NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

“Aduh!” kak Jonie kesakitan saat memegang perutnya, “Sakit, Sayang.” dia merengek.

“Jangan ketawa terus makanya.” omel Aira.

“Ya mau gimana, lucu soalnya, Sayang.” sahut lelaki itu lagi.

Bahkan ku lihat sesekali dia masih tersenyum sendiri.

Dih!

Aku baru tau kalau kak Jonie ada kelainan.

“Jadi setelah menikah, kamu akan ikut suamimu bertugas?” tanya Kim Taehyung kw. Tidak menyangka dia kepo juga.

“Ke Nusakambangan? Hahaha—” kak Jonie menyahut lalu tertawa lagi.

Dia kenapa sih?

“Aku nggak tahu, dok.” jawabku pelan. Karena Aku memang tidak memikirkan yang terjadi setelah menikah, yang Aku pikirkan hanyalah berhasil menghilang dari pernikahan dan datang ke konser BTS. Selain itu tidak ada yang Aku pikirkan.

“Kamu sudah bertemu dengannya?” dia bertanya lagi.

Aku menggeleng.

“Melihat fotonya?”

Lagi-lagi Aku menggeleng.

Kim Taehyung kw menaikkan sebelah alisnya, “Pernikahan apa yang kalian jalani? Tidak pernah bertemu dan tidak tahu apa-apa tentang pasangan.” sindirnya.

Ih, ternyata manusia kulkas bisa julid juga?

“Ya mau gimana lagi, dok. Namanya anak solehah, kudu nurut dan percaya sama orang tua. Dinda yakin, kedua orang tua Dinda pasti memberikan pasangan yang terbaik. Meskipun tidak pernah bertemu, tapi kata ibu Kim Taehyung aja lewat.” jelasku.

“Lewat mana, Din?” Aira mengejek.

Dasar! Sahabat macam apa dia.

“Lewat Nusakambangan.” sambung kak Jonie, lalu dia kembali tertawa, bahkan lebih kencang dari sebelumnya.

“Satpam!” panggil mas dokter.

Kak Jonie langsung terdiam. Aku pun tertawa jahat.

Rasain!

“Lo sensi banget sih, Dan.” sungut kak Jonie. Dia kembali bertanya padaku, “Din, kalian ta'aruf ya?”

“Nggak. Kita tiba-tiba nikah aja.”

“Uhuk!” mas dokter tersedak. Aku refleks membantu menepuk punggungnya. “Terima kasih.” ucap lelaki itu setelah batuknya mereda.

“Kalau Ayang ketawa lagi, Aku pulang.” ancam Aira.

Nah Itu baru sahabatku.

“Ih jangan dong, Sayang. Aku masih kangen banget banget tau sama kamu!” kata kak Jonie membuat perutku mual.

“Dan, lo sama Dinda ‘kan deketan tuh rumahnya, tolong lo anterin Dinda, ya?” perintah kak Jonie semena-mena.

Loh?

“Memangnya Aira—”

“Din, maaf banget, buat kali ini aja. Gue sama Ayang mau pergi ke mall, soalnya mau beli mie ramen mas jin BTS. Stok terbatas, Kim Dinda! Tolong dimaklumi, nanti gue beliin juga deh buat lo.” jawab Aira untuk pertanyaanku yang belum selesai.

“Tidak bisa.” ucap mas dokter.

Aku tertegun. Sontak Aku menolehnya. Dia menolak mengantarku?

“Aku bisa naik ojek online.” Aku berkata pelan.

“Aydan? Lo serius—”

“Bilang sama pacarmu, tidak perlu membelikan Dinda makanan aneh itu. Dinda tidak bisa dan tidak boleh makan mie.” jelas mas dokter membuat kak Jonie melemaskan bahunya.

“Kirain.” katanya lega, begitu pun Aku.

Tidak lama dari Aira dan kak Jonie pergi, Aku dan Kim Taehyung kw juga segera pulang. Penampilanku masih memakai jas putih kebesaran milik mas dokter, cukup menghangatkan. Terutama aroma dari jas-nya, memabukkan. Eh!

Aku mematung saat dia membukakan pintu depan untukku?

“Dinda duduk di belakang aja, mas dok.” Aku menolak, malu.

“Aku bukan sopirmu.” sahutnya seolah tidak terima penolakan.

Cih! Selama ini juga begitu padahal.

Tapi Aku menurut saja lah, biar cepat. “Terima kasih.” ucapku saat masuk ke dalam mobil.

Dia tidak menjawab, dasar!

Sepanjang perjalanan, tidak ada yang membuka obrolan. Bukan karena tidak ada yang ingin Aku tanyakan, tapi dia membuka ceramah ustadz tentang pernikahan melalui ***car stereo***.

Maksudnya apa coba?

Aku berusaha menahan kantukku karena harus menjaga image. Soalnya baru tadi Aku mengaku anak solehah. Mana mungkin anak solehah mendengar ceramah sedikit langsung tidur ‘kan?

“Terima kasih.” ucapku setelah mobilnya parkir di halaman rumahku.

Bukannya menjawab, lelaki itu malah turun lebih dulu dan mendekati Ayahku di kandang kambing setelah membukakan pintu untukku.

“Ada teman Aydan mau pesan kambing, Yah.” katanya yang kudengar.

Oh, ternyata mau ngomongin embek.

Tapi Aku tidak meneruskan lagi untuk menguping pembicaraan dua lelaki beda generasi itu, Aku langsung menuju pintu rumah.

Sandal-sandal yang berserakan membuatku mengurungkan masuk rumah, dan menyusunnya di rak terlebih dahulu. Sepertinya sedang banyak tamu di rumah.

“Assalamu'alaikum?” ucapku.

Jawaban dari dalam rumah membuatku tanpa sadar merekahkan senyum, Aku kira tamu tante Milka.

“Kalian datang?” seruku pada Aaliyah setelah kami melepaskan pelukan.

Dia mengangguk antusias. “Pasti datang dong, kak. Ini ‘kan acara penting.” katanya membuatku terharu.

Padahal baru kenal beberapa bulan, tapi mereka menganggap pernikahanku penting. Sedangkan Aku sendiri menggangapnya tidak penting.

Maafkan Dinda, ya Allah.

Apa Aaliyah saja ya yang menggantikan Aku sebagai pengantin nanti?

“Dinda, kemari.” panggil ibu.

Aku mendekat dan bersalaman dengan ummi Lailatul terlebih dahulu. “Ummi sudah lama?”

“Bertepatan dengan kamu pergi, ummi datang.” ujar wanita paruh baya cantik itu.

“Benarkah? Maaf ya, Ummi.” kataku merasa bersalah.

Bagaimana tidak merasa bersalah, ummi Lailatul rela membantu ibuku mengurus urusan pernikahan. Sedangkan Aku? Malah berkeluyuran.

“Nggak papa, kamu juga pasti bosan ‘kan di rumah terus?” katanya.

Aku hanya mereaksi dengan tersenyum manis. Ah, menyenangkan sekali jika punya mertua seperti ummi Lailatul. Begitu sangat pengertian sekali.

“Ummi datang kemari mau memberikan contoh gaun pengantin, kamu maunya yang seperti apa, Dinda?” tanya wanita paruh baya itu, beliau memberikan padaku buku katalog gaun pengantin.

“Dinda sukanya yang simpel-simpel aja, Ummi.” jawabku. ‘Agar tidak sulit Aku membukanya saat kabur nanti.’ sambungku dalam hati.

“Iya benar, ummi juga sukanya yang sederhana saja,” ungkap ummi Lailatul, “Tapi ibu kamu bilang, lebih baik yang lebih wah. Katanya takut kalah sama penampilan tamu.” wanita paruh baya itu tersenyum lembut.

“Iya, kalau kamu mau sih, Din.” sahut ibuku membenarkan, “Tapi gimana kalau menurut mas Aydan?”

Aku menaikkan sebelah alisku, dan perlahan menoleh suara yang menjawab pertanyaan ibu.

“Yang sederhana malah terlihat lebih mewah, Bu.” kata Kim Taehyung kw. “Kalau yang ribet-ribet, kasihan juga sama pengantinnya.” sambungnya.

“Cie... kak Dinda, kiw kiw.” goda Aaliyah.

Aku tidak tersipu sebenarnya, tapi Aku menundukkan wajah seraya tersenyum seolah Aku malu.

“Aaliyah kapan mau nikah juga?” Aku bertanya, sebab Aku pernah berencana untuk menjodohkannya dengan Bagas.

“Nanti lah Kak, masih lama. Mas Aydan dulu.” jawabnya.

“Memangnya mas Aydan kapan nikah?

Semua orang tiba-tiba diam.

Kenapa? Apa Aku salah bicara?

“Ah maksudku, anu, apa, uhm—” Aku menggaruk kepalaku yang tak gatal.

“Aku menikah tidak lama lagi,” jawab lelaki itu, “Kamu harus datang.”

Aku mengangguk cepat, “Iya dong! Dinda pasti datang. Seperti mas Aydan memastikan akan datang ke pernikahan Dinda.”

Aku menatap satu persatu orang di dalam ruang tamu. Semuanya hanya diam dan sibuk dengan katalog gaun, sedangkan Aaliyah dia terlihat kebingungan.

Hei gwenchana!

“Din, pakai adat Jawa mau?” tanya ibu.

“Boleh.”

“Pakai adat Palembang aja, bu El. Untuk resepsinya, karena baju kurung Palembang lebih menutup aurat. Dan untuk akad, pakai kebaya panjang dan khimar menutup dada.” ujar Ummi Lailatul. “Bagaimana menurut Dinda?”

Aku mengerjap, sedetail itu ummi Lailatul memikirkannya, Aku saja tidak berpikir ke sana. Aku mengangguk, “Dinda setuju.”

Toh, Aku juga tidak memakainya nanti.

“Ibu, Dinda boleh ke kamar? Ehm, Dinda mau istirahat, besok Dinda mau masuk kerja soalnya,” Aku juga berpamitan pada semua orang, “Untuk gaun dan semuanya Dinda percayakan sama ibu dan ummi. Dinda yakin pilihan ibu dan ummi pasti yang terbaik.” ungkapku tulus.

“Iya silahkan, Dinda. Tapi kalau tentang kerja, kamu nggak usah kerja lagi. Di rumah saja sampai hari pernikahan, kalau kamu bosan bisa main ke rumah.” ujar ummi Lailatul. Aku melirik manusia kulkas dan ummi menyadarinya, “Nanti ummi yang bicara sama mas Aydan-mu.”

Aku tertegun dan mengangguk ragu.

“Kak Dinda, Aku boleh main ke kamar kakak?” tanya Aaliyah.

Aku mengangguk cepat dengan senyum tulus, “Boleh dong, Ayo!”

Aku dan Aaliyah berjalan menuju kamarku sembari bergandengan, apapun gadis itu ceritakan padaku. Terutama tentang pernikahan Abangnya, tapi Aku tidak terlalu mendengarkan karena kepalaku sedikit pusing.

Ceklek!

Langkahku tertahan karena Aira tertegun saat melihat isi kamarku.

“Ternyata kak Dinda sudah dari dulu pacaran sama bang Aydan?”

\*\*\*

1
Sari Saputri
Aira /Sob/ kenapa bisa kek gitu ya Allaah kasihan anakmu nantinya
emang kakandanya kim dinda kang modus, mana kim dinda polosnya kebangetan pulak nurut2 aja apa kata kakandanya 🤭
Sari Saputri
anak ibu El sekali kim dinda ini, sembarang aje comot mencomot mulut /Grin/
Sari Saputri
😮😮
Sari Saputri
sok tau banget kim dinda 😄
Sari Saputri
apapun masalahnya BTS solusinya 🤣
Sari Saputri
Aira hamil 😮 sensitifnya bumil, siap2 jadi musuh bumil kak jonie, yang biasa mengahadappi pasien hamil kali ini harus berhadapan dengan istri yang hamil dan dengan berpart part merajuknya 🤣 kim dinda gak boleh sedih dan cemburu karena keduluan Aira
Sari Saputri: tambah makin seringlah kim dinda mandi sebelum subuh 🤣
total 2 replies
Sari Saputri
holang kaya 🤭
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: buahahahahaha🤣
total 1 replies
Sari Saputri
suami suami yang kehilangan para istrinya 😄
Sari Saputri
apa itu libur kim dinda 🤣
Sari Saputri
pusing2 kepala baca nya kakanda /Chuckle/
Sari Saputri
sedikit banget thorr, double up dong thorr
Sari Saputri
kim dinda lihat Ayah Danu dan ibu El obrolan mereka udah bahas cucu aja, siap2 mandinya sebelum subuh trus karena kakandamu ada tim support nya /Facepalm/
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwkwkwkw habislah Dinda
total 1 replies
Sari Saputri
hei kim dinda jangan menolak ingat sudah ada kakanda 🤭 nanti kakandamu ngadu ke lakinya Aira
Sari Saputri
aaaiiihhhh..... pancing trosssss buk El 😄 lebih bagus lagi kalau di depan kim dinda /Grin/
Sari Saputri
ayah Danu mas Aydan ini dokter loh yah mosok mandiin embek suruh kim dinda ajalah yah lebih mumpuni 🤣
Sari Saputri
cepat sehat pak luruh sebelum istrimu bebas bisa2 mencak2 nanti istrimu jika tahu penyakitmu
Sari Saputri
dasar kakanda gombal gembel trossss
𝑯𝒖𝒖𝒓𝒖𝒏 ‘𝑰𝒊𝒏: wkwkwk gombal gembel🤣
total 1 replies
Sari Saputri
ampun dah kakanda suka kali minta imbalan
Sari Saputri
bukannya enak kim dinda menikah, makanan selalu tersedia 🤭
Sari Saputri
hahahhahhaa.... kum dinda mau ngibuli kakanda, keknya gak berhasil 😄 gagal maning gagal maning /Facepalm/ siap2 kim dinda habis sudah dirimu malam ini /Joyful/ apa gak ada plan 2 kim dinda 🤣
Sari Saputri: terima nasib ajalah kim dinda 😄
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!