NovelToon NovelToon
Legenda Li Yuan

Legenda Li Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Transformasi Hewan Peliharaan / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Dunia Kultivasi adalah dunia yang kejam bagi yang lemah dan indah bagi yang kuat

Karena itu Li Yuan seorang yatim piatu ingin merubah itu semua. bersama kawannya yaitu seekor monyet spiritual, Li Yuan akan menjelajahi dunia dan menjadi pendekar terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Tarian Es dan Api Hitam

​Ledakan dari Paviliun Rahasia melontarkan Li Yuan dan Letnan Yan ke udara, menembus atap bangunan dan mendarat di atas genteng-genteng kota yang tersusun rapat. Di bawah mereka, penduduk kota berhamburan, namun para kultivator tingkat tinggi justru memanjat menara-menara terdekat untuk menyaksikan duel langka antara buronan nomor satu dan elit Kekaisaran.

​"Kau pikir bisa mengalahkan hukum Kekaisaran dengan pedang karatan itu?" Letnan Yan mendesis. Ia mengangkat pedang tipisnya, Bilah Salju Abadi.

​Seketika, suhu di atas atap turun drastis. Uap napas Li Yuan membeku. Genteng-genteng di bawah kaki mereka tertutup lapisan es tipis yang sangat licin.

​"Hukum Kekaisaran dibangun di atas tulang orang-orang seperti keluargaku," balas Li Yuan dingin. Ia menarik napas dalam, memusatkan Qi ungu ke kakinya agar tidak tergelincir.

​SRAAAK!

​Letnan Yan bergerak secepat kilat. Pedang esnya menyambar, meninggalkan jejak kristal di udara. Li Yuan menangkisnya dengan Pedang Hitam Takdir, namun ia terkejut. Setiap kali senjata mereka beradu, hawa dingin merambat masuk ke dalam pori-porinya, mencoba membekukan aliran Qi di pembuluh darahnya.

​"Seni Pedang Musim Gugur: Seribu Jarum Es!"

​Letnan Yan mengibaskan pedangnya, menciptakan ratusan jarum es kecil yang melesat dari segala arah. Li Yuan terpojok di ujung atap sebuah menara jam.

​"Dong Dong, urus para pemanah di bawah!" teriak Li Yuan.

​"Siap, Bos! Mari kita buat sedikit kekacauan!" Dong Dong melompat dari atap ke atap, memutar tongkatnya seperti baling-baling raksasa, menghalau hujan anak panah dari pasukan Sayap Perak yang mengepung di bawah.

​Li Yuan kembali fokus pada Yan. Ia menutup matanya sejenak, merasakan denyut jantung dari Pedang Hitam Takdir. Ia menyadari sesuatu: Pedang ini tidak hanya bisa menyerap darah, tapi juga energi emosi negatif. Rasa haus akan keadilan dan amarahnya terhadap penindasan mulai mengalir ke bilah pedang.

​Pelepasan Rahasia: Aura Api Neraka Ungu!

​Pedang hitam itu tiba-tiba meledak dalam kobaran api ungu yang tidak panas, namun menghanguskan energi spiritual. Es yang menyelimuti atap langsung menguap menjadi kabut tebal.

​"Apa?! Api yang memakan Qi?" Letnan Yan terbelalak.

​Li Yuan melesat menembus kabut. Gerakannya kini tidak lagi mengikuti pola manusia. Ia melompat dari satu bayangan ke bayangan lain.

​Jalan Pedang Langit: Gerakan Ketiga — Tebasan Pemutus Takdir!

​Li Yuan mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah. Bayangan roh raksasa di belakangnya muncul sesaat, ikut menebaskan pedang energi raksasa.

​BOOOOM!

​Menara jam tempat mereka bertarung terbelah menjadi dua. Letnan Yan mencoba menangkis dengan menciptakan perisai es raksasa, namun api ungu Li Yuan melahap perisai itu seperti kertas yang terbakar. Letnan Yan terhempas jatuh menembus atap-atap pasar bawah.

​Li Yuan mendarat di reruntuhan dengan napas yang stabil. Ia berjalan mendekati Letnan Yan yang terkapar di antara tumpukan barang dagangan, pakaian zirahnya yang elegan kini hancur dan hangus.

​"Kau kuat, Yan. Tapi kau bertarung demi perintah, sementara aku bertarung demi kehidupan," ucap Li Yuan sambil mengarahkan ujung pedangnya ke leher Yan.

​Namun, sebelum Li Yuan bisa memberikan serangan terakhir, Letnan Yan tersenyum tipis sambil memuntahkan darah. Ia mengeluarkan sebuah kristal biru kecil dan menghancurkannya.

​"Kau menang di sini... tapi Danau Cermin Perak telah disegel... Kau tidak akan pernah bisa menyentuh pedang kedua itu..."

​Dalam sekejap, tubuh Letnan Yan diselimuti cahaya biru terang—sebuah teknik teleportasi darurat Kekaisaran. Sebelum Li Yuan bisa menebasnya, Yan telah menghilang, meninggalkan sisa hawa dingin yang perlahan memudar.

​Li Yuan memasukkan pedangnya kembali ke dalam sarung. Ia menoleh ke arah Dong Dong yang baru saja menyelesaikan tugasnya menumbangkan selusin prajurit Sayap Perak.

​"Dia kabur," ucap Dong Dong sambil menggaruk telinganya. "Dan dia bilang danau itu disegel. Bagaimana sekarang?"

​Li Yuan menatap ke arah utara, tempat Danau Cermin Perak berada. "Segel dibuat oleh manusia, maka bisa dihancurkan oleh manusia. Kita pergi sekarang sebelum bala bantuan Kekaisaran yang lebih besar tiba."

​Saat mereka melangkah keluar dari Kota Kasino, para pengamat dari kegelapan mulai berbisik. Berita tentang "Pemuda Pembawa Api Ungu" yang mengalahkan Letnan Yan akan menyebar ke seluruh penjuru negeri dalam hitungan jam. Perburuan ini baru saja menjadi jauh lebih panas.

1
Nanik S
Awal yang menarik
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus update nya semangat semangat semangat
Agen One: /Good//Good//Good//Pray//Ok//Ok//Good//Good//Ok/
total 1 replies
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Li Yuan maju terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos lanjut terus
Aman Wijaya
semangat semangat Li Yuan bantai semua musuh mu
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
markotop top lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
joooooss joooooss pooolll lanjut
Aman Wijaya
jooooz pooolll
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut terus
Aman Wijaya
siiiip lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat
Agen One: okeeeee
total 1 replies
Aman Wijaya
nyimak Thor lanjut
Agen One
Ceritanya gak ada sedih-sedihnya coi. komedi dan perjuangan!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!