NovelToon NovelToon
EMPIRE OF GANG [1] : Sang Adik Ternyata Pembunuh Paling Di Takuti

EMPIRE OF GANG [1] : Sang Adik Ternyata Pembunuh Paling Di Takuti

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: lirien

Mirea dikenal sebagai pembunuh bayaran yang paling ditakuti. Setelah bertahun-tahun menelusuri jejak masa lalunya, ia akhirnya pulang dan menemukan kenyataan bahwa orang tuanya masih hidup, dan ia memiliki tiga kakak laki-laki.
Takut jati dirinya akan membuat mereka takut dan menjauh, Mirea menyembunyikan masa lalunya dan berpura-pura menjadi gadis manis, lembut, dan penurut di hadapan keluarganya. Namun rahasia itu mulai retak ketika Kaelion, pria yang kelak akan menjadi tunangannya, tanpa sengaja mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lirien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akting

Melihat kedatangan rombongan itu, Rosse yang masih memegang ponsel di telinganya langsung membeku. Matanya melebar, napasnya tertahan.

Tangannya gemetar.

“Bruk!"

Ponsel itu terlepas dari genggamannya daN jatuh menghantam lantai marmer.

Semua tamu serentak menoleh ke arah pintu utama. Aula yang tadinya ramai langsung berubah sunyi, hanya terdengar desis napas orang-orang yang tegang.

Red Monarch berdiri di paling depan. Di sebelahnya Fang Yugala membenarkan jas dan topi kuningnya. Sementara di belakang mereka, belasan anak buah berjejer rapi.

Bisik-bisik langsung menyebar di antara para tamu.

“Nggak disangka keluarga Wirawan datang secepat ini…”

“Gila, bawaannya serem banget.”

“Sepertinya kali ini keluarga Rothwell benar-benar habis…”

Semua orang menatap rombongan Red Monarch dan anak buahnya dengan ketakutan, mengira mereka adalah orang-orang yang dipanggil keluarga Wirawan.

Red Monarch mendengar itu, lalu menoleh malas ke kiri dan kanan, menyapu seluruh aula dengan tatapan dingin.

“Keluarga Rothwell?” ulangnya pelan, sudut bibirnya terangkat.

Ia melangkah maju satu langkah, sepatunya berdetak jelas di lantai marmer. Semua orang refleks mundur setengah langkah.

“Bos siapa yang berani ganggu bos?” ucap Red santai, tapi nadanya membuat beberapa tamu langsung pucat.

Sementara itu, Mirea berdiri kaku. Wajahnya terkejut, matanya sedikit melebar. Jelas tidak menyangka mereka benar-benar datang.

Detik berikutnya,

Red Monarch tiba-tiba berlutut.

Satu lututnya menghantam lantai.

Diikuti Fang, lalu satu per satu anak buahnya ikut berlutut serempak.

“Maaf kami datang terlambat, mohon maafkan kami, Bos,” ucap Red.

“Maafkan kami, Bos!” sahut anak buahnya kompak.

Aula mendadak sunyi.

Semua tamu terdiam membeku.

Kael yang masih berdiri di dekat meja minuman menatap pemandangan itu dengan mata menyipit, lalu tersenyum kecil, puas dengan tebakannya.

“Jadi benar…” batinnya.

“Mirea memang bos mafia.”

Di sisi lain, Noel menoleh ke arah Theo dengan wajah benar-benar bingung.

“Kak Theo… ini orang-orang yang kamu panggil?” bisik Noel dengan kebingungan, “Kenapa… kenapa mereka beneran datang?”

Theo menelan ludah, matanya tak lepas dari rombongan berbaju hitam itu.

“Hah? Mana mungkin aku kenal mafia segila begini…” jawabnya pelan, jelas ikut panik dan kebingungan.

Noel langsung menoleh ke arah Aren.

“Kak Aren, jangan-jangan kamu yang manggil mereka?”

Aren menggeleng cepat.

“Bukan aku.”

Noel makin pucat.

“Aku juga nggak…” gumamnya. “Terus… kalau bukan Kak Aren, bukan Kak Theo… siapa yang mereka panggil bos?”

Kalimat itu menggantung di udara.

Perlahan, kepala Noel berputar. Tatapannya berhenti tepat pada Mirea.

“Jangan-jangan…” Noel menunjuk ragu, “Dik Mirea?”

“Hah?!”

Mirea refleks menunjuk dirinya sendiri, matanya melebar, ekspresinya terlalu berlebihan.

“A… aku?!”

Dalam hatinya langsung panik.

Habislah.

Citraku sebagai gadis lemah lembut hancur total.

Sekarang gimana caranya aku bisa lanjut pura-pura jadi adik polos keluarga Rothwell…

Sementara itu, di sisi lain aula, Boris yang sejak tadi memperhatikan kerumunan akhirnya mengenali salah satu wajah. Ia melangkah mendekat, mencondongkan badan.

“Eh… Fang, ya?” katanya ragu, lalu langsung menarik lengan Fang yang masih berlutut dan memaksanya berdiri.

“Kita pernah ketemu, kan?”

Fang menoleh dingin, menatap Boris dari ujung kepala sampai kaki.

“Kamu siapa?” tanyanya datar.

Melihat celah untuk menyelamatkan situasi, Mirea langsung bergerak cepat mendekat ke arah Boris.

“Ah… jadi bos yang mereka maksud itu Pak Boris ya?” ujar Mirea lembut, matanya berbinar seolah kagum.

“Belum lama ini aku sering dengar kabar kalau Pak Boris punya banyak koneksi dan pengaruh… tapi nggak nyangka sampai kenal mafia juga.”

Nada suaranya penuh kekaguman, jelas sedang berakting.

Fang dan Red langsung saling melirik, sama-sama bingung setengah mati.

Mirea diam-diam melirik Fang, memberi kode dengan matanya: ikut aja dulu.

“E—eh… iya…” Fang akhirnya angkat bicara ragu-ragu.

“Dia… bos kami.”

Red hanya terdiam, otaknya jelas masih memproses apa yang sebenarnya terjadi.

Sementara itu Rosse mendekat dengan mata berbinar.

“Pak Boris? Jadi mereka semua orang-orangmu?” ujarnya terpukau.

“Keren banget…”

Adela ikut menyahut, nadanya penuh kagum.

“Pantes saja kamu selama ini kelihatan biasa-biasa. Ternyata nyimpen kekuatan sebesar ini.”

Boris yang dari awal memang hobi ngibul, mendadak jadi pusat perhatian.

Di kepalanya penuh tanda tanya.

Aneh…

Kenapa mereka semua diem aja? Tapi kalau begini terus… ya jangan salahkan aku kalau mulai pamer.

Boris akhirnya tertawa kecil, dada dibusungkan.

“Ah benar, orang yang tadi mereka panggil bos memang aku,” ujar Boris dengan dada dibusungkan, nadanya penuh kesombongan.

Ia bahkan melangkah setengah langkah ke depan, seolah ingin memastikan semua orang melihatnya.

“Aku bosnya mereka,” tambahnya lagi, makin percaya diri.

Red dan Fang saling menatap.

Satu alis Red terangkat, Fang menghela napas pelan. Speechless, keduanya jelas tidak menyangka situasi bisa melenceng sejauh ini.

“Pak Boris kamu memang hebat banget,” ujar Rosse kagum, matanya berbinar.

Sementara Adela mengangguk-angguk, benar-benar termakan sandiwara itu.

Di sudut ruangan, senyum Kael perlahan menghilang.

Tatapannya menajam, langsung mengarah ke Mirea yang masih tersenyum manis.

“Ini nggak bener…” gumam Kael pelan.

“Perasaanku nggak mungkin salah. Mirea pasti lagi berbohong.”

Farel di sampingnya meneguk minumannya, masih setengah bingung.

“Nggak nyangka, di tempat sekecil ini ternyata banyak jagoan tersembunyi,” ujarnya santai sambil menggoyangkan gelas.

“Bahkan Boris sembunyikan identitasnya, dan bermain-main di dunia hitam-putih tanpa ada yang tahu.”

Kael mendengus kecil, lalu meneguk win-nya agak kasar.

“Yang bermain di dunia hitam-putih itu… harusnya bukan dia.”

Nada suaranya datar, tapi matanya tetap mengunci Mirea.

1
Mo Xiao Lam
oh ada gula aren di sini 🙏
Aksara: Ahaha ini lucu banget nih😭🌷
total 1 replies
Aria Sabila
👍😁
Aksara: Hallo lirelovrsss🌷
nantikan terus ya kelanjutan cerita serunya🫶🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!