NovelToon NovelToon
JENDELA TERBUKA YANG LUPA DITUTUP

JENDELA TERBUKA YANG LUPA DITUTUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Suami Tak Berguna / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Harem / Cintapertama
Popularitas:890
Nilai: 5
Nama Author: Siti Zuliyana

Rina menemukan pesan mesra dari Siti di ponsel Adi, tapi yang lebih mengejutkan: pesan dari bank tentang utang besar yang Adi punya. Dia bertanya pada Adi, dan Adi mengakui bahwa dia meminjam uang untuk bisnis rekan kerjanya yang gagal—dan Siti adalah yang menolong dia bayar sebagian. "Dia hanyut dalam utang dan rasa bersalah pada Siti," pikir Rina.
Kini, masalah bukan cuma perselingkuhan, tapi juga keuangan yang terancam—rumah mereka bahkan berisiko disita jika utang tidak dibayar. Rina merasa lebih tertekan: dia harus bekerja tambahan di les setelah mengajar, sambil mengurus Lila dan menyembunyikan masalah dari keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Zuliyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Setelah aplikasi "Jendela Kita" terhubung dengan seniman dunia, cerita jendela asli semakin menyebar. Pada bulan Agustus, seorang seniman dari Prancis mengirim pesan—dia ingin mengadakan pameran kolaboratif "Jendela Dunia" di Paris, dan mengundang keluarga serta Kelompok Jendela untuk berpartisipasi.

"Paris? Di Eropa?" tanya Cinta dengan mata memanjang. Rina melihat ke patung Adi dan berkata "Ini yang dia inginkan, kan? Membawa jendela kita ke belahan dunia lain." Semua keluarga setuju, dan mereka mulai mempersiapkan karya seni yang akan dibawa.

Mimpi sekarang sudah berusia 3 tahun 2 bulan, dan dia sudah bisa mengenali bendera berbagai negara. Arif mengajarkannya mengenali bendera Prancis, dan dia selalu bicara "Bendera biru putih merah! Paris! Jendela Papa Adi ke sana!"

Persiapan perjalanan ke Paris berlangsung selama sebulan. Mereka membuat jendela kolaboratif yang menggabungkan bahan dari Indonesia, Asia, dan negara-negara lain yang pernah mereka kunjungi. Di tengah jendela itu, ada gambar patung Adi dan tulisan"Rumah untuk semua, tanpa batas—ciptaan Adi."

Hari perjalanan tiba. Mereka naik pesawat selama lebih dari 12 jam, dan Mimpi selalu mengingatkan mereka tentang Adi, "Papa Adi senang kita pergi ke Paris, ya? Dia suka bepergian!" Semua orang tertawa dan mengangguk.

Di Paris, pameran diadakan di galeri seni yang terkenal. Banyak seniman dan pengunjung datang untuk melihat karya mereka. Kelompok Jendela mengadakan lokakarya membuat "jendela impian" dari kain dan kertas, dan anak-anak Prancis sangat senang. Mimpi membantu mereka, berkata "bonjour" (halo) dan membawa bunga melati yang mereka bawa dari Indonesia.

Seorang seniman Prancis berkata,"Cerita Adi dan jendela ini sungguh menyentuh. Dia telah membuktikan bahwa seni bisa menyatukan orang dari belahan dunia yang berbeda." Rina menangis senang dan berkata "Terima kasih—dia akan senang mendengar itu."

Setelah seminggu di Paris, mereka pulang ke Indonesia dengan hati yang penuh kebahagiaan. Mereka membawa karya seni dari seniman Prancis untuk dipajang di galeri asli dan cabang Jakarta. Mimpi selalu menceritakan tentang Paris kepada teman-teman taman kanak-kanak."Di Paris, ada banyak jendela cantik, dan kita membuat jendela dengan Papa Adi di tengahnya!"

Pada bulan Oktober, ada momen spesial lainnya, Cinta memenangkan lomba seni nasional dengan karya yang menggambarkan Adi membuka jendela asli, dengan orang-orang dari berbagai daerah yang datang. Dia menerima medali emas, dan di panggung ,"Pemenang ini bukan milikku saja—ini milik Papa Adi, yang selalu menginspirasi aku untuk membuat karya yang bermanfaat. Dia adalah alasan aku suka seni."

Semua keluarga dan teman-teman bersorak meriah. Mimpi berjalan-jalan ke panggung, membawa bunga melati ,"Kakak Cinta menang! Papa Adi bangga!" Semua orang menangis senang.

Pada bulan November, keluarga memutuskan untuk membuat "Buku Ingatan Adi"—sebuah buku yang berisi cerita, foto, dan karya seni dari semua orang yang pernah kenal dia. Rina menulis cerita tentang bagaimana mereka bertemu, Lila melukis sampulnya dengan gambar Adi dan jendela asli, dan Arif mengumpulkan foto dari semua perjalanan dan acara yang dia ikuti.

Mimpi membantu menempelkan foto di buku, "Papa Adi cantik di foto ini! Dia senyum!" Semua orang menyentuh hati mendengarnya.

Pada hari 18 Maret tahun depan—hari kelahiran Adi yang ketiga setelah dia meninggal—keluarga berkumpul di Taman Adi. Mereka meluncurkan "Buku Ingatan Adi" dan menyebarkannya ke semua galeri dan sekolah di daerah itu. Banyak orang datang, membawa bunga melati dan cerita tentang Adi.

Rina berdiri di depan patung Adi , "Sudah tiga tahun kita kehilangan dia, tapi setiap hari kita merasa dia ada di sini. Buku ini adalah cara kita untuk membagikan cinta dan impiannya ke lebih banyak orang. Dia tidak akan pernah hilang—dia hidup di setiap kata, setiap gambar, dan setiap jendela yang kita buka."

Semua orang membaca bagian dari buku bersama. Mimpi membaca kalimat yang dia tulis "Papa Adi buka jendela, rumah semua orang, cinta selamanya."

Angin segar bertiup melalui jendela asli, menyebarkan bau bunga melati dan kebahagiaan yang terus tumbuh. Patung Adi berdiri kokoh, seolah-olah sedang menyaksikan semua yang terjadi. Keluarga melanjutkan kehidupan dengan langkah yang tenang dan penuh harapan, tahu bahwa Adi selalu ada di hati mereka, membimbing mereka untuk membuka jendela baru dan membuat rumah bagi semua orang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!