Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Halusinasi dan Ilusi
Senyum penuh kepuasan terukir di wajah pria yang tengah duduk sambil membuang asap rokok ke udara. Menonton siaran langsung yang di luar ekspektasinya. Membantai semua musuh hanya dengan satu peluru.
"Kenapa lu?"
Suara sang kakak angkat membuatnya meletakkan ponsel yang dia pegang. Ternyata pria itu membawa wine untuk menemani malam terakhir di Sydney.
"Haruskah Nika kuliah tanpa pengawalan?" Pertanyaan yang penuh kekhawatiran.
Restu Ranendra tersenyum mendengar ucapan Rio. Kembali dia membuang asap rokok ke udara. Bersikap sangat santai seakan dia mengetahui rahasia di masa depan.
"Lu percaya sama anak lu enggak?" Pria itu malah balik bertanya.
"Percaya," jawabnya. "Tapi, tetep aja--"
Restu menepuk pundak Rio. Menatapnya dengan cukup serius.
"Anak lu pasti bisa jaga diri. Dan juga banyak yang ngelindungi." Rio pun terdiam mencerna ucapan Restu.
Asap rokok kembali Restu buang dan senyum kecil pun terangkat. Intuisinya tak akan pernah meleset.
Sedangkan di dalam.kamar, seorang gadis masih sangat betah memandangi langit malam melalui jendela. Senyum yang sarat akan makna terukir dengan jelas.
"Ternyata, 10 hari di sini tak lantas menghilangkan bayang tentangnya," gumamnya dengan sorort mata penuh rindu.
Sydney adalah negara yang akan selalu keluarga singa kunjungi setiap tahunnya. Mengenang kepergian dua orang yang amat mereka sayang. Tempat sepasang suami istri menutup mata di hari yang sama, serta dimakamkan berdampingan di sebuah pemakaman yang begitu indah. Menghadap langsung ke lautan lepas.
Pintu kamar terbuka, seorang lelaki seusianya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Nika pun tersenyum ke arah lelaki tersebut.
"Besok, aku yang antar Nika ke Beijing. Sekalian bantu beresin barang di apartment. Barulah terbang ke Jepang."
Tanpa aba gadis itu berhambur memeluk tubuh sang lelaki tinggi. Tangannya begitu erat melingkar di pinggang Arshaka.
"Makasih, Chaka."
Lelaki itu selalu ada untuknya sedari kecil. Seperti malaikat pelindung. Namun, ketika kuliah mereka harus berpisah karena harus mengejar mimpi yang tak sama.
.
Siap tak siap Nika harus bisa menghadapinya. Sekarang, ada Chaka di sisinya. Dia masih merasa aman. Tapi, tidak dengan esok dan seterusnya. Dia harus sendiri sembari perlahan melupakan orang yang dia sayangi.
Tibanya di Beijing, mereka berdua langsung menuju apartment. Membereskan barang Nika yang akan dibawa ke asrama. Tanpa mereka sadari ada mata yang terus memandangi di dalam ruangan yang sunyi dan dikelilingi aura dingin yang mencekam. Apalagi interaksi Nika dan Chaka layaknya sepasang kekasih yang tak berjarak.
Kaleng minuman alkohol yang sudah habis ditengguk berbaris di meja. Matanya masih memperhatikan dua insan yang kini sedang memakan mie instan dengan penuh canda tawa.
Mata itu terus mengikuti sampai ke asrama. Di mana kedua teman Nika begitu bahagia menyambut kedatangan sang gadis yang ternyata membawa seorang lelaki tampan
"Pacar kamu?" bisik Meilan di telinga Nika.
"Bukan," jawab Nika dengan senyuman.
"Bukan cuma sekedar pacar, tapi tunangan," balas Chaka dengan seringai kesengajaan. Dia tahu ada yang tengah memata-matai.
Dan benar, orang yang Chaka maksud sudah mengepalkan tangan dengan keras. Urat kemarahannya sudah terlihat. Wajahnya sudah sangat tak bersahabat.
Nika segera memukul lengan Chaka dengan cukup keras hingga mengaduh. Kedua temannya mulai berteriak karena tak menyangka mendengar jawaban lelaki yang mengantar Nika.
"Kebiasaan! Asbun!" omel Nika dan Chaka membalasnya dengan merangkul pundak Nika. Dan itu tak luput dari pandangan mata-mata yang sedari tadi sudah menunjukkan wajah tanpa ekspresi..
Setelah Chaka pergi karena harus segera terbang ke Jepang, Nika sudah masuk ke dalam asrama. Hanya tinggal dirinya yang terjaga. Sedari di luar tadi, Nika merasakan kehadiran sang mantan pengawal. Rasanya begitu berbeda.
"Boleh enggak sih kangen sama tunangan orang?"
Hembusan napas kasar keluar dari bibir Nika. Jujur, dia tak membenci lelaki itu. Tapi, dia juga tak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Daripada terus terjebak dalam ingatan yang tak seharusnya, dia pun memilih untuk memejamkan mata.
Pagi sudah datang, tapi Nika masih betah berada di atas ranjang dengan muka bantal. Mengingat mimpinya semalam yang seperti kenyataan. Di mana lelaki yang dia rindukan datang dengan wajah khas manekin. Datar dan tanpa ekspresi. Tangannya perlahan mengusap lembut rambutnya, dan mencium keningnya begitu dalam.
"I Miss you."
Kalimat itu terdengar sangat jelas di telinga. Benar-benar seperti nyata, bukan hanya ilusi semata. Nika menggelengkan kepalanya dengan cepat. Semua itu pasti hanya halusinasinya saja. Terkadang, rindu yang menggebu akan seperti oase di padang pasir yang gersang.
Pagi ini, Nika yang berjalan sendiri menuju kampus seperti merasa ada yang menemani. Langkahnya terhenti, dan terus mencari. Namun, tak ada siapapun di sana. Kembali Nika melanjutkan langkah dengan hati yang tiba-tiba merasa aman seperti dikawal.
"Lagi, hanya halusinasi."
...**** BERSAMBUNG ****...
Boleh minta komennya?
lnjut trus Thor
semangat
tenang Nika.... para singa jantan dan opa Aksa serta kakek Aska di serang sama Ezra bukan di serang yang dalam kekerasan tapi minta restu buat mencintai dan menikahi kamu .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Semangat Ezra💪💪...semoga cepat dapet restu dari para singa...
salut sama keberanian dan percaya diri Ezra , sampai-sampai si mulut setan cs kicep dan gak bisa ngoceh dan melawan lagi 🤭🤣🤣🤣
semangat Ezra.... semoga bang Rio memberi restu dan tidak menghalangi hubungan kalian .
lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍