NovelToon NovelToon
Sahabat

Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:500
Nilai: 5
Nama Author: Anang Bws2

cerita kehidupan sehari-hari (slice of life) yang menyentuh hati, tentang bagaimana tiga sahabat dengan karakter berbeda saling mendukung satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anang Bws2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengganggu

Keesokan harinya, Rohita bangun dengan perasaan yang lebih baik dari biasanya. Dia segera pergi ke kebun kecil di belakang kost untuk merawat tanaman-tanamannya yang sudah mulai tumbuh dengan baik berkat bantuan Dewi beberapa hari yang lalu.

Saat dia sedang menyiram tanaman dengan hati-hati, tiba-tiba dia mendengar suara orang yang sedang bertengkar dari arah depan kost. Suara itu sangat akrab baginya, dan dia segera menyadari bahwa itu adalah suara Devi dan devan. Rohita segera berhenti bekerja dan pergi ke depan kost untuk melihat apa yang terjadi.

Di depan kost, Devi dan devan sedang berdiri berhadapan dengan wajah yang penuh kemarahan. Devi menangis dan mengoceh sesuatu dengan suara tinggi, sementara devan berdiri dengan wajah yang marah namun juga terlihat kesal. “Aku sudah bilang kan aku tidak suka kamu bertemu dengan pria lain! Kenapa kamu tidak bisa mengerti saja!” seru Rio dengan suara yang cukup keras.

“Tidak adil mas devan! Aku hanya bertemu dengan teman lama saja kok! Kamu tidak punya hak untuk membatasi ku!” jawab Devi dengan suara yang penuh kemarahan dan air mata yang terus menetes. Mereka terus bertengkar dengan suara yang semakin tinggi, menarik perhatian beberapa tetangga kost yang mulai keluar dari kamar nya untuk melihat apa yang terjadi.

Rohita segera mendekati mereka dan menarik lengan Devi dengan kuat. “Devi, cukup aja ya! Jangan bertengkar di depan kost seperti ini,” seru Rohita dengan suara tegas. devan melihat Rohita dan segera menenangkan diri sedikit. “Maaf ya Kak Rohita, kami tidak sengaja membuat keributan,” ucapnya dengan suara yang sudah mulai mereda.

“Baiklah, kalian berdua masuk saja ke dalam kamar aku. Kita bicara dengan tenang saja ya,” kata Rohita dengan suara yang lebih lembut, kemudian membawa mereka berdua masuk ke dalam kost nya. Setelah mereka duduk, Rohita memberikan air minum kepada mereka berdua dan kemudian duduk di depan mereka dengan ekspresi yang penuh perhatian. “Sekarang cerita aja apa yang terjadi,” ucapnya dengan suara lembut namun tegas.

Setelah beberapa saat diam dan menenangkan diri, Devi akhirnya mulai bercerita sambil menangis pelan. “Kemarin aku bertemu dengan teman SMA ku yang sudah lama tidak aku temui mas Rio. Kita hanya berbincang sebentar dan bertukar kabar saja kok, tapi kemudian mas Rio melihat kita dan langsung marah besar,” ucapnya dengan suara yang gemetar, meneteskan air mata.

devan menghela napas dalam-dalam dan kemudian membuka mulut nya. “Aku tidak marah karena mbak bertemu dengan teman lama nya Kak Rohita, tapi dia melihat bagaimana pria itu melihat mbak dengan cara yang tidak baik. Aku hanya khawatir akan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada mbak,” ucapnya dengan suara yang penuh perhatian namun juga masih sedikit marah.

Devi segera membantah. “Itu hanya prasangka mu saja mas devan! Dia sudah punya pacar sendiri kok! Kamu terlalu protektif dan tidak mempercayai aku sama sekali!” seru nya dengan suara tinggi kembali. Rohita segera menepuk meja dengan lembut untuk menyuruh mereka berdua diam. “Cukup! Kalian berdua harus bisa berkomunikasi dengan baik dan saling mempercayai. Itu dasar dari sebuah hubungan yang sehat,” ucapnya dengan suara tegas.

Setelah itu, Devi berdiri dan menghampiri Rohita dengan wajah yang penuh kesedihan. Dia langsung memeluk Rohita dan mulai curhat dengan bebas. “Kak Rohita, aku benar-benar suka sama mas Rio tapi kadang dia terlalu protektif dan membuat aku merasa tidak bebas,” ucapnya dengan suara yang penuh emosi. Rohita memeluk nya kembali dengan lembut dan mulai menenangkannya.

“Kamu harus bisa berbicara dengan dia dengan jujur Devi. Katakan apa yang kamu rasakan dan dengarkan juga apa yang dia rasakan. Jangan biarkan masalah kecil seperti ini merusak hubungan kalian yang sudah baik,” kata Rohita dengan suara penuh nasihat. Devi mengangguk dan mulai menenangkan diri sedikit.

Setelah merasa lebih baik, Devi mulai membantu Rohita untuk kembali merawat kebun di belakang kost. Dia mengambil ember dan mulai menyiram tanaman dengan hati-hati, sementara Rohita membersihkan rumput liar yang mulai tumbuh lagi. Mereka bekerja dengan diam-diam selama beberapa saat, masing-masing berpikir tentang masalah mereka sendiri.

“Aku akan bicara dengan mas devan lagi nanti Kak. Aku akan mencoba menjelaskan apa yang aku rasakan dan juga akan mencoba memahami perasaannya,” ucap Devi dengan suara yang sudah lebih tenang. Rohita tersenyum lembut dan mengangguk. “Itu yang benar Devi. Semoga masalah kalian bisa terselesaikan dengan baik ya,” jawabnya dengan suara penuh harapan. Setelah selesai bekerja di kebun, mereka kembali ke dalam kost untuk membuat minuman hangat dan berbincang lebih jauh tentang masalah hubungan dan persahabatan.

Malam itu, setelah Devi pulang ke rumah devan, Rohita sedang duduk di ruang tamu kost sambil membaca buku ketika terdengar suara ketukan pintu. Dia segera membukanya dan melihat Dewi yang sedang berdiri di luar bersama Bintang.

“Halo Kak Rohita, maaf ya datang malam hari seperti ini,” ucap Bintang dengan senyum ramah, sambil membantu Dewi membawa beberapa bungkusan makanan. “Kami bawa makanan untuk Kak lho,” tambah Dewi dengan senyum lembut. Rohita langsung mengizinkan mereka masuk dan menawarkan tempat duduk.

Setelah mereka duduk dan mulai menikmati makanan yang dibawa Dewi dan Bintang, suasana kamar terasa hangat dan nyaman. Bintang bercerita tentang pekerjaannya dan bagaimana dia sedang merencanakan sesuatu yang spesial untuk Dewi, sementara Dewi hanya duduk diam dengan wajah yang kemerahan.

Namun tiba-tiba Rohita melihat bahwa Devi sudah datang dan berdiri di depan pintu kost dengan ekspresi yang sedikit aneh. Dia baru saja pulang dari rumah devan setelah berhasil menyelesaikan masalah mereka dengan baik, dan datang untuk mengunjungi Rohita. Namun saat dia melihat Bintang yang sedang berbicara dengan penuh semangat, wajahnya berubah dan dia mulai menatap Bintang dengan tatapan yang menggoda.

Devi masuk ke dalam kamar dan langsung mendekati Bintang dengan gaya yang sedikit genit. “Halo mas Bintang, sudah lama tidak bertemu ya,” ucapnya dengan suara yang manis dan penuh senyum. Bintang sedikit terkejut namun tetap tersenyum ramah padanya. “Ya mbak Devi, memang sudah lama. Kabarmu baik saja ya?” tanyanya dengan sopan.

Devi mulai duduk di sebelah Bintang dan mulai mengajak dia berbicara tentang hal-hal yang tidak terlalu penting. Dia seringkali menatap Bintang dengan tatapan yang penuh makna dan bahkan menyentuh lengan nya dengan lembut saat berbicara. Dewi yang melihatnya mulai merasa sedikit tidak nyaman dan mengerucutkan bibir.

Rohita juga melihat tingkah Devi dan segera mendekatinya dengan cepat. “Devi, kamu sudah makan belum? Aku ada makanan yang masih hangat di dapur lho,” ucapnya dengan suara yang cukup tinggi untuk menarik perhatian Devi. Devi sedikit terkejut dan kemudian mengangguk. “Belum Kak, aku memang merasa sedikit lapar,” jawabnya dengan suara yang sudah tidak lagi seceria sebelumnya.

Setelah itu, Rohita membawa Devi ke dapur untuk memberikan makanan padanya. Dia mengambil kesempatan tersebut untuk membicarakan tingkah Devi kepada Bintang. “Devi, apa yang kamu lakukan tadi? Bintang adalah pacar Dewi kamu tahu kan?” ucapnya dengan suara tegas. Devi hanya mengangkat bahu dan menundukkan kepala. “Aku tidak tahu Kak… aku hanya merasa tertarik dengan dia tiba-tiba,” jawabnya dengan suara pelan. Rohita menghela napas dan mulai memberikan nasihat kepada Devi tentang pentingnya menghormati hubungan orang lain.

Keesokan harinya, Rohita mengajak Dewi dan Devi untuk pergi ke pantai lagi agar mereka bisa bersantai dan juga untuk membicarakan masalah yang terjadi malam sebelumnya. Meskipun sedikit ragu, kedua gadis itu akhirnya menyetujui undangannya. Mereka pergi ke pantai yang sama menggunakan mobil yang disewakan oleh Rohita karena motor nya masih belum selesai diperbaiki.

Setelah sampai di pantai, mereka langsung mencari tempat yang sepi untuk duduk dan menikmati suasana pantai yang tenang. Udara segar dan suara ombak yang menyapu pasir membuat mereka merasa lebih rileks dan tenang. Rohita mulai membicarakan tentang pentingnya menghormati hubungan orang lain dan bagaimana tindakan salah satu orang bisa menyakiti perasaan orang lain yang dicintainya.

Devi merasa sedikit bersalah dan segera meminta maaf kepada Dewi. “Maaf ya Kak Dewi… aku tidak sengaja membuat kamu tidak nyaman malam ini. Aku tidak tahu kenapa aku melakukan hal itu,” ucapnya dengan suara penuh kesedihan. Dewi tersenyum lembut dan memeluk nya dengan lembut. “Tidak apa-apa Devi, aku tahu kamu tidak sengaja. Yang penting kamu menyadari kesalahan mu ya,” jawabnya dengan suara hangat.

Setelah mereka selesai berbincang dan merasa lebih baik, tiba-tiba mobil Bintang datang dan berhenti di dekat tempat mereka sedang duduk. Bintang keluar dari mobil dengan wajah yang tampak sangat bahagia dan langsung mendekati Dewi. “Sayang, aku datang menjemput kamu. Aku sudah menyediakan perjalanan wisata ke tempat yang sangat indah untuk kita berdua,” ucapnya dengan suara penuh semangat, kemudian memberikan bunga mawar merah kepada Dewi.Dewi langsung tersenyum lebar dan menerima bunga dengan penuh kegembiraan. “Wah, ini sangat cantik ya sayang. Aku sangat senang!” ucapnya dengan suara penuh kebahagiaan. Namun saat dia akan berdiri untuk pergi bersama Bintang, dia melihat Devi yang sedang menatap Bintang dengan tatapan menggoda. Mata Devi bersinar dengan cara yang tidak biasa, dan dia bahkan menggerakkan tubuhnya dengan gaya yang sedikit menggoda saat melihat Bintang.

Bintang sedikit terkejut dengan tatapan Devi namun tetap fokus pada Dewi. “Kita pergi aja ya sayang, jangan sampai terlambat,” ucapnya dengan senyum lembut kepada Dewi. Dewi mengangguk dan kemudian berpamitan kepada Rohita dan Devi. Namun sebelum mereka pergi, Devi berdiri dan mendekati Bintang dengan langkah yang lambat dan genit.

“Mas Bintang, tempat yang akan kalian kunjungi itu indah ya?” tanya Devi dengan suara yang manis dan penuh makna. Dia menyentuh lengan Bintang dengan lembut dan menatapnya dengan mata yang penuh daya tarik. “Kalau ada kesempatan, mungkin aku bisa ikut juga ya mas? Aku sangat suka pergi jalan-jalan ke tempat baru,” tambahnya dengan senyum licik.

Bintang sedikit terbingung namun tetap menjawab dengan sopan. “Tentu saja mbak Devi, kalau ada kesempatan bisa saja kita pergi bersama semua orang,” jawabnya dengan suara yang sedikit terkesima. Dewi yang melihatnya mulai merasa sedikit cemburu dan menarik lengan Bintang dengan cepat. “Kita harus pergi sekarang ya sayang,” ucapnya dengan suara yang lebih cepat dari biasanya.

Setelah itu, Bintang dan Dewi pergi bersama dalam mobilnya, meninggalkan Rohita dan Devi di pantai. Rohita langsung menatap Devi dengan wajah yang tegas. “Devi, apa yang kamu lakukan tadi? Kamu sudah tahu bahwa Bintang adalah pacar Dewi kan?” serunya dengan suara yang penuh kekhawatiran. Devi hanya mengangkat bahu dan menundukkan kepala. “Aku tidak tahu Kak… aku tidak bisa mengontrol diriku ketika melihat dia,” jawabnya dengan suara pelan dan penuh kesalahannya.

Rohita menghela napas dalam-dalam dan kemudian duduk kembali di atas pasir. Dia menarik Devi untuk duduk di sebelahnya dan mulai memberikan nasihat dengan sabar. “Devi, kamu harus bisa mengendalikan diri mu ya. Dewi adalah sahabat kita yang paling baik, dan kamu tidak boleh menyakiti dia dengan cara seperti itu. Hubungan yang dibangun dengan kepercayaan tidak boleh diusik dengan tindakan yang tidak pantas,” ucapnya dengan suara yang penuh perhatian namun tetap tegas. Devi mengangguk dan mulai menangis pelan,

1
Wida_Ast Jcy
do re mi donk🤭🤭🤭 tiga sahabat dipanggil do re mi hehheh
Wida_Ast Jcy
Saran ya thor dialog dengan narasi ada baiknya dipisah lho. 🙏🙏🙏
Mingyu gf😘
bahasa formal sama bahasa sehari hari jangan di campur
Mingyu gf😘
Jangan terlalu suka kepo dengan orang yang gak di kenal
Anang Anang
lanjut
Dini
mantap
Dini
sangat mengispirasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!