi dan Pak Edi duduk di ruang makan.

"Istrimu ini pandai masak, Nak Garvi. Masakannya juga enak", puji Pak Edi.

"Iya, Pak. Saya beruntung punya istri Nesha", ucap Garvi sambil melirik Nesha yang duduk disampingnya. Membuat perempuan yang sudah sah jadi istrinya itu tersipu.

"Yang namanya makanan ya gitu-gitu aja rasanya. Enaknya gimana, sih?" Sindir Bu Rumi yang baru duduk.

"Buktinya ibu kalau makan selalu nambah, kan?" ledek Pak Edi sambil tertawa. Membuat Bu Rumi malu dan mencebikkan bibirnya seperti anak kecil.

Garvi dan Nesha yang melihat orangtuanya bercanda ikut tersenyum. Lalu mereka makan dalam diam dan hanya terdengar suara piring yang beradu dengan sendok.

Selesai makan siang, Pak Edi dan Bu Rumi masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Sedangkan Nesha dan Garvi duduk di ruang tamu dengan canggung.

"M-mas mau saya buatkan es teh?" Tanya Nesha gugup. Garvi mendongak menatap Nesha.

"Nggak usah. Nanti kamu capek. Duduk saja temani aku ngobrol disini", Garvi menepuk tempat kosong disampingnya.

Dengan malu-malu Nesha mendudukkan dirinya di samping Garvi, namun masih berjarak beberapa jengkal.

"Kamu nggak mau deket-deket sama aku?" Garvi menaikkan alis tebalnya. Semakin membuat Nesha kikuk.

"Ma-maaf Mas. Saya belum terbiasa", wajah Nesha pun tampak merona. Dengan cepat ia membuang muka, akan semakin malu kalau suaminya itu tahu kalau dirinya sedang tersipu.

Grep. Tangan Garvi menggenggam tangan Nesha. Membuat perempuan itu kaget. "A-apa yang mas lakukan?" Nesha pun menyadari kalau Garvi sudah duduk dekat sekali dengannya.

"Aku hanya menggenggam tangan istriku. Apa tidak boleh?" Garvi tersenyum tipis.

"Boleh", ucap Nesha lirih.

"Padahal beberapa hari lalu kamu berani menyentuh tubuhku bahkan merangkul. Kenapa sekarang kamu malah kaget saat kusentuh?" Garvi menatap intens wajah Nesha yang sudah benar-benar memerah.

"I-itu kan beda situasi, Mas".

"Tapi aku kan orang yang sama".

"Tau ah, Mas. Aku mau ke kamar". Nesha merajuk.

Garvi mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar. Saat masuk, netranya menyapu seluruh ruangan tersebut. Hanya ada sebuah ranjang dan lemari plastik yang memudar warnanya. Dinding warna putih yang sudah kusam dan tak ada foto atau hiasan lain.

"Baju Mas taruh disini. Sudah aku siapin tempat", Nesha menunjuk sebuah ruang kosong paling atas di lemari plastik bersusun empat.

Garvi terdiam sejenak melihat kondisi lemari plastik dihadapannya. Ingin rasanya dia membakar lemari yang sedikit miring dan diganjal kayu kecil disalah satu sudutnya itu.

"Sini, biar saya saja yang masukin", Nesha mengambil alih tas jinjing berisi baju yang ada ditangan Garvi.

"Tas bajumu ini kayak tas yang dipasar pernah kulihat. Motifnya juga LV", Nesha mengamati tas jinjing yang dipegangnya. "Tapi bahannya kok beda, ya? Ini lembut banget, dalemnya juga halus, Mas. Nggak kaku, kayak tas mahal", cerocos Nesha terus membolak-balik tas tersebut. Garvi hanya diam tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

1
ceuceu
Yah deh kok tamat thor/Scowl/
Nesha blm punya anak lagi thor,buat dia bahagia sempurna
Irma Indriani
garvi mau beli bajaj buat nyenengin istrinya kan mobil mewah istrinya gak suka 🤣🤣🤣
ceuceu
Alhamdulillah selamat nesha,semoga setelah ini kebahagiaan menyertaimu/Rose/
ceuceu
Nesha ngapain ngurusin rumah tangga nisha.
Rumah tangga dia aj ga baik-baik sj./Hey/
ceuceu
ikutan nangis/Sob/
nyeseknya jadi nesha/Sob//Sob/
ceuceu
Ya Allah yg kuat nesha/Sob//Sob/
ceuceu
Kapan garvi nunjukin kekayaan nya?
biar membungkam mulut fandi sm nisha
ceuceu
Alhamdulillah SAH.
Semoga samawa nesha ghavi/Heart/
Mah Ihsan
si Garvi boa egang ?
Mazree Gati
anjing si garvi tukang boong, terusin aja boong
Mazree Gati
nesha terlalu bloon najong
zaenudin adam
Menghibur
Ko
Wahhh...bagus yah! Udh dgn sengaja mencelakai bayi tp lepas bgtu aja. Diberhentikan kerja, diberi gaji lg. Itu udh satu tindakan jenayah loh. Sengaja mencampuri sesuatu ke dlm makanan/minuman yg berakibat boleh mencelakai/mencederakan seseorg. Seharusnya dia ditangkap polisi bkn di lepas begitu aja🤨
Ko
Thor org demam tdk boleh diberi ubat antibiotik. Antibiotik hanya utk pesakit yg terkena jangkitan virus atau ku an saja. Take note ya! 👍 Utk demam panas cukup diberi ubat Paracetamol saja & minum banyak air.
Ko: *kuman
total 1 replies
Ko
Jo malone thor.. Ini brand parfum pavorit aku
Nur Aini
keren
Nur Aini
pinter banget author buat pembaca gregetan pengen nabok bumil "udik" sok kaya 😄
Zabarra
gak cinta ditidurin.dasar lelaki ya
Mas Oyit
cerita sebenarnya bagus, tapi makin kesini malah bikin enek, sudah cukup kecewanya, mending cari novel lain yang lebih konsisten, maaf jika ada yang tidak suka dengan komentarku, karena novel ini sebenarnya bagus, tapi ceritanya tidak bagus sampai akhir, jadi ceritanya ku anggap sudah tamat di bab bab sebelumnya
Elizabeth Yanolivia
diatas = DI ATAS
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!