NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PELAYAN YANG KEJAM

Sementara itu didalam kamar, setelah cukup beristirahat, Charlotte de Fleur yang tak tahu mengenai apa yang telah terjadi setelah dirinya pergi menggunakan ingatan penyihir Beatrix saat ini tengah sibuk menyiapkan semua bahan-bahan untuk membuat ramuan penyembuh level S dan level A yang akan ia lakukan dihadapan pemilik Toko Obat Silvester nanti malam.

Charlotte de Fleur untuk sementara waktu tak akan membeli toko dan membuka usaha sendiri mengingat jika pijakannya di Kerajaan Matahari ini belum kuat dan hanya akan bekerja sama dengan beberapa orang, termasuk dengan Tuan Silvester yang hari ini di temuinya.

Setelah semua persiapan selesai Charlotte de Fleur langsung memasukkan semua bahan bahan itu kedalamn cincin penyimpanan miliknya.

"Baiklah mari memulai bisnis malam nanti", ucap Charlotte dengan penuh semangat.

Uang yang ia dapatkan dari menjual dua ramuan obat di Toko Obat tadi sangatlah banyak, uang itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan Charlotte selama satu bulan kedepan.

Merasa tubuhnya sangat lengket, Charlotte de Fleur pun segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Pada saat Charlotte de Fleur sedang mandi, pelayan pribadi yang melayani Tuan Muda Pertama yang bernama Prilly dan Maria merupakan pelayan pribadi Andreas de Fleur ingin membalas dendam atas semua menderitaan yang dialami empat rekannya tadi.

Keduanya kini berdiri di depan jendela kamar bagian luar milik Charlotte de Fleur.

"Bukankah lebih baik kita bakar saya kamar nona sialan ini!", ucap Maria yang sudah tak sabar ingin memberi pelajaran pada Charlotte de Fleur.

"Jangan bertindak gegabah. Bagaimanapun gadis itu tetap putri kandung dari Duke Aslan”, balas Prilly yang terlihat sangat ingin memukul kepala rekan kerjanya itu yang dianggapnya hanya sebesar biji kacang polong hingga membuat rencana tanpa memikirkan akibatnya.

Jika mereka sampai ketahuan membakar kamar Charlotte de Fleur maka Duke Aslan de Fleur dan Dunchess Ariana de Fleur akan mengejar mereka hingga ke ujung dunia.

"Kau benar, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Kamu tak hanya akan tinggal diam saja kan melihat rekan-rekan kita mendapatkan hukuman berat seperti itu karena gadis sialan itu?”, tanya Maria sedikit was-was, takut Prilly menyerah dan tak jadi memberi pelajaran terhadap gadis sialan itu.

“Tenang saja, aku memiliki cara yang lebih jitu. Ayo, ikut aku”, ucap Prilly sambil menarik tangan Maria dan membawanya pergi menuju halaman belakang Kediaman de Fleur.

Dibalik semak-semak, Prilly mengambil sebuah kantong yang telah disiapkan oleh Samantha sebelumnya.

Ya, Prilly merupakan satu pion yang akan digunakan oleh Samantha untuk membalas Charlotte tanpa mengotori tangannya.

Melihat gadis itu mengeluh atas ketidak adilan yang diterima temannya, Samantha pun menghasutnya dan dengan cerdik meniupkan provokasi ke telinga pelayan pribadi Yohaness de Fleur itu hingga Prilly mau menuruti keinginannya.

Melihat Prilly sudah mengambil kantong berisi ular dan kalajengking berbisa yang dikumpulkannya, Samantha yang sedari tadi mengawasi tindak – tanduk keduanya merasa sangat senang karena sakit hatinya bisa terbalaskan.

“Ini balasan karena kamu berani menentangku dan tak menurut kepadaku, Charlotte de Fleur”, batin Samantha penuh dendam.

Maria yang penasaran dengan isi kantong yang Prilly bawa pun bertanya, “Apa itu Prilly?”.

Prilly pun membisikkan sesuatu ditelinga Maria, membuat wanita muda itu melotot terkejut sesaat sebelum senyum lebar merekah di wajahnya.

Jika Charlotte mati digigit ular berbisa atau kalajengking beracun, tak ada yang bisa menyalahkan mereka karena itu perbuatan hewan buas yang mungkin saja masuk tanpa sengaja kedalam kediaman karena belakang Kediaman de Fleur adalah hutan, sehingga binatang buas dan beracun seperti itu bisa saja lolos dan mencelakai Nona Muda mereka.

Merasa jika ide Prilly sangat brilliant, Maria pun memberikan jempol sebagai pujian terhadapnya yang bisa memiliki pemikiran kejam seperti itu.

Mati digigit ular berbisa atau kalajengking beracun akan sangat membaut gadis itu menderita, membuat hati keduanya yang memiliki niat jahat itu merasa senang.

“Maria, cepat buka jendela ini", ucap Prilly begitu keduanya sudah  berada dibawah jendela kamar Charlotet de Fleur.

Karena susah dibuka, keduanya terpaksa merusak jendela tesebut dengan alat yang tadi Prilly ambil bersama dengan kantong yang berisi ular dan kalajengking beracun di balik semak-semak yang memang sudah Samantha persaipak untuk mereka.

Begitu ada celah, Prilly pun dengan hati-hati memasukkan ujung kantong dan menuang isinya kedalam kamar Charlotte.

Setelah mengamati dari balik jendela kaca jika kedua hewan tersebut telah keluar jatuh kelantai, keduanya pun segera menarik bagian setengah kantong yang masuk kedalam kamar, kemudian segera pergi dari tempat tersebut  dengan senyum lebar menanti kabar gembira kematian Charlotte.

Tiga ular berwarna abu-abu gelap merayap dilantai kamar Charlotte de Fleur bersama lima kalajengking beracun dan perlahan naik keatas ranjang.

Ssssttttt....sssstttt..ssttt

Suara desis ular yang dapat di dengan oleh telinga Charlotte de Fleur yang tajam setelah mendapatkan kekuatan dari penyihir Beatrix.

Penasaran, Charlotte de Fleur pun segera mempercepat acara mandinya dan segera keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk mandi yang melilit tubuhnya.

Begitu keluar, ia melihat ada dua ekor ular sebesar lengannya tengah melilit sofa nya sementara satu ular lainnya berdiam diri diatas ranjangnya.

Selain tiga ular berbisa, Charlotte de Fleur juga melihat beberapa kalajengking beracun merambat naik keatas ranjangnya, senyum miring pun terpatri diwajahnya.

“Kurasa, sudah waktunya kembali membuat kegemparan di kediaman ini”, guman Charlotte dengan smirk devilnya.

Charlotte de Fleur berdehem beberapa kali sebelum teriakan kerasnya menguncang Kediaman de Fleur.

Ia sengaja menggunakan sihir pengeras suara agar suara teriakannya menggema keras di seluruh kediaman sehingga siapapun bisa mendengarnya.

Teriakan sangat kencang Charlotte de Fleur  mengejutkan seisi Kediaman de Fleur. Kepala pengurus rumah adalah orang pertama yang datang dan berusaha untuk mendobrak pintu kamar Nona Muda de Fleur itu.

Ia sangat khawatir dengan kondisi Charlotte karena samar-samar mendengar suara tangisan dari nona mudanya itu dari dalam kamar.

“Nona, Anda tidak apa-apa kan?”, tanya Ronix panik.

Mendengar suara Ronix, Charlotte de Fleur pun segera mengeluarkan suara sedihnya. "Paman, tolong saya", ucap Charlotte dengan suara bergetar.

Mendengar suara Charlotte de Fleur yang tampaknya ketakutan, Ronix pun semakin panik. "Tunggu sebentar Nona Muda, saya sedang berusaha", ucapnya.

Pria tua itu berusaha sekuat tenaga mendobrak pintu kamar tidur Charlotte menggunakan kekuatan elemen anginnya.

Dari kejauhan terlihat Duke Aslan dan  kedua putranya datang dengan berlari, mereka terkejut bukan main saat mendengar jeritan dari arah kamar Charlotte de Fleur yang terdengar seperti genderang perang yang menyesakkan dada.

"Apa yang terjadi dengan putriku?", tanya Duke Aslan pada Ronix yang masih berusaha mendobrak pintu kamar tidur Charlotte.

"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Nona Muda Charlotte, Tuan. Saya hanya mendengar suara tangisannya saja",  jawab Ronix dengan wajah yang semakin pucat, ia takut jika ada hal buruk yang terjadi pada Nona Mudanya, apalagi pintu kamar ini sangat kuat, bahkan kekuatan anginnya tak bisa membuatnya terbuka.

Duke Aslan dan kedua putranya melihat Ronix kesulitan membuka pintu pun memberikan bantuan.

Melihat pintu kamar Charlotte  de Fleur tak bergeming sedikit pun di dobrak dengan kekuatan yang mereka miliki, Duke Aslan pun menyuruh ketiganya untuk mundur.

Duke Aslan pun mulai mengamati dengan seksama dan ia melihat dengan jelas jika didepan pintu telah diberi formasi penghalang sehingga sekuat apapun usaha mereka akan sia-sia, hal itu tentu saja membuat Duke Aslan menjadi murka karena tak emnyangka akan ada orang yang berani melakukan skema jahat di kediamanannya.

“Siapa yang berani memasang formasi penghalang didepan kamar putriku!”, teriaknya Duke Aslan penuh amarah.

Melihat jika putrinya telah masuk kedalam skema buruk seseorang, Duke Aslan pun memerintahkan ketiganya untuk mundur lebih jauh.

Setelah berhasil merusak formasi penghalang didepan kamar Charlotte, dengan kekuatan api miliknya, Duke Aslan membakar habis pintu kamar Charlotte hingga menjadi abu.

Setelah pintu kamar menghilang, Duke Aslan pun segera masuk dan mendapati putrinya terduduk dengan wajah pucat disudut kamar.

Melihat jika tubuh Charlotte de Fleur masih terbungkus handuk mandi, Duke Aslan menduga jika putrinya baru saja selesai mandi dan langsung jatuh terduduk lemas setelah melihat satu ular berbisa menegakkan kepalanya diatas ranjangnya.

“Cari tahu, siapa yang berniat mencelakai putriku dan hukum berat mereka!”, perintah Duke Aslan murka.

1
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!