NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Tiri

Obsesi Sang Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Selingkuh / Harem
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lalalati

Novel Keempat belas🌶
(area 🌶 no bocil-bocil please)

Bian menjalani kehidupan remajanya dengan sempurna. Ia cewek cantik dan bergaul dengan anak-anak paling populer di sekolah. Meskipun demikian pergaulan Bian dan teman-temannya tergolong cukup 'bebas'.

Belum lagi Theo, cowok paling ganteng dan tajir itu kini berstatus sebagai pacarnya dengan kebucinan tingkat dewa.

Namun tiba-tiba kesempurnaan masa remajanya itu runtuh porak poranda setelah kedua orang tuanya memutuskan untuk bercerai dan bertukar pasangan dengan sepasang suami istri dengan satu anak laki-laki yang juga muncul sebagai guru baru di sekolahnya bernama Saga, cowok cassanova tampan dengan tubuh tinggi kekar idaman para wanita.

Di tengah masalahnya dengan Saga yang obsesif, hubungannya dengan Theo terus merenggang. Alasannya karena Theo selalu mengatakan hal yang sama, 'harus nemenin mama.'

Semakin hari Bian semakin curiga. Hingga ia mengetahui bahwa Theo...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Curahan Hati

Sore itu Bian baru saja pulang dari pemotretan. Ia berada di rumah Luis, di ruang tamu rumah mewah itu. Baru saja ia membalas chat dari Theo namun Theo tak kunjung membalas lagi.

"Ke mana sih dia?" gumam Bian sambil menatap layar ponselnya yang menampilkan ruang obrolannya dengan Theo. "Awas aja kalau nanti malem gak jadi video callnya!"

"Apa sih ini dateng-dateng udah bete gitu?" Kayra datang dari pintu utama dan duduk di seberang Bian.

"Theo gak bales chat gue, Kay," curhat Bian. Bibirnya maju sekitar satu sentimeter.

"Ya ampun. Kirain apaan," komentar Kayra. "Emang ke mana dia?"

"Dia ngajakin gue ke sini tadi pas di sekolah. Eh tiba-tiba dia batalin. Katanya harus nemenin mamanya," terang Bian.

"Harusnya lo seneng punya cowok yang sayang banget sama nyokapnya. Jarang loh ada cowok kayak Theo. Lagian tahu sendiri Theo cuma berdua doang 'kan sama nyokapnya. Dia udah gak ada bokap. Terus dia juga anak tunggal. Jadi wajar banget dia kayak gitu, lebih mentingin nyokapnya. Itu artinya dia cowok yang ngehargain cewek banget."

"Iya sih," cicit Bian tak sepenuhnya setuju. "Tapi gue sedih, Kay. Sampai sekarang Theo gak pernah ngenalin gue ke nyokapnya dia. Padahal dia gue kenalin sama mommy sama daddy bahkan sejak kita belum jadian. Tadi aja pas nyokapnya dateng ke sekolah, dia gak ngenalin gue ke nyokapnya. Nyokapnya juga jutek banget sama gue."

"Ya gak apa-apa kali, Bi. Lo 'kan pacaran sama anaknya. Bukan sama emaknya. Udah gak usah lo pikirin terus. Nanti juga Theo bales chat lo." Kayra menenangkan.

Bian menghembuskan nafasnya. "Iya juga sih," lirihnya. Lalu ia teringat dengan jepitan rambut yang dititipkan Saga untuk dikembalikan kepada Kayra. Bian merogoh tasnya lalu menyerahkannya pada Kayra. "Nih, Kay. Kak Saga nitipin ini. Katanya ini punya lo."

Kayra nampak sedikit terkejut. "Oh iya, pantesan, gue kira ada di mana. Ternyata ada di Kak Saga." Kayra meraih jepitan rambut itu. Ingin berpura-pura mengatakan bahwa itu bukan miliknya, tapi jepitan itu terlalu mahal untuk ia abaikan.

Bian sendiri merasa sedikit aneh. Pasalnya biasanya teman-temannya memanggil Saga dengan sebutan 'Pak' pada Saga, tapi kenapa Kayra memanggilnya dengan sebutan 'Kak'?

Ah, pasti karena mengikuti Bian yang memanggil 'Kak' pada Saga, begitu pikir Bian.

"Tapi kenapa Kak Saga bisa punya jepitan rambut lo?" tanya Bian.

"Itu... Waktu itu..." Kayra nampak menghindari tatapannya dengan Bian. "Gue ngumpulin tugas. Terus jatuh kayaknya jepitan gue. Untung Kak Saga nemuin itu. Gue udah bingung ke mana itu jepitan."

"Untung ada yang nemuin. Mahal banget 'kan ini. Hadiah dari bokap lo 'kan?"

"Iya. Untung aja," tawa Kayra. "Bilangin makasih ya sama kakak lo."

"Iya nanti gue sampein," ujar Bian tanpa curiga.

Tiba-tiba datang Andre dari pintu utama. Ia tadinya akan ke beranda belakang, tempat para cowok nongkrong. Namun ia menangkap sosok Bian dan Kayra di ruang tamu. "Eh, ngapain pada di sini?" Andre menghampiri.

"Lagi nyuci baju. Ya lagi duduk aja di sini," sahut Kayra asal.

"Ya basa-basi doang juga. Dasar lo, Kay," gerutu Andre.

"Lo gak bareng Rere?" tanya Bian.

"Enggak. Dia masih pemotretan kayaknya," jawab Andre. "Lagian kenapa juga gue harus selalu bareng dan tahu tentang dia. Gue 'kan bukan siapa-siapanya dia." Andre nampak murung.

"Kenapa lo? Berantem sama Rere?" tebak Kayra.

Andre tersenyum getir. "Ya gitu, deh."

"Lagian lo betah banget sih ngejar dia? Kenapa lo gak tembak aja?" tanya Bian.

"Dia udah punya cowok 'kan? Gue gak mau jadi yang kedua."

"Hah? Rere punya cowok? Kok gue gak tahu?" protes Bian.

"Kirain kalian tahu?" Andre bingung. Seharusnya sebagai sahabat-sahabat terdekat Regina, mereka pasti mengetahuinya.

"Gak, gue gak tahu." Bian sedikit kesal karena ia tak tahu tentang ini. Lalu ia menatap ke arah Kayra yang nampak biasa saja, tidak terkejut atau pun kesal. "Lo tahu ya, Kay?"

"Gue tahu sih dia punya cowok. Tapi gue juga gak tahu siapa cowoknya," sahut Kayra.

"Kok bisa?" Bian tak terima.

"Gue pernah mergokin dia nerima telepon dari cowoknya. Tapi seudah itu dia minta jangan kasih tahu siapa-siapa. Jadi gue diem," terang Kayra.

"Susah emang punya temen pendiem kayak Rere," keluh Bian.

"Tapi, gak jadian juga Rere apa-apa sama lo. Antar-jemput, ngedate, bahkan ciuman juga 'kan lo sama Rere?" goda Kayra.

"Ya itu gak cukuplah, Kay. Gue pengen ada status sama dia. Gak gantung kayak gini. Tapi di sisi lain gue juga gak mau jadi yang kedua," keluh Andre.

"Lo jangan nyerah gitu, dong. Kejar terus dia. Lo lihat si Theo sama Bian sekarang? Dulu malah si Bian nolak Theo berkali-kali. Tapi sekarang? Bucin dia sama si Theo."

Bian tersenyum-senyum sendiri sambil memegang kedua pipinya mengingat dulu saat Theo mengejarnya dan sering kali ia abaikan. Namun sekarang, benar kata Kayra, Bian bucin pada Theo.

"Sedangkan Rere?" lanjut Kayra. "Nyambut lo 'kan dari awal? Pepet terus, Dre. Jangan kasih kendor."

Andre tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalanya. "Okay deh, thanks ya kalian udah dukung gue."

Tiba-tiba seorang cowok datang dan memanggil Andre.

"Ya udah, gue ke belakang dulu," pamit Andre.

"Semangat ya," ujar Bian.

Kemudian kembali hanya mereka berdua. "Gue jadi penasaran. Jangan-jangan tanpa sepengetahuan gue, lo juga punya cowok, Kay?" telisik Bian.

"Cowok gue? Banyak dong cowok gue mah," ujar Kayra bangga.

"Ih, maksudnya yang bener-bener lo anggap pacar. Bukan cowok yang cuma gituan sama lo." Bian memperjelas.

Kayla menatap kosong ke sembarang arah. "Ada sih. Gue baru ketemu sama dia. Gue langsung ngerasa...dia menarik. Lebih dari cowok-cowok yang pernah gue temuin."

"Cieeee. Siapa tuh, Kay?" Bian penasaran.

Kayla tersenyum penuh arti. "Kepo banget sih, lo. Nanti aja kalau udah jadi gue kasih tahu lo."

"Lo mah main rahasia-rahasiaan ah. Gak seru," gerutu Bian.

Kayra tertawa melihat Bian mendumel. Tapi untuk sekarang, Kayra belum bisa mengungkapkannya. Rasanya ini masih sangat kecil jika disebut sebagai rasa cinta. Ia hanya merasakan 'melakukannya' dengan pria itu terasa berbeda.

Saat melakukannya lagi dengannya, Kayra mulai menyadari perasaannya. Saat itu bukan pertama kali Kayra melakukan th ree so me. Tapi entahlah thr ee som e yang kali ini Kayra lakukan di ruang listening, menimbulkan rasa cemburu yang hadir di sela-sela hsrat yang menggelora di saat si cowok menjamah gadis lain tepat di depan matanya.

Ya. Cowok yang dimaksud, yang membuat Kayra mulai merasakan debaran itu, tak lain adalah Saga, yang saat itu melakukan th ree some dengan gadis jurusan tari tradisional bernama Meri.

1
D_wiwied
kayra gila ini sih 🤣🤣
lalalati: banget dia mah otaknya gak pernah disapuin
total 1 replies
D_wiwied
whattt ternyata ini yg ngajarin dan ngerusak saga to, yg membuat dia jd pemain.. ee dasar maniak brondong 😁🤭
D_wiwied
heh jule, cinta itu ga bs dipaksakan you know 😠
mending td ga usah ditolongin aja, biar kamu terbebas dr obsesi ibu yg ga ada akhlaknya itu
D_wiwied
ngeri kali si Juli ini, dah masuk kategori child grooming ga sih.. ky yg rame kmrn🤔🤭
D_wiwied: bisa dibikin lepas ga sih si Theonya, apa mmg sengaja dibikin gini alurnya? biar ketahuan Bian trs akhirnya jadi sm saga, dr terpaksa jd mau gitu
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!