Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter nine
Semua pun langsung menoleh ke arah suara cempreng Annchi. Annchi tersenyum membawa baki di tangan nya tak hanya Cemilan dia juga membawa beberapa buah segar yang sudah di cuci dan jus buah melon yang dia ambil dari Linlin
"Ayo... kita nyemil sore, biar semangat membersihkan halaman ini. kita akan buat halaman ini menjadi kebun sayur dan buah untuk kita jual" ucap Annchi. Huwa Ming tersenyum, dia merasa nyaman tinggal dengan keluarga kecil ini, di banding dengan kehidupan kerajaan yang penuh trik dan kejam
"Huwa'er malam kamu harus mencuci wajah mu dengan air hangat, dan nanti ini oleskan ke wajah mu ya. biarkan madu telur dan perasaan lemon itu membuat jerawat mu mengecil" ucap Annchi. Huwa Ming mendongak menatap tak percaya
"Apa ini ramuan yang jie jie buat?" tanya Huwa Ming
"Itu bukan ramuan Huwa'er... itu masker agar menjaga kesehatan kulit wajah mu, untuk perasaan air lemon itu untuk mengecilkan pori-pori mu, dan madu untuk melembabkan kulit mu dan putih telur untuk mengencangkan kulit wajah" ucap Annchi
"Apa wajah ku akan sehat jie jie? kalau benar kulit ku bisa sehat kembali aku akan menjadi jie jie ibu angkat ku" ucap Huwa Ming
"TIDAK BOLEH......" TERIAK An dan Bai juga Bao-yo. Annchi dan Huwa Ming terkejut mendengar suara mereka bertiga
"Eh... kenapa tidak boleh? aku kan hanya mengangkat jie jie Annchi jadi ibu ku" ucap Huwa Ming dengan nada polos. An mendengus mendengar ucapan Huwa Ming
"Tidat bica... ibu Annchi itu, ibu Atu loh... ce enat nya caja jie jie Huwa jaditan ibuTu ibu mu, atulan Dali ciapa coba" ucap An sambil memeluk Annchi dengan erat. Annchi terkekeh mendengar jawaban dari anak perempuan nya itu
"An'er aku hanya menjadikan ibu angkat bukan ibu sambung loh" jawab Huwa Ming
"Potonya tidat boleh.... ibu Annchi ibu Atu" ucap An dengan mata yang berkaca-kaca. dan mengeratkan pelukannya itu
"Baiklah... Tidak perlu menangis, aku akan menjadi Jie jie Annchi itu. kakak perempuan ku" jawab Huwa Ming dengan nada pasrah. dia juga tidak tega melihat mata An yang siap menangis
"Nah itu balu boleh, atu juga mengizintan nya" jawab An dengan mata penuh selidik. dia masih memeluk tubuh Annchi. Huwa Ming hanya bisa meringis melihat tingkah bocah kecil
"Sudah-sudah ayo kita bersihkan halaman ini, dan untuk Huwa Ming... lebih baik kamu istirahat, kamu masih belum pulih benar" Annchi
"Apa aku boleh tetap disini jie jie? aku ingin melihat kalian juga" ucap Huwa Ming. Annchi pun mengangguk mengiyakan keinginan Adik angkatnya itu. Bao-yo dan Bai langsung melakukan tugas mereka, Bai membantu ayahnya agar ayahnya lebih leluasa, walau Bao-yo tidak bisa melihat tapi dia melakukan nya dengan sungguh-sungguh sesuai arahan putranya itu
An dan Annchi mereka membersihkan bagian tengah karena Annchi yang berniat menanam buah di bagian tengah halaman itu dan pinggiran nya sayur dan tanaman herbal
Huwa Ming menatap Keluarga kecil yang saling membantu dia menatap langit yang sudah berubah menjadi Jingga
"Ibu.... Huwa'er merindukan mu, apa aku bisa seperti keluarga Jie jie Annchi. andai ayah tidak mendengar para menteri mungkin ibu masih berada di sisiku, ayah terlalu menuruti mereka. sampai lupa ada hati yang sudah dia lukai" gumam Huwa Ming. ya Raja Ming berpikir Kejayaan nya di kerajaan itu karena dukungan para menteri. dan mengajukan para putri yang menjadi selir nya, dia lupa kalau dia berada di posisi raja itu karena dia keturunan raja dahulu
Jaman dulu masih percaya dengan dukungan dan pernikahan seperti itu, beda dengan Kaisar Hong. dia hanya memiliki Permaisuri dan tiga putra dua putri. kelima anak itu, anak kandung Permaisuri Hong. jadi tak ada yang namanya Harem di kekaisaran
An mendekati Huwa Ming, dia duduk di kursi sebelah Huwa Ming "Jie jie tenapa menatap langit itu?" tanya An. Huwa Ming menoleh ke arah An
"Jie jie hanya merindukan mendiang ibu jie jie" jawab Huwa Ming
"Doatan Caja ibu jie jie bahagia di atac Cana" ucap An. Huwa Ming mengangguk mengiyakan ucapan bocah kecil itu. langit pun semakin gelap Annchi menyuruh suami dan Bai berhenti
Annchi di bantu Huwa Ming membuat makan malam, lebih tempat nya Huwa Ming ingin belajar membuat masakan
"Ayo malam ini kita buat makanan laut saja, kebetulan waktu sore jie jie beli kerang. kepiting dan udang" ucap Annchi. dia sengaja beralasan kalau sore dia membeli bahan makanan
Annchi sengaja menyetok bahan makanan dari ruang kehidupan nya, beras tepung gula garam dan buah-buahan segar semua Annchi ambil dari Linlin
Dengan antusias Huwa Ming menanyakan bahan-bahan apa saja, Annchi juga tidak pelit untuk mengajari gadis remaja ini
An dan Bai berbinar saat melihat semua hidangan yang di buat ibunya, Annchi pun menyiapkan makanan untuk sang suami
"Aku sudah memisahkan dan mengupas cangkang untuk mu suami" ucap Annchi dengan mempersilahkan Bao-yo untuk memakan terlebih dahulu. Bao-yo yang merasa malu karena di siapkan oleh sang istri pun memerah
"Te terima kasih Istriku" ucap Bao-yo
"Sama-sama Lao gong" jawab Annchi
Blush