NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Baba," ujar Xylorr dengan derai air mata yang terus membasahi pipi. "Baba"

"Baba?" Karnu seketika terkejut. Matanya tampak berkaca-kaca, mengingat putranya yang sudah hilang sejak lama. Sebagai seorang ayah, dirinya merasa gagal karena tidak bisa melindungi keluarga.

"Yaa nama di Baba nayeua (Ada di mana Baba sekarang)?" tanya Xylorr dengan suara bergetar. "Inga yangha gihpangpa jeun Baba (Aku ingin bertemu dengan Baba)."

"Baha, Baba ...."

Di tempat yang jauh dari hutan, Baba dan yang lain tengah berada di sebuah ruangan, mengecek sekaligus mempersiapkan sesuatu.

Baba menoleh ke jendela, mengamati hujan yang mengguyur deras. "Aku tiba-tiba teringat dengan ayah, kakek, dan keluargaku. Aku sangat berharap mereka baik-baik saja."

Alarm mendadak berbunyi. Semua orang seketika berhenti melakukan pekerjaan.

"Kita mendapat pesan baru," ujar Lance sembari memeriksa layar hologram yang muncul di jam tangannya.

Sementara itu, Draco tengah mengamati Edward, Caesar, dan yang lain di kasur. Orang-orang berkemampuan khusus tengah memeriksa mereka.

Draco mengamati laporan di layar hologram. "Orang-orang itu memiliki informasi yang sama dengan informasi yang sudah aku kumpulkan, kecuali Edward. Setelah memeriksa dengan detail, orang-orang berkemampuan khusus menyimpulkan jika Edward tidak berbohong."

Draco tersenyum, menatap para pengawalnya. "Aku tidak sabar untuk melihat reuni ini berjalan. Kau harus menyambutku dengan baik, Xander."

Draco memberi perintah, dan satu pasukan khusus disiagakan untuk pergi ke kediaman Xander.

~ ~ ~

Xander dan keluarganya tengah menikmati makan malam. Suasana tampak hangat dan ceria dengan cerita dari Alexis. Para pengawal berjaga di berbagai titik penjagaan. Bulan tampak bersinar terang di langit.

Angin berembus kuat, menerbangkan daun-daun, menjatuhkan beberapa ranting. Dari kejauhan angin menggoyangkan pohon ke kiri dan kanan.

Di tengah keheningan malam, sebuah portal terbuka di bagian ujung selatan hutan. Anggota Galata bermunculan, bergerak cepat, menyebar ke sekeliling. Mereka memindai ingatan para penjaga, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.

Sepuluh anggota Galata bergerak menuju kediaman utama. Mereka kembali menyebar, memindai para penjaga dan keluarga mereka, lantas bergerak ke rumah utama.

Samuel tengah berada di dekat jendela, mengamati keadaan luar. Begitu ia menutup tirai, seorang anggota Galata muncul dan menembakkan sebuah cahaya dari pistolnya. Informasi seketika bermunculan di layar.

Anggota lain memindai Larvin, mendapatkan informasi di layar. Bergerak ke arah lain, dua anggota memindai keadaan Xander dan Lizzy.

Larson berjalan menuju balkon, mengamati bulan purnama dan suasana yang sangat hening. Ia menggigil saat angin berembus kencang. Saat akan kembali ke kamar, ia seketika berhenti berjalan saat merasakan sesuatu yang aneh.

"Apa yang terjadi?" Larson menggaruk leher, mengamati keadaan sekitar. "Aku merasa sesuatu yang hangat menimpa punggung dan leherku?"

Larson berada di balkon selama beberapa waktu, mengamati keadaan. Ia menoleh pada sebuah pohon, mengawasi pohon itu agak lama. "Aku pasti terlalu lelah sehingga mulai berhalusinasi. Aku sebaiknya segera beristirahat."

Seorang anggota Galata tengah berada di pohon yang Larson awasi. Ia tersenyum sekilas, bergerak menuju arah lain.

Empat anggota Galata berkumpul di atap bangunan, menembak cahaya pemindai bersamaan. Cahaya itu seketika menyelimuti satu bangunan penuh. Anggota lain juga melakukan hal yang sama ke bangunan lain.

Informasi terus bermunculan di layar. Anggota-anggota Galata terbang menuju arah danau. Mereka berdatangan dari berbagai penjuru.

"Informasi yang kita kumpulkan nyaris sama. Alexander memang sempat bekerja sama dengan Osvaldo Tolliver untuk mengembangkan sebuah alat. Keduanya memang memiliki perusahaan dalam bidang penelitian, pengembangan, dan penciptaan alat-alat canggih. Akan tetapi, Alexander, keluarganya, maupun para pengawalnya tidak memiliki ingatan mengenai orang-orang aneh yang mendatangi Osvaldo Tolliver," ujar pemimpin pasukan.

Anggota lain menyahut, "Ada orang-orang aneh seperti suku pedalaman yang tinggal di hutan. Mereka tidak tahu menahu soal Osvaldo Tolliver. Mereka bahkan berbicara dengan bahasa asing. Alexander membawa mereka dari hutan Daintree setelah mereka menjadi sasaran dari kelompok Osvaldo Tolliver."

"Hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Alexander dan pasukannya mengatakan informasi yang sebenarnya. Kedua, ingatan mereka terhapus dan diatur ulang oleh salah satu orang incaran ketua."

Salah satu orang berkemampuan khusus mendekat, "Aku sudah melihat masa lalu mereka dan hasilnya justru condong pada kemungkinan pertama."

"Kita akan melakukan pemindaian untuk kedua kalinya. Lakukan dengan seteliti dan sebaik mungkin," perintah pemimpin pasukan.

Anggota Galata kembali menyebar ke sekeliling, sedangkan pemimpin pasukan dan dua anggotanya masih berada di dekat danau.

"Seseorang sedang menuju danau," ujar seorang anggota seraya memindai sosok yang datang dari arah halaman.

"Dia adalah Miguel, salah satu pengawal utama Alexander sekaligus salah satu pengawal terkuat. Apa yang dia lakukan tengah malam?" Anggota lain menyahut.

"Miguel?" Si pemimpin mengamati Miguel yang terus mendekat. Ia membaca informasi yang bergerak di layar. "Dia adalah mantan pembunuh bayaran yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di penjara terkejam Vistoria."

"Miguel hanya membawa pisau dan sebuah pistol di saku kiri dan kananya."

Si pemimpin tersenyum, "Ара mungkin instingnya yang membawanya ke tempat ini? Dia merasakan bahaya sehingga mengecek danau. Dia orang yang berbahaya."

Si pemimpin mempersiapkan pistol, bersiap menembak Miguel. "Kau harus membuktikan kemampuanmu, Miguel."

Miguel bergegas bergeser ke samping, menatap danau yang tenang. Ia tidak melihat siapa pun, tetapi ia yakin serangan barusan datang dari depan.

Miguel bersikap setenang mungkin di saat ia mengawasi keadaan sekeliling.

"Dia bisa menghindari serangan itu. Dia memang kuat seperti informasi yang tercacat di sistem. Jika dia memiliki alat-alat seperti kita, dia akan menjadi sosok yang berbahaya," kata si pemimpin sembari tertawa.

Kedua anggota Galata mengawasi Miguel yang kini berada di sisi danau. Salah satu dari mereka bertanya, "Apa yang harus kita lakukan pada pria itu? Apakah kita akan menghabisinya? Dia bisa melaporkan kejadian tadi pada Alexander."

"Kita akan menunggu sampai pemeriksaan kedua selesai. Kita akan kembali bergerak setelah mendapatkan perintah dari markas utama. Untuk sekarang, kita akan terus melakukan pemeriksaan di kawasan ini."

Ketiga anggota Galata itu meninggalkan danau, terbang menuju ke langit.

Miguel mengamati awan yang bergerak cepat ke samping kiri dan kanan, mengelus darah di pipinya. Ia berjalan mengelilingi danau, berkoordinasi dengan pengawal lain.

Miguel melaporkan kecurigaannya pada Govin, mengawasi keadaan sekeliling hingga satu jam lamanya. Ia bergerak ke arah kediaman suku pedalaman begitu merasakan firasat buruk. Beberapa penjaga berada di titik penjagaan, tetapi mereka menjelaskan bahwa situasi aman dan terkendali.

Govin segera memerintahkan para pengawal untuk mengetatkan penjagaan. Para pengawal mulai bergerak, melalukan pemeriksaan menyeluruh.

Para anggota Galata melihat pergerakan para pengawal dari atas selagi mereka bergerak untuk berkumpul di danau.

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!