mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran Cahaya Dan Kegelapan
Gerbang Dunia Gelap telah terbuka seperempat lebih lagi, mengeluarkan angin sejuk dan makhluk kegelapan dengan mata menyala bara. Langit menjadi hitam pekat, bahkan di siang hari, dan kilat gelap menyambar terus-menerus. Para Pendekar Bintang Penyusun berkumpul di depan Kuil Bintang, sembilan Batu Penjaga di gelang dan kalung mereka bersinar dengan cahaya masing-masing—Cahaya keemasan, Api merah, Air biru, Tanah coklat, Angin putih, Waktu keperakan, Ruang ungu, Keberanian emas, dan Cinta merah muda.
Liu Wei mengangkat Pedang Angin Biru, cahaya keemasan dari Batu Penjaga Cahaya mengalir ke pedang itu, membuatnya menyala seperti bintang. “Bersama-sama, kita akan menutup gerbang ini selamanya! Jangan biarkan kegelapan menguasai dunia!”
Semua Pendekar menyatukan kekuatan mereka. Huang Rong dan Wu Jing mengeluarkan lautan api yang menyatu menjadi satu, membakar makhluk kegelapan yang mendekati. Chen Long dan Zhou Yu mengendalikan aliran air yang deras, membanjiri dan membersihkan jejak energi gelap. Xie Lan mengangkat batu-batu besar dari tanah, menjatuhkannya pada kelompok makhluk kegelapan. Yang Fei mengendalikan angin kencang, membentuk siklon yang mengangkat makhluk kegelapan ke udara. Su Yin menerangi langit dengan cahaya terang, menyilaukan makhluk kegelapan. Chen Mei menembakkan peluru kristalnya, menembus perisai energi gelap.
Sementara itu, makhluk kegelapan semakin banyak keluar dari gerbang. Mereka memiliki bentuk yang mengerikan—tubuh hitam pekat, sayap seperti kelelawar, dan gigi yang runcing. Mereka menyerang dengan kekuatan energi gelap yang menyakitkan, mencoba menekan kekuatan cahaya para Pendekar.
“Kita harus memperkuat pertahanan!” teriak Su Yin, mengumpulkan kekuatan Batu Penjaga Cahaya dan Keberanian. Cahaya keemasan meluas, membentuk pelindung besar di sekitar Kuil Bintang. Namun energi gelap dari gerbang terus menerpa pelindung itu, membuatnya retak-retak.
Liu Wei merasakan kekuatan di dalam dirinya semakin kuat seiring dengan semangat teman-temannya. Dia menyerang gerbang dengan Pedang Angin Biru yang menyala terang, membuat gerbang itu bergetar. “Mari kita serang bersama! Kekuatan kita lebih besar dari kegelapan!”
Huang Rong menggunakan kekuatan Batu Penjaga Waktu untuk memperlambat aliran waktu di sekitar gerbang, memberikan kesempatan bagi teman-temannya untuk menyerang lebih banyak. Wu Jing menggunakan kekuatan Batu Penjaga Ruang untuk membelokkan serangan makhluk kegelapan, membuat mereka menyerang sesama sendiri. Xie Lan menggunakan kekuatan Batu Penjaga Tanah untuk menutup lubang di mana makhluk kegelapan keluar, sementara Yang Fei menggunakan kekuatan Batu Penjaga Angin untuk menerbangkan mereka jauh ke laut.
Chen Long dan Zhou Yu bekerja sama untuk mengendalikan aliran air yang membentuk seperti ular besar, menyerang gerbang dengan kekuatan penuh. Chen Mei menembakkan peluru kristalnya yang dipadukan dengan kekuatan Batu Penjaga Cinta, membuat peluru itu menyebarkan energi kasih sayang yang menenangkan makhluk kegelapan yang masih memiliki hati yang baik.
Namun gerbang Dunia Gelap tetap kuat. Dari dalam gerbang, suara yang menggelegar terdengar—suara raja kegelapan yang akan muncul. “Kamu tidak akan pernah menang!” suara itu menggema. “Kegelapan akan selalu ada di dalam hati manusia!”
Liu Wei mendengar suara itu, tetapi dia tidak menyerah. Dia menyatukan kekuatan semua Batu Penjaga, membuat cahaya keemasan yang sangat terang menyala dari tubuhnya. “Kita tahu kegelapan ada, tapi kita juga tahu bahwa cahaya akan selalu muncul untuk menerangi jalan! Kita akan membuktikan bahwa cinta dan kebaikan lebih kuat dari kekuatan kegelapan!”
Semua Pendekar menyatukan kekuatan mereka pada Liu Wei, membuat cahaya keemasan semakin besar. Mereka menyerang gerbang dengan serangan gabungan, membuat gerbang itu bergetar dengan kuat. Makhluk kegelapan mulai terkurung, dan energi gelap mulai mereda.
Setelah serangan terakhir yang kuat, gerbang Dunia Gelap mulai menutup perlahan. Kilat gelap hilang, dan langit mulai kembali menjadi biru. Makhluk kegelapan yang tersisa terjebak di dalam gerbang dan lenyap seiring dengan penutupan gerbang itu.
Ketika gerbang benar-benar tertutup, cahaya matahari menyinari kembali dunia. Para Pendekar merasa kelelahan luar biasa, tetapi hati mereka penuh dengan kelegaan dan kegembiraan. Sembilan Batu Penjaga bersinar dengan cahaya terang, lalu kembali ke lokasi masing-masing untuk menjaga keseimbangan dunia.
Liu Wei melihat ke arah teman-temannya, semua dengan wajah penuh kebanggaan. “Kita berhasil! Kita telah menyelamatkan dunia dari kegelapan. Namun tugas kita tidak berakhir—kita harus terus menjaga keseimbangan dan membantu orang-orang yang membutuhkan.”
Semua orang mengangguk dengan sepakat. Mereka tahu bahwa perjuangan akan terus berlanjut, tetapi dengan persatuan dan cinta, mereka siap menghadapi segala tantangan yang akan datang.