Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.
AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Puncak Cemburu di Lembah kabut
Pagi itu, hutan pinus diselimuti kabut yang sangat tebal. Jarak pandang hanya sekitar tiga meter. Suasana sunyi, hanya terdengar suara kicauan burung yang terdengar seperti peringatan. Di bawah komando Rangga, rombongan bersiap untuk turun gunung. Namun, di balik ketenangan itu, Rangga telah menyusun bidak-bidaknya untuk menghancurkan kewarasan Arazka.
🎭 Skenario Intim yang Terencana
Rangga membagi tim menjadi beberapa kelompok kecil untuk melewati jalur curam. Ia sengaja memasangkan dirinya dengan Arazka di depan, sementara Danis diminta menjaga Maura yang kakinya sedikit terkilir akibat perjalanan kemarin.
"Dan, jagain Maura ya. Kakinya masih sakit. Gue dan Arazka buka jalan di depan," ujar Rangga dengan nada yang terdengar sangat bertanggung jawab.
Saat mereka mulai bergerak, Rangga terus memancing emosi Arazka. "Zka, gue sebenernya nggak enak ngomong ini... tapi semalem gue nggak sengaja liat Danis keluar dari tenda Maura pas loe udah tidur. Mungkin mereka cuma bahas soal logistik, tapi gerak-gerik mereka... yah, loe tau lah."
Arazka mengepal tinjunya. Ia mencoba tidak percaya, namun kabut di depannya seolah mempermainkan penglihatannya. Saat ia menoleh ke belakang, ia melihat bayangan Danis yang sedang merangkul bahu Maura untuk membantunya berjalan. Karena kabut, posisi mereka terlihat jauh lebih intim daripada yang sebenarnya.
🍫 Miko dan Fanila: Kekacauan di Tengah Ketegangan
Di barisan tengah, Miko dan Fanila sibuk dengan dunia mereka sendiri, tidak menyadari awan gelap yang menyelimuti para pemimpin mereka. Miko mencoba menghibur Kinara yang masih trauma.
"Nih, Kin! Cokelat terakhir gue. Makan deh, biar otak loe nggak error mulu gara-gara kejadian tebing," ujar Miko sambil menyodorkan batangan cokelat yang sudah agak lembek.
"Miko! Itu cokelat cadangan buat keadaan darurat, kenapa loe kasih sekarang?!" protes Fanila sambil menjitak kepala Miko.
"Loe mah galak amat, Nila! Ini kan darurat buat kesehatan mental Kinara!" balas Miko sambil menghindar. "Liat tuh, Danis sama Maura aja romantis-romantisan, masa kita berantem mulu?"
Celetukan polos Miko itu terdengar sampai ke telinga Arazka yang berada di depan. Hati Arazka terasa seperti disiram bensin.
💄 Yasmin dan Insting yang Terusik
Yasmin yang berjalan di dekat Miko langsung menyikut lengan cowok itu. "Miko, jaga mulut loe. Nggak ada yang romantis di sini."
Yasmin terus memperhatikan Rangga. Ia menyadari Rangga terus-menerus berbisik pada Arazka. Ia melihat bagaimana rahang Arazka semakin mengeras dan langkah kakinya semakin kasar. Yasmin berbisik pada Keysha yang berjalan di sampingnya dengan waspada.
"Key, Rangga lagi ngeracunin pikiran Arazka. Gue bisa ngerasain auranya dari sini," bisik Yasmin.
Keysha mengangguk tipis. Tangannya sudah siap di gagang belati kecil yang ia sembunyikan di pinggangnya. "Asean juga lagi ngawasin dari sisi lain. Kalau Arazka meledak, kita harus siap misahin mereka."
💥 Ledakan di Lembah Sunyi
Tiba di sebuah tanah lapang yang tersembunyi di balik tebing, Arazka tiba-tiba berhenti. Ia berbalik dan menatap Danis serta Maura dengan mata merah padam.
"LEPASIN DIA, DANIS!" teriak Arazka, suaranya menggema di lembah.
Danis tersentak, ia melepaskan pegangannya pada bahu Maura. "Zka? Dia lagi sakit, gue cuma bantu—"ini
"Bantu atau nyari kesempatan?!" Arazka menerjang maju, mencengkeram kerah jaket Danis. "Gue liat loe berduaan semalem di tenda dia! Dan sekarang di depan mata gue, loe berani pegang-pegang dia?!"
"Zka, loe salah paham! Gue nggak ke tenda Maura semalem!" bela Danis, emosinya mulai terpancing.
Maura mencoba melerai dengan kaki yang tertatih. "Arazka, berhenti! Danis nggak ngapa-ngapain! Siapa yang bilang hal nggak bener itu ke loe?!"
Arazka menoleh ke arah Maura dengan tatapan kecewa yang mendalam. "Loe masih bela dia, Maur? Setelah semua yang gue lakuin buat loe?!"
🏹 Asean dan Keysha: Penengah yang Terlambat
Asean mencoba masuk ke tengah. "Zka, tenang! Kita lagi di hutan, jangan bikin keributan!"
Namun, Rangga justru memprovokasi lagi. "Asean, biarin aja. Mungkin emang perlu diselesain sekarang daripada jadi duri di dalam ALVEGAR."
Keysha menatap Rangga tajam. "Loe... loe seneng liat ini, kan?"
Rangga hanya mengangkat bahu dengan wajah datar. "Gue cuma mau kebenaran terungkap, Key."
Di tengah kekacauan itu, Arazka melayangkan pukulan ke wajah Danis. Danis terjatuh ke tanah. Kinara menjerit histeris, sementara Fanila langsung memeluk Kinara agar tidak mendekat. Miko yang biasanya pecicilan kini terdiam kaku, melihat dua sahabatnya benar-benar saling menghancurkan.
Maura berdiri di antara mereka, air matanya jatuh. "Kalau loe lebih percaya sama fitnah daripada sama gue, Arazka... maka hubungan ini emang nggak ada gunanya."
Maura berbalik dan berjalan menjauh ke dalam kabut, mengabaikan rasa sakit di kakinya.
🌑 Senyum Sang Iblis
Di tengah kekacauan, teriakan, dan tangisan itu, Rangga berdiri di balik pohon besar. Ia mengeluarkan ponselnya dan merekam adegan Arazka yang mengamuk dan Danis yang tergeletak di tanah.
"Satu poin lagi," batin Rangga. "Besok, saat kita sampai di sekolah, foto dan video ini akan jadi bukti kalau Arazka adalah pemimpin yang kehilangan kontrol. Dan saat itu, Rangga akan datang sebagai penyelamat."
TO BE CONTINUED