NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Ryuga Soobin dan Kanvas Kosong

​Kegelapan di dalam gudang tua itu terasa pekat dan lembab. Suara deburan ombak di balik dinding seng yang berkarat menciptakan ritme yang tidak menyenangkan, seolah-olah bangunan ini sedang bernapas. Bau garam, besi tua, dan debu bertahun-tahun menusuk penciuman.

​"Pak Ryuga, tetap di belakang saya," bisik Kiara. Ia mengeluarkan sebuah senter taktis dari saku celananya, cahayanya yang tajam membelah kegelapan.

​Ryuga tidak membantah, tapi tangannya tetap berada di dekat pinggang Kiara siap menariknya jika lantai yang rapuh itu tiba-tiba amblas. "Aku tidak pernah tahu tempat ini ada, Kiara. Ayahku selalu bilang gudang pesisir sudah dijual puluhan tahun lalu."

​Saat cahaya senter menyapu sudut ruangan, mereka tidak menemukan tumpukan kargo atau alat berat. Sebaliknya, mereka menemukan barisan kanvas yang ditutup kain kelabu.

​"Ini..." Kiara melangkah maju dan menyibakkan salah satu kain.

​Matanya membelalak. Itu bukan lukisan biasa. Itu adalah sketsa-sketsa arsitektur yang digabung dengan teknik lukis cat minyak yang sangat detail. Garis-garisnya persis dengan gaya lukisan yang Kiara lihat di studio rahasia Ryuga, namun yang ini jauh lebih tua.

​"Ini lukisan ayahku," suara Ryuga bergetar. Ia menyentuh permukaan kanvas yang kasar. "Dia selalu menggambar gedung-gedung yang ia bangun. Tapi lihat ini..."

​Ryuga menyenter sudut kanvas. Di sana, di antara goresan cat yang tampak abstrak, terdapat pola-pola gir jam yang sangat rumit. Jika disatukan, lukisan-lukisan ini tampak seperti skema mesin raksasa.

​Di luar gudang, Dino sedang berjongkok di balik kotak kayu, mencoba menghubungkan sinyal satelitnya yang timbul tenggelam.

​"Aduh, nyamuk pesisir ini sebesar helikopter!" umpat Dino sambil menepuk lengan nya berkali-kali. "Kiara! Pak Bos! Kalian dengar aku? Sinyal di sini buruk sekali! Seperti hubungan asmara kalian, banyak gangguan!"

​Dino mencoba mengintip lewat celah ventilasi kecil. "Wah, mereka malah asyik melihat pameran lukisan di dalam sana? Di saat penjahat sedang mengincar nyawa kita? Benar-benar pasangan artistik yang tidak tahu situasi."

​Dino [Pesan Suara]: "Ki, kalau kalian menemukan lukisan diriku yang sedang makan bubur, tolong ambilkan ya! Itu akan jadi warisan untuk anak cucuku nanti!"

​Kiara tidak menanggapi celotehan Dino. Ia sedang terpaku pada sebuah kanvas kosong di ujung ruangan. Benar-benar kosong. Tidak ada cat, tidak ada coretan, hanya kain putih yang sudah mulai menguning.

​"Kenapa yang satu ini dibiarkan kosong?" tanya Kiara.

​Ryuga mendekat. Ia menatap kanvas itu dengan pandangan yang kosong, seolah-olah ia sedang melihat hantu. "Ayahku bilang, kanvas kosong adalah tempat di mana kebenaran yang paling menyakitkan disembunyikan. Hanya mereka yang memiliki 'kunci' yang bisa melihat isinya."

​Ryuga mengeluarkan botol kecil dari saku jasnya cairan kimia yang sering digunakan di studionya. Ia menyemprotkan cairan itu ke permukaan kanvas kosong tersebut.

​Perlahan, sebuah gambar mulai muncul. Bukan lukisan , melainkan sebuah peta koordinat yang dilukis dengan tinta simpatik (hanya terlihat jika terkena cairan tertentu). Di tengah peta itu, terdapat simbol naga yang melingkari sebuah jam.

​"Ini bukan sekadar gudang," bisik Kiara. "Ini adalah pusat kendali dari semua rahasia yang dicuri Bramasta."

​Tiba-tiba, suara tepuk tangan bergema dari lantai atas gudang. Samsul muncul dari kegelapan, berdiri di atas balkon besi dengan senapan laras panjang di tangannya.

​"Luar biasa, Tuan Muda," ucap Samsul dengan nada datar yang mengerikan. "Ayah Anda selalu bilang Anda punya mata seorang seniman. Sayangnya, seniman biasanya mati muda karena terlalu banyak tahu."

​Ryuga menarik Kiara ke balik pilar beton tepat saat sebuah peluru menghantam kanvas kosong tadi hingga robek.

​"Samsul! Kenapa?!" teriak Ryuga.

​"Karena setia pada orang mati tidak akan memberiku makan, Ryuga!" balas Samsul.

​Di bawah hujan peluru dan debu yang berterbangan, Ryuga meraih tangan Kiara. Di tengah kekacauan itu, ia sempat menatap mata Kiara dengan intensitas yang melampaui rasa takut.

​"Kiara, jika kita keluar dari sini hidup-hidup," bisik Ryuga di tengah desingan peluru, "aku ingin kau mengajariku cara mengisi 'kanvas kosong' dalam hidupku dengan sesuatu yang nyata. Bukan cuma bayangan masa lalu."

​Kiara tersenyum miring, menarik pisau lipat dari balik sepatunya. "Simpan janji itu, Pak Ryuga. Sekarang, bantu saya menjatuhkan pengkhianat itu."

*Detik Terakhir Sang Maestro*

​Debu semen beterbangan saat peluru-peluru Samsul menghujam pilar beton tempat Ryuga dan Kiara berlindung. Bau mesiu kini menutupi aroma cat minyak dan garam laut. Ryuga bisa merasakan detak jantung Kiara yang cepat saat punggung mereka saling bersentuhan di balik pilar yang sempit.

​"Dia punya keunggulan jarak pandang," desis Kiara. "Kita tidak bisa diam di sini atau dia akan menghujani kita sampai pilar ini hancur."

​Ryuga melirik ke arah kanvas kosong yang kini robek terkena peluru. Cairan kimia yang ia semprotkan tadi masih bereaksi, menampilkan barisan angka kecil di balik simbol naga. "Angka-angka itu... itu frekuensi, Kiara! Bukan koordinat lokasi, tapi frekuensi untuk mematikan sistem enkripsi di microchip itu!"

​"Pak Ryuga, fokus pada musuh sekarang, bukan matematika!" Kiara merogoh saku taktisnya dan mengeluarkan sebuah bola kecil yang ternyata adalah bom asap buatan Dino. "Saat ini meledak, lari ke arah tangga kiri. Saya akan memancingnya dari kanan."

​"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu menjadi umpan sendirian," protes Ryuga.

​"Ini perintah Asisten Strategi, Pak CEO!" Kiara memberikan senyum miring yang singkat namun membekas, lalu melempar bola asap itu ke tengah ruangan.

​Pshhhhh!

​Asap putih tebal memenuhi gudang dalam sekejap.

​Aksi di Tengah Kabut

​Ryuga melesat ke arah tangga besi, gerakannya lincah meski dadanya sesak oleh asap. Di sisi lain, Kiara bergerak seperti bayangan. Ia sengaja menendang kaleng-kaleng cat kosong untuk menciptakan suara yang mengecoh Samsul.

​Duar! Duar!

​Samsul menembak ke arah suara kaleng, memberikan celah bagi Ryuga untuk memanjat balkon dari arah belakang.

​Sementara itu, di lantai bawah, Kiara mendapati dirinya berhadapan dengan salah satu anak buah Samsul yang muncul dari balik tumpukan kayu. Tanpa ragu, Kiara melakukan sapuan kaki yang membuat lawan kehilangan keseimbangan, lalu menguncinya dengan teknik sabuk hitamnya.

​"Samsul! Berhenti!" teriak Ryuga yang kini sudah berada di belakang sang pengkhianat, menodongkan belati taktisnya ke leher Samsul.

​Samsul membeku. Ia menjatuhkan senapannya perlahan. "Tuan Muda... Anda tumbuh menjadi pria yang berbahaya. Persis seperti ayah Anda."

​"Jangan sebut nama ayahku dengan mulut kotormu," desis Ryuga.

✨✨✨

​Di luar, Dino sedang berteriak-teriak ke arah earpiece-nya.

​"KIARA! APA ITU SUARA LEDAKAN? Jangan bilang kalian meledakkan gudangnya! Aku belum sempat mengambil lukisan buburku!" Dino panik sambil mencoba menaiki pagar seng, namun celananya justru tersangkut.

​"Aduh, aduh! Celana kesayanganku robek! Pak Bos, aku akan masukkan ini ke dalam klaim ganti rugi perusahaan!" Dino bergelantungan dengan posisi konyol, namun matanya tetap waspada menatap monitor tabletnya. "Tunggu... ada mobil lain datang. Kiara! Pak Bos! Ada tamu tak diundang lagi!"

​Lantai Atas Gudang

​Ryuga baru saja akan memborgol Samsul ketika tiba-tiba terdengar suara tawa yang sangat dikenal dari ambang pintu geser gudang.

​Sheila masuk dengan beberapa pengawal bersenjata lengkap. Di tangannya, ia memegang sebuah detonator kecil.

​"Soobin, sayang... drama keluarga ini sangat membosankan, bukan?" Sheila melangkah maju, sepatu hak tingginya berdenting di atas lantai semen. "Samsul memang bekerja untukku sekarang. Tapi dia gagal membawakan jam itu. Jadi, kurasa aku harus mengakhiri pameran seni ini dengan sedikit... kembang api."

​Ryuga menatap Sheila dengan kebencian murni. Namun, matanya segera beralih pada Kiara yang berdiri di bawah, terkepung oleh pengawal Sheila.

​"Lepaskan dia, Sheila. Kau menginginkanku, bukan dia," ucap Ryuga, suaranya bergetar karena emosi yang tertahan.

​Sheila menatap Kiara, lalu kembali ke Ryuga. "Oh, jadi asisten ini benar-benar berharga bagimu? Menarik. Bagaimana kalau kita lihat seberapa cepat kau bisa memilih antara data di kanvas itu, atau nyawa wanita ini?"

​Sheila menekan tombol kecil, dan api mulai menjalar dari sudut-sudut gudang yang sudah disirami bensin sebelumnya. Api itu dengan cepat mendekati barisan lukisan ayah Ryuga.

​"Pak Ryuga, ambil datanya! Jangan pedulikan saya!" teriak Kiara.

​Ryuga berdiri di persimpangan jalan. Di depannya ada kebenaran tentang kematian orang tuanya yang selama sepuluh tahun ia cari. Di bawah sana, ada wanita yang dalam beberapa hari telah menghidupkan kembali detak jantungnya yang beku.

​Ryuga menatap kanvas kosong yang mulai terbakar, lalu menatap Kiara. Tanpa ragu sedikitpun, ia melompat dari balkon lantai dua, menerjang ke arah Kiara untuk melindunginya dari reruntuhan kayu yang mulai berjatuhan.

​HUbungan itu kini mencapai titik didihnya di tengah kobaran api. Ryuga memilih hidup di masa depan daripada membalas dendam masa lalu.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!