NovelToon NovelToon
Mereka Kebahagiaanku

Mereka Kebahagiaanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Penyelamat / Keluarga / Teen School/College / Teen / Anak Yatim Piatu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: FZR

ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************

Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.

ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.

hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.

siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MK 24 |KEMBALI KE KOTA|

      Pagi hari setelah sarapan, Eltav dan kedua anak nya telah bersiap untuk kembali ke kota, pak Panji juga berada di sana membantu membereskan rumah.

"daddy mau susu" pinta Feyza.

"Pay uga mau" pinta Fayren juga.

"iya, bentar ya, tunggu di depan dulu, daddy mau masukin koper sama barang barang ke mobil oke"

"baik daddy"

     Eltav pun memasukkan koper dan barang barang nya dengan di bantu pak Panji, kemudian ia pun membuatkan susu untuk kedua anak nya yang anteng menunggu nya membuatkan mereka susu.

"ayo pamit sama mang Panji" ucap Eltav sambil memberikan dua dot susu pada duo kecil.

      Mereka pun mengangguk sambil meminum susu mereka, setelah itu mereka berpamitan pada pak Panji.

"apa sudah semua barang nya nak El?"

"sudah mang"

"kami berangkat ya mang"

"iya nak, hati hati di jalan ya"

"baik mang"

      Eltav menjalankan mobil nya pelan karna sambil menyapa warga yang lewat bahkan yang bekerja di sawah hingga saat sampai di gapura, di sana ada lima preman berserta istri dan anak nya.

"nak El, ini dari kami semua, tolong di terima" ucap bos preman.

"eh terima kasih pak, maaf sudah repot repot" ucap Eltav tak enak hati.

"gak repot kok nak, anggap saja sebagai ucapan terima kasih dari kami" ucap istri salah satu dari mereka.

"bang, kapan kapan main ke sini lagi ya" ucap anak bos preman.

"abang nya sekolah nak, sibuk ngurusin adek adek nya juga" ucap ayah nya.

"tidak apa apa pak, kapan kapan kalo saya ada waktu saya akan datang ke sini"

      Setelah salam perpisahan, Eltav pun melanjutkan perjalanan nya dan sesekali melihat ke arah kedua anak nya yang sibuk meminum susu nya sambil bermain mainan yang mereka bawa.

    Meski mereka memakai sabuk pengaman, mereka tetap bisa bermain dengan nyaman, mungkin mereka tau bahwa mereka sedang dalam perjalanan, terkadang mereka juga bertanya ini itu setiap sesuatu yang mereka lihat menarik perhatian mereka dan Eltav dengan senang hati memberi tahukan pada mereka untuk menambah pengetahuan mereka.

      Perjalanan mereka sama seperti saat berangkat ke desa asdam, sesekali berhenti hanya untuk makan dan istirahat sejenak, dan saat duo kecil tertidur, baru lah Eltav tidak berhenti lagi dan tetap menjalankan mobil nya.

     Namun kali ini seperti nya berbeda karna tiba tiba kepala Eltav pusing hingga dengan terpaksa ia berhenti di tepi jalan, setelah itu ia segera mengambil tisu karna merasa ada yang mengalir dari hidung nya dan benar saja, ia kembali mimisan seperti saat dini hari tadi.

      Setelah di rasa tidak keluar lagi, ia pun meminum obat nya dan istirahat sejenak sekira nya sakit kepala nya mereda. Saat ia hendak kembali menjalankan mobil nya, tiba tiba Fayren menangis dalam tidur nya sambil mengigau.

"huaaa....daddy angan inggalin Pay, daddy angan pelgi huaaa"

"hei hei boy, daddy di sini cup cup, boy" panggil Eltav seraya berusaha membangunkan putra nya.

"daddy huaaa hiks hiks" tangis Fayren yang telah terbangun.

"ayo sini sama daddy"

"eungh...daddy, dek Pay kenapa?" tanya Feyza yang terbangun.

"gak papa, cuma mimpi aja kok, tidur lagi gih, jalan nya masih jauh"

      Akhir nya Feyza kembali tidur begitu juga dengan Fayren yang kembali tidur di pangkuan Eltav, kemudian Eltav pun melanjutkan kembali perjalanan nya dengan menyetir menggunakan satu tangan nya sedangkan tangan yang lain memegangi Fayren.

✴✴✴

     Tepat pukul 2 siang, akhir nya Eltav telah sampai di rumah nya, ke empat abang nya, Zufa, dan kedua sahabat nya telah menunggu nya di teras rumah.

"sudah sampe!" seru Feyza.

"iya, yuk turun, Fay turun ya, daddy capek" Fayren pun mengangguk.

     Eltav pun keluar mobil bersama duo kecil, kemudian ke empat abang dan kedua sahabat nya membantu nya menurunkan barang barang nya dan membawa nya masuk ke rumah.

"kalian istirahat dulu gih, pasti capek, nanti kalo waktu nya makan malam aku bangunin" ucap Zufa.

"baiklah, terima kasih"

"eh, kalian udah makan siang belum?"

"udah kok, tadi di jalan"

"ya sudah kalo begitu, selamat istirahat"

     Eltav pun pergi ke kamar nya bersama duo kecil sambil membawa koper nya. Di kamar, Eltav membuatkan susu untuk kedua anak nya lebih dulu dan bebersih, setelah itu mereka pun tidur yang tidak butuh waktu lama mereka langsung terlelap bersamaan.

       Beberapa kali hingga malam hari duo kecil merengek dan suhu tubuh mereka juga tiba tiba menghangat membuat Eltav tidak bisa tidur dengan tenang, namun dengan sabar ia menenangkan kedua nya.

Tok tok tok

"siapa?"

"ini aku, Zufa"

"masuk"

"mereka kenapa?"

"lagi gak enak badan, mungkin karna capek habis perjalanan jauh"

"kalian sama buna dulu ya, daddy mau ke kamar mandi bentar"

"ayo sini sama buna dulu yuk"

"ndak mau, mau sama daddy"

"iya nanti sama daddy lagi, sekarang daddy mau ke kamar mandi dulu, cuma bentar kok"

     Eltav pun bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan buang air kecil, setelah itu kembali menghampiri duo kecil yang masih merengek ingin bersama nya.

"sudah sudah, ini kan udah sama daddy"

"daddy, kepala Fey sakit" rengek Feyza.

"sini biar daddy pijat"

"kalo gitu, aku ambilkan makan malam nya ya"

"terima kasih ya Zuf, maaf sudah merepotkanmu"

"tidak apa apa, aku juga buna nya anak anak"

"cuma buna nya anak anak nih?"

"kamu lain lagi cerita nya"

Zufa pun turun untuk mengambil makan malam Eltav dan duo kecil, sedangkan kedua sahabat Eltav dan ke empat abang nya menunggu di meja makan.

"El sama duo kecil mana, Zuf?" tanya Zahen.

"El masih di kamar jagain duo kecil, duo kecil lagi gak enak badan maka nya ini mau bawain makanan mereka"

"kalian makan dulu aja gih, mungkin aku nanti makan malam nya setelah mengurus anak anak"

"ya sudah, yang penting kamu jangan lupa makan" ucap Joy.

"iya"

Zufa pun kembali ke atas sambil membawa nampan. Sesampai nya di kamar Eltav, Zufa hendak membantu Eltav merawat duo kecil dengan cara menyuapi Feyza, namun ternyata Feyza tidak seperti ketika sehat kini Feyza hanya ingin Eltav yang merawat nya, sedangkan Fayren makin lengket pada Eltav membuat Eltav sedikit kesusahan.

Sudah berbagai bujukan Zufa lakukan agar Feyza mau dengan nya, namun Feyza tetap tidak mau, al hasil Zufa menyerah.

"sana gih kamu makan malam dulu, lagian Fey juga gak terlalu rewel jadi aku bisa rawat mereka"

"ya udah deh, kalo butuh apa apa panggil aku atau yang lain ya"

"iya"

"cepat sehat ya anak anak"

Zufa pun turun ke ruang makan dan ikut bergabung dengan yang lain.

"udah selesai?" tanya Roy.

"belum, mereka gak mau sama aku, udah aku bujuk bujuk, tapi tetep gak mau sama aku"

"tumben? Biasa nya Feyza mau mau aja sama lo" ujar Regan.

"gak tau, mungkin karna sedang gak enak badan"

"aneh banget anak anak El" ucap Zandy.

"kok aneh?" tanya Veer.

"ya iya lah aneh, di mana mana kalo anak lagi sakit itu nempel nya ke ibu nya, lah ini malah ke bapak nya" Jawab Regan.

"itu sih bukan aneh, tapi kebanyakan kalo anak sakit tuh begitu, nempel ke ibu nya, jadi gak banyak yang tau kalo anak sakit tuh kadang nempel ke bapak nya" ucap Roy.

"iya juga sih" ucap Zandy.

"sudah sudah, ayo beresin ini semua" titah Zahen.

Mereka pun dengan patuh membereskan meja makan bahkan mencuci piring dan gelas nya, sedangkan Zufa hanya mengelap meja makan nya saja.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!