NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.3

Shen Yu tidak ingat bagaimana kakinya membawanya pulang. Yang ia ingat hanyalah rasa panas yang menjalar dari dadanya, tempat Giok Retak itu bersentuhan dengan kulit, menyebar ke seluruh tubuhnya seperti api liar.

Begitu ia terhuyung masuk ke halaman rumahnya yang sepi, ia langsung merosot di samping tumpukan kayu bakar. Napasnya memburu, uap panas mengepul samar dari pori-porinya.

"Yu'er?" Suara ibunya terdengar panik dari arah dapur.

Shen Yu ingin menjawab, tapi tenggorokannya tercekat. Rasa sakit yang luar biasa menghantam Dantian nya (pusat energi di bawah pusar). Rasanya seolah ada pisau tumpul yang mengorek isi perutnya.

"Ibu..." bisiknya lirih sebelum pandangannya menjadi gelap.

Saat kesadaran Shen Yu kembali, ia tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu. Ia terbaring di dipan kamarnya. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat yang berbau busuk dan anyir kotoran hitam lengket keluar dari pori-porinya, menodai seprai kasar miliknya.

Ini bukan demam biasa. Dalam ketidaksadarannya, Shen Yu merasa tulang-tulangnya seperti dipatahkan dan disusun ulang. Aliran hangat yang asing Qi memaksa masuk ke dalam meridiannya yang sempit dan tersumbat, membersihkan kotoran fana yang menumpuk selama lima belas tahun.

"Panasnya tidak turun-turun!" suara Shen Liang terdengar cemas di ruangan itu.

"Tabib desa bilang ini hanya demam angin, tapi lihat keringat hitam ini... ini tidak wajar."

"Jangan bicara keras-keras," isak Liu Ying. "Anak kita sedang berjuang."

Shen Yu ingin membuka mata, tapi kelopak matanya terasa seberat gunung. Tiba-tiba, rasa sakit di tubuhnya mereda, digantikan oleh sensasi pendengaran yang menakutkan.

Ia bisa mendengar suara jangkrik di luar rumah dengan sangat jelas, seolah-olah serangga itu berada di telinganya. Ia bisa mendengar detak jantung ibunya yang cepat. Inderanya telah dipertajam secara paksa oleh energi sisa dari Giok Retak tersebut.

Namun, ketajaman indera itu membawa berita buruk.

Dari kejauhan, di langit di atas desa, terdengar suara desingan tajam.

Wuuung!

Itu bukan suara angin. Itu suara benda membelah udara dengan kecepatan tinggi. Lalu, sebuah tekanan tak kasat mata (Tekanan Spiritual) turun menimpa Desa Qinghe.

Ayam berhenti berkokok. Anjing-anjing desa melolong ketakutan lalu terdiam meringkuk. Udara menjadi berat, seolah gravitasi meningkat dua kali lipat.

"Siapa?!" Shen Liang tersentak, naluri bahayanya bangkit. Ia menyambar parang di sudut ruangan.

Di luar, suara yang diperkuat oleh Qi menggema ke seluruh penjuru desa, terdengar angkuh dan dingin, seolah dewa berbicara kepada serangga.

"Penduduk desa fana. Keluar dan bersujud!"

Shen Yu memaksa matanya terbuka. Jantungnya berdegup kencang. Mereka datang. Musuh kultivator itu.

Shen Liang menatap putranya yang masih terbaring lemah. "Yu'er, tetap di sini. Jangan bersuara sedikitpun. Ibumu akan menjagamu."

Ayahnya keluar dengan wajah pucat namun rahang mengeras.

Melalui celah jendela kayu yang sedikit terbuka, dari posisi terbaringnya, Shen Yu bisa melihat sepotong langit. Di sana, melayang sepuluh meter di atas tanah, berdiri dua sosok di atas pedang terbang yang berkilauan.

Satu pria berjubah merah darah dengan lambang tengkorak di dada, dan satu wanita dengan tatapan dingin. Aura mereka mencekik, membuat para petani di luar jatuh berlutut gemetar.

"Kami dari Sekte Darah Besi," ujar pria berjubah merah itu sambil memainkan bola api kecil di tangannya. "Kami melacak seekor tikus yang terluka parah jatuh di sekitar sini semalam. Serahkan dia, atau desa ini akan kubakar menjadi abu."

Kepala Desa tua maju dengan tubuh gemetar, bersujud sampai dahinya menyentuh tanah. "Tuan Abadi... ampun! Kami... kami tidak melihat siapa pun. Hanya ada suara guntur semalam..."

"Guntur?" Wanita di atas pedang mendengus meremehkan. "Indera Spiritualku tidak mendeteksi aura kultivator di sini. Mungkin dia sudah mati di hutan dan dimakan binatang buas."

"Periksa setiap rumah," perintah pria itu. "Jika ada yang menyembunyikan mayat atau barang milik tikus itu, bunuh satu keluarga."

Jantung Shen Yu seakan berhenti. Giok itu!

Benda itu ia sembunyikan di dalam bantal jerami tempat kepalanya bersandar sekarang. Jika mereka memeriksa ke dalam...

Ia mencoba bergerak, tapi tubuhnya masih lumpuh akibat proses pembersihan tulang. Sial! Sial! Aku akan mencelakakan Ayah dan Ibu!

Pintu rumah warga mulai ditendang terbuka satu per satu. Teriakan ketakutan terdengar. Langkah kaki berat mendekati rumah Shen Yu.

Pintu depan rumahnya terbuka kasar.

"Hanya ada petani tua dan istrinya," suara dingin seorang murid sekte terdengar di ruang depan.

"Periksa kamar itu!"

Shen Liang berdiri di depan pintu kamar Shen Yu, merentangkan tangannya. "Tuan! Tolong! Di dalam hanya anak saya yang sedang sakit keras. Penyakitnya menular! Lihat keringat hitamnya!"

Murid sekte itu berhenti sejenak, lalu melongok ke dalam kamar. Ia melihat Shen Yu yang terbaring dengan wajah pucat pasi, tubuh kurus kering, dan seprai yang penuh noda hitam menjijikkan berbau anyir.

"Menjijikkan," gumam murid itu sambil menutup hidung. Ia memindai Shen Yu sekilas dengan Indra spiritualnya.

Shen Yu menahan napas. Jangan bereaksi. Jangan bereaksi.

Anehnya, Giok di bawah bantalnya yang tadinya panas, kini menjadi dingin sedingin es, seolah benda itu tahu ia sedang diburu. Giok itu menyembunyikan aura keberadaannya sendiri, dan bahkan menekan fluktuasi Qi di tubuh Shen Yu sehingga ia terlihat benar-benar seperti manusia biasa yang sakit parah.

"Hanya sampah fana yang sekarat," lapor murid itu kepada seniornya di luar. "Tidak ada jejak energi spiritual."

Di langit, pria berjubah merah itu mendecih kesal. "Buang-buang waktu. Tikus itu pasti sudah lari jauh menggunakan teknik terlarang."

Ia menatap desa itu dengan tatapan membunuh, lalu mengibaskan lengan bajunya. Sebuah gelombang angin kencang menghantam atap-atap rumah, menerbangkan genteng jerami sebagai peringatan.

"Ingat! Jika kalian menemukan mayat atau barang mencurigakan, lapor ke Cabang Kota Batu. Sembunyikan, dan kami akan kembali untuk membantai kalian semua!"

Dua sinar pedang melesat ke langit, meninggalkan jejak pelangi mematikan, lalu menghilang di balik awan.

Keheningan kembali menyelimuti Desa Qinghe. Namun kali ini, keheningan itu dipenuhi isak tangis ketakutan.

Di dalam kamar, Shen Yu akhirnya bisa menghembuskan napas. Air mata frustrasi mengalir di sudut matanya. Ia mengepalkan tangannya yang lemah.

Hari ini, ia melihat wajah asli dunia. Tanpa kekuatan, nyawa keluarganya tidak lebih berharga dari rumput di pinggir jalan.

Aku harus kuat, sumpahnya dalam hati, merasakan denyut nadi baru yang lebih kuat di pergelangan tangannya. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menginjak kepalaku seperti ini lagi.

1
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!