NovelToon NovelToon
Hanya Wanita Pelarian

Hanya Wanita Pelarian

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya Tulip

"AYA!! Ingat kamu cuma istri formalitas. Kamu tak punya hak mengatur dengan siapa aku berhubungan, " teriak Rama.

BLAMM!!

Aya terduduk di sisi ranjang dengan air mata yang berderai.

"Aku tahu, aku hanya pelarian buatmu. Setidaknya, jangan buat aku merasa semakin hina dengan menemui wanita itu terang-terangan, " gumam Aya lirih.

Cahaya Insaniah, seorang wanita yang mendapat amanah menjadi istri seorang pemuda penerus perusahaan sawit di Kalimantan bernama Rama.

Rama yang jatuh hati dengan seorang Model lokal, terpaksa menikahi Cahaya karena pesan terakhir mamanya yang tak sadarkan diri akibat kecelakaan mobil.

Mampukah Cahaya menjalankan amanah menjadi istri Rama? Akankah Rama berpaling dari Model lokal itu?

Ikuti kisah mereka dalam Karya HANYA WANITA PELARIAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Maaf

"Papa, " panggil Rama.

Jaka menatap putranya, tersenyum.

"Saya mewakili keluarga meminta maaf atas kejadian yang sudah membuat situasi perusahaan tidak kondusif. Rama dan cahaya menikah atas permintaan kami. Awalnya kami masih dalam masa penawaran, ternyata ada peristiwa tak terduga menimpa saya dan istri. Dengan situasi itulah Rama berinisiatif menikahi cahaya, kondisinya terdesak.

"Saya bersyukur, Rama yang awalnya tidak berkenan, justru akhirnya membujuk cahaya untuk segera menikah. Ini hal yang berat juga bagi mereka. Yang seharusnya pernikahan dilakukan secara meriah dan khidmat, jadi hanya sekedar memenuhi syarat. Tujuannya hanya satu, memenuhi amanat. Rama memenuhi permintaan mamanya.. Cahaya memenuhi amanat almarhum abanya."

"Terlepas dari situasi menghebohkan yang timbul setelahnya, saya tetap bangga dengan keputusan mendadak itu dan juga bersyukur. Saya harap situasi ini tidak perlu diperbesar lagi. Cahaya sudah dipindah ke kantor lain, saya rasa ini juga berat baginya. Dia masuk ke kantor ini jalur seleksi, bukan koneksi. Dia berjuang layaknya pegawai lain dan harus merelakan impiannya, usahanya bekerja disini demi keutuhan rumah tangga. "

"Jadi, bapak ibu dewan direksi. Saya mohon kebijaksanaan hati untuk menyudahi kehebohan. Saya akan membuat pernyataan resmi dan permintaan maaf terkait hal ini. Saya akan jelaskan situasi nya dan usaha kami untuk menyelesaikan persoalan ini segera. Demikian Pak Abdul. "

Semua dewan direksi di ruang rapat itu tertegun, dan tersentuh dengan kebijaksanaan Jaka yang berkenan meminta maaf atas nama keluarganya.

Rapat di tutup dengan kelegaan. Semua bisa menerima penjelasan Jaka. Jaka berjalan dengan bantuan kruk kembali ke ruangannya, Jaka dan Heru mendampingi di belakang.

Saat sampai di ruang kerja Jaka. Heru menutup pintu ruangan membiarkan ayah dan anak itu berbicara secara pribadi.

"Bagaimana situasi Aya di kantornya Rama? "

"Lebih parah, Pa. Tapi Rama sudah mengijinkan Aya menjelaskan kronologis nya semoga saja setelah ini situasinya sudah terkendali."

"Kasihan Aya. Semoga saja situasinya membaik setelah ini. Soal Amel, apa semuanya aman? "

Rama terkejut.

"Oh iya, Pa. Aman. Hanya saja, setelah dia kembali dari Eropa. Pasti dia tahu Rama sudah menyelenggarakan resepsi. Rama hanya merasa..tak tega mengabaikannya, Pa."

"Rama, kamu sudah menikah, fokusmu sekarang hanya istrimu. Jangan beri celah orang lain masuk ke hatimu. Itu awal perselingkuhan, awal masalah. Kamu punya hak memilih dan memutuskan, kepada siapa kamu akhirnya melabuhkan hatimu, menjadikan ia rumahmu. Papa akan bersikap tegas kalau kamu kembali pada perempuan itu. Jangan salahkan Papa berbuat jahat padanya."

"Pa.. jangan ganggu Amel. Tahu Rama menikahi Aya saja dia sudah terpuruk, Rama jadi makin merasa bersalah padanya."

Jaka mendengus kesal.

"Papa heran, kamu sudah seringkali Papa ingatkan. Dia itu hanya memanfaatkanmu Rama, dia tak tulus. Sudah, Papa tak mau soal perempuan itu. Kalau kamu masih meladeninya lagi, Papa akan bertindak."

Rama memilih pamit, dia tak ingin lanjut berdebat dengan papanya sendiri.

"Heru, ke ruangan saya, " panggil Jaka lewat interkom tak lama setelah Rama pergi.

"Ya, Pak."

"Hubungi para agensi, buat kerjasama dengan mereka, pastikan Amel dapat job lagi supaya dia tak mengganggu Rama."

"Baik, Pak. Ada lagi? "

"Suruh puji buat Redaksi pernyataan resmi permintaan maaf dari saya soal pernikahan Rama dan Aya, serahkan draftnya sebelum di publish."

"Siap, Pak."

Heru bergegas menjalankan perintah setelah keluar dari ruangan.

"Bagaimana bicarakan soal Amel ini ya ke keluarga Aya? " gumam Jaka lirih.

TOKTOKTOK CEKLEK

"Maaf, Pa. Pak Bayu dan Pak Ardi sudah datang."

"Ya, suruh mereka masuk. Buatkan minum untuk mereka."

"Baik."

"Mari, Pak silahkan."

Bayu dan Ardi masuk ke ruangan, bergantian bersalaman dengan paman mereka.

"Bagaimana kondisinya, Om? " tanya Bayu sambil duduk di sofa tamu.

"Ya beginilah, Alhamdulillah banyak kemajuan. "

"Kondisi tante, bagaimana Om? " tanya Ardi bergantian.

"Alhamdulillah, lebih baik. Tapi masih sering mendadak pusing."

"Tenang saja, saat resepsi nanti pasti kami sudah lebih baik."

"Bagaimana situasi di kantormu Bayu? "

"Soal Aya, Om? "

Jaka mengangguk.

"Perlahan meredup, Om sejauh yang saya lihat di grup perusahaan.Tapi saya belum periksa grup lain. Biasa Om, karyawan suka bikin grup bayangan. "

"Selain itu, Saya juga dapat laporan dari kepala bidang Aya, banyak yang kirim chat pribadi dengan bahasa menekannya. Akhirnya dia memutuskan menjelaskan kronologis pernikahannya. Kata Rama sudah seijinnya pagi tadi. Aya memang kelihatan kesal. Saya maklum, Om. Kata-katanya memang nggak pantas. Saya juga kewalahan mengkondisikan mereka. Kalau ada pernyataan resmi dari Om, itu sangat membantu. Kasihan Aya, Om."

"Oke, pernyataan resmi dari Om nanti diteruskan juga ke kantormu. Semoga ini tak memperpanjang dan memperburuk keadaan."

Bayu dan Ardi mengangguk setuju.

"Oke, siapa dulu yang mau cerita? " tanya Jaka pada keduanya.

***

Aya berkeliling ruangan menagih laporan berkala dan mengingatkan untuk pengajuan bidang bulan depan. Meski bisa dilakukan melalui grup chat, Aya memilih berkeliling sekalian mengenal ruangan dan orang-orang yang bekerja disana.

TOKTOKTOK

"Permisi, " sapanya sambil menyembulkan kepala di pintu.

"Mau ketemu siapa? " tanya pria yang duduk dekat pintu.

Aya masuk ke ruangan.

"Emi, kasir bidangnya ada? "

"Oh, ke mejanya aja disudut yang pakai jilbab hijau."

"Baik, terima kasih."

Aya berjalan menuju Emi, tentu saja kehadirannya di bidang pemasaran itu jadi perhatian karyawan lain. Apalagi dia sedang jadi buah bibir.

"Halo, Saya Aya, " sambil mengulurkan tangannya bersalaman.

"Emi, " sahutnya sambil menjabat tangan Aya.

Mereka koordinasi sebentar, lalu Aya pamit keluar.

"Santai aja dia, kayak nggak ada masalah, " ujar Melda sinis.

"Memang harusnya nggak perlu dipermasalahkan lagi, Mel. Dia sudah klarifikasi kok. Ngapain kita pusingin perkara begitu. Kecuali memang kurang kerjaan, " sahut Emi dingin.

Melda mendengus. Ia memang selalu tak cocok dengan Emi. Perempuan itu sering meresponnya ketus.

"Mel, aku dengar. Pak Rama itu punya pacar, entah bagaimana nasib pacarnya setelah dia menikah dengan Aya, " bisik Lita perempuan yang memakai kemeja kuning.

"Wah, aku baru tahu soal itu. Kamu dapat info dari mana? " tanya Melda antusias.

"Aku lulusan Purnawarman, satu almamater dengan pak Rama. Dia kan terkenal di Fakultas Pertanian. Ceweknya itu mahasiswi Fakultas ekonomi, senior ku."

"Oh, jadi kamu tahu dari grup alumni? "

Lita mengangguk. "Mereka pasangan terkenal di kampus. Sekarang cewek nya kerja jadi model.... "

Cerita mereka berlanjut. Emi hanya bisa menggeleng melihat kedua perempuan itu. Meski banyak yang tak ikut bercerita, tapi karena suara mereka yang keras terang saja yang lain ikut mendengarkan.

***

Setelah berkeliling ke ruang bidang-bidang, Aya kembali ke ruangannya dengan membawa setumpuk berkas bukti transaksi.

"Lia ini dari bidang-bidang, kamu input ya. Kalau ada masalah panggil saya."

"Baik, kak, " sahut Lia, staf termuda di ruangan itu karena baru lulus dari SMK.

Ia bekerja cepat, menginput transaksi di sistem keuangan. Aya lanjut memeriksa email pengajuan pencairan dana dari bidang-bidang yang sudah masuk.

Aya memilih bekerja daripada menghabiskan waktu meladeni omongan orang-orang. Meski ia sudah mengklarifikasi, tetap tak membuat orang-orang itu puas dan berhenti. Aya pasrah, yang penting dia sudah berusaha.

Tak lama ponselnya bergetar begitu juga dengan ponsel karyawan lain. Notifikasi pesan masuk ke grup perusahaan. Mereka spontan membuka file yang terkirim disana dengan judul ' PERNYATAAN RESMI'.

Semua pasang mata di ruang menatap Aya dan ikut bernafas lega. Mereka saling dukung, karena mereka tahu Aya tak bersalah.

"Aya, " panggil Feni.

Aya menoleh ke belakang.

"Syukurlah. Pak Jaka langsung yang membuat pernyataan. Semoga setelah ini situasinya membaik. Tetap semangat, ya. "

Aya mengangguk dan tersenyum, " Terima kasih, Feni."

Yang lain ikut tersenyum, melihat Aya yang tak lagi terlihat gusar. Begitu juga Mila di ruangannya.

1
falea sezi
bner cerai biar aja tuh Rama. jaga jalang
Retno Harningsih
lanjut
falea sezi
laki goblok klo aya tau dia mending cerai ma laki oon kayak lu ram
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
falea sezi
lagi Thor cerai aja aya
Retno Harningsih
up
falea sezi
dateng2 nampar jalang emank si amel ini
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
falea sezi
uda end kah thor
Cahaya Tulip: belum akak.. ditunggu ya.. msh progress next bab.. baru bisa up besok🙏☺
total 1 replies
falea sezi
laki bejat
Retno Harningsih
lanjut
Cahaya Tulip: siap kak.. msh progress di up besok ya🤗🥰🙏
total 1 replies
Retno Harningsih
up
Cahaya Tulip: otw kak.. msh progress review.. 🥰🙏
total 1 replies
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Cahaya Tulip: masih review ya kak🥰🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!