NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Dark Romance / Pengkhianatan
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Kedekatan tanpa rencana

Dengan langkah pelan Liora mengikuti langkah Kiara. Mereka berada di dalam kamar tersebut.

"Jeng, apa kabar?" tanya Kiara, lalu melangkah mendekat ke arah wanita paruh baya yang kini terbaring di berangker rumah sakit. Mereka berpelukan sejenak.

"Alhamdulilah, sudah lebih baik. Ya ampun! Jeng, sudah lama sekali kita tidak ketemu." sambut wanita paruh baya itu, yang tidak lain adalah Almaira. Ia membalas pelukan Kiara.

Perlahan tatapan Almaira menyapu ke arah, Prayudha, Lucas, dan terakhir matanya menyipit saat tatapannya tertuju pada seorang gadis yang sangat ia kenali.

"Liora..." panggil Almaira.

Liora yang di sebut namanya seketika mengalihkan tatapannya dari mata tajam dan dingin seseorang, lalu ia beralih menatap Almaira. "Tante mengenal saya?" tanya Liora, dengan kening mengkerut.

Almaira yang mendapatkan pertanyaan itu mengangguk mantap. "Tentu saja Tante mengenalmu, Liora." kata Almaira dengan nada riang dan mata berbinar. "Kamu yang menolong tante dari para preman waktu itu."

Di sisi lain Kiara, Lucas, dan Prayudha, mereka terperangah atas pengakuan Almaira tentang Liora.

Sementara di sudut lain seseorang dengan tatapan tajamnya, tidak kalah terkejut, ia tidak menyangka ibunya mengenal Liora dan bahkan pernah membantunya dari para preman.

"Jeng, apakah gadis cantik ini putrimu dan Prayudha?" tanya Almaira dengan nada riang.

"Iya, Jeng! Liora anak gadisku dan ini putraku mereka kembar, hanya selisih lima menit saja." balas Kiara dengan ramah dan tersenyum lembut. sambil memperkenalkan Lucas.

"Aku tidak menyangka Jeng!" kata Almaira, ia menatap Liora dengan pandangan yang sulit diartikan.

Lucas yang melihat tatapan itu diam-diam berdesis dalam hati. Hingga ia berdehem keras untuk mengalihkan perhatian Almaira dari Liora.

"Ekheemmm." deheman Lucas, berhasil mengalihkan perhatian Almaira.

"Abang kenapa? Sakit tenggorokan." tanya Kiara, ia merasa bingung dengan gelagat aneh putranya.

Liora yang mengerti dengan kode dari Lucas hanya terkekeh kecil, sementara Prayudha menggelengkan kepalanya melihat tingkah si kembar yang sudah dewasa tapi masih bertingkah seperti anak kecil.

Sementara di sudut lain seorang laki-laki yang tidak lain adalah Kevandra, diam-diam mengamati interaksi keluarga Liora.

"Bukan sakit tenggorokan Bun! tapi kayaknya ada sesuatu yang nyangkut." kilah Lucas.

"Dasar aneh, ada-ada saja." gerutu Kiara. kini ia kembali berbincang dengan Almaira, menanyakan segala hal. Dan melupakan keberadaan yang lain.

Sementara Liora dan Lucas memilih duduk di kursi yang berada di samping Kevandra.

Tidak ada percakapan di antara mereka, hanya tatapan mata yang seolah memberi isyarat satu sama lain.

Sementara di sudut lain kota Raka yang sudah berada di kediamannya, tiba-tiba mendapatkan amukan dari orang tuanya.

Plak! suara tamparan mendarat di pipinya membuatnya tertoleh ke samping, mengakibatkan sudut bibirnya robek, Raka meringis dan merasakan amis darah di area mulutnya.

"Apa kamu tidak punya otak." suara dingin dan tegas dengan nada yang naik dua oktaf menggelegar di rumah minimalis itu.

Raka hanya mampu menunduk ia tidak berani mengangkat kepalanya. Diam-diam tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih di samping tubuhnya. Ia benci dengan otoritas ayahnya dia benci dengan segala peraturannya.

"Membuat malu saja! lihat itu, apa itu yang saya didikan untuk kamu, hah." teriak Burhan, sambil menunjuk ke arah televisi yang kini sedang menyiarkan perselingkuhan yang di lakukan istri pengusaha muda bersama tunangan dari keluarga Prayudha.

Burhan melangkah ke arah meja yang berada di ruang keluarga, lalu ia mengambil dengan kasar secarik kertas yang tergeletak di sana.

Srek! suara lemparan kertas tepat dihadapan Raka. "Pembatalan pertunangan sudah di lakukan." lanjutnya dengan dingin.

Raka dengan tangan gemetar membaca surat itu, perlahan tangannya meremas kertas itu dengan erat hingga menjadi bola-bola kecil. Semuanya berakhir hanya karena kebodohannya dan nafsu sesaat yang tidak bisa ia kendalikan.

"Semuanya sudah hancur." kata Burhan, ia menatap Raka dan menarik napasnya dalam-dalam. Sebelum melanjutkan kalimatnya. "Pertahankan wanita itu, dia yang akan melanjutkan untuk kehidupan kita selanjutnya." lanjut Burhan, matanya menatap ke arah siaran di televisi dengan pandangan yang tertuju ke satu titik: Salsa.

Raka hanya mampu mengangguk mendengar semua yang Burhan katakan.

Sementara di tempat lain saat ini. Di sebuah sudut ruangan Salsa yang sudah sangat kacau ia baru saja dibebaskan dari kamar gelap dan pengap itu.

"Ingat! Salsa, aku akan membereskan kekacauan yang kamu buat." bisik Siska. "Asalkan kamu mau menuruti semua yang aku perintahkan." lanjut Siska, dengan penuh penekanan yang membuat Salsa terasa sesak, dan tidak bisa menolak perintahnya.

"Baa-iik. Aku akan melakukan apapun yang kamu perintahkan." ucap Salsa gugup, namun di akhir kalimat ia dengan mantap menerima perintah yang akan di berikan Siska ibu tirinya.

Siska tersenyum miring dan akhirnya membawa Salsa menuju meja makan. Bisma sudah berada di sana duduk di kursi utama sebagai kepala keluarga, dengan kopi hitam dihadapannya dan tablet di tangannya.

Siska dan Salsa melangkahkan kakinya menghampiri Bisma.

Siska mendudukan bokongnya di kursi sebelah kiri Bisma, sementara Salsa duduk di kursi sebelah kanan Bisma.

"Bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan pelajaran, setelah menerima hukuman kemarin." suara dingin Bisma menyapa pendengaran Salsa di pagi hari.

Salsa hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Diam-diam tangannya meremas serbet di bawah meja.

"Lihat saja aku akan menghancurkan kalian semua." batin Salsa.

"Bagus, jika kamu sudah mengerti." kata Bisma dengan nada sedikit melembut.

"Sudah Mas! kasihan Salsa dia belum makan dari kamarin, biarkan dia makan." ucap lembut Siska di hadapan Bisma.

"Sayang, kamu mau makan apa? biar mama yang ambilkan." tawar Siska, yang memasang mimik wajah lembut seolah ia adalah ibu dan istri yang baik.

Salsa yang melihat perlakuan itu hanya berdesis di dalam hati.

"Apa saja Ma! apapun yang Mama kasih akan aku makan." kata Salsa dengan tersenyum manis.

"Jika dia bisa memainkan perannya, maka akupun bisa." gumam Salsa dalam hati.

Sementara Bisma yang melihat perlakuan baik Siska, ia tersenyum mengembang, ternyata ia tidak salah mengambil keputusan untuk menikahi Siska, pikir Bisma.

Di tempat lain saat ini suasana yang semula tenang tiba-tiba terjadi kericuhan di ruang inap VIP 110.

"Nggak bisa, dia duluan yang natap Abang kaya gitu, Abang nggak suka." geram Lucas, yang kini menatap sengit Kevandra.

"Abang jangan bikin malu." bisik Liora, dengan menahan tangan Lucas. "Kevandra memang tatapannya tajam dan dingin." lanjut Liora, ia hanya bisa meringis melihat kembarannya yang tidak bisa di tebak, dan sialnya Lucas adalah abangnya.

Sementara di sisi lain, Kevandra hanya acuh tak acuh saat melihat Lucas.

1
Mingyu gf😘
nahhh itu pasti Raka
Mingyu gf😘
Semoga Raka gk mati
Wida_Ast Jcy
kirain raka mati thor. bagus lah dia selamat semoga dia sadar nantinya
Wida_Ast Jcy
iya bener benar kesihan ya. itu sudah menjadi takdir dia kali ya thor. biar tahu rasa
Serena Khanza
oh prayudha itu bpk nya liora yg kemaein di sebut sama siska
putri bungsu
idih bohong kok bangga, nggak banget deh
putri bungsu
pandai banget ya ngehasut si kevan nya
putri bungsu
kalo kevan berpikir seperti yang kamu omongin pun tidak masa bukan
Kabuki
bapaknya pasti sedih dan kecewa lah. anak perempuannya malah anuan sama pria lain. disiarkan di televisi pula/Awkward/
rahmad faujan
wahhh gila sihh salsa....btw ngeri juga ya teman makan teman
Zan Apexion
Aishh, manipulasi ini bohong.
Zan Apexion
Benar itu😌
izmie kim
bukan perinsip salsa tapi emang harusnya kaya gitu nikah dulu baru satu kamar beda wanita berkelas dan gak bisa menjaga kehormatan dan marwah nya sendiri seperti kamu salsa
izmie kim
orang yang selalu diam biasanya orang yang udah tau segalanya
izmie kim
gak ada gunanya juga sih mertahanin hubungan yang orangnya aja udah main hati
evrensya
Hahahah.... blak2an banget Andahhh wahai laki2 yg tak disebutkan namanya 🤣
evrensya
alasan doang kau 🐷, astaghfirullah... sebel banget.
MARDONI
Lucas protektif banget sama Liora sampai langsung sengit lihat Kevandra 😭 tapi Liora cuma bisa nahan Abangnya biar nggak makin ribut. Dinamika si kembar ini gemes tapi juga bikin deg-degan tiap Kevandra muncul.
Indira Mr
wawancara salsa raka, nggak ngaruh ..😂
Indira Mr
iya benar medusa, bisa bisanya membalikkan fakta .🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!