NovelToon NovelToon
ALLIN [ You Are My Woman ]

ALLIN [ You Are My Woman ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Annida Rahman

Perjodohan yang terjadi tanpa di kehendaki oleh dua insan tersebut,
Wanita bernama Allin Wilton dan Arnold Gall, mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya,

Arnold Gall berusia 28 tahun tidak menyangka akan dijodohkan dengan karyawaannya sendiri Allin Wilton 24 tahun.



" tidak, dia karyawanku "

- Arnold Gall



" tidak, dia Boss ku "

- Allin Wilton

.
.
.
.
.

19 juli 2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Arnold masuk kedalam rumah dan tidak melihat siapa - siapa diruang keluarga , Arnold pergi kekamar lamanya waktu Arnold masih tinggal disana sebelum dia membeli rumah yang sekarang dia tempati bersama Allin

Arnold membuka kamarnya dan tidak menemukan Allin

" dimana wanita itu?" Arnold menutup kembali pintu kamar itu dan pergi kekamar Ella

" dia pasti ada dikamar Ella"

Tok....tok

Arnold mengetuk kamar Ella, karena tidak ada jawaban Arnold langsung membukanya, Ella dan Allin menatap orang yang masuk kekamar

" apa yang kalian lakukan?" Arnold berjalan mendekat dan melihat dua wanita itu yang sedang menonton drama dilaptop diatas ranjang

" apa tidak ada hal yang lain yang bisa kalian lakukan selain menonton itu?"

" apasih kak, lebih baik kakak keluar "

" kakak tidak akan keluar sebelum Allin keluar"

" aku mau nonton drama "

" di kamar ku juga bisa , tidak harus disini"

" tapi aku mau nonton bersama Ella"

" cepat "

" kak sudah, biarkan saja kak Allin disini"

" baiklah, kalau begitu aku juga akan tidur disini"

" Arnold "

" kenapa? Kamu tinggal pilih saja"

" seterahmu, kasur ini tidak muat jadi kamu tidur dibawah saja"

Arnold tersenyum dan langsung naik kekasur, Arnold langsung berbaring sambil memeluk Allin yang duduk bersama Ella

" Arnold apa yang kamu lakukan?"

" tidur, apa lagi?"

" kakak"

" hush....diam aku ngantuk"

" sudah kak Allin, lebih baik kita lanjut menonton "

Allin melihat Arnold  mencoba mengabaikan Arnold dan mulai fokus menonton

" kak, prianya sangat tampan , siapa ya namanya?"

" kakak juga tidak tahu tapi dia sangat tampan "

" wah lihat itu dia ingin mencium wanitanya"

" aku tidak rela melihatnya"

Arnold mengerucutkan bibirnya mendengar dua wanita itu memuji pemeran pria didrama tersebut

" tidak jangan cium dia" Ella berbicara dengan nada tidak rela

" pria nya terlalu tampan dan aktingnya bagus, kakak lebih suka dia dengan wanita lain"

" siapa ?" tanya Ella,karena Ella rasa hanya satu wanita yang ada disana yang mungkin menjadi kekasih pria tersebut

" Allin Wilton"

" haha itu kakak sendiri " Ella tertawa sambil menyenggol Allin dengan bahunya

" tapi gimana cocok kan?"

Ella melirik kakaknya yang pura - pura tidur sambil memeluk Allin, Ella tersenyum dan mengangguk pada Allin

" tentu saja, kakak cantik dan cocok dengannya, kalau menurut aku ya, kakak lebih cocok dengannya daripada kak Arnold"

Arnold yang mendengarnya mengeratkan pelukannya pada pinggang Allin

" benarkah?"

" iya, tapi sayang kakak sudah menikah dengan kak Arnold "

" mau bagaimana lagi"

" kakak pisah saja dengan kak Arnold "

" Ella!" Arnold tiba- tiba langsung bangun dan menatap kesal Ella

" oh Astaga!!" Ella dan Allin sama- sama kaget

" sudah lebih baik kita tidur dikamar kita saja" Arnold menarik Allin untuk pergi, tapi Allin menahan nya

" tapi Dramanya belum selesai"

Arnold tidak mendengarkannya dan tetap membawa Allin keluar

" dasar pencemburu " Ella hanya memperhatikan kakaknya yang menarik Allin

************

Allin menatap kesal Arnold yang mengunci pintu lalu menyimpan kuncinya di atas lemari yang tinggi

" sudah tidur"

" coba kamu lihat, aku belum sempat mau pinjam baju Ella " Allin masih memakai gaun hitamnya, dia terlalu asik menonton

Arnold melihat itu dan mendekati lemari, Arnold kembali mendatangi Allin dan memberikan bajunya pada Allin, Allin mengambil baju itu dan melihatnya

" besar sekali , kalau aku pakai nanti aku seperti badut"

" jangan banyak bicara,cepat ganti "

Allin pergi kekamar mandi dengan kesal , setelah berberapa lama , Allin keluar, Arnold yang melihat itu langsung tertawa

" hahahaha, kamu sangat lucu"

Allin kesal dan langsung pergi ke kasur untuk tidur, Allin menyamping membelakangi Arnold

" Allin, kamu sangat lucu"

" diamlah"

" hahaha Allin  sini coba aku lihat"

Allin bangun dan langung memukul Arnold dengan bantal

" aduh...Allin apa yang kamu lakukan ?"

" menutup mulut orang yang berbicara sembarangan"

" Allin...sudah "

Allin masih memukul Arnold dengan bantal , Arnold merebut bantal itu lalu membuangnya kelantai dan menangkap kedua pergelangan tangan Allin

" kamu sangat kasar"

" biar, biar kamu tahu rasa"

" dengar dulu"

" sudah lepas, aku mau tidur"

" nanti dulu"

" Arnold kamu jangan bercanda ini sudah sangat malam"

" baiklah, kalau begitu cium dulu"

" dalam mimpi "

" ok kalau begitu, aku akan menciumu dalam mimpi " Arnold menarik Allin hingga berbaring dan memeluknya erat, membawa kepala Allin kedalam dadanya

" Arnold " Allin berbicara dengan  suara yang teredam dada Arnold

" tidur sayang sudah malam"

Arnold mengecup puncak kepala Allin lama , lalu memejamkan mata

" Arnold " Allin masih memanggil Arnold , tapi tidak ada jawaban

" kamu sudah tidur?"

" sudah"

" tapi kenapa kamu berbicara?"

" Allin" Arnold mengangkat kepalanya dan menatap Allin yang juga menatapnya

" ayo kita lakukan"

" maksudmu?"

" membuat cucu untuk Mama"

" kamu gila!" Allin berteriak sambil berusaha melepaskan diri

" makanya diam dan tidur, sebelum aku benar- benar akan melakukannya "

Allin langsung diam dan memejamkan matanya, Arnold tersenyum dan membawa Allin semakin dekat dengannya

" semua terjadi secara tiba- tiba, aku menginginkannya saat dia berada sangat dekat denganku, apa aku mulai mencintainya atau hanya tertarik secara fisik saja?hanya waktu yang akan menjawabnya" .

**********

Allin dan Arnold sedang duduk untuk sarapan bersama keluarga yang lain

" sayang, kamu pulangnya sore hari saja ya?"

" tidak, kami akan pulang pagi ini"

" kenapa cepat sekali?"

Allin menatap Arnold , Allin tahu Arnold ingin cepat pulang agar bisa melihat Yura, dada Allin sedikit sakit mengetahui itu

" aku masih punya banyak pekerjaan Ma"

" kan bisa besok- besoknya kerja, kamu kan Direkturnya "

" iya Ma, kami akan pulang pagi ini, ada hal penting yang harus Arnold lakukan"

Arnold menatap Allin yang duduk disampingnya, entah kenapa Arnold merasa sedikit aneh saja.

**********

Allin dan Arnold sudah didalam mobil, Arnold memperhatikan Allin yang tidak mau menatapnya

" ada apa denganmu?"

" ......."

" Allin?"

Arnold mengangkat tangannya untuk menyentuh Allin, tapi ponselnya berdering , Arnold mengangkat ponselnya dan langsung terdengar suara Yura

" Arnold ! Tolong aku, disini ada Jose dia berusaha untuk menyakitiku lagi"

Arnold kaget mendengar itu,

" tunggu,aku akan segera pulang" Arnold melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggal , Allin memegang sabuk pengaman nya dengan erat

" Arnold , pelan - pelan aku takut"

Arnold tidak memperdulikan perkataam Allin dan tetap melajukan mobil dengan kencang, Allin memejamkan matanya erat, dia takut dan mengingat kembali tentang kecelakaan yang menimpa kakaknya, air mata Allin keluar mengingat peristiwa yang merenggut nyawa kakaknya

" kakak"

Arnold memberhentikan mobilnya didepan rumah dan langsung turun, mengabaikan Allin yang masih syok didalam mobil , Allin memegang jantung yang berdebar sangat kuat karena takut, Allin menatap Arnold yang berlari masuk kedalam rumah

" kenapa aku merasa lebih sakit saat melihat dia melakukan itu untuk wanita lain?"

Allin menjatuhkan kepalanya dan menangis dengan keras

Arnold masuk dan melihat Jose yang berusaha menyeret Yura untuk pergi, Arnold langsung menarik Jose dan memukulnya, Jose terjatuh kerena pukulan itu, Jose  kaget melihat Arnold

" Arnold "

" apa yang kamu lakukan?" tanya Arnold geram, Yura yang melihat Arnold langsung memeluknya

" Arnold, dia menyakiti ku, lihat" Yura memperlihatkan tangannya yang memerah , Jose langsung menatap Yura tidak percaya, Jose berdiri dan menatap Arnold

" ini tidak seperti yang kamu pikirkan"

" aku tidak menyangka kamu melakukan itu padanya, padahal aku percaya kamu bisa menjaganya"

" Arnold tolong percaya aku, aku tidak...."

" Arnold dia berbohong, dia datang dan langsung menamparku , lihat pipiku " Arnold melihat bekas tamparan dipipi kiri Yura

" Yura hentikan semua ini, ada apa denganmu ?"

" Jose lebih  baik kamu pergi dari sini"

" Arnold kamu mengenal ku, kita bersahabat "

" tapi ....sekarang tidak lagi " Jose terdiam dan menatap Arnold kecewa

" Arnold, aku kira kamu tidak mempunyai rasa padanya, dulu kamu yang membuat aku menikah dengan Yura , tapi...setelah apa yang aku lihat ternyata kamu hanya berpura- pura"

Arnold terdiam mendengar itu, dia tahu dia yang menjodohkan Jose dan Yura saat itu, Arnold melepaskan pelukan Yura padanya dan menatap jose tajam

" dan sekarang aku menyesal "

Jose menatap Arnold dengan sedih, Arnold sempat tersentak melihat pandangan itu tapi dia membuang wajahnya

" aku peringatkan kamu Arnold, wanita yang disampingmu tidak seperti yang kamu pikirkan, dia wanita yang licik dengan wajah polosnya , dan aku dengar kamu sudah menikah, jagalah istrimu sebelum sesuatu yang buruk terjadi"

Jose langsung pergi dari sana, Arnold mencoba mencerna perkataan Jose dan menatap punggung Jose yang berlalu

" Arnold aku sangat takut, saat dia datang " Yura kembali memeluk Arnold dan menangis, Arnold membalas pelukan Yura dan mencoba menenangkannya

*********

Allin turun dari mobil dan berpapasan dengan seorang pria, pria itu sempat berhenti berjalan dan menatap Allin, Allin kaget dan penasaran siapa pria itu

" siapa kamu?"

" lebih baik kamu jaga dirimu, jangan terlalu dekat dengan wanita itu"

Jose langsung pergi dari sana, Allin memperhatikan Jose yang pergi

" apa maksud dari perkataannya?"

Allin memilih masuk dan melihat Yura dan Arnold berpelukkan, hati Allin tiba- tiba nyeri, Allin menatap datar dua orang didepannya dan melewati mereka dan naik ke tangga untuk ke kamar nya, Arnold yang melihat Allin melewatinya, melepaskan pelukan yura dan memperhatikan Allin yang mengabaikannya

" aku harap Allin tidak salah paham"

Yura tersenyum menatap Allin yang pergi dengan wajah seperti itu

" aku akan menunjukkan siapa sebenarnya yang pantas bersama Arnold "

" Yura lebih baik kamu istirahat"

" tapi Arnold aku masih takut"

" tidak, Jose tidak akan berani untuk datang lagi"

Arnold melepaskan pegangan tangan Yura pada kemejanya dan tersenyum

" percaya padaku, kamu akan baik- baik saja, istirahatlah"

" baiklah "

Arnold tersenyum dan pergi dari sana, hati Arnold tidak tenang saat mengingat Allin, Arnold jadi khawatir karena melihat wajah Allin yang memerah

Arnold membuka pintu dan melihat Allin yang menonton drama di kursi balkon, Arnold mendekatinya dan mengusap kepala Allin

" apa yang kamu lakukan?" Arnold menarik satu kursi disamping Allin dan memindahkannya didepan Allin lalu Arnold duduk disana

Allin tidak mau menatapnya Arnold dan tetap Fokus menonton

" Allin kenapa kamu menangis ?"

" ........."

"Allin kamu jangan berpikir macam- macam tentangku dan Yura kami tidak....."

Allin mengangkat kepalanya dan menatap datar Arnold

" Arnold ...kamu tidak mencintaiku kan?" Arnold menatap Allin dengan datar, bingung untuk menjawabnya

" kamu diam berarti iya, aku juga tidak mencintaimu"

Arnold menatap Allin dengan jantungnya yang berdetak cepat

" kenapa aku merasa tidak rela saat Allin berkata tidak mencintaiku?"

" dan perjanjian itu masih berlaku hingga sekarang, mari kita kembali mengikuti peraturan dalam perjanjian itu, aku rasa kita sudah terlalu jauh melampaui batas perjanjian itu"

" apa maksud dari perkataan mu?"

" karena kamu tidak mencintaiku, aku juga tidak mencintaimu, jadi aku akan mencari pria yang mencintaiku"

" apa yang kamu katakan!?" tanya Arnold dengan nada emosi,

" dia ingin mencari pria lain? Langkahi dulu mayatku"

" kita sama - sama tahu,  aku tidak akan melarangmu bersama wanita lain, jadi biarkan aku bersama pria lain"

Arnold menatap Allin dengan tajam dan berdiri dari kursi, Arnold pergi dari sana dengan amarah didadanya,

Allin menatap Arnold yang pergi dengan air mata yang sudah kembali mengalir

" kalau kamu tidak mencintaiku, Kenapa kamu bersikap seakan mencintaiku? jangan buat aku berharap , lalu kamu pergi"

Arnold keluar dari kamarnya dan menutup pintu dengan keras, dia dalam suasana hati yang buruk, hatinya masih panas, mendengar Allin ingin mencari pria lain

Yura yang melihat Arnold memanggilnya tapi Arnold tidak meliriknya sama sekali,dan malah pergi keluar rumah

" ada apa dengan Arnold? Kenapa dia terlihat marah?".

1
Sofyan Banjar Sofyan
Kecewa
Rosikh Nurhayati
2 jempol buat kamu thor
Rosikh Nurhayati
syuukaaa
Isna mansur
seru ceritanya..aku suka...semangat trs berkaryanya...
Devia Ratna
bagus
Dessy Yanta
tegasan deon dr pada arnold...😒😒gregetan
Atieks Syaiful Bahri
😉😉😉
choi yongah
mantap thor
aku suka.
sukses selalu
👍👍👍🌺🌹
choi yongah
bagus ceritanya
👍👍👍👍
4 jempol buatmu Thor
sukses selalu
semanhat
💪💪💪💪
choi yongah
lanjut...
choi yongah
hem........😍😍
choi yongah
ud sama2 senang tp g merasa
😍😍😍👍
choi yongah
menarik ceritanya
bikin pingin trs baca
lanjuut
Nuraini Enung
"memandangi wanita orang lain" 😂😂
Rini Haryati
keren ceritany😇😇😇😇😇👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
seru nya mereka dpt jodohnya instan semua👍👍👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
dapet pasangan juga Jose 👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Lucas gercep banget
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kerennnnnnnn👍👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
posesifnya Arnold dan Arlan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!